Understimulation pada Anak: Penyebab, Dampak, dan Solusinya

Understimulation pada Anak: Penyebab, Dampak, dan Solusinya

Table of Contents

Pernahkan Anda mendapati anak Anda selalu terlihat tidak termotivasi? Jika pernah, ada kemungkinan anak Anda tengah dalam kondisi yang disebut understimulation. Kondisi ini termasuk kerap luput dari perhatian orang tua. Padahal, jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat tumbuh kembang anak tidak optimal. 

Key Takeaways

  • Understimulation atau kurang stimulasi pada anak adalah kondisi saat anak tidak mendapatkan cukup stimulasi sensorik, motorik, dan emosional dari orang atau lingkungan sekitar.
  • Penyebab bisa bervariasi, mulai dari penggunaan gadget yang berlebihan, rutinitas berulang yang membosankan, hingga kurangnya aktivitas fisik.
  • Kurangnya stimulasi pada anak bisa menyebabkan berbagai dampak jangka panjang, baik pada aspek fisik maupun psikologis, mulai dari terhambatnya perkembangan otak, penurunan kemampuan motorik, hingga kurangnya kreativitas.

Apa Itu Understimulation pada Anak?

Understimulation (kurang stimulasi) pada anak adalah kondisi saat anak tidak mendapatkan cukup stimulasi sensorik, motorik, dan emosional untuk proses tumbuh kembang. Padahal, stimulasi sensorik dan emosional sangat anak butuhkan agar otak berkembang secara optimal.

Jika kebutuhan stimulasi terlalu minim, maka beberapa aspek perkembangan pada anak bisa terhambat. Stimulasi yang dimaksud bukan harus berupa aktivitas sulit. Interaksi sederhana seperti bergerak dan eksplorasi benda juga termasuk bentuk stimulasi.

Ciri-ciri Understimulation pada Anak

Anak yang teridentifikasi kurang stimulasi umumnya akan menunjukkan beberapa ciri umum berikut.

  • Terlihat bosan: Anak tidak menunjukkan minat pada aktivitas atau permainan apapun.
  • Minim inisiatif dalam beraktivitas: Anak dengan kondisi understimulation biasanya jarang memulai aktivitas atau permainan sendiri dan hanya menunggu ajakan.
  • Perkembangan motorik terlambat: Karena kurangnya aktivitas atau gerak, perkembangan motorik anak, seperti merangkak, berdiri, atau berjalan, cenderung terlambat dari standarnya.
  • Sulit fokus dan memecahkan masalah: Anak yang kurang stimulasi juga cenderung memiliki kemampuan fokus dan pemecahan masalah yang kurang, akibat tidak mendapat latihan yang cukup.
  • Sensitif dan mudah rewel: Kurangnya stimulasi bisa memicu kecemasan berlebih dan frustasi pada anak, karena anak tidak bisa menyalurkan energinya secara positif.

Mengapa Understimulation Bisa Terjadi?

Pada banyak kasus, kurangnya stimulasi pada anak bisa terjadi karena berbagai faktor penyebab. Adapun yang paling umum adalah sebagai berikut.

1. Kurangnya Kesempatan Eksplorasi

Jika Anak terlalu sering di rumah tanpa aktivitas yang menantang, mereka akan kekurangan stimulasi. Sebab, lingkungan monoton tidak akan mendorong anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan melakukan sesuatu yang baru.

2. Penggunaan Gadget secara Berlebihan

Keberadaan gadget hari ini memang bisa membuat anak jauh lebih tenang. Namun, di lain sisi, anak tidak mendapatkan stimulasi sensorik dan motorik yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya. Dengan kata lain, penggunaan gadget secara berlebihan akan membuat otak anak tidak mendapatkan stimulasi yang cukup dan interaksi nyata.

3. Minimnya Aktivitas Fisik 

Aktivitas fisik, seperti berlari, berjalan, hingga memanjat adalah bentuk dari stimulasi motorik. Anak yang jarang melakukan aktivitas fisik umumnya memiliki perkembangan motorik kasar dan halus yang lebih lambat.

4. Kurangnya Interaksi Sosial

Selain sensorik dan motorik, anak juga membutuhkan stimulasi sosial. Stimulasi tersebut bisa anak dapatkan dari interaksi dengan orang tua, teman, dan lingkungan sekitar. Tanpa melakukan interaksi sosial, anak akan menjadi lebih pasif dan kurang responsif.

5. Rutinitas yang Kaku

Rutinitas anak yang repetitif bisa membuat anak kehilangan kesempatan memproses pengalaman baru. Jika hal ini berlangsung lama, maka perkembangan otak anak kurang optimal.

Baca juga: 7 Cara Efektif Atasi Overstimulasi pada Anak agar Lebih Tenang

Dampak Kurangnya Stimulasi pada Anak

Kurangnya stimulasi pada anak bukan masalah remeh. Jika Anda membiarkannya, maka kondisi ini bisa memberikan dampak buruk jangka panjang pada anak, seperti:

  • Terhambatnya perkembangan otak;
  • Penurunan kemampuan motorik;
  • Kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru;
  • Kurangnya kreativitas; dan
  • Gangguan regulasi emosi.

Cara Mengatasi Understimulation pada Anak

Dalam parenting, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika anak terindikasi mengalami kurang stimulasi ini. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Sediakan waktu bermain setiap hari: Bermain adalah salah satu cara terbaik untuk memberi stimulasi sensorik, motorik, dan sosial kepada anak. Oleh karena itu, pastikan untuk setidaknya menyediakan waktu bermain bersama anak minimal 1-2 jam setiap harinya.
  • Menciptakan lingkungan yang menarik: Ciptakan lingkungan yang bisa memancing keinginan eksplorasi anak dengan menyediakan beragam permainan dan buku yang cocok dengan usianya.
  • Batasi anak bermain gadget: Tetapkan batas screen time untuk anak, misalnya 1 jam per hari dan ganti dengan aktivitas fisik atau yang merangsang imajinasi.
  • Sertakan anak di kelas stimulasi dini: Daftarkan anak ke kelas stimulasi dini atau olahraga sesuai usianya untuk melatih sensorik dan motoriknya secara terstruktur.

Pastikan Anak Mendapat Stimulasi Cukup untuk Tumbuh Kembangnya

Singkatnya, understimulation pada anak mengakibatkan sejumlah dampak negatif jangka panjang jika dibiarkan. Mulai dari perkembangan otak yang terhambat, penurunan kemampuan motorik, hingga kurangnya kreativitas.

Salah satu solusi untuk mencegah atau mengatasi understimulation pada anak adalah menyediakan wadah bagi anak untuk menyalurkan energinya secara positif. Di sini, Sparks Sports Academy adalah salah satu lembaga yang bisa Anda percaya.

Kami menyediakan berbagai kelas stimulasi dini yang dirancang untuk memberikan stimulasi sensorik dan motorik guna memastikan anak mencapai milestone tumbuh kembangnya secara optimal. Mulai dari kelas taekwondo, multisport, hingga gymnastic, semua kelas di akademi kami akan membantu si kecil menyalurkan energinya secara positif, membangun kedisiplinan, dan kepercayaan diri.

Jangan biarkan perkembangan si kecil terhambat karena kurang stimulasi. Daftarkan anak Anda sekarang di kelas aktivitas Sparks Sports Academy dan pastikan tumbuh kembangnya optimal!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%