Saat baru lahir, bayi membutuhkan lebih banyak tidur dengan periode bangun lebih pendek dan sering. Namun, seiring bertambahnya usia, kebutuhan tidur siangnya berkurang dengan periode bangun lebih sedikit tapi lama. Sehingga, penting bagi Anda selaku orang tua mengetahui jadwal bangun atau wake window bayi di tiap tahap usia.
Key Takeaways
- Wake window bayi menunjukkan rentang waktu bayi bangun atau terjaga di antara periode tidur, baik itu tidur siang atau malam.
- Mengetahui jadwal ini dapat membantu orang tua menerapkan jam tidur bayi yang lebih konsisten, sehingga terhindar dari kelelahan ekstrem.
- Kelelahan ekstrem akibat terlalu lama terjaga akan membuat bayi mudah rewel atau menangis terus-menerus, sehingga sulit untuk tidur.
- Mengikuti jadwal jendela bangun bayi berdasarkan usianya akan membantu pertumbuhan bayi menjadi lebih sehat, baik secara fisik dan mental.
Pengertian Wake Window Bayi dan Manfaatnya
Melansir laman Baby Sleep Site, wake window bayi adalah lamanya waktu bayi terjaga di antara dua periode tidur, baik tidur siang berikutnya maupun tidur malam. Durasinya bisa berbeda tergantung usianya. Misalnya, jika bayi bangun pada pukul 7 pagi dan memiliki jendela bangun selama dua jam, berarti ia harus tertidur lagi pukul 9 pagi.
Wake window bayi dapat membantu Anda menidurkan bayi di saat yang tepat sebelum mereka menunjukkan tanda kelelahan ekstrem akibat mengantuk. Tanda tersebut antara lain bayi menjadi sangat rewel dan susah ditenangkan, sulit tidur, sering terbangun dengan cepat dari tidurnya, dan menolak menyusu atau makan.
Sebab, bayi yang terlalu lama bangun akan memproduksi hormon stres kortisol dan adrenalin yang membuatnya terlalu bersemangat, sehingga sulit tidur nyenyak. Mengikuti jendela bangun bayi akan menciptakan rutinitas tidur yang konsisten, di mana bayi bisa tidur lebih mudah di antara waktu tidur siang dan malam.
Durasi Ideal Wake Window Bayi Berdasarkan Usia
Untuk mengetahui kapan bayi harus tidur, ikuti tanda bayi mengantuk, seperti menguap, mengucek mata, menarik telinga, rewel, dan meregangkan tubuh. Ini tidak masalah bagi bayi baru lahir, tetapi setelah usia 3-4 bulan, terkadang bayi menyembunyikan tanda kantuk yang menyebabkan waktu bangun terlalu panjang.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengikuti panduan jendela bangun pada bayi. Mengutip laman Happiest Baby, seorang dokter spesialis anak asal Amerika Serikat sekaligus founder Happiest Baby, Dr. Harvey Karp, telah memberikan panduan wake window bayi berdasarkan usia sebagai berikut.
- Bayi baru lahir: 45 – 60 menit
- 1 – 2 bulan: 1 – 2 jam
- 3 – 4 bulan: 75 menit – 2,5 jam
- 5 – 7 bulan: 2 – 4 jam
- 8 – 10 bulan: 2,5 – 4,5 jam
- 11 – 14 bulan: 3 – 5 jam
- 15 – 24 bulan: 4 – 6 jam
Bagaimana Cara Wake Window Bayi Membantu Bayi Tidur?
Beberapa bayi memang sangat mudah ditebak dari tanda-tanda saat ia mengantuk. Sehingga, cukup mudah untuk mengetahui waktu tidurnya. Namun, tidak sedikit juga bayi yang memiliki ritme tidur yang sulit diprediksi, sehingga membuat jam tidurnya semakin kacau dari hari ke hari. Berikut cara terbaik memanfaatkan wake window bayi.
- Perhatikan jam: Setelah bayi bangun, perhatikan jam berapa saat dia terbangun, kemudian jalankan pengatur waktu sesuai jadwal jendela bangun bayi berdasarkan usianya, guna mengetahui jam berapa ia harus tidur berikutnya.
- Perhatikan tanda-tanda waktu tidur: Tujuannya agar bayi dapat tidur siang atau malam sebelum mengalami kelelahan. Jadi, ketika waktu jendela bangun bayi hampir berakhir, segera perhatikan tanda-tanda bayi mengantuk agar bisa segera ditidurkan tepat waktu.
- Mencatat waktu: Dapat membantu orang tua agar tidak lupa atau terlewat. Catat kapan tanda-tanda mengantuk pertama kali muncul, lalu baringkan bayi sekitar 5 menit lebih awal untuk tidur siang berikutnya. Dengan begitu, bayi tidak akan rewel.
- Sesuaikan waktu tidur: Jika bayi tidur siang sebentar, maka waktu bangun berikutnya lebih singkat. Sebaliknya, jika tidur siang lebih lama, waktu bangun berikutnya seharusnya lebih lama. Namun, jika bayi sering tidur di tengah waktu bangunnya, maka bayi harus ditidurkan lebih awal setelah tidur siang sebentar.
Stimulasi Fisik Bayi di Spark Sports Academy!
Kebutuhan tidur bayi haruslah terpenuhi secara normal agar tidak berdampak buruk pada perkembangannya. Sebab, saat tidur, hormon pertumbuhan bayi tiga kali lebih banyak daripada saat bangun.
Untuk membantu bayi tidur lebih mudah dan sesuai jadwal wake window bayi, stimulasi fisiknya dengan cara yang seru. Anda dapat mengajaknya untuk mengikuti aktivitas yang seru dan menyenangkan di Sparks Sport Academy.
Di sana, terdapat kelompok bermain untuk bayi berusia 12 – 23 bulan dengan beragam pilihan kelas. Mulai dari sensory and phonics hingga olahraga ringan untuk menstimulasi motorik kasar dan halusnya melalui dance and rhythm serta gymnastics.
Di kelas gymnastics, bayi melakukan keterampilan gerakan dasar seperti merangkak, keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Sedangkan di kelas dance, bayi bergerak dan bermain melalui musik. Semua aktivitas dirancang dengan keamanan tinggi, agar bayi bisa belajar dan bersenang-senang dengan nyaman. Segera book free trial class-nya!







