-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Anak belum tertarik untuk membaca bukunya sendiri? Tidak perlu khawatir. Dengan pendekatan yang kreatif dan sabar, membaca bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk anak.
Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan informasi mengenai tips cara mengajari anak membaca. Namun sebelum ke sana, kita coba gali dulu bersama tentang kapan sebenarnya waktu yang tepat anak belajar membaca.
Baca: 7 Cara Mendidik Anak Laki-Laki dengan Pendekatan Positif
Kapan Anak Mulai Belajar Membaca?
Mau sekreatif apapun menerapkan berbagai tips cara mengajari anak membaca, tetapi belum waktunya anak membaca maka tidak akan memberikan perubahan signifikan. Maka dari itu penting untuk mengetahui usia berapakah anak sudah bisa belajar membaca.
1. Umumnya Mulai Tertarik di Usia 3-5 Tahun
Idealnya anak mulai diajari membaca itu pada usia 6 tahun. Tetapi anak sudah bisa mulai tertarik membaca pada usia antara 3-5 tahun.
Tanda-tanda anak tertarik pada membaca adalah:
- Ada ketertarikan terhadap bentuk-bentuk huruf.
- Suka mengambil dan membuka-buka buku, koran, ataupun majalah.
- Suka memegangi alat tulis, seperti pulpen dan pensil.
- Mulai mengenal beberapa kata tertentu.
2. Awali dari Mengenal Huruf dan Suara
Setelah mengetahui bahwa anak sudah tertarik dengan membaca. Anda bisa memperkenalkan kosakata, huruf, dan terus menumbuhkan kebiasaan membaca kepada anak.
Anda bisa mulai mengajari huruf seperti a, i, u, e, o. Kemudian setelah itu baru berkenalan dengan huruf yang lain. Cara mengenalkannya bisa menggunakan flash card, membaca buku dengan nyaring, dan bernyanyi.
Dengan bernyanyi anak bisa mengenal suara dan mengingat setiap kata dalam lagu, Anda juga bisa melakukannya dengan mengeja lirik lagu yang sedang dinyanyikan, misalnya B-I-N-T-A-N-G K-E-C-I-L.
3. Jangan Memaksa Jika Anak Belum Siap
Walaupun biasanya anak mulai tertarik membaca antara usia 3-5 tahun, jangan dipaksa apabila anak belum menunjukkan ketertarikan. Beri waktu kepada anak untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam berbahasa, meningkatkan memori, dan persepsi visualnya.
Tentunya sambil Anda pantau. Ketika ketertarikan itu muncul, Anda bisa membimbingnya dengan mengenalkan dasar-dasar dalam membaca.
Baca: Refleksi Orang Tua terhadap Perkembangan Anak agar Jadi Pendamping yang Lebih Bijak
Cara Mengajari Anak Membaca yang Efektif
Lebih dalam, kita akan membahas cara mengajari anak membaca pada bagian berikut:
1. Gunakan Gambar dan Lagu
Penggunaan gambar untuk belajar membaca dapat dilakukan menggunakan flash card. Di dalam flash card terdapat gambar dan tulisan yang menunjukkan nama dari gambar tersebut.
Ajak Anak membaca tulisan tersebut. Selain dengan gambar, Anda juga bisa menyanyikan lagu yang mengandung alfabet. Proses hafalan pun menjadi lebih menyenangkan karena dilakukan dengan bernyanyi.
2. Bacakan Buku dengan Ekspresi
Ketika sedang membacakan buku seperti dongeng, Anda bisa lebih ekspresif dan lantang dengan nada serta intonasi beragam. Penggunaan ekspresi akan membuat sesi membaca makin menyenangkan.
Anda juga bisa menirukan berbagai suara yang diceritakan oleh buku. Misalnya, suara kucing, sapi, ayam, mobil, bebek, dan lain sebagainya.
3. Ajak Anak Mengeja Lewat Permainan
Cara mengajari anak membaca lainnya adalah mengeja kata. Setelah anak bisa mengeja per huruf, Anda bisa mengajak anak untuk mengeja suku kata. Anda bisa membuat suku kata dari huruf konsonan dan diikuti dengan huruf vokal.
Misalnya ca, ce, ci, ci, cu, dan lainnya. Setelah anak lancar mengeja dalam satu suku kata, Anda bisa meningkatkan pembelajaran ke dua suku kata, seperti ba-ca.
Tingkatkan suku kata setiap anak sudah menguasai pelajaran sebelumnya. Untuk memudahkan proses ini, Anda bisa menggunakan kartu dengan gambar.
4. Baca Buku Bersama
Biasakan membaca buku bersama anak terutama membaca topik kesukaanya. Anak akan mendengar dan belajar mencocokan bentuk huruf yang ada di buku dengan suaranya. Kebiasaan ini melatih daya ingat anak karena terpapar banyak kosakata baru dan belajar menempatkan kata pada situasi tertentu untuk memahami teks.
5. Berlatih Membaca Setiap Hari
Ajak anak membaca tulisan yang ada di lingkungan rumah atau di mana saja. Cara ini membuat anak lebih cepat mengenali kata-kata yang sering ditemui dalam keseharian.
6. Gunakan Lagu Anak-Anak
Lagu anak-anak sangat menyenangkan dan mudah didengar. Lirik dan musiknya membantu anak belajar mendengar suara dan suku kata dan mempraktikannya dengan membaca. Aktivitas ini bisa mengembangkan keterampilan literasi anak yang akan menyiapkan mereka untuk belajar membaca.
7. Bantu Anak Mengucapkan Bunyi Huruf
Tidak hanya memperkenalkan hurufnya, orang tua harus membatnu anak dalam memahami bunyi huruf dan cara mengucapkannya. Anak harus tahu cara membaca semua huruf dari A sampai Z.
8. Tes Anak dengan Pertanyaan
Setelah membaca bersama anak, orang tua bisa memberikan pertanyaan untuk “menguji” seberapa jauh dia mendengar dan memahami apa yang orang tua baca. jadi sebelum membalik halaman, tanyakan pada anak apa yang menurutnya akan terjadi selanjutnya.
9. Membaca Suku Kata yang Variatif
Orang tua bisa mengajari anak membaca dengan buku yang memiliki suku kata variatif tapi masih mudah dilafalkan dan berakhiran huruf vokal. Seperti contoh bu-di, ma-ma, pa-pa, buk-ku, ta-mu, la-ma, dan sebagainya. Hindari memperkenalkan buku yang memiliki huruf mati agar anak bisa fokus menguasai tahap ini terlebih dahulu.
10. Ajarka Huruf Mati
Jika anak sudah memahami suku kata yang berakhiran huruf vokal, maka orang tua sudah bisa mengajarinya huruf mati. Ini bisa dimulai dari huruf gabungan seperti “ny” pada imbuhan -nya, “ng”, dan sejenisnya.
11. Gunakan Metode Fonik
Metode fonik adalah cara mengajari anak membaca tanpa mengeja, tapi dengan mengajarkan hubungan antara huruf dan bunyinya. Seperti contoh huruf “b” berbunyi “beh”, huruf “a” berbunyi “ah” dan seterusnya. Dengan memahami fokin, anak akan lebih mudah merangkai huruf menjadi kata.
12. Menempelkan Label pada Barang di Rumah
Orang tua bisa menempelkan label ada benda-benda di rumah untuk membuat anak lebih terbiasa dengan huruf. Label ini bisa ditempelkan di mana saja seperti kurs, meja, buku, lemari, kulkas, pintu, dan sebagainya. Anak akan lebih cepat belajar pengucapan sekaligus dapat mengenali cara membaca dari nama benda yang sudah diketahui sebelumnya.
13. Menstimulasi Motorik dan Sensorik Anak
Belajar membaca tidak hanya melibatkan mata dan otak, tetapi juga kemampuan motorik dan sensori anak. Saat anak mencoba membaca buku dengan membalik halaman, otak dilatih secara bersamaan.
Aktivitas sensorik seperti menulis huruf di pasir, merasakan tekstur timbul pada huruf, atau tracing huruf dengan jari membantu anak mengenali bentuk huruf secara lebih kuat. Hal ini membuat anak lebih mudah mengingat huruf, tidak cepat lelah saat membaca, dan siap untuk menulis.
14. Membimbing Anak
Dengan membimbing anak belajar membaca membuat anak merasa diperhatikan dan dihargai. Ini akan meningkatkan percara diri anak untuk membaca karena terdapat rasa aman dan menyenangkan. Anak akan memiliki pemikiran bahwa belajar membaca adalah pengalaman positif
15. Berikan Apresiasi
Orang tua bisa memberikan apresiasi jika anak berhasil membaca kata atau kalimat baru. Kalimat seperti “Pintar sudah bisa baca” membuat anak termotivasi untuk terus belajar membaca.

Untuk meningkatkan tumbuh kembang anak, selain Anda ajari secara mandiri, Anda juga bisa mendukung perkembangan anak lewat kelas Sensori di Sparks Sports Academy!
Kelas ini membantu anak memahami pola, bentuk, dan bahasa melalui permainan interaktif. Langsung kunjungi website kami untuk melakukan pendaftaran.







