Pernahkah Anda merasa kewalahan, bukan hanya karena banyak tugas yang harus diselesaikan, tapi juga karena pikiran tak pernah berhenti bekerja? Jika Anda sedang mengerjakan sesuatu, tapi otak terus memutar daftar hal yang harus diurus. Maka, Anda kemungkinan sedang memiliki beban mental atau mental load.
Meski terlihat normal dan Anda tetap bekerja, nyatanya beban mental seperti ini justru paling menghancurkan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apa saja ciri-cirinya? Bagaimana cara menanggulanginya? Simak selengkapnya dalam artikel ini!
Key Takeways:
- Mental load adalah beban mental atau emosional yang muncul karena ada banyak hal yang harus Anda pikirkan, rencanakan, dan tangani sehari-hari.
- Ketika memiliki beban mental, Anda akan merasa sulit untuk benar-benar beristirahat karena otak terus memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya
- Beban mental bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, seperti membagi tanggung jawab, membuat prioritas, dan menjaga kesehatan.
Apa Itu Mental Load?
Melansir Cleveland Clinic, mental load adalah beban pikiran yang terus berlarian dalam benak kita setiap hari. Istilah ini juga sering disebut sebagai “beban tak terlihat”, di mana ada banyak hal yang harus Anda pikirkan, rencanakan, dan tangani. Jadi, meski tampak normal dari luar, dampaknya nyata terhadap kesehatan mental dan fisik.
Konsep ini pun mulai populer ketika banyak perempuan, terutama seorang ibu, merasa sangat terbebani. Bukan hanya oleh pekerjaan rumah tangga secara fisik, tetapi juga oleh tanggung jawab berpikir dan mengatur semua hal di rumah.
Mulai dari memastikan stok kebutuhan rumah, mengingat jadwal, dan masih banyak lagi, semuanya harus mereka pikirkan sendiri. Hal tersebut pun didukung oleh research dari University of Bath, yang menunjukkan bahwa, seorang ibu melakukan 79% pekerja rumah seperti bersih-bersih dan merawat anak, dua kali lipat dari pekerjaan ayah sebenar 37%.
Namun, perlu diingat bahwa beban mental tidak hanya dialami perempuan. Siapa pun, baik pria maupun wanita, bisa merasakan tekanan ini, terutama mereka yang memiliki banyak tanggung jawab dalam pekerjaan maupun keluarga.
Baca: Baby Blues: Pengertian, Faktor Pemicu, dan Cara Mengatasinya
Ciri-Ciri Mengalami Mental Load
Beban mental sering datang diam-diam. Bahkan, Anda mungkin tidak menyadarinya sampai tubuh dan pikiran mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Berikut beberapa ciri umum yang bisa Anda kenali.
1. Pikiran Tak Pernah Berhenti Bekerja
Anda merasa sulit untuk benar-benar beristirahat karena otak terus memikirkan apa pekerjaan selanjutnya. Bahkan ketika sedang santai sekalipun, pikiran tetap dipenuhi oleh berbagai urusan.
2. Sering Merasa Lelah
Merasa lelah karena memiliki segudang aktivitas fisik adalah hal yang wajar. Namun, mental load adalah kelelahan yang muncul bukan karena tubuh, melainkan karena pikiran yang terus aktif tanpa henti.
3. Sulit Fokus dan Mudah Lupa
Ketika terlalu banyak hal yang Anda pikirkan, fokus menjadi terbagi dan kemampuan mengingat pun akan menurun. Anda mungkin mulai sering lupa akan hal-hal kecil, seperti menaruh kunci atau menjawab pesan penting.
4. Merasa Tidak Pernah Cukup
Meskipun sudah berusaha sangat keras, Anda tetap merasa gagal memenuhi ekspektasi diri sendiri maupun orang lain. Melansir Balanced Minds, tanda ini juga sering terjadi pada seorang ibu, di mana mereka sering merasa kewalahan mengikuti tuntutan sehari-hari. Perasaan bersalah dan tidak berdaya pun sering kali ikut muncul.
5. Sulit Tidur
Pikiran yang terus berputar juga membuat Anda sulit terlelap atau sering terbangun di malam hari. Akibatnya, stres yang Anda rasakan bisa terasa puluhan kali lebih berat karena tubuh tidak bisa beristirahat dengan cukup.
Baca: Manfaat Direct Breastfeeding dan Tips Aman Melakukannya
Cara Mengatasi Mental Load
Otak yang terus bekerja tanpa jeda akan membuat Anda kehilangan energi emosional, motivasi, dan semangat hidup. Kabar baiknya, beban mental bisa Anda atasi dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten. Berikut beberapa di antaranya.
1. Sadari dan Akui Perasaan Anda
Langkah pertama adalah menyadari bahwa Anda sedang lelah secara mental. Jangan menyepelekan perasaan itu. Mengakui beban yang Anda rasakan bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk peduli pada diri sendiri.
2. Bagi Tanggung Jawab dengan Orang Lain
Jika hidup bersama pasangan, keluarga, atau rekan kerja, komunikasikan apa yang Anda rasakan. Mintalah mereka untuk turut serta dalam tanggung jawab sehari-hari, bukan hanya dalam tindakan, tapi juga dalam perencanaan.
3. Buat Prioritas dan Jangan Perfeksionis
Langkah mengatasi mental load berikutnya adalah memahami bahwa tidak semua hal harus sempurna. Fokuslah pada hal yang benar-benar penting dan realistis. Belajar berkata “tidak” juga bisa membantu mengurangi tekanan berlebih.
4. Jaga Kesehatan Tubuh
Istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, dan melakukan olahraga ringan secara rutin juga memiliki dampak yang sangat baik untuk tubuh serta mental. Tubuh yang sehat akan membantu pikiran tetap kuat dan stabil.
5. Konsultasikan dengan Profesional
Jika merasa beban mental sudah terlalu berat, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog. Bantuan profesional bisa membantu Anda memahami akar masalah dan menemukan solusi yang tepat.
Sudah Tahu Apa Itu Mental Load?
Anda harus mulai mawas diri mengingat mental load bisa dialami siapapun, termasuk orang tua. Apalagi jika mengingat bahwa stres pada orang tua akan sangat memengaruhi anak. Karena itu, salah satu cara efektif untuk membantu menurunkan beban mental adalah dengan mendaftarkan anak ke Spark Sports Academy.
Sebab, anak-anak dapat mengikuti berbagai aktivitas olahraga dan program pembinaan yang dirancang untuk meningkatkan kebugaran fisik dan mental. Sparks juga menghadirkan suasana komunitas yang suportif dan menyenangkan yang baik untuk perkembangan si kecil.
Jadi, saat anak belajar dan bersenang-senang di Sparks, orang tua dapat menenangkan diri dan istirahat sejenak. Sehingga, Anda bisa melepas beban dan stres tanpa harus melampiaskan rasa frustasi pada buah hati. Mari menjadi orang tua yang bijak dimulai dengan menjaga kesehatan mental diri sendiri!







