Berat Badan Anak Susah Naik, Waspada Weight Faltering!

Weight Faltering pada Anak: Penyebab, Tanda, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents

Banyak orang tua merasa khawatir ketika berat badan anak sulit naik meskipun sudah diberikan makanan yang cukup. Kondisi ini sering disebut sebagai weight faltering, yaitu keadaan ketika pertambahan berat badan anak berjalan lebih lambat dibandingkan pola pertumbuhan yang seharusnya.

Weight faltering bukan hanya tentang angka berat badan yang terlihat kecil. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, penilaian tidak dilakukan hanya berdasarkan satu kali pengukuran, tetapi melalui pemantauan pertumbuhan secara berkala menggunakan grafik pertumbuhan yang sesuai dengan usia dan jenis kelamin anak.

Menurut World Health Organization (WHO), pemantauan pertumbuhan anak dilakukan dengan menggunakan standar pertumbuhan yang mencakup indikator seperti berat badan menurut umur (weight-for-age), berat badan menurut panjang atau tinggi badan (weight-for-length/height), serta indeks massa tubuh menurut umur (BMI-for-age). Standar ini digunakan untuk membantu tenaga kesehatan menilai apakah seorang anak mengalami pertumbuhan yang sesuai atau membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Anda dapat melihat lebih lengkap mengenai standar pertumbuhan anak WHO sebagai acuan pemantauan pertumbuhan anak.

Apa Itu Weight Faltering?

Weight faltering adalah kondisi ketika kenaikan berat badan anak tidak berjalan sesuai dengan pola pertumbuhan yang diharapkan. Anak dapat mengalami perlambatan kenaikan berat badan, berhenti mengalami peningkatan berat badan, atau mengalami penurunan posisi pada kurva pertumbuhan.

Dalam istilah medis, weight faltering sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika anak tidak memperoleh pertambahan berat badan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan normal. Kondisi ini sebelumnya sering disebut sebagai failure to thrive, tetapi istilah tersebut semakin jarang digunakan karena dianggap kurang menggambarkan penyebab sebenarnya. Menurut NCBI, Weight faltering bukanlah sebuah penyakit tertentu, melainkan tanda bahwa perlu dilakukan evaluasi terhadap faktor nutrisi, kesehatan, dan lingkungan anak.

Setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Ada anak yang secara alami memiliki tubuh lebih kecil dibandingkan anak seusianya, tetapi tetap mengalami pertumbuhan yang konsisten. Hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan pola pertumbuhan, terutama jika berat badan anak tidak meningkat sesuai jalurnya.

Baca juga: Weight Faltering: Definisi, Penyebab, Ciri, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Mengapa Weight Faltering Perlu Diperhatikan?

Masa bayi dan anak usia dini merupakan periode penting bagi perkembangan fisik, otak, dan sistem kekebalan tubuh. Pada periode ini, kebutuhan energi dan nutrisi anak meningkat untuk mendukung proses pertumbuhan.

Ketika berat badan tidak bertambah secara optimal dalam waktu tertentu, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa kebutuhan nutrisi anak belum terpenuhi atau terdapat faktor lain yang menghambat pertumbuhan.

Menurut PubMed Central (PMC) Weight faltering yang berlangsung lama dapat berkaitan dengan berbagai dampak, seperti gangguan perkembangan, penurunan daya tahan tubuh, dan risiko masalah pertumbuhan jangka panjang. Oleh karena itu, identifikasi sejak dini sangat penting agar intervensi dapat dilakukan sesuai penyebabnya. 

Perbedaan Weight Faltering, Underweight, Wasting, dan Stunting

Masalah pertumbuhan anak sering disalahartikan sebagai kondisi yang sama. Padahal, weight faltering, underweight, wasting, dan stunting memiliki konsep yang berbeda.

Weight faltering menggambarkan masalah pada pola kenaikan berat badan anak. Fokus utamanya adalah perubahan pertumbuhan dari waktu ke waktu.

Underweight menunjukkan bahwa berat badan anak berada di bawah standar dibandingkan usia anak.

Wasting menunjukkan berat badan yang rendah dibandingkan panjang atau tinggi badan anak dan biasanya berkaitan dengan masalah gizi akut.

Stunting menggambarkan kondisi tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan standar usia akibat gangguan pertumbuhan kronis.

Dengan demikian, di kutip dari NCBI anak yang mengalami weight faltering belum tentu mengalami stunting. Penilaian harus dilakukan berdasarkan indikator pertumbuhan yang tepat menggunakan standar antropometri anak.

Penyebab Weight Faltering pada Anak

Weight faltering dapat terjadi karena berbagai faktor. Penyebabnya tidak selalu hanya karena anak makan sedikit, tetapi dapat melibatkan aspek nutrisi, kondisi kesehatan, serta lingkungan pengasuhan.

1. Asupan Nutrisi Tidak Mencukupi

Salah satu penyebab paling umum adalah jumlah energi dan zat gizi yang masuk ke tubuh anak belum memenuhi kebutuhan pertumbuhan.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa kondisi, seperti:

  • anak sulit makan,
  • porsi makan terlalu sedikit,
  • jadwal makan tidak teratur,
  • variasi makanan kurang,
  • makanan yang diberikan memiliki kandungan energi rendah.

Pada bayi, masalah juga dapat berkaitan dengan proses menyusu, misalnya bayi tidak mendapatkan ASI dalam jumlah optimal akibat masalah pelekatan atau frekuensi menyusu yang kurang sesuai.

2. Kesulitan Makan atau Feeding Difficulty

Sebagian anak mengalami masalah perilaku makan yang menyebabkan asupan nutrisi tidak optimal.

Beberapa tanda yang sering terlihat antara lain:

  • anak sering menolak makanan,
  • hanya mau makanan tertentu,
  • membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan makanan,
  • mudah kehilangan perhatian saat makan.

Masalah makan yang berlangsung lama perlu mendapatkan perhatian karena dapat memengaruhi jumlah energi yang diterima anak setiap hari.

3. Gangguan Kesehatan Tertentu

Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan berat badan anak sulit meningkat.

Contohnya:

  • infeksi berulang,
  • gangguan saluran pencernaan,
  • alergi makanan,
  • gangguan penyerapan nutrisi,
  • penyakit kronis tertentu.

Pada kondisi ini, menurut NCBI anak mungkin sudah mendapatkan makanan yang cukup, tetapi tubuh mengalami kesulitan menggunakan nutrisi secara optimal. Evaluasi kesehatan diperlukan apabila terdapat gejala tambahan seperti muntah berkepanjangan, diare terus-menerus, atau penurunan berat badan.

4. Faktor Lingkungan dan Pola Pengasuhan

Lingkungan keluarga juga berpengaruh terhadap pola makan anak.

Beberapa faktor yang dapat berkontribusi antara lain:

  • kurangnya jadwal makan yang konsisten,
  • suasana makan yang kurang nyaman,
  • keterbatasan akses terhadap makanan bergizi,
  • kurangnya pemahaman mengenai kebutuhan nutrisi sesuai usia.

Pola pemberian makan yang responsif, yaitu memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak, dapat membantu membangun hubungan makan yang lebih baik.

Tanda-Tanda Weight Faltering yang Perlu Diperhatikan

Orang tua dapat mengenali beberapa tanda awal weight faltering melalui perubahan pertumbuhan dan perilaku anak.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • berat badan anak tidak bertambah dalam beberapa kali pemantauan,
  • berat badan turun,
  • grafik pertumbuhan menunjukkan penurunan pola,
  • anak sering menolak makan,
  • jumlah makanan yang dikonsumsi sangat sedikit,
  • anak tampak kurang aktif,
  • anak sering mengalami gangguan kesehatan.

Namun, orang tua tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa anak mengalami weight faltering hanya berdasarkan bentuk tubuh. Penilaian terbaik dilakukan dengan melihat riwayat pertumbuhan anak secara keseluruhan.

Baca juga: Kenapa Anak Belum Bisa Melompat dan Kapan Orang Tua Perlu Waspada

Bagaimana Cara Mengetahui Anak Mengalami Weight Faltering?

Penilaian weight faltering dilakukan melalui beberapa tahap.

Pertama, tenaga kesehatan akan melakukan pengukuran antropometri, seperti berat badan, panjang badan atau tinggi badan, kemudian membandingkannya dengan kurva pertumbuhan standar.

Kedua, dilakukan evaluasi pola makan anak, termasuk jenis makanan, jumlah makanan, frekuensi makan, serta kemungkinan adanya kesulitan makan.

Ketiga, dokter dapat melakukan pemeriksaan kesehatan apabila terdapat tanda yang mengarah pada kondisi medis tertentu.

Pemantauan pertumbuhan menggunakan grafik pertumbuhan WHO membantu melihat perubahan pola pertumbuhan anak secara objektif, bukan hanya berdasarkan perbandingan dengan anak lain.

Cara Mengatasi Weight Faltering pada Anak

Penanganan weight faltering harus disesuaikan dengan penyebabnya. Tidak semua anak membutuhkan pendekatan yang sama.

Memperbaiki Asupan Nutrisi

Langkah utama adalah memastikan anak memperoleh energi dan zat gizi yang cukup.

Beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • memberikan makanan sesuai kebutuhan usia,
  • meningkatkan variasi makanan,
  • menambahkan sumber protein seperti telur, ikan, ayam, daging, dan produk susu,
  • memberikan makanan dengan kepadatan energi yang sesuai.

Pada anak yang sudah mendapatkan MPASI, komposisi makanan perlu mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Membangun Pola Makan yang Lebih Baik

Orang tua dapat membantu dengan:

  • membuat jadwal makan rutin,
  • menyediakan waktu makan tanpa gangguan,
  • memberikan contoh pola makan sehat,
  • menghindari memaksa anak makan.

Tujuan utama bukan hanya meningkatkan jumlah makanan, tetapi membangun kebiasaan makan yang sehat.

Melakukan Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan

Apabila berat badan anak tidak mengalami perkembangan atau terdapat tanda bahaya, konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi diperlukan.

Tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penyebab weight faltering dan memberikan rekomendasi yang sesuai, mulai dari perubahan pola makan hingga pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan.

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

Orang tua sebaiknya melakukan konsultasi apabila:

  • berat badan anak turun,
  • berat badan tidak bertambah dalam beberapa bulan,
  • anak sulit makan dalam waktu lama,
  • anak sering muntah atau diare,
  • anak tampak lemas,
  • terdapat keterlambatan perkembangan.

Semakin cepat penyebab ditemukan, semakin cepat pula langkah perbaikan dapat dilakukan.

FAQ Seputar Weight Faltering

Apakah weight faltering sama dengan stunting?

Tidak. Weight faltering berhubungan dengan pola kenaikan berat badan anak, sedangkan stunting berhubungan dengan tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan usia akibat gangguan pertumbuhan kronis.

Apakah weight faltering dapat diperbaiki?

Ya. Banyak anak dapat mengalami perbaikan pertumbuhan setelah penyebabnya diketahui dan mendapatkan dukungan nutrisi serta perawatan yang sesuai.

Apakah anak yang bertubuh kecil pasti mengalami weight faltering?

Tidak. Ukuran tubuh anak harus dinilai berdasarkan pola pertumbuhan dari waktu ke waktu. Anak dengan tubuh kecil dapat tetap tumbuh normal apabila grafik pertumbuhannya berjalan konsisten.

Kesimpulan

Weight faltering merupakan kondisi ketika pertambahan berat badan anak tidak mengikuti pola pertumbuhan yang diharapkan. Kondisi ini perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda adanya kebutuhan evaluasi lebih lanjut terkait asupan nutrisi, pola makan, kesehatan, maupun faktor pendukung tumbuh kembang anak.

Pemantauan pertumbuhan secara rutin membantu orang tua memahami perkembangan anak secara lebih menyeluruh, bukan hanya berdasarkan angka berat badan, tetapi juga melalui perkembangan kemampuan fisik, aktivitas, dan keterampilan anak sesuai usianya. Dukungan yang tepat melalui nutrisi seimbang, pola hidup sehat, serta stimulasi perkembangan yang sesuai dapat membantu anak mencapai potensi tumbuh kembang secara optimal.

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, aktivitas fisik yang terarah juga memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak. Kegiatan olahraga seperti gymnastics dapat membantu meningkatkan koordinasi tubuh, keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan otot, serta kepercayaan diri anak melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangannya.

Untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, Sparks Sports Academy menghadirkan kelas gymnastics anak yang dirancang untuk membantu anak mengembangkan kemampuan fisik, motorik, dan karakter positif melalui latihan yang aman, menyenangkan, dan didampingi oleh instruktur profesional.

Mari berikan pengalaman belajar dan bergerak yang positif bagi anak melalui kelas gymnastics di Sparks Sports Academy. Dengan kombinasi nutrisi yang baik, pemantauan pertumbuhan, dan aktivitas fisik yang tepat, anak dapat tumbuh lebih sehat, aktif, dan percaya diri.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%