Sensory Play, Rahasia Tumbuh Kembang Anak Hebat!

Sensory Play, Rahasia Tumbuh Kembang Anak Hebat!

Table of Contents

Bagi orang tua, mengikuti perkembangan anak tentu sangat menyenangkan, apalagi jika anak mampu tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Sensory play sendiri merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat dalam tumbuh kembang anak. Mengapa demikian? Mari simak manfaatnya berikut ini!

Key takeaways: 

  • Sensory play merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menstimulasi tujuh panca indra anak, serta melibatkan kesadaran spasial, keseimbangan, dan gerakan.
  • Kegiatan ini dapat membantu anak untuk bergerak aktif, menunjang kemampuan berbahasa, hingga mengajarkan anak kemampuan problem solving. 
  • Sensory play dapat dilakukan di rumah dengan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, seperti kain kasar, pasir, hingga bubble wrap.

Pengertian Sensory Play 

Mengutip Jurnal Prosiding, sensory play merupakan kegiatan atau permainan yang melatih dan menggunakan satu indra atau lebih, seperti kulit (peraba), lidah (pengecap), mata (penglihat), telinga (pendengaran), dan hidung (penciuman). 

Tidak hanya melibatkan panca indra, kegiatan ini juga melibatkan kesadaran spasial, keseimbangan, dan gerakan. Tujuannya sendiri untuk mendorong anak belajar observasi, membangun hubungan saraf otak, serta menstimulasi indra dan keingintahuan.

Manfaat Sensory Play 

Stimulasi pada panca indra yang optimal akan membuat anak menjadi lebih mudah dalam mengenal dunia sekitar. Berikut berbagai manfaat permainan sensori pada anak. 

1. Menunjang Kemampuan Berbahasa Anak 

Kemampuan berbahasa pada anak dapat berkembang secara alami dengan permainan sensorik. Lewat permainan ini anak akan terdorong untuk berkomunikasi dengan teman atau orang tua untuk menggambarkan apa yang ia lakukan dan bagaimana rasanya. 

Di sinilah, orang tua juga bisa membantu memberi arahan. Pada akhirnya, anak akan belajar lebih banyak kosa kata baru dan mengolah kata-kata yang deskriptif untuk berkomunikasi. 

2. Membantu Mengolah Keterampilan Motorik Halus Anak 

Melansir Alodokter, keterampilan motorik halus melibatkan otot kecil untuk melakukan tindakan seperti mengikat tali sepatu, menulis, menutup resleting, dan mengancingkan baju. Agar dapat melatihnya, Anda bisa membuat anak bermain menjepit clay atau benda lain menggunakan tweezer.

3. Membantu Keterampilan Motorik Kasar Anak 

Tidak hanya motorik halus, keterampilan motorik kasar yang melibatkan otot besar pun bisa Anda salah menggunakan sensory play. Contoh keterampilan ini adalah duduk, merangkak, melompat, dan berlari. Lewat permainan sensori, anak akan diajak untuk bergerak bebas untuk menstimulasi panca indra dan ototnya.

4. Mengajarkan Anak Memecahkan Masalah 

Mengutip Jurnal UNPAS, permainan sensori banyak yang melibatkan problem solving. Misalnya, mencari jalan agar dapat membuat bangunan yang stabil menggunakan balok susun. Aktivitas inilah yang dapat mendorong anak berpikir kritis dan mencari solusi.

Lewat permainan sensori, anak akan mengeksplorasi dan melakukan eksperimen yang sederhana. Sehingga, saat bermain, anak akan melihat sebab akibat dan berani mengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sedang ia hadapi. 

Baca juga: Mengenal Kelas Sensori Anak dan Manfaatnya Bagi Si Kecil

Sensory Play yang Dapat Anak Lakukan di Rumah 

Agar dapat melakukan permainan sensori pada anak, orang tua tidak memerlukan alat yang rumit dan mahal. Sebab, Anda bisa menggunakan barang sehari-sehari. Apa saja jenis permainannya yang mudah? Berikut contoh-contohnya!

1. Stimulasi Indra Peraba dan Motorik Kasar 

Demi bisa melakukan stimulasi indra peraba dan motorik kasar pada anak, Anda dapat menggunakan bubble wrap. Caranya dengan meletakkan bubble wrap di lantai dan membiarkan anak melompat-lompat di atasnya. Di sinilah akan muncul sensasi dan bunyi “pop” yang memberikan perasaan menyenangkan dan penasaran pada anak. 

2. Melatih Indra Penciuman dan Menenangkan Emosi 

Cara yang dapat dilakukan untuk melatih indra penciuman dan menenangkan emosi anak adalah dengan menggunakan kapas atau kain kecil yang diberi wewangian. Contohnya seperti lavender, mint, jeruk, atau vanila. 

Setelah itu, biarkan anak mencium wangi tersebut dan mintalah untuk mereka menebaknya. Tidak hanya melatih indra penciuman, permainan ini dapat membantu anak meningkatkan fokus dan relaksasi. 

3. Melatih Keseimbangan dan Menstimulasi Indra Peraba Kaki 

Beberapa benda seperti kain berbulu, pasir, batu kecil, kapas, hingga busa juga dapat menjadi alternatif untuk melatih keseimbangan dan menstimulasi indra peraba. 

Caranya dengan membiarkan anak berjalan tanpa alas kaki untuk merasakan sensasi dari tiap permukaan benda yang berbeda. Tidak hanya di rumah, sensory play ini juga bisa orang tua lakukan sembari mengajak anak menjelajah alam. 

4. Mengenalkan Suhu dan Warna pada Anak 

Permainan sensori yang dapat orang tua lakukan untuk mengenalkan suhu dan warna adalah dengan mengajak anak bermain dengan es batu yang diberi warna. Anda dapat membuat es batu dengan mencampurkan air dan pewarna makanan lalu mencetaknya. Kemudian, biarkan anak bermain dan mengamati cara kerja es yang mencair. 

Sensory Play Apa yang Sudah Anak Anda Lakukan?

Selain sangat bermanfaat bagi perkembangan si kecil, sensory play juga sangat mudah untuk dilakukan, bahkan bisa menjadi kegiatan di waktu personal bersama keluarga. Namun, jika Anda dan pasangan tidak memiliki cukup waktu untuk dapat bermain bersama anak, mendaftarkan anak di Sparks Sports Academy dapat menjadi solusi.

Sparks Sports Academy menyediakan berbagai kelas menarik, termasuk kelas sensory yang seru untuk mendukung perkembangan buah hati melalui aktivitas-aktivitas yang menyenangkan dan  aman. Sehingga, anak dapat tumbuh aktif, cerdas, dan percaya 

Pembimbing yang akan mendampingi si kecil juga sudah profesional dan terlatih. Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftarkan buah hati Anda di Sparks Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%