Playgroup adalah: Pengertian, Manfaat, dan Tips Memilihnya

Playgroup adalah: Pengertian, Manfaat, dan Tips Memilihnya

Table of Contents

Banyak orang tua mencari lingkungan aman, menyenangkan, dan tepat untuk buah hati yang masih bereksplorasi. Playgroup adalah pilihan yang tepat untuk kebutuhan tersebut. Di Indonesia sendiri, jenjang pendidikan formal ini lebih familiar dengan sebutan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Key Takeaways

  • Playgroup adalah program pendidikan anak usia dini yang menekankan kegiatan belajar melalui permainan terstruktur, dengan sasaran anak berusia sekitar 1 hingga 5 tahun.
  • Playgroup memegang peran penting pada masa golden window anak karena menghadirkan pendampingan profesional melalui berbagai aktivitas yang dirancang sesuai kurikulum perkembangan.
  • Sebagai tahap awal pendidikan balita, playgroup menjadi fondasi dalam membangun kemampuan kognitif, emosional, fisik, dan sosial anak secara seimbang.

Playgroup adalah Gerbang Pendidikan Awal Balita

Playgroup atau PAUD merupakan program pendidikan anak usia dini yang menekankan proses belajar melalui kegiatan bermain. Di Indonesia, PAUD menerima anak usia 3–5 tahun sebagai tahap persiapan sebelum memasuki jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).

Banyak yang menganggap bahwa playgroup sama dengan daycare atau Taman Penitipan Anak (TPA). Padahal, PAUD bukan sekadar lembaga penitipan anak, tetapi menerapkan kurikulum terpadu yang dirancang untuk menstimulasi perkembangan motorik, bahasa, kognitif, serta sosial-emosional anak melalui aktivitas bermain yang terstruktur dan terarah.

Mengapa Playgroup Penting di Masa “Golden Window” Anak?

Masih banyak orang yang keliru menganggap playgroup sebagai lembaga pendidikan formal. Padahal, menurut UNICEF, usia tersebut merupakan periode emas dalam perkembangan anak yang membutuhkan stimulasi dan pendampingan. Nah, playgroup hadir sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

1. Manfaat Playgroup bagi Perkembangan Kognitif dan Emosional Anak

Pada fase usia ini, otak anak membangun lebih dari satu juta koneksi saraf setiap detik, menjadikannya periode emas yang tidak terulang pada tahap perkembangan selanjutnya. Oleh karena itu, pengalaman sehari-hari seperti bermain, berinteraksi sosial, dan bergerak aktif sangat berperan dalam membentuk fondasi perkembangan anak.

Stimulasi tersebut berpengaruh besar terhadap kemampuan bahasa, kognitif, serta pengendalian diri anak, terutama ketika mereka terlibat dalam aktivitas yang tepat. Kegiatan seperti mengikuti instruksi sederhana, memahami aturan, dan belajar bergiliran membantu anak melatih kemampuan berpikir sekaligus mengelola emosi dengan lebih tenang.

Di samping itu, interaksi yang hangat dan responsif dari pengajar sebagai figur orang dewasa juga memberikan dampak signifikan. Respons aktif terhadap ajakan berbicara dan bermain anak, atau yang dikenal dengan pola serve and return, berperan penting dalam membangun “arsitektur otak” yang kuat untuk mendukung proses belajar dan pengelolaan emosi.

2. Manfaat Playgroup bagi Perkembangan Fisik Anak

Selain mendukung perkembangan kognitif dan emosional, manfaat lain yang tak kalah penting dari playgroup adalah mengoptimalkan perkembangan fisik anak. Aktivitas yang dilakukan bukan sekadar membuat anak aktif dan cepat lelah, melainkan membantu membangun fundamental movement skills sebagai dasar kemampuan gerak.

Berbagai kegiatan sederhana seperti berlari, melompat, melempar, dan menangkap berperan dalam melatih kekuatan, koordinasi, serta daya tahan fisik anak untuk jangka panjang. Dengan stimulasi yang tepat, anak dapat terhindar dari risiko obesitas, memiliki postur tubuh yang lebih proporsional, serta keseimbangan yang baik, yang turut mendukung kemampuan berpikir dan konsentrasi mereka.

3. Manfaat Playgroup untuk Perkembangan Sosial Anak

Pada jenjang PAUD, anak juga memperoleh fondasi penting untuk perkembangan sosialnya di masa depan. Melalui kegiatan playgroup, anak belajar berinteraksi dengan pendidik dan teman sebaya, serta mengenal konsep kerja sama.

Selain itu, pendidik menerapkan pendekatan yang tidak membandingkan satu anak dengan anak lainnya, sehingga membantu mencegah munculnya kecemburuan sosial.

Baca juga: Kindergarten adalah Fase Penting Pendidikan Anak Usia Dini

Tips Memilih Playgroup untuk Anak

Pesatnya pertumbuhan lembaga PAUD mungkin akan membuat Anda merasa ragu menentukan pilihan terbaik bagi anak. Oleh karena itu, berikut ini tips sederhana yang dapat membantu Anda memilih playgroup yang tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

1. Tidak Menetapkan Target Akademik pada Anak

Sebaiknya pilih instansi atau lembaga yang tidak menetapkan target akademik, khususnya kemampuan membaca dan berhitung (calistung) kepada anak. Sebab, mengutip Journal on Education, anak usia dini dalam rentang 1-5 tahun belum seharusnya dituntut untuk bisa membaca dan berhitung dengan tepat.

Pemberian tekanan akademik pada usia yang terlalu dini dapat membuat anak merasa tertekan dan berpotensi menumbuhkan sikap negatif terhadap sekolah. Oleh karena itu, idealnya playgroup adalah lembaga yang tidak memasukkan target akademik sebagai fokus utama dalam kurikulum pendidikannya.

2. Utamakan Kurikulum Berbasis Permainan (Play-Based Curriculum)

Kurikulum berbasis permainan (play-based curriculum) menempatkan proses belajar pada aktivitas fisik yang dikemas melalui berbagai bentuk permainan sesuai tahap usia anak. Pada usia PAUD, anak membutuhkan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari, yang dapat difasilitasi melalui kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pastikan pilih lembaga yang menyediakan aktivitas bermain aktif secara rutin, baik di dalam maupun di luar ruangan, untuk melatih motorik kasar serta koordinasi tubuh anak. Kegiatan seperti senam, berlari, bermain bola, dan aktivitas sejenis membantu anak mengembangkan konsentrasi, keseimbangan, serta kemampuan bekerja sama.

Peran Krusial Pendidikan Usia Dini dalam Tumbuh Kembang Anak

Kesimpulannya, playgroup adalah salah satu tahapan pembelajaran yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak usia dini. Aspek kognitif, emosional, fisik, hingga sosial anak dapat mulai terasah melalui pemilihan playgroup yang sesuai dengan kebutuhannya.

Namun, selain pendidikan formal, Anda sebagai orang tua juga memiliki kesempatan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak melalui pendidikan non-formal. Akademi olahraga Sparks Sports Academy bisa menjadi pilihan tepat, khususnya untuk anak Anda yang menunjukkan minat tinggi terhadap aktivitas fisik.

Kami menyediakan kelas gymnastic, sensory and phonics, balet, taekwondo, basket, dan lainnya yang bisa diikuti anak mulai usia 12 bulan. Dengan instruktur profesional, kurikulum resmi, serta metode pembelajaran yang menyenangkan, SSA membantu anak belajar dan berkembang tanpa tekanan.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%