8 Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap: Bagaimana Stimulasinya?

8 Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap: Bagaimana Stimulasinya?

Table of Contents

Ciri-ciri bayi mau tengkurap dapat Anda lihat saat bayi mulai berusia 2 sampai 6 bulan. Proses tersebut menandakan bahwa perkembangan otot dan koordinasi tubuh pada bayi berkembang sebagaimana mestinya. Ayah dan Bunda perlu memahami kesiapan usia anak dan stimulasi apa saja yang dapat diberikan untuk membantunya. Berikut ulasannya!

Key takeways : 

  • Ciri-ciri bayi mau tengkurap dapat mulai dilihat pada bayi yang mulai memasuki usia 2-6 bulan. 
  • Posisi tengkurap pada bayi memberikan manfaat bagi tumbuh kembangnya, salah satunya untuk melatih otot tubuh. 
  • Melatih bayi tengkurap haruslah di tempat yang aman, pada waktu yang tepat, dan berada dalam pengawasan orang tua. 

8 Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap 

Dikutip dari haibunda.com, menyatakan bahwa membaringkan bayi pada posisi tengkurap menjadi salah satu cara untuk membangun otot yang ada pada leher serta bagian atas bayi. Lalu, bagaimana dengan ciri-ciri bayi yang mau tengkurap itu? Berikut penjelasannya!

1. Terus Menghadapkan Kepalanya ke Samping 

Perlu orang tua ketahui bahwa ciri-ciri bayi mau tengkurap pertama kali muncul pada usia antara 0-2 bulan. Memang pada usia tersebut bayi belum sepenuhnya dapat mengangkat kepalanya, tetapi bayi dapat berbaring tengkurap dan menghadapkan kepalanya ke samping. Hal itu menjadi ciri dari bayi yang mau tengkurap yang pertama. 

2. Mengangkat Kepala 

Masih di usia yang sama, apabila Anda memperhatikan bayi sudah berani mengangkat kepala secara singkat, pada waktu ini bayi sudah dapat mulai melihat hal-hal yang ada di sekitarnya. Pada saat bayi mulai memasuki usia 3 bulan, ototnya mulai menguat dan bayi dapat mengangkat kepala lebih dari satu detik. 

3. Mulai Menunjukkan Gerakan Meregangkan Kaki 

Apabila kepala sudah siap, maka kaki bayi akan menunjukkan tanda-tanda akan tengkurap. Hal ini dapat orang tua lihat dari usaha bayi dalam meregangkan kaki dan mulai bergerak, entah itu memanjangkan kaki, menggoyangkan kaki saat bermain dengan orang lain, dan lain sebagainya. 

4. Mulai Menggulingkan Tubuh 

Proses bayi dari menggulingkan tubuh dari terlentang ke tengkurap merupakan salah satu langkah penting dalam perkembangan motorik. Apabila Ayah dan Bunda sudah melihat bayi mencoba menggulingkan tubuhnya, hal itu merupakan salah satu indikasi yang kuat bahwa bayi sudah siap untuk tengkurap. 

5. Mengangkat Pinggul Menggunakan Kaki 

Ciri bayi mau tengkurap selanjutnya ialah bayi mulai mengangkat pinggulnya menggunakan dorongan kaki saat ia berbaring. Hal ini menjadi salah satu tanda bahwa otot bagian bawah bayi sudah berkembang dengan baik dan siap untuk digunakan tengkurap. 

6. Sering Miring ke Salah Satu Sisi 

Gerakan sering miring ke salah satu sisi merupakan gerakan awal sebelum bayi benar-benar dapat membalikkan tubuhnya. Saat bayi mulai sering memiringkan badannya ke kanan atau kiri, ini menandakan otot tubuh bagian sampingnya yang meliputi pinggul dan punggung sudah mulai kuat dan terkoordinasi. 

7. Genggaman Tangan Bayi Semakin Kuat 

Genggaman tangan bayi yang semakin kuat menjadi salah satu ciri bayi mau tengkurap. Hal ini menandakan jika otot dari lengan dan jari bayi mulai berkembang sesuai dengan kebutuhan pergerakannya. Bayi yang sudah siap untuk tengkurap akan menggunakan tangan untuk menahan tubuh, mendorong alas atau menggenggam benda-benda yang ada di sekitarnya untuk tumpuan. 

8. Bayi Akan Rewel Jika Gagal Tengkurap

Bayi tidak hanya menangis saat BAK, BAB, dan lapar saja, tetapi ia juga akan rewel ketika gagal rengkurap. Peristiwa ini akan terlihat saat bayi mencoba membalikkan tubuhnya, tetapi ototnya belum cukup kuat, sehingga ia belum mampu tengkurap dengan lancar. 

Baca juga: Ini Umur Ideal Bayi Mulai Belajar Tengkurap dan Cara Mempercepatnya

Stimulasi untuk Bayi yang Mau Tengkurap 

Agar bayi dapat tengkurap dengan tepat, Ayah dan Bunda dapat membantunya dengan memberikan stimulasi dengan tepat pula. Berikut beberapa stimulasi yang dapat Ayah dan Bunda lakukan untuk bayi: 

1. Rutin Melakukan Tummy Time 

Tummy time artinya waktu tengkurap, cara ini menjadi salah satu stimulasi yang bagus untuk melatih bayi agar terbiasa dengan posisi tengkurap. Ayah dan Bunda bisa memulainya dengan memberikan durasi yang singkat, yaitu sekitar 3-5 menit selama beberapa kali dalam sehari dan meningkatkan intensitasnya secara bertahap sesuai dengan peningkatan kekuatan bayi. 

2. Memberikan Mainan yang Menarik pada Bayi 

Saat tummy time, baiknya Ayah dan Bunda memberikan mainan yang menarik untuk memancing rasa keinginan tahu bayi dan mendorongnya agar mampu mengangkat kepala untuk menyentuh atau mengambil mainan tersebut. Ayah dan Bunda dapat memberikan mainan yang warnanya cerah dan memiliki suara untuk menarik perhatian. 

3. Aktif Berinteraksi dengan Bayi 

Selama melakukan tummy time, tidak hanya memberikan bayi mainan, Ayah dan Bunda bisa sambil berinteraksi dengan bayi. Ayah dan Bunda dapat mengajak bayi untuk berbicara atau bernyanyi karena suara bisa menarik perhatian bayi untuk tetap berusaha mengangkat kepala dan melihat sumber suara. 

4. Beri Alas yang Nyaman dan Aman 

Kenyamanan dan keamanan alas untuk belajar tengkurap bayi juga perlu Ayah Bunda perhatikan. Permukaan alas yang tidak nyaman dan berbahaya untuk bayi dapat menyebabkan bayi tidak nyaman melakukan keinginannya dan malah hanya membuat bayi semakin rewel. 

Kapan Harus Waspada Jika Bayi Tidak Kunjung Bisa Tengkurap?

Perlu Ayah Bunda ketahui bahwa antara bayi satu dengan lainnya berbeda-beda waktu untuk bisa tengkurap. Namun, jika bayi belum bisa tengkurap di usia 6 bulan, dapat dikatakan mengalami ketelambatan perkembangan. Oleh karena itu, Ayah dan Bunda harus aktif mencari tahu mengenai perkembangan bayi. 

Ayah dan Bunda dapat mencari tahu perkembangan motorik bayi di Sparks Sports Academy yang merupakan tempat yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak menggunakan stimulasi sensorik dan aktivitas fisik yang menarik. 

Sparks Sports Academy memiliki berbagai macam kelas yang dibagi menjadi empat kelompok usia, mulai dari usia baby (12-23 bulan) hingga kids (5-7 tahun). Keempat kelas tersebut memiliki aktivitas seru yang disesuaikan dengan perkembangan yang mendukung tumbuh kembang anak. 

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%