Normal atau Bahaya? Kenali Alasan Bayi Garuk Telinga Terus

Normal atau Bahaya? Kenali Alasan Bayi Garuk Telinga Terus

Table of Contents

Jika melihat bayi garuk telinga berulang kali, respon pertama orang tua mungkin langsung khawatir. Apalagi, hal ini memang bisa menandakan ketidaknyamanan, meski tidak selalu berarti ada infeksi serius. Mengutip Popmama, kebiasaan ini bisa terjadi karena bayi merasa gatal ringan, belajar eksplorasi tubuh, atau gejala tumbuh gigi.

Namun, Anda tetap perlu waspada jika garukan tersebut disertai gejala lain. Sebab, beberapa tanda tertentu dapat mengarah pada infeksi telinga. Mari pahami berbagai gejalanya lewat ulasan di bawah ini!

Key Takeaways:

  • Menggaruk telinga tidak selalu menjadi tanda buruk, namun orang tua bisa lebih waspada jika terdapat gejala lain yang menyertai.
  • Beberapa penyebab bayi yang terus menggaruk telinga adalah karena tumbuh gigi, kulit kering, penumpukan kotoran, hingga infeksi.
  • Waspada jika telinga merah dan bengkak, demam tinggi, anak menangis berlebihan, nafsu makan turun drastis, tidur terganggu parah, atau muncul cairan berbau dari telinga.

4 Penyebab Bayi Garuk Telinga Terus-Menerus

Mengutip Seattle’s Children, menggosok atau menggaruk telinga adalah hal yang normal terjadi pada anak di bawah 2-3 tahun asalkan tidak disertai tanda lain. Karena itu, agar tidak panik berlebih, mari mengenal faktor pemicunya agar Anda bisa mengambil langkah yang tepat.

1. Tumbuh Gigi

Ketika bayi mulai tumbuh gigi, rasa sakit yang muncul tidak selalu hanya terasa di gusi. Nyeri ini bisa menjalar hingga ke area telinga karena adanya koneksi saraf di sekitar rahang, sehingga bayi tampak seperti tidak nyaman di bagian telinga padahal pemicunya dari proses tumbuh gigi.

Biasanya, tanda lain yang menyertai adalah bayi lebih sering mengeluarkan air liur, gusi tampak bengkak, suka memasukkan benda ke mulut, serta lebih rewel atau sulit tidur. Jika gejalanya ringan dan bayi tetap mau makan atau minum, kondisi ini normal dan bisa dipantau sambil dibantu dengan teether atau cara yang aman sesuai kebutuhan.

2. Kulit Kering

Kulit bayi yang lembut memang rentan mengalami kekeringan, termasuk di area sekitar telinga. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa gatal yang membuat bayi garuk telinga berulang kali, terutama ketika cuaca sedang dingin.

Melansir Healthline, pemicu kulit kering dan gatal pada bayi sendiri bisa berasal dari perubahan suhu, penggunaan sabun yang tidak cocok, banyak berkeringat, keringat berlebih, hingga rutinitas mandi yang terlalu sering. 

Jika garukan membuat kulit tampak memerah, terkelupas, atau muncul bercak kering bersisik, orang tua perlu waspada karena bisa mengarah ke eksim. Bila kondisi tidak membaik meski sudah memakai pelembab khusus bayi, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat.

3. Penumpukan Kotoran di Telinga

Kotoran telinga (serumen) sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh untuk melindungi telinga dari debu dan kuman. Namun, jika jumlahnya berlebihan dan menumpuk, tentu akan terasa tidak nyaman dan akhirnya bayi menggaruk atau menarik-narik telinganya sebagai respon terhadap rasa mengganggu tersebut.

Pada kondisi ini, orangtua sebaiknya tidak membersihkan bagian dalam telinga menggunakan cotton bud karena justru berisiko mendorong kotoran lebih dalam. Jika bayi terlihat semakin tidak nyaman atau kebiasaan menggaruknya makin sering, segera periksakan ke dokter agar bisa dicek dan ditangani dengan cara yang tepat.

4. Infeksi Telinga

Salah satu penyebab serius bayi garuk telinga yang perlu diwaspadai adalah infeksi telinga. Kondisi ini umum terjadi pada bayi dan balita karena struktur tabung eustachius yang masih lebih horizontal, sehingga cairan lebih mudah terjebak dan memicu peradangan. Gejala infeksi telinga biasanya cukup jelas, berikut beberapa di antaranya.

  • Keluarnya cairan yang berbau, kental, atau seperti nanah dapat menjadi tanda infeksi telinga yang perlu segera diperiksa.
  • Jika kebiasaan menggaruk disertai demam tinggi, ini bisa menjadi sinyal adanya infeksi lebih serius dan membutuhkan penanganan medis.
  • Bayi yang menangis terus-menerus, rewel, dan sulit tidur bisa menandakan rasa nyeri yang kuat di area telinga atau sekitarnya.
  • Tidak mau makan dan muntah.

Karena infeksi telinga sering membutuhkan pengobatan seperti antibiotik, orang tua disarankan segera memeriksakan bayi ke dokter. Khususnya jika tanda-tanda di atas sudah muncul agar tidak semakin parah.

Sudah Memahami Pertanda dan Bahaya Bayi Garuk Telinga?

Kesimpulannya, bayi garuk telinga tidak selalu menandakan masalah serius, apalagi jika tidak ada keluhan lain. Namun, bila muncul gejala buruk lainnya, sebaiknya segera konsultasi agar penyebabnya cepat ditemukan dan ditangani.

Selain menjadi orang tua yang waspada, Anda juga harus memastikan anak tumbuh di lingkungan yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal. Salah satunya dengan mendorong anak melakukan berbagai kegiatan aktif di Sparks Sports Academy. 

Di Sparks Sports Academy sendiri terdapat banyak program yang fun, aman, dan mendukung kemampuan fisik serta sosial-emosional anak usia balita hingga pra-sekolah. Ayo, kunjungi situs resmi Spark Sports Academy dan temukan berbagai promo menariknya!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%