Mengenali Gejala Baby Blues dan Dampaknya terhadap Keluarga

Mengenali Gejala Baby Blues dan Dampaknya terhadap Keluarga

Table of Contents

Baby blues merupakan salah satu istilah yang terasa familiar, tapi sering pula menimbulkan kesalahpahaman. Banyak orang yang menganggap bahwa gejala baby blues sama dengan postpartum depression atau depresi pasca melahirkan. Padahal, keduanya memiliki banyak perbedaan signifikan.

Key Takeaways

  • Baby blues dan postpartum depression memiliki perbedaan signifikan, terutama dari gejala dan periode terjadinya.
  • Gejala baby blues pada ibu mencakup mood swings, kecemasan dan iritabilitas, insomnia, penurunan fokus, dan kelelahan fisik maupun mental.
  • Baby blues berpengaruh negatif terhadap perilaku ibu pada anak, terutama anak yang lebih tua karena rentan dipaksa mengalah kepada si bayi.

Baby Blues vs Postpartum Depression

Mengutip Mayo Clinic, baby blues merupakan kondisi yang umum dialami oleh sekitar 80% ibu baru yang baru saja melahirkan. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu tanpa memerlukan penanganan medis khusus.

Sementara postpartum depression menunjukkan gejala-gejala (symptoms) yang lebih parah dan bertahan lebih lama hingga berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Selain itu, kondisi ini jelas tidak dapat pulih dengan sendirinya seperti baby blues, melainkan membutuhkan dukungan profesional di bidang kejiwaan.

Mengidentifikasi Gejala Baby Blues secara Akurat

Tidak hanya memahami pengertian baby blues dan postpartum depression yang dapat membantu Anda mengenali kondisi yang terjadi. Memiliki pengetahuan cukup tentang gejala-gejala baby blues cukup membantu untuk mengidentifikasi, mengatasi, serta mencegah gangguan emosional tersebut muncul.

1. Perubahan Suasana Hati yang Cepat (Mood Swings)

Ibu bisa merasa sangat bahagia di menit sebelumnya, tapi dalam beberapa detik berikutnya bisa tiba-tiba menangis tersedu tanpa alasan jelas. Fluktuasi hormon pada ibu pasca melahirkan menjadi pemicu kuat di baliknya.

2. Kecemasan dan Iritabilitas

Kondisi ini memicu pikiran negatif dan tidak masuk akal para ibu terhadap diri sendiri. Contohnya, meragukan kemampuan sendiri dalam merawat bayi dan mudah marah akibat hal-hal sepele. Masalah ini juga rentan membuat stres.

3. Kesulitan Tidur (Insomnia)

Meskipun bayi sedang tidur dan ibu merasa lelah, rasa cemas seringkali membuat ibu jadi sulit untuk memejamkan mata. Padahal, kondisi ini rentan memicu kelelahan fisik dan memperburuk suasana hati.

4. Penurunan Konsentrasi

Ibu menjadi kesulitan fokus untuk melakukan sesuatu dan mengambil keputusan, bahkan untuk hal-hal yang sangat sederhana. Kegagalan yang muncul rentan menimbulkan self-judging dan membuat ibu semakin tertekan.

5. Kelelahan Fisik dan Emosional

Tubuh jadi terasa semakin mudah lelah, bahkan meskipun hanya melakukan aktivitas sederhana dan memikirkan hal-hal yang tidak terlalu berat.

Pengaruh Baby Blues terhadap Dinamika Keluarga dan Cara Mengatasinya

Menyadur laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kondisi dan gejala baby blues di atas berpengaruh cukup besar terhadap dinamika keluarga. Pengaruhnya lebih krusial pada ibu yang baru melahirkan dan memiliki anak yang lebih tua dengan jarak usia cukup dekat.

Ibu yang mengalami baby blues akan lebih mudah emosi dan sedikit mengabaikan anak. Si bayi yang baru lahir belum terlalu memahami situasi yang terjadi, tetapi berbeda dengan anak yang lebih tua. Biasanya, mereka rentan berpikir bahwa mereka tidak lagi mendapat kasih sayang.

Membiarkan situasi negatif tersebut berlarut-larut tentu bukan pilihan cerdas, bahkan meskipun baby blues dapat pulih dengan sendirinya. Sebab itu, coba untuk mengatasi gangguan emosional tersebut melalui langkah-langkah sederhana berikut.

  • Jangan memendam perasaan seorang diri dan membiarkan pikiran Anda penuh dengan pikiran-pikiran negatif. Coba untuk berbagi cerita dengan orang terdekat, terutama pasangan, dan mencari solusi bersama. Ini kunci kilat untuk pemulihan emosional pada ibu pasca melahirkan.
  • Terapkan pola hidup teratur, terutama untuk waktu istirahat dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Istirahat cukup meminimalisir kelelahan fisik dan nutrisi seimbang membantu menjaga stabilitas hormon dan energi.
  • Mengajak pembagian tugas yang adil dengan pasangan atau orang-orang terdekat terkait pengasuhan anak. Mengambil alih tanggung jawab merawat bayi selama 24 jam penuh hanya membuat Anda kelelahan fisik dan emosional.
  • Meluangkan waktu untuk diri sendiri (me time) dengan merelaksasikan tubuh dan pikiran. Hal ini bagus untuk keseimbangan mental ibu pasca melahirkan.

Secara umum, dukungan dan keterlibatan orang-orang sekitar terhadap langkah mengatasi baby blues memang sangat penting. Ibu yang mendapatkan dukungan proaktif dari orang-orang di sekitar terkait pengasuhan bayi cenderung lebih cepat pulih dan tentunya terhindar dari potensi postpartum depression.

Memahami Gejala Baby Blues dan Mewaspadainya

Rangkaian gejala baby blues cukup mudah dikenali. Mulai dari mood swing, kecemasan, insomnia, hingga kelelahan fisik dan emosional (burn out) merupakan sindrom baby blues. Namun, meskipun kondisi tersebut dapat pulih dengan sendirinya setelah 3 minggu, Anda tetap tidak boleh menyepelekannya..

Terlebih jika mempertimbangkan dampaknya terhadap dinamika keluarga, terutama yang memiliki anak lebih tua (kakak) dengan jarak usia dekat. Mereka cenderung menjadi tempat pelampiasan emosi  dan tekanan untuk “berbagi” serta “mengalah” pada adiknya.

Secara tidak langsung, kondisi tersebut dapat melukai psikologis anak yang lebih tua dan berpotensi menimbulkan kecemburuan atau bahkan kebencian pada sang adik. Sebab itu, alih-alih melampiaskan emosi dan mengabaikan, sebaiknya berikan kesibukan yang tepat pada mereka.

Daftarkan si kecil di kelas olahraga Sparks Sports Academy yang memiliki kurikulum dan instruktur standar internasional. Melalui berbagai kelasnya, anak-anak akan mendapatkan latihan fisik yang menyenangkan dan kesibukan yang lebih bermanfaat, sehingga ibu juga mempunyai waktu me time lebih panjang.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%