Gentle parenting merupakan cara membesarkan anak tanpa bentakan, hukuman keras, atau ancaman. Namun, dalam praktiknya, pola asuh ini bisa saja tidak bekerja pada anak hingga membuat anak sulit diatur. Karena itu, Anda sebagai orang tua harus tahu kapan gentle parenting tidak bekerja agar usaha Anda tidak sia-sia.
Artikel ini akan membahas secara rinci bagaimana situasi yang membuat gentle parenting tidak efektif untuk anak. Kami juga akan menjelaskan cara mengatasinya agar pola asuh yang Anda terapkan bisa mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Key takeaway
- Gentle parenting tidak selalu efektif dalam segala situasi, terutama saat waktu terbatas, emosi anak sedang memuncak, atau orang tua sedang lelah.
- Pendekatan lembut tetap membutuhkan batasan yang jelas, konsistensi, dan ketegasan agar anak memahami aturan dan konsekuensi.
- Mengambil jeda saat emosi meningkat dapat membantu orang tua dan anak merespons situasi dengan lebih tenang dan efektif.
Kapan Gentle Parenting Tidak Bekerja?
Pola asuh ini bisa saja tidak bekerja ketika Anda menerapkannya pada kondisi yang tidak tepat, seperti berikut ini.
1. Saat Anak Menunjukkan Perilaku Menantang yang Serius
Pola asuh ini tidak akan efektif ketika Anda terapkan pada anak yang menunjukkan perilaku menantang atau agresif seperti menggigit, memukul, menendang, atau melukai orang lain. Pasalnya, pada kondisi ini, anak memerlukan intervensi yang lebih tegas demi keselamatan dirinya dan orang lain.
Jika Anda memberi pendekatan lembut pada kondisi tersebut, maka anak akan berperilaku agresif terus menerus. Hal ini karena pada usia anak-anak, kemampuan mengontrol impuls dan mengatur emosi masih berkembang, sehingga anak butuh arahan, dan batasan yang konsisten untuk memahami perilaku yang dapat diterima.
2. Ketika Orang Tua dalam Kondisi Kelelahan atau Kewalahan
Gentle parenting juga tidak akan bekerja saat Anda sedang dalam kondisi tidak stabil, seperti saat lelah atau kewalahan. Pasalnya, untuk menerapkan pola asuh ini, perlu adanya kestabilan emosi pada orang tua.
Jika Anda paksakan, justru akan berujung pada ledakan emosi, rasa bersalah, atau pola asuh yang tidak konsisten. Ini karena pada kondisi lelah, kapasitas Anda untuk bersabar dan berempati cenderung menurun drastis.
3. Dalam Situasi yang Menuntut Tindakan Cepat dan Praktis
Momen kapan gentle parenting tidak bekerja juga bisa terjadi saat Anda memiliki waktu terbatas. Misalnya ketika anak harus segera berangkat ke sekolah atau sedang berada di tempat umum.
Pada kondisi seperti ini, Anda tidak memiliki cukup waktu untuk berdiskusi panjang. Sehingga, arahan yang singkat, jelas, dan tegas seringkali lebih efektif daripada negosiasi.
4. Diterapkan pada Anak ADHD
Anak dengan gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) sering mengalami kesulitan dalam mengatur impuls dan fokus mereka. Oleh karena itu, pola asuh gentle parenting yang terlalu fleksibel dapat terasa membingungkan bagi mereka.
Padahal, sejatinya anak-anak dengan kondisi ADHD biasanya membutuhkan struktur yang konsisten, aturan yang jelas, dan konsekuensi yang dapat mereka prediksi agar merasa aman.
Cara agar Gentle Parenting Bekerja dengan Efektif
Meskipun pola asuh ini tidak selalu berjalan efektif dalam kondisi tertentu, bukan berarti Anda harus menyerah. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika pola asuh ini tidak bekerja pada anak.
- Pahami kebutuhan dan karakter anak dengan lebih baik, karena setiap tahapan perkembangan anak membutuhkan pola asuh yang berbeda. Selain itu, ada juga anak yang mana butuh batasan yang lebih tegas dan tidak.
- Tambahkan konsekuensi jelas dan masuk akal, yang berhubungan langsung dengan perilaku anak. Misalnya, saat anak berteriak atau memukul karena menginginkan sesuatu, Anda dapat memberi konsekuensi dengan menghentikan aktivitas sejenak dan menjauhkan anak dari situasi tersebut.
- Setelah anak lebih tenang, Anda bisa menjelaskan bahwa perilaku berteriak atau memukul tidak dapat diterima, serta mengajarkan cara menyampaikan keinginan dengan lebih baik.
- Ambil jeda saat emosi Anda meningkat, karena penerapan gentle parenting saat emosi tidak akan efektif pada anak.
- Perbanyak perhatian saat anak berperilaku baik dan abaikan perilaku kecil yang bertujuan untuk mencari perhatian.
- Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional dan melakukan deteksi dini apabila terdapat indikasi kebutuhan khusus pada anak.
Baca juga: Contoh Gentle Parenting agar Tumbuh Kembang Anak Optimal
Dukung Tumbuh Kembang Anak Bersama Spark Sports Academy
Gentle parenting bukanlah pendekatan yang selalu berhasil, sehingga Anda sebagai orang tua harus memahami kapan gentle parenting tidak bekerja, seperti saat waktu terbatas atau ketika orang tua berada dalam kondisi lelah. Dengan memahami kebutuhan anak dan tidak ragu mencari bantuan profesional, Anda dapat menerapkan gentle parenting secara lebih fleksibel dan efektif.
Untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan lebih optimal, Sparks Sports Academy (SSA) hadir sebagai solusi. Kami menyediakan beragam kelas yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan anak secara holistik.
Mulai dari gymnastics, ballet, dance, basket, taekwondo, hingga futsal, setiap kelas dirancang untuk membantu anak mengembangkan motorik, emosi, dan kepercayaan diri sesuai minat dan bakatnya.
Menariknya, biaya kelas di SSA juga terjangkau, mulai dari Rp60.000,00 per kelas. Jadi, Anda dapat memberi dukungan terbaik bagi tumbuh kembang anak tanpa harus khawatir akan beban finansial yang berlebihan. Yuk, booking kelasnya sekarang dengan mengunjungi website Sparks Sports Academy!






