Bagi sebagian orang tua, menidurkan anak bisa menjadi perjuangan setiap malam. Tubuh sudah lelah setelah beraktivitas seharian, tetapi Si Kecil sulit memejamkan mata, bahkan terbangun sambil menangis tengah malam. Situasi ini tentu membuat orang tua bertanya-tanya, kenapa anak susah tidur?
Tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan hal-hal mistis. Namun, secara medis dan psikologis, ada banyak faktor logis yang menjelaskan kenapa anak susah tidur di malam hari. Berikut ini penjelasannya.
Key Takeaways
- Menidurkan anak bisa menjadi kesulitan tersendiri bagi sebagian orang tua, hingga tak jarang mengaitkannya dengan hal mistis. Padahal, bisa saja ada penyebab logis yang perlu diwaspadai.
- Alasan kenapa anak susah tidur adalah adanya masalah kesehatan atau psikologis tertentu, pola tidur tidak teratur, anak banyak beraktivitas seperti bermain ponsel, mengonsumsi kafein, hingga terpengaruh kebiasaan orang tua.
- Untuk mengatasinya, orang tua harus menciptakan suasana yang nyaman, memperbaiki pola istirahat anak dengan menetapkan jadwal secara teratur, hindari mengonsumsi kafein, dan memberi contoh yang tepat.
Penyebab Kenapa Anak Susah Tidur
Anak yang susah terlelap seringkali membuat orang tua kewalahan setiap malam. Berbagai cara sudah Anda lakukan sampai terus bertanya anak susah tidur kenapa sebenarnya? Berikut ini penjelasan yang membuat pola istirahat anak berantakan.
1. Pola Tidur Tidak Teratur
Alasan paling umum adalah pola tidur yang tidak teratur. Anak membutuhkan waktu jeda untuk beristirahat secara konsisten agar tumbuh kembangnya berjalan optimal.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bahkan menyebut bahwa tidur memiliki peran krusial untuk perkembangan fisik, mental, dan emosional. Ketika anak tertidur, terjadi konsolidasi memori di mana otak memproses dan menyimpan informasi yang ada di sekitarnya sehingga baik untuk kemampuan kognitifnya.
Pembentukan hormon pertumbuhan pun terjadi pada fase deep sleep. Hal ini sangat penting untuk merangsang pertumbuhan tulang, otot, dan jaringan tubuh lainnya termasuk organ vital.
Tidur berkualitas membantu meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memperbaiki rutinitas tidur supaya tidak terbiasa tidur malam.
2. Gangguan KesehatanÂ
Kenapa anak susah tidur juga bisa terjadi karena mengalami gangguan kesehatan tertentu. Misalnya, sakit perut yang membuat anak tidak nyaman, gangguan pernapasan, adanya infeksi, hingga cedera atau lainnya.
Kesehatan tubuh yang terganggu menimbulkan rasa tidak nyaman dan kesakitan sehingga anak tidak mau beristirahat. Untuk itu, Anda perlu menanyakan secara perlahan apa yang anak rasakan, sebab biasanya ia akan memilih diam sambil menahan ketidaknyamanannya.
3. Masalah Psikologis
Tidak hanya gangguan fisik yang membuat anak tidak kunjung tertidur, tetapi faktor psikologis seperti stres sering juga menjadi pemicunya. Anak bisa mengalami stres, bahkan depresi, yang mengganggu jam tidurnya atau tertidur sangat lama tetapi tetap merasa lelah saat bangun.
Selain stres, anak juga tidak bisa segera tertidur karena mengalami mimpi buruk yang membuatnya ketakutan. Beberapa anak terkadang masih sulit terpisah dari orang tuanya dan enggan tidur sendiri. Faktor-faktor tersebut sangat membutuhkan peran penuh orang tua agar anak tidak merasa ditinggalkan.
4. Mengonsumsi Kafein Sebelum Tidur
Mengonsumsi makanan atau minuman berkafein dan mengandung gula membuat anak lebih aktif sehingga sulit beristirahat. Kafein dapat merangsang sistem saraf pusat, sedangkan gula berlebihan membuat lonjakan gula darah begitu cepat lalu diikuti penurunan yang memengaruhi energi anak dan kualitas tidurnya.
Sebaiknya, jangan memberi anak minuman bersoda, kopi, teh, dan cokelat (terutama dark chocolate) pada sore dan malam hari. Sebagai gantinya, berikan susu hangat agar anak cepat terlelap.
5. Terlalu Lama Bermain Gadget
Bermain layar di malam hari secara berlebihan, termasuk bermain gadget dan laptop, juga akan memengaruhi kualitas tidur. Pancaran cahaya biru dari handphone dapat menghambat hormon melatonin sehingga anak tidak mudah merasakan kantuk.
Parahnya, bermain gadget dalam durasi lama akan menghambat fase rapid eye movement (REM) pada anak. Padahal, fase ini sangat penting untuk perkembangan kognitif dan kecerdasan anak.
6. Terpengaruh Kebiasaan Orang Tua
Mengikuti kebiasaan orang tua juga menjadi penyebab kenapa anak susah tidur. Anak-anak cenderung mengikuti setiap perilaku orang tua di rumah, salah satunya pola tidur yang berantakan ditambah gemar bermain ponsel saat malam hari.
Kebiasaan ini harus diubah bukan hanya sekadar menyuruh anak untuk memperbaiki pola hidupnya. Namun, berangkat dari orang tua yang sadar akan kebiasaan hidup sehat.
Baca juga: Orang Tua Wajib Memerhatikan Waktu Tidur Anak!
Cara Ampuh Mengatasi Anak Susah Tidur
Penyebab kenapa anak susah tidur tidak selalu berkaitan dengan gangguan kesehatan. Dalam banyak kasus, kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar terbentuk dari pola asuh orang tua.
Anda bisa menyesuaikan jam tidur dengan usia dan masa pertumbuhannya. Pastikan anak memiliki rutinitas yang konsisten setiap hari agar tubuhnya terbiasa mengenali waktu istirahat. Selain itu, hindari memberi makanan atau minuman yang mengandung kafein menjelang malam.
Jika anak terlihat tidak nyaman atau sering terbangun sambil menangis, ajak ia berkomunikasi secara lembut untuk mengetahui apa yang sedang dirasakan. Bisa jadi ada rasa takut, mimpi buruk, atau ketidaknyamanan tertentu yang membuatnya sulit tidur.
Dukung Perkembangan Si Kecil dengan Pola Tidur Teratur
Pola tidur yang teratur akan membantu meningkatkan kualitas istirahat anak sehingga tumbuh kembangnya dapat berjalan lebih optimal. Sebaliknya, kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan anak mudah rewel, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami gangguan emosi.
Oleh karena itu, Anda perlu memahami kenapa anak susah tidur dengan cermat sehingga dapat menemukan solusi yang tepat. Selain mengatur jadwal istirahat, dukung tumbuh kembang anak bersama Sparks Sports Academy yang mempunyai berbagai kelas eksklusif untuk mendukung pertumbuhan Si Kecil.Â
Bersama tenaga profesional, kami membantu menstimulasi kemampuan kognitif, motorik, emosional, hingga sosial anak melalui permainan interaktif yang menyenangkan. Jangan lewatkan kesempatan emas ini demi masa depan Si Kecil!






