-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Mom/Dad pasti bingung bagaimana cara menjelaskan kenapa harus berpuasa pada anak, apalagi jika anak tiba-tiba bertanya “kok aku harus ikutan puasa?” Mom/Dad jangan panik, pertanyaan itu bisa langsung dijawab dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga anak tertarik untuk ikut berpuasa.
Di artikel ini akan menjelaskan cara menjawab pertanyaan anak tentang kewajiban berpuasa.
Cara Menjelaskan Kenapa Harus Berpuasa pada Anak
Mom/Dad bisa menerapkan cara sederhana berikut ini agar pertanyaan anak bisa terjawab dengan jelas dan mudah dipahami.
1. Jelaskan dari Sudut Pandang Agama
Mom/Dad bisa menjelaskan dari sudut pandang agama bahwa puasa adalah perintah langsung dari Allah SWT untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Sesuai dengan ayat berikut ini:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)
Puasa membuat kita lebih dekat dengan Allah SWT, lebih sabar, dan lebih baik lagi dalam kehidupan.
2. Jelaskan Puasa bagi Anak itu Sunnah
Dikutip dari NU Online, salah satu syarat wajib puasa Ramadan adalah baligh. Anak yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa. Oleh karena itu, Mom/Dad bisa menjelaskan bahwa hukum puasa bagi anak kecil tidaklah wajib. Namun, jika anak sudah mencapai kondisi tamyiz (anak sudah bisa makan, minum, dan istinja) puasa menjadi sunah dan jika dilakukan puasanya akan diterima.
Syaikh Ibrahim Al-Bajuri dalam kitab Hasyiyatul Bajuri menjelaskan:
قوله (والبلوغ) فلا يجب على الصبي، ثم إن كان مميزا صح منه وإلا فل
Artinya, “Salah satu syarat wajib puasa adalah baligh maka tidak wajib atas anak kecil. Kemudian jika ia sudah mumayyiz maka puasanya sah, jika belum mumayyiz maka tidak sah” (Ibrahim Al-Bajuri, Hasyiyatul Bajuri, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2017], jilid I, halaman 551).
3. Jelaskan dengan Cara Perumpamaan
Mom/Dad bisa memberikan perumpaan yang menarik agar mudah dipahami oleh anak. Seperti contoh, “Puasa itu kayak nabung tenaga baterai HP kamu. Kalau HP dipakai terus tanpa istirahat, cepat lowbat kan? Nah, perut kita juga butuh istirahat dari makan-makanan biar besoknya lebih kuat dan sehat. Puasa itu lagi ‘charge’ tubuh dan hati kita!”.
Dengan perumpaan yang menarik, anak lebih mudah memahami dan ikut serta untuk mencoba berpuasa.
Baca juga: Apakah Anak Kecil Wajib Berpuasa? Ini Penjelasan Lengkapnya!
4. Jelaskan Manfaat Berpuasa
Setelah anak memahami konsep berpuasa, Mom/Dad bisa memberi pengetahuan tentang manfaatnya seperti di bawah ini:
- Meningkatkan keimanan: Berpuasa membuat kita lebih dekat dengan Allah SWT, lebih sering berdoa, dan membuat hati tenang.
- Menjaga kesehatan: Pencernaan jadi lebih sehat, meningkatkan sistem imun, dan tidak gampang terkena penyakit.
- Menumbuhkan rasa empati dan rasa syukur: Anak akan merasa bersyukur menikmati hidangan berbuka setelah satu hari full berpuasa dan akan menumbuhkan rasa empati terhadap orang sekitar yang tidak bisa berbuka dengan baik.
5. Jelaskan dari Segi Kedisiplinan
Mom/Dad bisa memberi penjelasan bahwa berpuasa bisa mengajarkan anak untuk disiplin, seperti bangun untuk sahur, menahan godaan untuk bermain gadget atau ngemil, menahan lapar sampai waktu berbuka, dan rajin salat lima waktu dengan tepat.
Cara menjelaskan kenapa harus berpuasa pada anak tidak perlu bertele-tele atau menggunakan ceramah yang panjang. Mom/Dad bisa menjelaskannya dengan cara sederhana mulai dari segi agama, hingga segi kedisiplinan agar anak mudah untuk memahami konsep berpuasa. Ajarkan anak secara perlahan karena Ramadan bisa jadi momen yang berharga untuk keluarga.






