-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Pertumbuhan anak merupakan fase yang penuh dengan perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Tidak jarang, dalam proses ini anak mengalami keluhan tertentu, salah satunya adalah nyeri pada kaki atau yang sering disebut sebagai growing pain. Banyak Mom/Dad yang khawatir saat anak mengeluh sakit, terutama di malam hari. Namun sebenarnya, growing pain adalah kondisi yang cukup umum terjadi pada anak-anak.
Melalui artikel ini, Mom/Dad akan memahami secara lengkap apa itu growing pain, penyebabnya, gejala yang perlu diperhatikan, hingga cara mengatasinya dengan tepat.
Apa itu Growing Pain?
Berdasarkan IDAI, growing pain adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan nyeri otot yang sering dialami anak, terutama pada bagian kaki seperti paha, betis, atau belakang lutut. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia 3 hingga 12 tahun.
Meskipun disebut “nyeri pertumbuhan”, sebenarnya belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa nyeri ini secara langsung disebabkan oleh pertumbuhan tulang. Namun, kondisi ini tetap berkaitan erat dengan fase aktif anak dalam masa tumbuh kembang.
Nyeri biasanya muncul pada sore atau malam hari, bahkan bisa membangunkan anak dari tidur. Namun, keesokan harinya anak kembali aktif seperti biasa tanpa keluhan.
Penyebab Growing Pain pada Anak
Sampai saat ini, penyebab pasti growing pain belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap kondisi ini:
Aktivitas Fisik Berlebih
Anak-anak yang aktif bermain, berlari, melompat, atau mengikuti berbagai aktivitas fisik memiliki risiko lebih tinggi mengalami nyeri pertumbuhan. Otot yang lelah setelah aktivitas seharian dapat memicu rasa nyeri saat malam hari.
Kelelahan Otot
Nyeri pertumbuhan sering dikaitkan dengan kelelahan otot, bukan pertumbuhan tulang. Aktivitas yang intens membuat otot bekerja lebih keras dan memicu rasa tidak nyaman.
Faktor Genetik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami growing pain memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalaminya juga.
Postur Tubuh
Postur tubuh yang kurang ideal atau masalah pada kaki seperti kaki datar juga dapat menjadi salah satu pemicu.
Gejala Growing Pain yang Perlu Diketahui
Agar tidak salah mengartikan kondisi ini dengan penyakit lain, penting bagi Mom/Dad untuk mengenali gejala khas growing pain:
Nyeri di Kedua Kaki
Biasanya rasa nyeri terjadi di kedua kaki, terutama pada paha, betis, atau belakang lutut.
Muncul di Sore atau Malam Hari
Keluhan sering muncul menjelang malam atau saat anak sedang beristirahat.
Tidak Ada Pembengkakan
Growing pain tidak disertai pembengkakan, kemerahan, atau rasa panas pada area yang sakit.
Hilang dengan Sendirinya
Rasa nyeri biasanya hilang dalam beberapa jam atau keesokan harinya tanpa pengobatan khusus.
Tidak Mengganggu Aktivitas
Meskipun malamnya mengeluh sakit, anak tetap aktif dan ceria di siang hari.
Perbedaan Growing Pain dengan Kondisi Lain
Mom/Dad perlu waspada jika nyeri yang dialami anak tidak sesuai dengan ciri-ciri growing pain. Beberapa kondisi lain yang perlu diperhatikan antara lain:
- Cedera otot atau tulang.
- Infeksi.
- Masalah sendi.
- Kondisi medis tertentu seperti arthritis.
Jika nyeri hanya terjadi pada satu kaki, disertai pembengkakan, atau membuat anak kesulitan berjalan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Baca juga: 5 Tips dan Ciri Fase Growth Spurt pada Anak, Waspada!
Cara Mengatasi Growing Pain pada Anak
Kabar baiknya, growing pain bukan kondisi berbahaya dan dapat diatasi dengan langkah sederhana di rumah. Berikut beberapa cara yang bisa Mom/Dad lakukan:
Pijat Lembut
Memijat area yang nyeri dapat membantu meredakan ketegangan otot dan membuat anak merasa lebih nyaman.
Kompres Hangat
Menggunakan kompres hangat pada bagian yang sakit dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi nyeri.
Peregangan Ringan
Mengajarkan anak melakukan peregangan ringan sebelum tidur dapat membantu mengurangi risiko munculnya nyeri.
Istirahat yang Cukup
Pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup setelah beraktivitas seharian.
Konsumsi Nutrisi Seimbang
Asupan nutrisi seperti kalsium, vitamin D, dan magnesium penting untuk mendukung kesehatan otot dan tulang anak.
Kapan Harus ke Dokter?
Walaupun growing pain adalah kondisi yang umum, Mom/Dad tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda berikut:
- Nyeri berlangsung terus-menerus.
- Terjadi pembengkakan atau kemerahan.
- Anak pincang atau sulit berjalan.
- Disertai demam atau penurunan berat badan.
Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Peran Aktivitas Fisik dalam Mengurangi Growing Pain
Menariknya, aktivitas fisik yang tepat justru dapat membantu mengurangi risiko growing pain. Kuncinya adalah memilih aktivitas yang terstruktur, aman, dan sesuai usia anak.
Mengajak anak berolahraga seperti gymnastic anak terdekat dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan otot, serta koordinasi tubuh anak. Dengan otot yang lebih kuat dan fleksibel, risiko nyeri akibat kelelahan dapat berkurang.
Selain itu, olahraga juga membantu anak tidur lebih nyenyak, sehingga mengurangi kemungkinan munculnya nyeri di malam hari.
Tips Mencegah Growing Pain
Meskipun tidak selalu bisa dicegah, Mom/Dad dapat meminimalkan risiko growing pain dengan beberapa langkah berikut:
- Pastikan anak melakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik.
- Ajarkan peregangan setelah bermain.
- Berikan sepatu yang nyaman dan sesuai ukuran.
- Atur jadwal aktivitas agar tidak berlebihan.
- Pastikan anak cukup minum air.
Baca juga: Ketahui 10 Manfaat Baby Spa Beserta Prosedur, dan Tips Aman untuk Si Kecil
Dukung Tumbuh Kembang Anak dengan Aktivitas yang Tepat
Growing pain adalah kondisi umum yang sering dialami anak selama masa pertumbuhan. Meskipun terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah.
Sebagai Mom/Dad, penting untuk memahami perbedaan antara growing pain dan kondisi medis lain yang lebih serius. Dengan begitu, Anda dapat memberikan penanganan yang tepat sekaligus menjaga kenyamanan anak.
Di sisi lain, aktivitas fisik tetap penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kuncinya adalah memilih aktivitas yang tepat, terarah, dan aman.
Jika Mom/Dad ingin membantu anak tumbuh lebih kuat, sehat, dan percaya diri, mengikuti aktivitas fisik terstruktur seperti gymnastics bisa menjadi pilihan terbaik.
Sparks Sports Academy menyediakan program les gymnastic anak yang dirancang khusus untuk mendukung perkembangan motorik, fleksibilitas, serta kekuatan tubuh anak secara optimal. Dengan pelatih profesional dan metode yang menyenangkan, anak tidak hanya aktif bergerak, tetapi juga belajar disiplin dan percaya diri.
Yuk, berikan pengalaman terbaik untuk tumbuh kembang si kecil bersama Sparks Sports Academy!





