Apa yang Dimaksud Tari Kontemporer? Pengertian beserta Contohnya!

Tari Kontemporer: Pengertian, Ciri, Unsur, dan Contohnya

Table of Contents

Apa yang dimaksud tari kontemporer? Secara sederhana, tari kontemporer adalah bentuk seni tari yang berkembang sesuai konteks masa kini. Tarian ini memberi ruang bagi koreografer dan penari untuk mengeksplorasi gerak, tema, musik, ruang, serta berbagai teknik tari secara kreatif.

Tari kontemporer tidak selalu mengikuti satu pakem gerak tertentu. Namun, hal tersebut bukan berarti tari kontemporer tidak memiliki teknik atau struktur. Penciptaannya tetap mempertimbangkan kemampuan tubuh, komposisi gerak, penggunaan ruang, waktu, energi, dan gagasan yang ingin disampaikan.

Karena sifatnya yang terbuka, tari kontemporer dapat memadukan teknik tari modern, balet, improvisasi, gerakan sehari-hari, hingga unsur tari tradisional. Karya yang dihasilkan pun sangat beragam, mulai dari pertunjukan yang bersifat personal hingga karya yang membahas lingkungan, identitas, budaya, dan persoalan sosial.

Apa yang Dimaksud dengan Tari Kontemporer?

Kata “kontemporer” berkaitan dengan sesuatu yang berkembang atau berlangsung pada masa kini. Dalam seni tari, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan karya yang merespons perkembangan zaman, pengalaman manusia, serta kondisi sosial dan budaya di sekitarnya.

Tari kontemporer biasanya tidak dibatasi oleh satu gaya atau teknik. Koreografer dapat menggunakan teknik balet, modern dance, floorwork, improvisasi, tari tradisional, atau bentuk gerak lainnya sesuai kebutuhan karya.

Walaupun terbuka terhadap eksplorasi, tari kontemporer tetap membutuhkan keterampilan. Penari perlu memahami tubuh, keseimbangan, koordinasi, kualitas gerak, ruang, serta cara mengekspresikan sebuah gagasan melalui gerakan.

Lembaga pendidikan tari seperti Imperial Society of Teachers of Dancing juga menempatkan teknik, kemampuan kreatif, koreografi, dan keselamatan sebagai bagian dari pembelajaran tari kontemporer yang terstruktur.

Dengan demikian, tari kontemporer dapat dipahami sebagai seni tari yang:

  • berkembang mengikuti konteks masa kini;
  • terbuka terhadap berbagai teknik dan sumber gerak;
  • mengutamakan eksplorasi serta kreativitas;
  • menggunakan tubuh untuk menyampaikan pengalaman atau gagasan;
  • tidak terikat pada satu pakem koreografi tertentu.

Sejarah Singkat Tari Kontemporer

Perkembangan tari kontemporer tidak dapat dipisahkan dari kemunculan modern dance dan berbagai eksperimen seni pertunjukan pada abad ke-20.

Modern dance awalnya berkembang sebagai respons terhadap aturan balet klasik yang dianggap terlalu membatasi kebebasan gerak. Dalam perkembangan berikutnya, seniman tari mulai menggabungkan teknik modern dance, balet, improvisasi, floorwork, contact work, serta berbagai pendekatan koreografi lainnya.

Tari kontemporer kemudian berkembang menjadi bidang yang sangat luas. Beberapa karya menekankan kemampuan teknis tubuh, sementara karya lainnya lebih berfokus pada eksperimen, pengalaman penari, hubungan antartubuh, penggunaan ruang, atau penyampaian isu tertentu.

Di Indonesia, tari kontemporer berkembang melalui karya para koreografer yang mengolah kembali tradisi lokal, pengalaman masyarakat, kondisi lingkungan, dan perubahan sosial.

Sardono W. Kusumo, misalnya, dikenal sebagai salah satu tokoh tari kontemporer Indonesia yang mengembangkan karya berdasarkan tradisi, lingkungan, dan pengalaman masyarakat. Sementara itu, Eko Supriyanto banyak menghasilkan karya kontemporer melalui riset terhadap tari dan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Ciri-Ciri Tari Kontemporer

Tari kontemporer memiliki bentuk yang sangat beragam. Namun, terdapat beberapa karakteristik yang sering dijumpai dalam karya-karyanya.

1. Terbuka terhadap eksplorasi gerak

Koreografer tidak harus menggunakan satu kosakata gerak tertentu. Gerakan dapat bersumber dari teknik tari, aktivitas sehari-hari, gestur tubuh, permainan, olahraga, atau respons spontan terhadap ruang dan musik.

2. Mengutamakan ekspresi dan gagasan

Gerakan tidak hanya ditampilkan untuk menghasilkan keindahan visual. Gerakan juga dapat digunakan untuk menyampaikan emosi, pengalaman, pertanyaan, atau gagasan tertentu.

Tema yang diangkat dapat berkaitan dengan identitas, keluarga, lingkungan, budaya, teknologi, konflik, hubungan sosial, atau pengalaman pribadi.

3. Memadukan berbagai teknik

Tari kontemporer dapat menggabungkan berbagai pendekatan, seperti:

  • modern dance;
  • balet;
  • tari tradisional;
  • improvisasi;
  • floorwork;
  • contact improvisation;
  • teater tubuh;
  • gerakan sehari-hari.

Pemilihan teknik bergantung pada tujuan dan kebutuhan setiap karya.

4. Menggunakan ruang secara kreatif

Pertunjukan tari kontemporer tidak selalu dilakukan di atas panggung konvensional. Karya dapat ditampilkan di ruang terbuka, museum, halaman, gedung lama, jalan, bahkan lingkungan alam.

Ruang tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gagasan dan pengalaman yang dibangun.

5. Menggunakan musik atau bunyi yang beragam

Tari kontemporer dapat menggunakan musik instrumental, musik elektronik, bunyi alam, suara manusia, rekaman percakapan, atau bahkan keheningan.

Hubungan antara gerak dan musik juga tidak selalu mengikuti ketukan secara langsung. Penari dapat bergerak sebagai respons terhadap suasana, tekstur bunyi, atau konsep pertunjukan.

6. Kostum mengikuti kebutuhan karya

Tidak ada satu bentuk kostum khusus yang wajib digunakan. Kostum dapat berupa pakaian latihan sederhana, busana tradisional, pakaian sehari-hari, atau rancangan khusus yang mendukung tema.

7. Dapat melibatkan media lain

Beberapa pertunjukan menggabungkan tari dengan video, pencahayaan, instalasi, teater, seni rupa, teks, atau teknologi digital.

Penggunaan multimedia bukan syarat utama tari kontemporer, tetapi dapat memperkuat pengalaman penonton dan penyampaian gagasan.

Unsur-Unsur Tari Kontemporer

Walaupun bentuknya fleksibel, tari kontemporer tetap dibangun melalui beberapa unsur dasar.

Gerak

Gerak merupakan unsur utama dalam tari. Gerakan dapat bersifat halus, kuat, cepat, lambat, terputus-putus, mengalir, atau berulang.

Dalam tari kontemporer, gerak tidak harus selalu terlihat rumit. Gerakan sederhana seperti berjalan, duduk, jatuh, atau mengangkat tangan dapat menjadi bagian penting apabila memiliki fungsi dalam koreografi.

Ruang

Ruang berkaitan dengan arah, level, jarak, pola lantai, dan hubungan antara penari dengan tempat pertunjukan.

Penari dapat menggunakan level rendah dengan bergerak di lantai, level sedang dengan berdiri atau membungkuk, serta level tinggi melalui lompatan atau gerakan mengangkat tubuh.

Waktu

Waktu meliputi tempo, ritme, durasi, pengulangan, jeda, dan kecepatan gerak.

Perubahan tempo dapat membantu membangun suasana. Gerakan yang sangat lambat dapat menimbulkan kesan tenang atau tegang, sedangkan gerakan cepat dapat menciptakan energi dan dinamika.

Energi

Energi menunjukkan kualitas tenaga yang digunakan saat bergerak. Gerakan dapat dilakukan dengan tenaga kuat, ringan, mengalir, tertahan, tajam, atau lembut.

Perbedaan energi membuat gerak terlihat lebih hidup dan membantu penari menyampaikan suasana tertentu.

Gagasan

Gagasan menjadi dasar yang mengarahkan pemilihan gerak, musik, kostum, ruang, dan susunan pertunjukan.

Namun, tari kontemporer tidak selalu harus menyampaikan cerita yang jelas. Sebuah karya dapat berangkat dari eksplorasi tubuh, bunyi, ruang, atau pengalaman tertentu yang kemudian terbuka untuk ditafsirkan oleh penonton.

Perbedaan Tari Tradisional, Tari Modern, dan Tari Kontemporer

Tari tradisional, modern, dan kontemporer sering dianggap sama karena ketiganya dapat saling memengaruhi. Padahal, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.

AspekTari tradisionalTari modernTari kontemporer
Dasar pengembanganTradisi dan budaya masyarakatReaksi terhadap aturan tari klasikRespons terhadap perkembangan dan persoalan masa kini
Teknik gerakMemiliki pola atau pakem yang diwariskanMenggunakan teknik modern tertentuDapat menggabungkan berbagai teknik
Kebebasan eksplorasiMenyesuaikan karakter dan aturan tradisiLebih bebas daripada tari klasikSangat terbuka terhadap eksplorasi
TemaAdat, ritual, sejarah, dan kehidupan masyarakatEkspresi individu dan pengalaman manusiaPersonal, sosial, budaya, lingkungan, dan eksperimental
MusikUmumnya menggunakan musik khas suatu tradisiMenggunakan musik yang mendukung teknik dan koreografiDapat menggunakan musik, suara, bunyi alam, atau keheningan
KostumMengikuti identitas budaya dan fungsi tariMenyesuaikan gaya pertunjukanMenyesuaikan konsep karya
Ruang pertunjukanPanggung, ruang adat, atau tempat upacaraUmumnya panggung atau studioPanggung, ruang publik, alam, atau tempat nonkonvensional

Perbedaan tersebut tidak selalu bersifat mutlak. Sebuah karya kontemporer dapat menggunakan teknik tari tradisional, sedangkan karya tari tradisional juga dapat dikembangkan melalui pendekatan baru.

Baca juga: Rekomendasi Lagu untuk Dance Modern!

Fungsi dan Tujuan Tari Kontemporer

Tari kontemporer memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan penciptaannya.

Sebagai media ekspresi

Penari dan koreografer dapat menggunakan gerakan tubuh untuk menyampaikan pengalaman, perasaan, atau pemikiran yang sulit dijelaskan melalui kata-kata.

Sebagai media penyampaian gagasan

Karya tari dapat membahas persoalan sosial, budaya, politik, lingkungan, identitas, atau hubungan manusia dengan ruang hidupnya.

Sebagai bentuk eksplorasi artistik

Tari kontemporer memberi kesempatan kepada seniman untuk mencoba hubungan baru antara tubuh, gerak, ruang, musik, benda, dan media lainnya.

Sebagai sarana pendidikan seni

Dalam kegiatan pembelajaran, tari dapat digunakan untuk mengenalkan unsur gerak, kreativitas, kerja sama, disiplin latihan, dan apresiasi terhadap karya seni.

Sebagai hiburan dan pertunjukan

Tari kontemporer juga dapat disajikan sebagai pertunjukan yang memberikan pengalaman estetis dan hiburan kepada penonton.

Contoh Tari Kontemporer di Indonesia

Berikut beberapa contoh karya tari kontemporer Indonesia yang dapat membantu Mom/Dad memahami bentuk dan keragaman tari kontemporer.

1. Meta Ekologi

Meta Ekologi merupakan karya Sardono W. Kusumo yang dipentaskan pada 1979. Karya ini menggunakan area berlumpur sebagai ruang pertunjukan dan menempatkan tubuh penari dalam hubungan langsung dengan tanah serta air.

Karya tersebut mengangkat persoalan lingkungan melalui gerak, material alam, dan pendekatan pertunjukan lintas disiplin. Meta Ekologi dikenal sebagai salah satu karya penting yang menghadirkan pembacaan baru terhadap tubuh, lingkungan, dan ruang pertunjukan.

2. Cry Jailolo

Cry Jailolo merupakan karya Eko Supriyanto yang dikembangkan bersama penari muda dari Jailolo, Halmahera Barat.

Karya ini berangkat dari riset terhadap generasi muda, lingkungan laut, sejarah, dan kosakata gerak masyarakat Jailolo. Cry Jailolo juga memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat menjadi sumber penciptaan karya tari kontemporer yang relevan dengan persoalan masa kini.

3. Balabala

Balabala merupakan karya Eko Supriyanto yang melibatkan penari perempuan muda dari Jailolo. Karya ini mengolah unsur gerak dari tari Soya-Soya dan Cakalele ke dalam komposisi baru.

Balabala tidak sekadar memindahkan tarian tradisional ke panggung kontemporer. Karya tersebut mengembangkan kembali bentuk, ritme, dan pengalaman tubuh para penarinya melalui proses penciptaan yang berbasis riset.

4. SALT

SALT merupakan karya tunggal Eko Supriyanto sekaligus bagian penutup dari Trilogy of Jailolo.

Karya ini mempertemukan latar belakang gerak Jawa yang dimiliki Eko dengan pengalamannya mempelajari budaya maritim dan kondisi tubuh di dalam air. SALT membahas hubungan antara tubuh, budaya agraris, budaya maritim, dan cara masyarakat memandang identitas kebudayaan.

5. IBUIBU BELU: Bodies of Border

IBUIBU BELU: Bodies of Border merupakan karya yang berangkat dari riset terhadap tari Likurai di Belu, Nusa Tenggara Timur.

Karya tersebut melibatkan enam penari perempuan dari wilayah Belu dan mengolah gerak, irama, nyanyian, serta kain tenun. Tema yang diangkat berkaitan dengan ingatan, identitas, hubungan sosial, dan batas politik antara Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste.

Kelima contoh tersebut memperlihatkan bahwa tari kontemporer Indonesia tidak harus meninggalkan tradisi. Tradisi justru dapat dibaca, diteliti, dan dikembangkan kembali untuk membahas kondisi masyarakat masa kini.

Apakah Tari Kontemporer Sama dengan Modern Dance?

Tari kontemporer dan modern dance saling berkaitan, tetapi keduanya tidak sepenuhnya sama.

Modern dance berkembang lebih dahulu sebagai respons terhadap keterbatasan balet klasik. Dalam pembelajarannya, modern dance memiliki sejumlah teknik dan prinsip tubuh yang dapat dipelajari secara sistematis.

Sementara itu, tari kontemporer memiliki ruang eksplorasi yang lebih luas. Penari atau koreografer dapat menggunakan teknik modern dance, tetapi juga dapat menggabungkannya dengan balet, tari tradisional, improvisasi, floorwork, teater tubuh, atau pendekatan lainnya.

Secara sederhana:

  • modern dance dapat dipahami sebagai salah satu dasar teknik atau aliran tari;
  • tari kontemporer merupakan wilayah penciptaan yang dapat memanfaatkan banyak teknik dan pendekatan.

Karena itu, belajar modern dance dapat memberikan dasar koordinasi, musikalitas, keseimbangan, dan penguasaan tubuh yang berguna untuk mempelajari berbagai bentuk tari lainnya.

Baca juga: Apa Itu Modern Dance? Pengertian, Sejarah, dan Manfaatnya untuk Anak

Apakah Tari Kontemporer Cocok untuk Anak?

Tari kontemporer dapat diperkenalkan kepada anak selama materi, teknik, dan intensitas latihannya disesuaikan dengan usia serta kemampuan anak.

Untuk anak usia dini, pembelajaran sebaiknya tidak langsung berfokus pada teknik yang rumit. Kegiatan dapat dimulai melalui permainan gerak, pengenalan musik, eksplorasi ruang, meniru objek, bergerak mengikuti cerita, dan mengekspresikan emosi sederhana.

Bagi anak yang lebih besar, kegiatan dapat dikembangkan dengan latihan koordinasi, keseimbangan, pola gerak, improvisasi, kerja kelompok, dan penyusunan koreografi sederhana.

Pembelajaran yang baik tetap membutuhkan arahan instruktur. Anak perlu belajar melakukan pemanasan, mengenali kemampuan tubuh, menggunakan teknik yang aman, serta berlatih secara bertahap.

Potensi Manfaat Belajar Tari bagi Anak

Aktivitas tari dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan berbagai kemampuan. Namun, manfaat yang diperoleh setiap anak dapat berbeda, bergantung pada usia, metode pembelajaran, kualitas pendampingan, frekuensi latihan, dan kondisi individual.

Membantu mengembangkan koordinasi tubuh

Anak belajar menghubungkan gerakan tangan, kaki, kepala, dan bagian tubuh lainnya dalam satu rangkaian gerak.

Memberikan ruang untuk berekspresi

Gerakan dapat menjadi salah satu cara bagi anak untuk mengenali dan menyampaikan perasaannya.

Melatih konsentrasi

Saat mempelajari urutan gerak, anak perlu memperhatikan instruksi, musik, arah, dan posisi tubuh.

Mendukung kreativitas

Kegiatan eksplorasi dan improvisasi memberi kesempatan kepada anak untuk menghasilkan gerakan berdasarkan ide serta imajinasinya.

Memberikan pengalaman bekerja sama

Dalam tari kelompok, anak belajar menjaga jarak, mengikuti tempo, memperhatikan teman, dan menyelesaikan sebuah penampilan bersama.

Membantu membangun keberanian tampil

Latihan dan pertunjukan dapat memberikan pengalaman kepada anak untuk bergerak serta mengekspresikan diri di depan orang lain.

Manfaat tersebut tidak muncul secara otomatis. Lingkungan belajar yang aman, positif, sesuai usia, dan tidak memberikan tekanan berlebihan tetap menjadi hal yang penting.

Tips Memilih Kelas Tari untuk Anak

Sebelum mendaftarkan anak ke kelas tari, Mom/Dad dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut.

Sesuaikan dengan minat anak

Ajak anak melihat atau mencoba kelas terlebih dahulu. Hindari memaksa anak mengikuti jenis tari tertentu hanya karena sedang populer.

Perhatikan pengalaman instruktur

Instruktur tidak hanya perlu memahami teknik tari, tetapi juga perlu mengetahui cara berkomunikasi dan mengajar anak sesuai tahap perkembangannya.

Tanyakan metode pembelajarannya

Untuk anak, pembelajaran sebaiknya dilakukan secara bertahap, interaktif, dan tidak hanya berorientasi pada hasil pertunjukan.

Periksa keamanan tempat latihan

Pastikan studio memiliki ruang gerak yang cukup, lantai yang sesuai, sirkulasi udara yang baik, serta prosedur latihan yang aman.

Perhatikan jumlah peserta

Jumlah peserta yang terlalu banyak dapat membuat instruktur kesulitan mengawasi teknik dan kebutuhan setiap anak.

Hindari tekanan berlebihan

Anak membutuhkan kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Fokus utama sebaiknya berada pada perkembangan kemampuan, konsistensi, dan pengalaman positif selama latihan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Tari Kontemporer

Apa ciri utama tari kontemporer?

Ciri utamanya adalah keterbukaan terhadap eksplorasi gerak, teknik, ruang, musik, tema, dan bentuk pertunjukan. Tari kontemporer tidak terikat pada satu pakem gerak tertentu, tetapi tetap membutuhkan keterampilan dan perencanaan koreografi.

Apakah tari kontemporer harus menggunakan musik?

Tidak selalu. Tari kontemporer dapat menggunakan musik, suara manusia, bunyi alam, efek suara, atau keheningan sesuai kebutuhan karya.

Apakah tari kontemporer termasuk tari modern?

Tari kontemporer memiliki hubungan dengan modern dance, tetapi cakupannya lebih luas. Tari kontemporer dapat menggunakan teknik modern dance sekaligus memadukannya dengan berbagai pendekatan lain.

Apakah tari kontemporer memiliki gerakan khusus?

Tidak terdapat satu rangkaian gerakan yang berlaku untuk semua karya. Gerakan dipilih atau diciptakan berdasarkan gagasan, teknik, dan kebutuhan setiap koreografi.

Apakah tari tradisional dapat digunakan dalam tari kontemporer?

Ya. Unsur tari tradisional dapat menjadi sumber gerak, tema, musik, kostum, atau metode penciptaan. Penggunaannya perlu dilakukan dengan pemahaman dan penghargaan terhadap konteks budaya asalnya.

Apakah anak harus belajar balet sebelum mengikuti kelas tari?

Tidak selalu. Kebutuhan dasar teknik bergantung pada jenis kelas dan metode yang digunakan. Anak dapat memulai dari kelas dance yang sesuai dengan usia serta kemampuannya.

Kembangkan Minat Gerak Anak Bersama Sparks Sports Academy

Tari kontemporer merupakan bentuk seni yang berkembang mengikuti kondisi masa kini dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan gerak. Tari ini dapat memadukan teknik modern dance, balet, improvisasi, hingga unsur tari tradisional untuk menyampaikan pengalaman serta gagasan tertentu.

Bagi anak, kegiatan tari dapat menjadi ruang untuk bergerak, berekspresi, belajar mengikuti ritme, dan berinteraksi dengan teman. Namun, kelas tetap perlu disesuaikan dengan usia, minat, dan kemampuan anak.

Mom/Dad yang ingin mengenalkan aktivitas dance kepada si kecil dapat mempertimbangkan kelas modern dance di Sparks Sports Academy. Dalam kelas, anak memperoleh kesempatan untuk belajar bergerak mengikuti musik dan mengembangkan ekspresi diri dalam suasana yang menyenangkan.

Temukan kelas modern dance anak Sparks Sports Academy di lokasi terdekat dan pilih jadwal yang sesuai dengan aktivitas anak.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%