Author: Tim Sparks Sports Academy
Bagi Mom/Dad yang sedang mencari olahraga raket yang seru untuk dilakukan bersama anak atau keluarga, pickleball dan padel mungkin menjadi dua pilihan yang menarik. Keduanya sama-sama menggunakan alat pemukul dan bola, dimainkan di lapangan dengan net, serta membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan. Meski sekilas terlihat mirip, ternyata terdapat banyak perbedaan mendasar di antara keduanya. Memahami perbedaan pickleball vs padel akan membantu Mom/Dad menentukan olahraga yang paling sesuai dengan kebutuhan, usia, kemampuan, dan tujuan latihan.
Popularitas kedua olahraga ini juga membuat semakin banyak orang tertarik untuk mencobanya. Namun, jangan sampai hanya memilih karena melihat olahraga tersebut sedang populer. Pickleball dan padel mempunyai karakter permainan yang berbeda, mulai dari ukuran lapangan, jenis peralatan, sistem permainan, teknik, strategi, hingga cara melakukan servis. Yuk, Mom/Dad, simak pembahasan lengkap mengenai pickleball vs padel agar tidak lagi tertukar dan bisa menentukan pilihan dengan lebih tepat.
Mengenal Pickleball dan Padel
Sebelum membahas perbedaan pickleball vs padel, Mom/Dad perlu mengenal karakter dasar dari masing-masing olahraga. Walaupun sama-sama termasuk olahraga raket atau paddle sport, keduanya mempunyai identitas permainan yang cukup berbeda.
Apa Itu Pickleball?
Pickleball merupakan olahraga yang dimainkan menggunakan paddle atau bet padat dan bola plastik berlubang. Permainan ini dapat dilakukan secara tunggal maupun berpasangan. Lapangannya relatif kecil sehingga jarak antarpemain tidak terlalu jauh.
Salah satu ciri khas pickleball adalah adanya area yang dikenal sebagai non-volley zone atau sering disebut kitchen. Area ini berada di dekat net dan memiliki aturan khusus terkait pukulan volley. Pemain tidak boleh melakukan volley ketika berada di dalam area tersebut.
Menurut aturan resmi USA Pickleball, lapangan standar pickleball berukuran 20 kaki × 44 kaki atau sekitar 6,10 meter × 13,41 meter untuk permainan tunggal maupun ganda.
Karena ukuran lapangannya relatif kecil, pickleball dapat terasa lebih mudah diakses oleh pemula. Namun, bukan berarti olahraga ini tidak membutuhkan kemampuan teknis. Pemain tetap perlu menguasai kontrol bola, penempatan pukulan, footwork, dan komunikasi dengan pasangan ketika bermain ganda.
Pickleball juga menarik untuk anak karena permainan dapat melatih koordinasi, keseimbangan, reaksi, konsentrasi, serta kemampuan mengikuti aturan permainan.
Apa Itu Padel?
Padel merupakan olahraga raket yang mempunyai karakteristik unik karena dimainkan di lapangan yang dikelilingi dinding atau kaca. Dinding tersebut bukan sekadar pembatas, tetapi menjadi bagian dari permainan karena bola dapat memantul dan digunakan untuk melanjutkan reli.
Padel umumnya dimainkan dalam format ganda, yaitu dua pemain melawan dua pemain. Karena itu, komunikasi, kerja sama, dan pemahaman posisi menjadi bagian penting dalam permainan.
Lapangan padel standar memiliki ukuran 20 meter × 10 meter dan dikelilingi struktur dinding atau panel yang menjadi bagian dari area permainan. Konsep lapangan yang tertutup inilah yang membuat permainan padel memiliki karakter berbeda dibandingkan pickleball maupun tenis.
Menurut International Padel Federation atau FIP, aturan padel juga mengatur secara khusus cara servis, pengembalian servis, penggunaan dinding, dan berbagai situasi yang terjadi selama reli.
Dengan karakter tersebut, padel cenderung memberikan pengalaman permainan yang dinamis. Bola dapat bergerak melalui kombinasi pukulan langsung maupun pantulan dari dinding sehingga pemain perlu memiliki kemampuan membaca arah bola dan mengambil keputusan dengan cepat.
Perbedaan Pickleball vs Padel
Setelah mengenal keduanya, sekarang saatnya membandingkan pickleball vs padel secara lebih mendalam. Perbedaan berikut penting diketahui, terutama jika Mom/Dad ingin memilih olahraga yang sesuai untuk diri sendiri maupun memperkenalkannya kepada anak.
1. Ukuran Lapangan
Perbedaan pertama dalam pickleball vs padel terletak pada ukuran dan karakter lapangan.
Lapangan pickleball memiliki ukuran standar 20 kaki × 44 kaki, atau sekitar 6,10 meter × 13,41 meter. Ukuran tersebut berlaku untuk pertandingan tunggal maupun ganda. Di dalamnya terdapat garis pembatas, garis tengah, area servis, serta non-volley zone atau kitchen.
Sementara itu, lapangan padel berukuran sekitar 20 meter × 10 meter. Lapangan ini dikelilingi oleh dinding atau panel kaca dan pagar yang menjadi bagian penting dari permainan.
Artinya, bukan hanya dimensinya yang berbeda, tetapi juga lingkungan permainan. Pada pickleball, fokus utama pemain berada pada area lapangan dan net. Pada padel, pemain harus memperhitungkan pantulan bola dari dinding.
Perbedaan ini membuat pengalaman bermain keduanya terasa sangat berbeda. Pickleball cenderung lebih sederhana dari sisi struktur lapangan, sedangkan padel menghadirkan dimensi permainan tambahan melalui penggunaan dinding.
Bagi anak yang baru mengenal olahraga raket, Mom/Dad dapat mempertimbangkan lingkungan latihan yang paling sesuai dengan kemampuan koordinasi dan keberanian anak.
2. Peralatan yang Digunakan
Perbedaan pickleball vs padel berikutnya dapat dilihat dari peralatan.
Pickleball menggunakan paddle yang permukaannya relatif padat dan tidak memiliki senar seperti raket tenis. Bola yang digunakan berbahan plastik dengan lubang-lubang kecil pada permukaannya.
Sementara itu, padel menggunakan raket khusus yang umumnya memiliki permukaan solid berlubang. Bentuknya lebih mirip raket padat dibandingkan raket tenis bersenar. Bola padel secara visual mirip dengan bola tenis, meskipun terdapat karakteristik teknis tertentu yang membedakannya.
Perbedaan peralatan ini memengaruhi sensasi ketika memukul bola. Paddle pickleball dan raket padel memiliki ukuran, berat, bentuk, serta karakter permukaan yang berbeda.
Untuk anak, pemilihan ukuran dan berat peralatan juga perlu diperhatikan. Peralatan yang terlalu berat dapat membuat anak lebih cepat lelah dan kesulitan mengontrol gerakan.
Mom/Dad sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan desain atau warna peralatan. Kenyamanan genggaman, berat, ukuran, dan kesesuaian dengan kemampuan anak jauh lebih penting.
3. Peraturan
Peraturan menjadi salah satu bagian paling penting dalam memahami pickleball vs padel.
Dalam pickleball, salah satu aturan yang paling terkenal adalah keberadaan non-volley zone. Pemain yang berada di area tersebut tidak boleh melakukan volley. Bola harus memantul terlebih dahulu sebelum dipukul ketika pemain berada di area tersebut.
Pickleball juga mempunyai aturan khusus mengenai servis, urutan pemain, area servis, fault, serta sistem penghitungan angka.
Sementara itu, padel mempunyai aturan yang berkaitan erat dengan dinding. Bola dapat dimainkan setelah memantul dari permukaan tertentu sesuai ketentuan permainan. Pemain harus memahami kapan bola masih dapat dikembalikan dan kapan bola dianggap keluar atau menghasilkan poin bagi lawan.
Servis padel juga mempunyai ketentuan khusus. Pemain harus memantulkan bola terlebih dahulu di area yang sesuai sebelum memukulnya dan bola servis diarahkan secara diagonal ke kotak servis lawan.
Karena karakter peraturan tersebut, Mom/Dad mungkin akan merasa pickleball lebih sederhana pada tahap awal, sedangkan padel membutuhkan pemahaman tambahan mengenai pantulan dinding.
4. Penghitungan Skor
Sistem skor juga menjadi pembeda penting dalam pickleball vs padel.
Dalam format tradisional pickleball, permainan umumnya menggunakan target skor seperti 11, 15, atau 21 poin, tergantung format pertandingan. Dalam sistem side-out scoring, poin biasanya diperoleh oleh pihak yang sedang melakukan servis ketika memenangkan reli. USA Pickleball juga telah memiliki opsi rally scoring dalam format tertentu sehingga sistem pertandingan dapat berbeda berdasarkan aturan kompetisi.
Sementara itu, padel secara tradisional menggunakan sistem skor yang sangat mirip dengan tenis, yaitu 15, 30, 40, kemudian game. Pertandingan biasanya terdiri atas beberapa set.
Namun, Mom/Dad juga perlu mengetahui bahwa sistem kompetisi padel berkembang. Pada 2026, FIP memperkenalkan Star Point sebagai salah satu opsi sistem skor untuk situasi deuce pada sejumlah kompetisi.
Perbedaan sistem skor tersebut membuat ritme pertandingan keduanya terasa berbeda. Pemain pickleball perlu memahami nilai poin dan perubahan servis, sedangkan pemain padel perlu terbiasa dengan sistem 15-30-40 dan permainan game serta set.
5. Teknik Bermain
Jika membahas teknik, pickleball vs padel mempunyai sejumlah persamaan sekaligus perbedaan.
Pada pickleball, pemain perlu menguasai teknik dasar seperti serve, return, drive, dink, volley, dan berbagai variasi penempatan bola. Salah satu teknik yang sangat khas adalah dink, yaitu pukulan lembut yang diarahkan ke area dekat net untuk membuat lawan kesulitan melakukan serangan keras.
Kontrol menjadi sangat penting. Pemain tidak selalu harus memukul bola sekeras mungkin. Sebaliknya, kemampuan mengatur kecepatan dan arah bola sering kali menentukan keberhasilan reli.
Pada padel, teknik yang diperlukan lebih banyak berkaitan dengan pukulan dasar, volley, smash, lob, serta kemampuan memanfaatkan pantulan dinding. Pemain perlu memahami sudut pantulan dan posisi tubuh sebelum melakukan pukulan.
Kemampuan footwork juga sangat penting. Pemain harus bergerak cepat untuk mengantisipasi bola yang datang dari berbagai arah.
Untuk anak, latihan teknik sebaiknya dilakukan secara bertahap. Jangan langsung mengejar kemampuan melakukan pukulan sulit. Fondasi seperti cara memegang alat, posisi tubuh, koordinasi mata dan tangan, serta pergerakan kaki perlu dikuasai terlebih dahulu.
6. Strategi Bermain
Strategi merupakan aspek yang membuat pickleball vs padel semakin menarik untuk dibandingkan.
Dalam pickleball, pemain harus pintar mengatur tempo. Pukulan keras memang dapat digunakan untuk menyerang, tetapi permainan sering kali melibatkan pukulan lembut, penempatan bola, dan kesabaran membangun reli.
Pada permainan ganda, komunikasi dengan pasangan juga sangat penting. Pemain harus mengetahui siapa yang mengambil bola, kapan harus maju ke depan, dan kapan harus bertahan.
Dalam padel, strategi lebih kompleks karena adanya dinding. Pemain harus memahami kapan membiarkan bola memantul, kapan mengembalikannya langsung, dan bagaimana memanfaatkan dinding untuk menciptakan peluang.
Posisi kedua pemain juga menjadi faktor penting. Pasangan biasanya perlu bergerak sebagai satu kesatuan agar tidak meninggalkan area lapangan yang terlalu terbuka.
Karena itu, padel dapat mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan secara cepat. Anak belajar bahwa tidak setiap bola harus langsung dipukul dengan keras. Terkadang, menunggu pantulan dan memilih waktu yang tepat justru menjadi pilihan terbaik.
Baik pickleball maupun padel pada akhirnya mengajarkan bahwa olahraga bukan hanya tentang kekuatan fisik. Kemampuan berpikir, membaca situasi, berkomunikasi, dan mengambil keputusan juga sangat menentukan.
7. Jumlah Pemain
Jumlah pemain merupakan perbedaan lain yang cukup jelas dalam pickleball vs padel.
Pickleball dapat dimainkan dalam format tunggal maupun ganda. Artinya, permainan dapat dilakukan oleh dua orang atau empat orang.
Fleksibilitas ini menjadi salah satu kelebihan pickleball. Mom/Dad dapat berlatih berdua dengan anak atau mengajak anggota keluarga lain untuk bermain dalam format ganda.
Sementara itu, padel secara umum dikenal sebagai olahraga yang dimainkan dalam format ganda, yaitu empat pemain dalam satu pertandingan.
Format ganda membuat komunikasi dan kerja sama menjadi bagian yang sangat penting. Setiap pemain harus memahami tanggung jawabnya di lapangan.
Bagi anak, permainan berpasangan juga dapat memberikan manfaat sosial. Anak belajar berkomunikasi, menghargai pasangan, berbagi peran, dan menerima hasil permainan bersama-sama.
Tentu saja, bentuk latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Anak tidak harus langsung mengikuti pertandingan resmi. Latihan sederhana bersama pelatih dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dasar permainan.
8. Cara Servis
Cara melakukan servis menjadi salah satu perbedaan paling mudah terlihat dalam pickleball vs padel.
Dalam pickleball, servis dilakukan secara diagonal menuju area servis lawan. Pada servis volley, bola dipukul dengan gerakan underhand dan kontak dengan bola harus dilakukan sesuai ketentuan ketinggian yang berlaku. Pemain juga memiliki opsi drop serve, yaitu menjatuhkan bola terlebih dahulu lalu memukulnya setelah bola memantul.
Servis dalam pickleball bukan hanya tentang menghasilkan pukulan keras. Penempatan bola yang baik dapat membuat lawan kesulitan mengembalikan bola dan memberikan kesempatan bagi pemain untuk membangun posisi.
Pada padel, pemain harus memantulkan bola di dalam area servis sebelum memukulnya. Bola harus dipukul pada ketinggian setara atau di bawah pinggang dan diarahkan secara diagonal menuju kotak servis lawan. Pemain juga memiliki kesempatan servis kedua apabila servis pertama tidak sah.
Perbedaan tersebut membuat teknik servis kedua olahraga ini memiliki karakter tersendiri. Pemain pickleball perlu fokus pada kontrol, arah, dan teknik underhand, sedangkan pemain padel harus memperhatikan posisi tubuh, pantulan awal, ketinggian bola, serta target diagonal.
Bagi pemula, Mom/Dad tidak perlu khawatir jika servis terasa sulit pada awal latihan. Konsistensi akan terbentuk melalui latihan berulang dengan teknik yang benar.
Baca juga: 5 Manfaat Bermain Tenis untuk Anak yang Wajib Diketahui Orang Tua
Tips Memilih Diantara Pickleball vs Padel
Setelah mengetahui berbagai perbedaan pickleball vs padel, pertanyaan berikutnya adalah: mana yang lebih cocok untuk Mom/Dad atau anak?
Jawabannya tentu bergantung pada kebutuhan dan tujuan masing-masing. Tidak ada satu olahraga yang secara otomatis lebih baik daripada olahraga lainnya.
Jika Mom/Dad mencari olahraga dengan lapangan yang relatif kecil dan ingin memulai dari permainan yang memiliki struktur sederhana, pickleball dapat menjadi pilihan menarik. Ukuran lapangannya yang lebih kecil juga memungkinkan pemain tidak perlu bergerak sejauh seperti pada lapangan tenis.
Pickleball juga dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin mencoba permainan tunggal maupun ganda. Fleksibilitas jumlah pemain membuatnya mudah disesuaikan dengan situasi.
Di sisi lain, jika Mom/Dad tertarik dengan olahraga yang memiliki unsur permainan dinding dan ingin merasakan permainan ganda yang dinamis, padel bisa menjadi pilihan yang menarik.
Padel juga cocok bagi mereka yang menikmati permainan dengan banyak variasi arah bola. Keberadaan dinding membuat pemain perlu mempelajari cara membaca pantulan dan memilih waktu pukulan yang tepat.
Untuk anak, pertimbangkan beberapa faktor berikut:
Sesuaikan dengan Usia Anak
Usia dapat menjadi pertimbangan awal ketika memperkenalkan olahraga. Anak yang masih dalam tahap mengembangkan koordinasi dasar membutuhkan pendekatan latihan yang menyenangkan dan sederhana. Jangan menjadikan kemampuan anak lain sebagai patokan utama. Setiap anak mempunyai kecepatan belajar yang berbeda.
Perhatikan Minat Anak
Tanyakan kepada anak apakah ia lebih tertarik pada pickleball atau padel. Ketertarikan akan membuat anak lebih bersemangat mengikuti latihan. Jika anak menyukai aktivitas yang melibatkan pukulan dan permainan cepat, kedua olahraga tersebut dapat diperkenalkan melalui aktivitas sederhana terlebih dahulu.
Jangan Hanya Fokus pada Kompetisi
Tujuan olahraga anak sebaiknya tidak selalu diarahkan pada kemenangan. Pada tahap awal, olahraga dapat digunakan untuk mengembangkan kebugaran, koordinasi, disiplin, keberanian, kerja sama, dan kepercayaan diri. Ketika fondasi tersebut sudah terbentuk, kemampuan teknis dan kompetitif dapat dikembangkan secara bertahap.
Pilih Latihan dengan Pendamping Profesional
Teknik yang benar sejak awal sangat penting. Kesalahan posisi tubuh, cara memegang alat, atau pola gerakan yang dilakukan berulang dapat menjadi kebiasaan yang sulit diperbaiki. Pelatih dapat membantu anak memahami gerakan sesuai tahap perkembangannya. Latihan juga dapat dibuat lebih menyenangkan sehingga anak tidak merasa sedang dipaksa melakukan aktivitas fisik.
Pertimbangkan Olahraga Multidisiplin
Mom/Dad juga tidak harus memilih hanya satu jenis olahraga sejak awal. Anak dapat memperoleh pengalaman dari berbagai aktivitas fisik. Pendekatan olahraga yang beragam dapat membantu anak menemukan aktivitas yang paling disukai sekaligus mengembangkan berbagai kemampuan gerak.
Dalam konteks perkembangan anak, pengalaman mencoba berbagai olahraga dapat membantu membangun fundamental movement skills, seperti berlari, melompat, menjaga keseimbangan, melempar, menangkap, dan memukul.
Dengan begitu, pilihan antara pickleball vs padel tidak perlu dianggap sebagai keputusan permanen. Anak dapat mencoba berbagai aktivitas terlebih dahulu sebelum menentukan olahraga yang ingin ditekuni lebih serius.
Jangan Lupakan Faktor Kesenangan
Olahraga anak seharusnya memberikan pengalaman yang menyenangkan. Jika anak merasa terlalu ditekan untuk menjadi hebat dalam waktu singkat, ia justru dapat kehilangan minat.
Mom/Dad dapat memberikan apresiasi terhadap proses, bukan hanya hasil. Pujilah ketika anak berani mencoba gerakan baru, mampu mengikuti instruksi, mau bekerja sama, atau tetap mencoba setelah melakukan kesalahan. Pendekatan tersebut membantu anak membangun hubungan positif dengan olahraga.
Pickleball vs Padel, Mana yang Cocok untuk Anak?
Jika pertanyaan Mom/Dad adalah mana yang paling baik untuk anak, jawabannya kembali pada karakter anak dan metode latihan.
Pickleball memiliki keunggulan dari sisi ukuran lapangan yang relatif kecil dan dapat dimainkan dalam format tunggal maupun ganda. Hal ini membuatnya fleksibel untuk berbagai bentuk latihan.
Sementara itu, padel memberikan pengalaman permainan yang berbeda karena adanya dinding. Anak dapat belajar membaca arah bola, memahami pantulan, bekerja sama dengan pasangan, dan mengambil keputusan dengan cepat.
Namun, faktor terpenting bukan sekadar memilih olahraga yang sedang populer. Yang lebih penting adalah memastikan anak mendapatkan latihan yang sesuai usia, aman, menyenangkan, dan dilakukan dengan pendampingan yang tepat.
Mom/Dad juga dapat menggunakan pendekatan bertahap. Anak tidak perlu langsung bermain dengan aturan lengkap. Pelatih dapat mengubah bentuk permainan menjadi aktivitas sederhana yang menyesuaikan kemampuan anak.
Misalnya, latihan dapat dimulai dengan mengenalkan cara memegang paddle, memukul bola secara perlahan, menjaga keseimbangan, bergerak mengikuti arah bola, dan melakukan permainan sederhana bersama teman.
Setelah koordinasi dan rasa percaya diri anak berkembang, tingkat kesulitan dapat ditingkatkan secara bertahap.
Mengapa Anak Perlu Dikenalkan pada Berbagai Olahraga?
Mengenalkan anak pada berbagai olahraga memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar mencari satu jenis olahraga favorit.
Setiap olahraga memberikan tantangan gerak yang berbeda. Ada olahraga yang lebih menekankan koordinasi tangan dan mata, ada yang membutuhkan kelincahan, sementara olahraga lainnya lebih banyak melatih keseimbangan, kekuatan, atau daya tahan.
Ketika anak mencoba berbagai aktivitas, ia memiliki kesempatan untuk mengenali kemampuan tubuhnya sendiri. Selain itu, olahraga juga dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar mengenai disiplin dan tanggung jawab. Anak belajar mengikuti instruksi, menunggu giliran, menghormati lawan, menerima kekalahan, serta menghargai keberhasilan.
Dalam olahraga berpasangan seperti padel atau permainan ganda seperti pickleball, anak juga dapat belajar bekerja sama dengan orang lain.
Hal tersebut menjadi alasan mengapa pendekatan olahraga anak sebaiknya tidak terlalu cepat mengarah pada spesialisasi. Pada usia tertentu, pengalaman mencoba berbagai aktivitas justru dapat menjadi fondasi penting sebelum anak menentukan cabang olahraga yang ingin ditekuni.
Baca juga: Perbedaan Padel dan Tenis: Olahraga yang Serupa Tapi Tak Sama
Yuk, Kenalkan Beragam Olahraga Bersama Sparks Sports Academy
Memahami pickleball vs padel dapat membantu Mom/Dad mengenali karakter dua olahraga yang semakin menarik perhatian. Pickleball unggul dengan lapangan yang relatif kecil, paddle khusus, dan permainan yang menekankan kontrol serta penempatan bola. Sementara itu, padel mempunyai lapangan yang dikelilingi dinding, permainan ganda, dan strategi yang memanfaatkan pantulan bola.
Pada akhirnya, tidak perlu terburu-buru menentukan olahraga mana yang paling unggul. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal berbagai jenis aktivitas fisik dalam suasana yang aman, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Dengan pengalaman tersebut, anak dapat menemukan olahraga yang benar-benar disukai sekaligus mengembangkan kemampuan fisik dan sosialnya.
Untuk Mom/Dad yang ingin memberikan pengalaman olahraga yang lebih beragam, Sparks Sports Academy dapat menjadi pilihan untuk mengenalkan anak pada berbagai aktivitas melalui multi sport anak. Program multi sport anak membantu anak mendapatkan pengalaman mencoba beragam olahraga dengan pendekatan yang menyenangkan sehingga kemampuan gerak, koordinasi, kerja sama, dan rasa percaya diri dapat berkembang secara bertahap. Jadi, daripada terpaku pada pilihan pickleball vs padel saja, yuk berikan kesempatan kepada Si Kecil untuk mengeksplorasi berbagai olahraga bersama Sparks Sports Academy!







