Author: Tim Sparks Sports Academy
Pernahkah Mom/Dad memanggil nama anak berkali-kali, tetapi si kecil seolah tidak mendengar? Kondisi anak tidak merespon saat dipanggil tentu dapat membuat orang tua bertanya-tanya. Apalagi jika anak terlihat mampu mendengar suara lain, tetapi tidak segera menoleh, melihat ke arah sumber suara, atau memberikan respons ketika namanya disebut.
Ringkasan Cepat
- Anak tidak merespon saat dipanggil tidak selalu berarti anak sengaja mengabaikan orang tua. Ada berbagai kemungkinan penyebab yang perlu diperhatikan.
- Fokus bermain, kelelahan, lingkungan yang bising, dan kesulitan memahami instruksi dapat membuat anak tampak tidak merespons.
- Gangguan pendengaran juga perlu dipertimbangkan, terutama jika anak tidak merespons suara lain atau mengalami keterlambatan bicara.
- Mom/Dad dapat membantu dengan memanggil anak secara jelas, mendekati posisi anak, mengurangi gangguan, serta menggunakan komunikasi yang sederhana dan konsisten.
- Jika kekhawatiran berlangsung terus-menerus atau disertai keterlambatan perkembangan lainnya, konsultasi dengan dokter atau tenaga profesional dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Dalam beberapa situasi, anak memang bisa tidak merespons karena sedang sangat fokus bermain, menonton, mengantuk, lelah, atau berada di lingkungan yang penuh suara. Namun, jika kondisi tersebut terjadi berulang kali dan disertai tanda lain dalam kemampuan komunikasi, bahasa, interaksi sosial, atau perkembangan, Mom/Dad perlu memperhatikannya dengan lebih saksama.
Penting untuk diingat bahwa satu perilaku saja tidak cukup untuk menentukan adanya masalah perkembangan tertentu. Respons anak terhadap panggilan dapat dipengaruhi banyak hal, termasuk pendengaran, kemampuan memahami bahasa, perhatian, kondisi lingkungan, hingga pola perkembangan anak. Anak yang tidak merespons nama pada usia tertentu dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan dalam pemantauan perkembangan, tetapi tanda tersebut tidak secara otomatis berarti anak mengalami kondisi tertentu.
Apa Itu Anak Kurang Merespon?
Anak kurang merespon adalah kondisi ketika anak tampak tidak memberikan reaksi yang diharapkan ketika diajak berkomunikasi, dipanggil namanya, diberikan instruksi, atau diajak berinteraksi.
Respons tersebut sebenarnya tidak harus selalu berupa jawaban verbal. Anak yang merespon dapat menunjukkan perilaku seperti menoleh, melakukan kontak mata, mendekati orang yang memanggil, tersenyum, mengangguk, memberikan gestur, atau menjalankan instruksi sederhana sesuai usia dan kemampuannya.
Oleh karena itu, ketika Mom/Dad mengatakan bahwa anak tidak merespon saat dipanggil, perhatikan bentuk respons secara keseluruhan. Apakah anak tidak menoleh sama sekali? Apakah anak menoleh tetapi tidak menjawab? Apakah anak merespons jika dipanggil dari jarak dekat tetapi tidak dari jauh? Atau justru anak hanya merespons ketika orang tua menyentuh atau menghampirinya?
Perbedaan tersebut penting karena setiap kondisi dapat memberikan informasi yang berbeda.
Respons anak berkaitan dengan proses komunikasi
Ketika Mom/Dad memanggil nama anak, sebenarnya ada beberapa proses yang terjadi. Anak perlu menerima suara melalui pendengaran, mengenali bahwa suara tersebut merupakan panggilan untuk dirinya, mengarahkan perhatian kepada orang yang berbicara, memahami maksud komunikasi, kemudian memberikan respons.
Karena melibatkan beberapa kemampuan, kesulitan pada salah satu bagian dapat membuat anak tampak tidak merespons.
Misalnya, anak mungkin sebenarnya mendengar suara Mom/Dad, tetapi sedang sangat fokus terhadap aktivitas yang dilakukan. Anak lainnya mungkin mendengar panggilan, tetapi belum memahami bahwa namanya sedang digunakan untuk menarik perhatian.
Jadi, sebaiknya Mom/Dad tidak langsung menyimpulkan bahwa anak sengaja mengabaikan panggilan.
Tidak semua anak memiliki pola respons yang sama
Setiap anak memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Ada anak yang spontan menoleh ketika namanya dipanggil, sementara anak lain membutuhkan waktu lebih lama untuk mengalihkan perhatian.
Faktor usia juga penting. Ekspektasi terhadap respons bayi tentu berbeda dengan balita atau anak usia prasekolah.
Karena itu, penilaian sebaiknya mempertimbangkan usia anak, kemampuan bahasa, perkembangan sosial, pendengaran, serta perilaku anak dalam berbagai situasi.
Tanda-Tanda Anak Kurang Merespon yang Wajib Diwaspadai
Sesekali tidak menoleh ketika dipanggil bukan berarti selalu menunjukkan masalah. Namun, ada beberapa pola yang sebaiknya diperhatikan Mom/Dad, terutama jika terjadi secara konsisten.
1. Sering tidak menoleh ketika namanya dipanggil
Jika Mom/Dad memanggil nama anak dari jarak dekat dalam suasana yang tenang, tetapi anak sering tidak menunjukkan reaksi, catat frekuensinya. Perhatikan pula apakah anak merespons ketika dipanggil oleh orang lain atau hanya oleh orang tertentu.
2. Lebih mudah merespons suara daripada panggilan nama
Misalnya, anak langsung menoleh ketika mendengar suara benda jatuh, musik favorit, atau suara televisi, tetapi tidak bereaksi ketika namanya dipanggil. Pola seperti ini sebaiknya diamati bersama tanda perkembangan lainnya.
3. Tidak mengikuti instruksi sederhana
Selain respons terhadap nama, perhatikan kemampuan mengikuti instruksi yang sesuai usia.
Contohnya, anak tidak menunjukkan respons ketika diminta mengambil benda yang dikenalnya, datang kepada Mom/Dad, atau melakukan aktivitas sederhana yang sudah biasa dilakukan.
Namun, perlu dibedakan antara tidak memahami instruksi dan tidak mau melakukannya. Keduanya dapat terlihat serupa tetapi memiliki penyebab berbeda.
4. Tidak banyak menggunakan gestur atau komunikasi nonverbal
Respons komunikasi tidak hanya berupa kata-kata. Anak juga dapat menggunakan menunjuk, melambaikan tangan, mengangguk, menggeleng, menunjukkan benda, atau menggunakan ekspresi wajah. Jika respons nonverbal juga tampak terbatas, Mom/Dad dapat mencatatnya sebagai bagian dari pemantauan perkembangan.
5. Tidak merespons suara pelan
Perhatikan apakah anak dapat mengenali suara dengan volume normal maupun pelan.
Gangguan pendengaran terkadang dapat terlihat seperti anak tidak memperhatikan atau mengabaikan panggilan. Anak dengan gangguan pendengaran dapat mengalami kondisi seperti tidak mengikuti arahan atau tidak merespons panggilan, yang terkadang disalahartikan sebagai masalah perhatian.
6. Kemampuan komunikasi tampak tertinggal
Jika anak juga mengalami keterlambatan bicara, kesulitan memahami bahasa, atau kesulitan melakukan interaksi dua arah, sebaiknya Mom/Dad tidak hanya mengamati respons terhadap panggilan.
Perkembangan anak sebaiknya dilihat secara menyeluruh, termasuk kemampuan bermain, belajar, berbicara, bergerak, dan berinteraksi.
7. Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai
Perubahan kemampuan juga perlu diperhatikan. Misalnya, sebelumnya anak sering menoleh ketika dipanggil, tetapi kemudian semakin jarang merespons dan mengalami perubahan pada kemampuan komunikasi lainnya.
Dalam kondisi seperti ini, Mom/Dad sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang sesuai.
Baca juga: 10 Ciri Ciri Anak Autis yang Harus Diketahui Orang Tua Sejak Awal
Penyebab Anak Tidak Merespon saat Dipanggil
Ada banyak alasan mengapa anak tidak merespon saat dipanggil. Berikut beberapa kemungkinan yang dapat diperhatikan.
1. Anak sedang fokus bermain
Anak yang sedang melakukan aktivitas yang sangat menarik baginya dapat memiliki perhatian yang kuat terhadap satu kegiatan.
Ketika sedang menyusun balok, menggambar, bermain mobil-mobilan, atau menyelesaikan permainan, anak mungkin tidak langsung menoleh ketika dipanggil.
Kondisi seperti ini dapat terjadi sesekali dan belum tentu menunjukkan masalah.
Mom/Dad dapat menguji respons anak dengan menghentikan aktivitas sejenak, mendekati anak, menyebut namanya dengan jelas, kemudian memberikan instruksi sederhana.
2. Lingkungan terlalu ramai
Suara televisi, percakapan orang lain, musik, kendaraan, atau suara mainan dapat membuat anak kesulitan memusatkan perhatian pada satu suara. Cobalah memanggil anak dalam suasana yang lebih tenang. Jika responsnya jauh lebih baik, kemungkinan lingkungan memiliki pengaruh terhadap kemampuan anak memusatkan perhatian.
3. Anak sedang lelah atau mengantuk
Kondisi fisik juga berpengaruh. Anak yang kurang tidur, lapar, terlalu banyak aktivitas, atau sedang tidak nyaman dapat lebih sulit memberikan respons. Karena itu, jangan hanya mengamati anak ketika sedang lelah. Bandingkan responsnya ketika anak dalam kondisi segar dan nyaman.
4. Anak belum memahami bahwa namanya adalah panggilan untuk dirinya
Pada tahap perkembangan tertentu, anak masih belajar menghubungkan kata, nama, dan konteks komunikasi. Mom/Dad dapat membangun hubungan tersebut melalui penggunaan nama secara konsisten. Misalnya, panggil nama anak terlebih dahulu, tunggu sampai ia menoleh, lalu sampaikan pesan singkat.
5. Anak mengalami kesulitan memusatkan perhatian
Beberapa anak membutuhkan waktu lebih lama untuk mengalihkan perhatian dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Daripada memanggil dari ruangan berbeda berkali-kali, Mom/Dad dapat mendekati anak, berada dalam bidang pandangnya, kemudian memanggil namanya.
6. Gangguan pendengaran
Ini merupakan salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan.
Gangguan pendengaran pada anak dapat memengaruhi perkembangan bicara, bahasa, dan kemampuan sosial. Tanda yang perlu diperhatikan antara lain tidak merespons suara tertentu, tidak mengikuti instruksi, bicara terlambat, atau tampak mendengar beberapa suara tetapi tidak suara lainnya.
Bahkan anak yang sebelumnya pernah lolos pemeriksaan pendengaran tetap perlu diperhatikan jika kemudian muncul kekhawatiran baru. Bagi orang tua yang mencurigai gangguan pendengaran disarankan untuk meminta pemeriksaan pendengaran sesegera mungkin.
7. Kesulitan memahami bahasa
Anak mungkin mendengar panggilan dengan baik tetapi belum memahami pesan yang disampaikan.
Misalnya, ketika Mom/Dad berkata, “Tolong ambil sepatu dan taruh di dekat pintu,” anak mungkin tidak merespons karena instruksi terlalu panjang atau belum sesuai dengan kemampuan pemahamannya.
Cobalah menggunakan kalimat pendek dan konkret.
8. Perbedaan dalam perkembangan komunikasi sosial
Respons terhadap nama juga berkaitan dengan kemampuan interaksi sosial. Tidak merespons nama pada usia 9 bulan sebagai salah satu karakteristik yang dapat muncul pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD), tetapi karakteristik tersebut dapat ditemukan pada orang yang tidak memiliki ASD. Karena itu, satu tanda saja tidak dapat digunakan untuk menentukan diagnosis.
Jika anak juga menunjukkan pola lain, seperti kesulitan interaksi sosial, keterlambatan bahasa, perilaku repetitif, atau respons sensorik yang berbeda, Mom/Dad dapat mendiskusikannya dengan dokter.
9. Kondisi telinga tertentu
Masalah pada telinga, termasuk adanya cairan di telinga tengah, dapat memengaruhi pendengaran.
Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, otitis media with effusion dapat membuat pendengaran menjadi lebih sulit pada anak.
Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan profesional lebih tepat daripada mencoba menentukan penyebab hanya berdasarkan perilaku sehari-hari.
Tips Menangani Anak Tidak Merespon saat Dipanggil
Setelah mengetahui berbagai kemungkinan penyebabnya, Mom/Dad dapat mencoba beberapa strategi sederhana di rumah.
1. Panggil nama anak dengan jelas
Gunakan nama anak sebelum menyampaikan pesan. Hindari memanggil berkali-kali dari jarak jauh.
Contohnya:
“Raka.”
Tunggu sebentar sampai anak memberikan respons.
Setelah anak menoleh, lanjutkan:
“Raka, yuk simpan mobilnya.”
Cara ini membantu anak memahami bahwa penyebutan namanya berkaitan dengan komunikasi yang akan diberikan.
2. Dekati anak sebelum berbicara
Jika anak sedang bermain, berjalanlah mendekat. Posisikan tubuh agar berada dalam bidang pandang anak, lalu panggil namanya. Cara tersebut sering kali lebih efektif daripada memanggil anak dari ruangan lain.
3. Kurangi gangguan di sekitar
Matikan televisi jika tidak sedang digunakan, kurangi suara musik, dan jauhkan mainan yang terlalu menarik perhatian ketika Mom/Dad sedang ingin berkomunikasi. Lingkungan yang lebih tenang membuat anak lebih mudah memperhatikan suara dan instruksi.
4. Gunakan kalimat pendek
Hindari instruksi panjang, terutama ketika anak masih kecil.
Daripada mengatakan:
“Adik, ayo sekarang ambil mainannya, kemudian masukkan semuanya ke dalam kotak karena sebentar lagi kita mau makan.”
Cobalah membaginya menjadi beberapa tahap:
“Adik, ambil mainannya.”
Setelah selesai:
“Masukkan ke kotak.”
Instruksi yang lebih sederhana dapat membantu anak memahami apa yang diharapkan.
5. Berikan waktu untuk merespons
Jangan langsung mengulang nama anak berkali-kali. Berikan beberapa detik agar anak memiliki kesempatan menghentikan aktivitas, memproses suara, kemudian memberikan respons.
6. Gunakan permainan untuk melatih respons
Latihan tidak harus selalu terasa seperti aktivitas belajar formal. Mom/Dad dapat membuat permainan sederhana.
Misalnya, duduk berhadapan dengan anak. Panggil namanya. Ketika anak menoleh, berikan senyum atau respons positif.
Setelah itu, lakukan permainan bergantian seperti melempar bola, memasukkan benda ke wadah, atau mengikuti instruksi sederhana.
Tujuannya bukan memaksa anak selalu menoleh, melainkan membangun pengalaman bahwa komunikasi dengan orang lain dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan.
7. Berikan apresiasi ketika anak merespons
Ketika anak menoleh atau mengikuti instruksi, berikan respons positif.
Misalnya:
“Bagus, kamu dengar Mom.”
“Terima kasih sudah melihat Dad.”
Pujian yang spesifik membantu anak memahami perilaku apa yang mendapatkan respons positif.
8. Amati respons anak dalam situasi berbeda
Mom/Dad dapat membuat catatan sederhana selama beberapa hari.
Perhatikan:
- Apakah anak merespons ketika dipanggil dari jarak dekat?
- Apakah anak merespons suara pelan?
- Apakah anak merespons orang lain?
- Apakah anak merespons ketika tidak sedang bermain?
- Apakah anak mengikuti instruksi sederhana?
- Apakah anak menggunakan gestur?
- Bagaimana kemampuan bicaranya?
- Apakah ada perubahan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki?
Catatan tersebut dapat membantu Mom/Dad melihat pola secara lebih objektif.
9. Jangan langsung memarahi anak
Ketika anak tidak merespons, hindari langsung mengatakan bahwa anak “nakal”, “tidak mau dengar”, atau “sengaja mengabaikan”. Jika penyebabnya adalah pendengaran, kesulitan perhatian, kemampuan bahasa, atau faktor perkembangan lainnya, hukuman tidak menyelesaikan akar masalah.
Gunakan pendekatan yang tenang dan konsisten.
10. Berikan stimulasi yang melibatkan banyak kemampuan
Aktivitas bermain dapat menjadi sarana untuk membantu anak mengembangkan perhatian, koordinasi, kemampuan mengikuti arahan, komunikasi, serta respons terhadap lingkungan.
Permainan yang melibatkan gerakan tubuh, suara, sentuhan, keseimbangan, dan interaksi dengan orang lain dapat menjadi bagian dari aktivitas stimulasi sesuai usia anak.
Namun, stimulasi bukan pengganti pemeriksaan medis atau evaluasi perkembangan apabila memang terdapat kekhawatiran.
11. Periksa pendengaran jika ada tanda yang mengarah ke masalah pendengaran
Jika anak sering tidak merespons panggilan, terutama ketika berada dalam suasana tenang, tetapi tampak merespons jenis suara tertentu, pertimbangkan untuk memeriksakan pendengarannya.
Pemeriksaan pendengaran dapat membantu memastikan apakah anak benar-benar menerima suara dengan baik. Orang tua mencurigai gangguan pendengaran, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.
12. Konsultasikan perkembangan anak jika kekhawatiran menetap
Jika anak tidak merespon saat dipanggil secara konsisten dan kondisi tersebut disertai keterlambatan bahasa, kesulitan interaksi, tidak mengikuti instruksi, atau tanda perkembangan lainnya, Mom/Dad sebaiknya membicarakannya dengan dokter.
Pemantauan perkembangan dilakukan dengan melihat berbagai kemampuan anak dari waktu ke waktu. Jika terdapat kekhawatiran, dokter dapat menentukan apakah anak membutuhkan pemeriksaan atau evaluasi lebih lanjut.
Kapan anak perlu segera diperiksakan?
Tidak ada satu batasan sederhana yang dapat digunakan untuk semua anak. Namun, Mom/Dad sebaiknya lebih proaktif apabila anak:
- hampir selalu tidak merespons ketika dipanggil;
- tidak merespons suara lain;
- tampak hanya merespons suara yang sangat keras;
- mengalami keterlambatan bicara atau bahasa;
- sulit mengikuti instruksi sederhana sesuai usianya;
- menunjukkan perubahan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai;
- memiliki kesulitan komunikasi sosial lainnya;
- atau Mom/Dad memiliki kekhawatiran yang terus berulang mengenai perkembangannya.
Orang tua disarankan untuk membicarakan kekhawatiran perkembangan dengan dokter dan meminta developmental screening jika diperlukan. Pemeriksaan skrining bukan diagnosis, tetapi dapat membantu menentukan apakah anak memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Baca juga: Kenali 10 Ciri Anak Speech Delay dan Cara Mengatasinya
Yuk, Dukung Respons dan Perkembangan Anak Bersama Aktivitas Sensorinya
Anak tidak merespon saat dipanggil dapat terjadi karena berbagai alasan. Anak mungkin sedang terlalu fokus bermain, lelah, berada di lingkungan yang ramai, belum memahami instruksi, atau memiliki kebutuhan yang perlu diperhatikan lebih lanjut seperti pemeriksaan pendengaran dan perkembangan. Karena itu, Mom/Dad sebaiknya mengamati pola perilaku anak secara menyeluruh, bukan hanya satu kejadian.
Di rumah, Mom/Dad dapat membantu dengan menciptakan komunikasi yang lebih jelas dan menyenangkan. Panggil nama anak dengan jelas, dekati anak ketika berbicara, kurangi gangguan, gunakan instruksi singkat, berikan waktu untuk merespons, dan apresiasi ketika anak memberikan respons. Jika kekhawatiran terus berlangsung atau muncul bersama tanda perkembangan lainnya, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter atau tenaga profesional yang sesuai. Pemantauan dan tindakan lebih awal dapat membantu kebutuhan anak dikenali dengan lebih baik.
Selain stimulasi yang dilakukan bersama keluarga, Mom/Dad juga dapat memberikan pengalaman bermain yang mendukung eksplorasi dan perkembangan berbagai kemampuan anak melalui kelas sensori anak di Sparks Sports Academy. Aktivitas yang dirancang secara menyenangkan dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan, bergerak, bermain, dan berinteraksi sesuai tahap perkembangannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa anak tidak merespon saat dipanggil?
Anak tidak merespon saat dipanggil dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Anak mungkin sedang fokus bermain, lelah, mengantuk, berada di lingkungan yang ramai, atau belum memahami bahwa panggilan tersebut ditujukan kepadanya. Namun, jika terjadi terus-menerus, Mom/Dad perlu memperhatikan kemungkinan adanya gangguan pendengaran, kesulitan memahami bahasa, atau aspek perkembangan lainnya.
Apakah anak tidak merespon saat dipanggil berarti mengalami gangguan pendengaran?
Belum tentu. Anak dapat tidak merespons karena banyak alasan, termasuk sedang fokus pada aktivitas tertentu. Namun, apabila anak juga tidak merespons suara lain, tidak mengikuti instruksi, atau tampak hanya bereaksi terhadap suara yang sangat keras, pemeriksaan pendengaran dapat dipertimbangkan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Bagaimana cara melatih anak agar merespon ketika dipanggil?
Mom/Dad dapat memanggil nama anak dengan jelas, mendekatinya, mengurangi suara yang mengganggu, lalu memberikan waktu beberapa detik untuk merespons. Ketika anak menoleh atau memberikan respons, berikan pujian positif. Latihan juga dapat dilakukan melalui permainan sederhana yang melibatkan komunikasi dan interaksi secara menyenangkan.
Apakah wajar jika anak tidak merespon ketika sedang bermain?
Sesekali hal tersebut dapat terjadi, terutama ketika anak sangat fokus pada permainan yang menarik. Namun, Mom/Dad perlu melihat pola secara keseluruhan. Jika anak tetap tidak merespons meskipun suasana tenang, jaraknya dekat, dan tidak sedang fokus pada aktivitas tertentu, sebaiknya kondisi tersebut diamati lebih lanjut.
Kapan anak yang tidak merespon saat dipanggil perlu diperiksakan?
Mom/Dad sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga profesional apabila anak sering tidak merespons secara konsisten, terutama jika disertai keterlambatan bicara, sulit mengikuti instruksi, tidak merespons suara lain, mengalami kesulitan berinteraksi, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai.
Apakah anak yang tidak merespon namanya selalu mengalami autisme?
Tidak. Tidak merespons nama merupakan salah satu tanda perkembangan yang dapat ditemukan pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD), tetapi tanda tersebut tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Penilaian perlu melihat berbagai aspek perkembangan anak, termasuk komunikasi, interaksi sosial, perilaku, dan kemampuan lainnya.
Apakah kelas sensori dapat membantu perkembangan anak yang kurang merespon?
Kelas sensori dapat menjadi salah satu bentuk aktivitas stimulasi yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi gerakan, lingkungan, dan berbagai pengalaman sensorik secara menyenangkan. Namun, kelas sensori bukan pengganti pemeriksaan medis atau evaluasi perkembangan. Mom/Dad dapat mempertimbangkan kelas sensori anak di Sparks Sports Academy sebagai bagian dari aktivitas bermain dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.







