Formasi Bertahan dalam Sepak Bola yang Efektif di Era Modern

Formasi Bertahan dalam Sepak Bola yang Efektif di Era Modern

Table of Contents

Dalam permainan sepak bola, mencetak gol memang menjadi tujuan utama, tetapi memiliki pertahanan yang kuat sama pentingnya. Tim yang mampu mengorganisasi lini belakang dengan baik akan lebih mudah mengendalikan pertandingan, mengurangi peluang lawan, dan menjaga keunggulan hingga peluit akhir. Karena itu, memahami formasi bertahan dalam speak bola menjadi salah satu hal penting bagi pemain, pelatih, maupun orang tua yang ingin mengenalkan taktik sepak bola kepada anak.

Seiring perkembangan sepak bola modern, strategi bertahan tidak lagi sekadar menempatkan banyak pemain di area belakang. Pertahanan membutuhkan koordinasi, komunikasi, kemampuan membaca permainan, serta pemahaman kapan harus melakukan pressing, kapan menutup ruang, dan kapan melakukan transisi. Bahkan formasi yang terlihat bertahan dapat berubah menjadi pola menyerang ketika tim berhasil merebut bola. Inilah yang membuat strategi pertahanan modern semakin menarik untuk dipelajari.

Apa Itu Formasi Bertahan dalam Sepak Bola?

Formasi bertahan adalah susunan posisi pemain yang digunakan sebuah tim untuk mengantisipasi serangan lawan sekaligus menjaga area permainan agar tidak mudah ditembus. Formasi menentukan bagaimana pemain belakang, gelandang, dan penyerang menjalankan tugas ketika tim kehilangan penguasaan bola.

Dalam praktiknya, formasi bertahan tidak selalu berarti seluruh pemain berdiri di dekat kotak penalti. Sebuah tim dapat bertahan dari area depan dengan melakukan high pressing, bertahan di lini tengah menggunakan mid block, atau menunggu lawan di area sendiri melalui low block.

Jadi, formasi dan strategi pertahanan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Formasi memberikan kerangka posisi, sedangkan strategi menentukan bagaimana pemain bergerak berdasarkan situasi pertandingan.

Aturan dasar pertandingan sepak bola sendiri ditetapkan melalui Laws of the Game yang diterbitkan oleh International Football Association Board atau IFAB.

Mengapa Formasi Bertahan Penting dalam Sepak Bola?

Pertahanan yang baik tidak hanya bertujuan menghentikan gol. Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh ketika sebuah tim memahami formasi bertahan dengan tepat.

1. Membatasi Ruang Gerak Lawan

Salah satu prinsip penting dalam bertahan adalah mengurangi ruang yang dapat digunakan pemain lawan. Semakin sedikit ruang yang tersedia, semakin sulit bagi lawan melakukan umpan, menggiring bola, atau mencari posisi untuk menembak.

Pemain perlu menjaga jarak antarlini agar tidak muncul celah besar. Jika bek terlalu jauh dari gelandang, misalnya, pemain lawan dapat memanfaatkan area di antara kedua lini tersebut.

2. Menjaga Keseimbangan Tim

Formasi bertahan membantu tim tetap terorganisasi ketika kehilangan bola. Setiap pemain mengetahui area yang harus dijaga sehingga tidak semua pemain mengejar bola secara bersamaan.

Keseimbangan ini sangat penting karena satu pemain yang meninggalkan posisinya tanpa koordinasi dapat membuka ruang bagi lawan.

3. Memudahkan Transisi

Sepak bola modern sangat bergantung pada transisi. Setelah kehilangan bola, tim harus segera beralih dari menyerang ke bertahan. Sebaliknya, setelah merebut bola, pemain harus mampu mengubah posisi untuk membangun serangan.

Formasi yang terorganisasi membuat proses transisi tersebut menjadi lebih cepat dan efektif.

4. Mengurangi Risiko Kebobolan

Semakin baik koordinasi pertahanan, semakin kecil peluang lawan mendapatkan kesempatan bersih di depan gawang. Pemain dapat saling memberikan perlindungan ketika salah satu rekan keluar dari posisinya untuk menghadapi lawan.

Jenis Formasi Bertahan dalam Sepak Bola

Ada berbagai formasi yang dapat digunakan untuk membangun pertahanan. Tidak ada satu formasi yang selalu paling baik untuk semua tim. Pemilihannya bergantung pada karakter pemain, gaya bermain, kualitas lawan, dan strategi pelatih.

Formasi 4-4-2

Formasi 4-4-2 merupakan salah satu susunan yang paling mudah dipahami. Tim terdiri dari empat pemain belakang, empat gelandang, dan dua penyerang.

Ketika bertahan, empat gelandang dapat membentuk garis yang rapat di depan empat bek. Pola ini membuat area tengah relatif mudah dikontrol apabila pemain mampu menjaga jarak dengan baik.

Keunggulan 4-4-2 adalah kesederhanaannya. Pemain memiliki struktur yang jelas dan dapat bekerja sama untuk menutup jalur umpan lawan.

Formasi ini juga memungkinkan tim melakukan serangan balik dengan cepat karena dua penyerang tetap tersedia di depan.

Namun, 4-4-2 membutuhkan kerja keras dari pemain sayap. Mereka harus membantu bek ketika lawan menyerang melalui sisi lapangan. Jika pemain sayap terlalu tinggi dan tidak kembali, bek sayap dapat menghadapi situasi dua lawan satu.

Formasi 4-5-1

Formasi 4-5-1 menempatkan empat bek, lima gelandang, dan satu penyerang. Struktur ini memberikan kepadatan lebih besar di lini tengah.

Dengan lima pemain di tengah, tim dapat mempersempit ruang permainan lawan. Formasi ini cocok digunakan ketika tim ingin mengontrol area tengah sekaligus mengurangi kesempatan lawan memainkan bola dengan bebas.

Kekurangannya adalah penyerang dapat menjadi terlalu terisolasi jika lini tengah tidak memberikan dukungan. Karena itu, pemain gelandang harus mampu bergerak maju ketika tim mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik.

Formasi 4-3-3

Formasi 4-3-3 sering dikaitkan dengan sepak bola menyerang, tetapi sebenarnya juga dapat menjadi struktur pertahanan yang efektif.

Ketika kehilangan bola, tiga pemain depan dapat memberikan tekanan kepada lawan. Tiga gelandang kemudian membantu menutup area tengah, sementara empat bek menjaga area belakang.

Dalam sistem modern, formasi ini dapat berubah menjadi bentuk yang berbeda saat bertahan. Salah satu pemain sayap bisa turun membantu lini tengah sehingga struktur menjadi lebih padat.

Keunggulan utama 4-3-3 adalah kemampuan melakukan pressing sejak area depan. Namun, strategi ini membutuhkan pemain dengan stamina, kecepatan, dan pemahaman posisi yang baik.

Formasi 3-5-2

Formasi 3-5-2 menggunakan tiga bek tengah, lima pemain di lini tengah, dan dua penyerang.

Dalam fase bertahan, pemain sayap yang berada di posisi wing-back dapat turun membentuk lima pemain belakang. Dengan demikian, struktur pertahanan bisa berubah menjadi 5-3-2.

Perubahan tersebut memberikan perlindungan tambahan di sisi lapangan. Bek tengah juga memiliki lebih banyak dukungan ketika lawan mencoba masuk melalui area sayap.

Namun, pemain wing-back harus memiliki stamina tinggi karena bertugas membantu pertahanan sekaligus mendukung serangan.

Formasi 5-3-2

Formasi 5-3-2 sering digunakan ketika sebuah tim ingin memiliki pertahanan yang lebih kokoh. Lima pemain di lini belakang memberikan banyak opsi untuk menutup ruang di sekitar kotak penalti.

Tiga gelandang di depan pertahanan dapat mempersempit area tengah, sementara dua penyerang tetap menjadi ancaman ketika tim mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik.

Formasi ini sangat bergantung pada kemampuan pemain sayap. Ketika bertahan, mereka harus turun membantu. Ketika menyerang, mereka harus bergerak maju agar tim tidak terlalu pasif.

Formasi 5-4-1

Jika sebuah tim ingin memperkuat pertahanan secara maksimal, 5-4-1 dapat menjadi pilihan.

Lima bek menjaga area belakang, empat gelandang membentuk lapisan perlindungan berikutnya, sedangkan satu penyerang berada di depan.

Struktur ini dapat membuat lawan kesulitan menemukan ruang di sekitar kotak penalti. Namun, ada risiko tim terlalu dalam dan kehilangan kemampuan untuk memberikan tekanan kepada lawan.

Karena itu, penggunaan 5-4-1 harus disertai rencana untuk keluar dari tekanan setelah berhasil merebut bola.

Baca juga: Cara Menahan Bola dalam Permainan Sepak Bola

Perbedaan Formasi Bertahan dan Strategi Bertahan

Mom/Dad perlu memahami bahwa formasi tidak sama dengan strategi.

Formasi adalah susunan awal pemain, sedangkan strategi bertahan menggambarkan cara pemain bergerak ketika menghadapi serangan.

Sebagai contoh, tim yang menggunakan 4-3-3 dapat melakukan high pressing. Namun, tim lain dengan formasi yang sama dapat memilih bertahan lebih dalam.

Artinya, dua tim dengan formasi yang identik dapat memiliki cara bermain yang sangat berbeda.

Beberapa strategi bertahan yang populer antara lain high block, mid block, low block, man marking, dan zonal marking.

High Pressing dalam Pertahanan Modern

High pressing adalah strategi memberikan tekanan kepada lawan sejak area permainan mereka. Tujuannya bukan hanya merebut bola, tetapi juga memaksa lawan melakukan kesalahan.

Strategi ini membutuhkan koordinasi seluruh tim. Penyerang memberikan tekanan kepada bek lawan, sementara gelandang bergerak menutup pilihan umpan.

Jika hanya satu pemain yang melakukan tekanan sementara pemain lain diam, lawan justru dapat menemukan ruang kosong.

Karena itu, high pressing membutuhkan pemahaman kolektif. Pemain harus mengetahui kapan bergerak, siapa yang ditekan, dan area mana yang harus ditutup.

Mid Block untuk Mengontrol Area Tengah

Mid block merupakan strategi bertahan dengan menunggu lawan di area tengah. Tim tidak terlalu agresif mengejar lawan di wilayah pertahanan lawan, tetapi juga tidak langsung mundur ke dekat gawang.

Strategi ini dapat memberikan keseimbangan antara pertahanan dan peluang melakukan serangan balik.

Gelandang memegang peranan penting karena harus menjaga jarak dengan lini belakang. Jika terlalu jauh, lawan bisa masuk melalui area tengah. Jika terlalu dekat, tim akan kesulitan memberikan tekanan di area yang lebih tinggi.

Low Block untuk Memperkuat Area Pertahanan

Low block dilakukan dengan menempatkan sebagian besar pemain di area pertahanan sendiri. Tujuannya adalah mempersempit ruang di sekitar kotak penalti.

Strategi ini sering digunakan ketika menghadapi lawan yang memiliki kemampuan menyerang sangat baik atau ketika sebuah tim ingin mempertahankan keunggulan.

Namun, low block bukan berarti hanya menunggu. Pemain tetap perlu menentukan kapan harus keluar menekan dan bagaimana melakukan serangan balik setelah bola berhasil direbut.

Zonal Marking dan Man Marking

Selain menentukan formasi, pelatih juga harus memilih metode penjagaan.

Zonal Marking

Dalam zonal marking, pemain bertanggung jawab terhadap area tertentu. Ketika lawan masuk ke area tersebut, pemain bertugas memberikan tekanan.

Kelebihan metode ini adalah struktur pertahanan lebih terjaga. Pemain tidak harus terus mengikuti satu lawan ke seluruh lapangan.

Man Marking

Dalam man marking, pemain memiliki tanggung jawab lebih spesifik terhadap pemain lawan tertentu.

Metode ini dapat efektif untuk mengurangi pengaruh pemain lawan yang sangat berbahaya. Namun, pemain harus memiliki konsentrasi tinggi agar tidak kehilangan penjagaan.

Pada sepak bola modern, kedua pendekatan tersebut juga dapat dikombinasikan sesuai situasi pertandingan.

Peran Setiap Posisi dalam Formasi Bertahan

Formasi yang baik tidak akan berjalan tanpa pemahaman tugas setiap pemain.

Penjaga Gawang

Penjaga gawang bukan hanya bertugas menghentikan tembakan. Dalam sepak bola modern, penjaga gawang juga dapat membantu mengatur garis pertahanan dan menjadi opsi umpan ketika tim membangun permainan dari belakang.

Komunikasi dengan bek sangat penting, terutama ketika menghadapi umpan silang atau bola di belakang garis pertahanan.

Bek Tengah

Bek tengah menjadi pusat pertahanan. Mereka bertugas menjaga penyerang lawan, memenangkan duel, membaca arah bola, dan memberikan perlindungan kepada rekan setim.

Bek tengah juga harus memahami kapan perlu maju untuk melakukan intersepsi dan kapan tetap menjaga posisi.

Bek Sayap

Bek sayap bertugas menjaga area sisi lapangan. Dalam sepak bola modern, perannya semakin kompleks karena harus terlibat dalam pertahanan sekaligus membantu serangan.

Kemampuan berlari, membaca situasi, dan menentukan waktu untuk maju sangat penting bagi posisi ini.

Gelandang Bertahan

Gelandang bertahan menjadi penghubung antara lini belakang dan lini tengah. Pemain di posisi ini harus mampu membaca arah serangan lawan serta menutup ruang di depan bek.

Selain merebut bola, gelandang bertahan juga dapat memulai serangan setelah mendapatkan penguasaan bola.

Penyerang

Penyerang juga memiliki peran dalam bertahan. Ketika tim kehilangan bola, mereka dapat memberikan tekanan awal kepada bek lawan.

Penyerang yang aktif melakukan pressing dapat membantu tim memaksa lawan membuat kesalahan sebelum serangan berkembang.

Prinsip Penting dalam Formasi Bertahan

Ada beberapa prinsip yang perlu dipahami agar formasi bertahan dapat bekerja secara efektif.

Menjaga Jarak Antarpemain

Jarak antarpemain harus cukup dekat agar dapat saling membantu. Namun, pemain juga tidak boleh terlalu berdekatan karena hal tersebut dapat membuat sisi lapangan terbuka.

Keseimbangan jarak merupakan salah satu kunci pertahanan modern.

Menutup Jalur Umpan

Pemain bertahan sebaiknya tidak hanya fokus pada bola. Mereka juga harus memperhatikan posisi pemain lawan.

Menutup jalur umpan dapat membuat lawan kehilangan pilihan dan memaksanya mengirim bola ke area yang kurang berbahaya.

Melakukan Cover

Ketika seorang pemain keluar dari posisinya untuk menghadapi lawan, pemain lain harus memberikan perlindungan.

Prinsip ini disebut cover. Tanpa perlindungan, lawan dapat melewati pemain pertama dan langsung menemukan ruang terbuka.

Mempertahankan Compactness

Compactness berarti menjaga struktur tim tetap rapat sehingga ruang antarlini tidak terlalu besar.

Tim yang mampu menjaga struktur akan lebih sulit ditembus melalui umpan pendek maupun kombinasi cepat.

Komunikasi

Pertahanan membutuhkan komunikasi konstan. Bek perlu memberi informasi kepada rekan tentang posisi lawan, pemain yang datang dari belakang, dan ruang yang harus ditutup.

Komunikasi sederhana tetapi konsisten dapat meningkatkan koordinasi sebuah tim.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Bertahan

Memahami kesalahan juga penting bagi pemain muda yang sedang belajar sepak bola.

  • Terlalu Fokus Mengejar Bola: Kesalahan umum adalah semua pemain mengejar bola tanpa memperhatikan posisi. Akibatnya, area lain menjadi kosong dan dapat dimanfaatkan lawan.
  • Garis Pertahanan Terlalu Terpisah: Jika jarak antara bek dan gelandang terlalu jauh, lawan dapat menerima bola dengan bebas di area tengah.
  • Bek Terlalu Cepat Keluar Posisi: Bek yang terlalu agresif meninggalkan posisinya dapat membuka ruang di belakang. Karena itu, keputusan untuk maju harus mempertimbangkan posisi rekan setim.
  • Tidak Melakukan Komunikasi: Kurangnya komunikasi dapat menyebabkan dua pemain menjaga pemain yang sama, sementara pemain lawan lainnya justru tidak terpantau.
  • Terlambat Melakukan Transisi: Ketika kehilangan bola, beberapa detik pertama sangat penting. Jika pemain terlambat kembali ke posisi, lawan dapat melakukan serangan balik dengan cepat.

Bagaimana Memilih Formasi Bertahan yang Tepat?

Tidak ada formasi yang cocok untuk semua kondisi. Pelatih perlu mempertimbangkan beberapa faktor.

Pertama adalah karakter pemain. Jika tim memiliki bek sayap dengan stamina tinggi, formasi yang memanfaatkan area sayap dapat menjadi pilihan.

Kedua adalah kualitas lawan. Menghadapi tim yang kuat di tengah membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan menghadapi tim yang mengandalkan serangan dari sisi lapangan.

Ketiga adalah kemampuan pemain memahami instruksi. Formasi yang terlihat sederhana dapat menjadi rumit apabila pemain belum memahami pergerakan tanpa bola.

Keempat adalah kondisi pertandingan. Tim yang sedang mengejar kemenangan mungkin menggunakan pendekatan lebih agresif, sedangkan tim yang sedang mempertahankan keunggulan dapat memilih struktur lebih aman.

Latihan untuk Meningkatkan Kemampuan Bertahan Anak

Bagi Mom/Dad yang ingin memperkenalkan konsep pertahanan kepada anak, latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan menyenangkan.

  • Latihan Menjaga Posisi: Anak dapat berlatih mempertahankan posisi dalam kelompok kecil. Pelatih memberikan instruksi untuk bergerak mengikuti arah bola tanpa meninggalkan area yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Latihan 1 Lawan 1: Latihan satu lawan satu membantu anak memahami cara menghadapi lawan secara langsung. Anak dapat belajar menjaga jarak, membaca gerakan, dan menentukan waktu yang tepat untuk merebut bola.
  • Latihan 2 Lawan 2: Latihan dua lawan dua mulai mengenalkan konsep kerja sama pertahanan. Anak belajar bahwa ketika satu pemain memberikan tekanan, pemain lain harus memberikan perlindungan.
  • Permainan Area Kecil: Small-sided game sangat baik untuk mengembangkan pemahaman taktik. Lapangan yang lebih kecil membuat anak lebih sering terlibat dalam situasi menyerang dan bertahan.

Selain kemampuan teknis, latihan seperti ini juga membantu anak meningkatkan kemampuan mengambil keputusan.

Formasi Bertahan dalam Sepak Bola Modern Tidak Selalu Kaku

Salah satu karakteristik sepak bola modern adalah fleksibilitas. Pemain tidak selalu berada dalam bentuk formasi yang sama sepanjang pertandingan.

Contohnya, tim dapat memulai pertandingan dengan 4-3-3 ketika menguasai bola. Saat kehilangan bola, salah satu pemain sayap turun sehingga struktur berubah menjadi 4-4-2.

Contoh lain adalah formasi 3-5-2 yang berubah menjadi 5-3-2 ketika tim berada dalam fase bertahan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa formasi bertahan dalam speak bola lebih tepat dipahami sebagai sistem pergerakan daripada sekadar angka di papan strategi.

Tips Mengajarkan Taktik Bertahan kepada Anak

Mom/Dad tidak perlu langsung mengajarkan istilah taktik yang terlalu rumit kepada anak. Mulailah dengan konsep sederhana seperti menjaga posisi, melihat bola dan lawan, bekerja sama, serta kembali ke posisi setelah kehilangan bola.

Gunakan permainan sebagai media belajar. Anak biasanya lebih mudah memahami konsep pertahanan ketika mereka mengalami situasi tersebut secara langsung dibandingkan hanya mendengarkan teori.

Berikan apresiasi ketika anak berhasil melakukan gerakan bertahan yang tepat, meskipun belum sempurna. Fokus utama pada usia anak adalah membangun pemahaman permainan, kepercayaan diri, koordinasi, dan rasa senang terhadap olahraga.

Manfaat Belajar Formasi Bertahan bagi Perkembangan Anak

Mempelajari taktik sepak bola tidak hanya berguna untuk pertandingan. Ada berbagai kemampuan yang dapat berkembang melalui latihan.

Anak belajar mengambil keputusan dengan cepat karena harus menentukan kapan maju, bertahan, mengoper, atau menutup ruang.

Mereka juga belajar bekerja sama karena pertahanan tidak dapat dilakukan seorang diri. Komunikasi dan rasa tanggung jawab terhadap rekan satu tim menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Selain itu, latihan sepak bola dapat membantu anak mengembangkan koordinasi tubuh, kelincahan, kecepatan, daya tahan, dan kemampuan memahami ruang.

Yang tidak kalah penting, anak belajar bahwa kemenangan dalam olahraga bukan hanya hasil dari kemampuan individu. Kerja sama dan disiplin memiliki peranan besar dalam mencapai tujuan bersama.

Cara Membuat Anak Tertarik Mempelajari Taktik Sepak Bola

Mom/Dad dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik dengan menggunakan contoh sederhana. Misalnya, analogikan lini pertahanan sebagai sebuah pagar yang harus saling terhubung. Jika satu bagian pagar terbuka terlalu lebar, lawan dapat masuk melalui celah tersebut.

Orang tua juga dapat menonton pertandingan bersama anak sambil mengajukan pertanyaan ringan seperti, “Menurut kamu, kenapa pemain itu turun?” atau “Mengapa bek tersebut tidak langsung mengejar bola?”

Cara seperti ini membantu anak belajar membaca permainan tanpa merasa sedang mengikuti pelajaran teori.

Hindari memberikan terlalu banyak instruksi dalam satu waktu. Pilih satu konsep, latih secara konsisten, kemudian tambahkan konsep baru ketika anak sudah mulai memahaminya.

Mengapa Fleksibilitas Menjadi Kunci Pertahanan Modern?

Sepak bola terus berkembang. Tim tidak hanya mengandalkan satu bentuk pertahanan sepanjang pertandingan. Pemain harus mampu beradaptasi dengan perubahan posisi lawan, skor pertandingan, waktu yang tersisa, dan kondisi permainan.

Karena itu, pemain muda perlu mendapatkan dasar yang kuat sebelum mempelajari taktik yang lebih kompleks.

Mereka harus memahami posisi tubuh, pengambilan keputusan, kontrol bola, operan, pergerakan tanpa bola, dan kerja sama tim. Setelah kemampuan tersebut berkembang, konsep formasi akan lebih mudah dipahami.

Pada akhirnya, formasi hanyalah alat. Efektivitasnya sangat bergantung pada kemampuan pemain menjalankan prinsip pertahanan secara disiplin.

Baca juga: Tekel dalam Sepak Bola: Panduan Lengkap untuk Pemula

Bangun Kemampuan Olahraga Anak Bersama Multi Sport Anak

Memahami formasi bertahan dalam speak bola membantu Mom/Dad melihat bahwa sepak bola bukan hanya tentang mencetak gol. Pertahanan membutuhkan koordinasi, komunikasi, disiplin posisi, kemampuan membaca permainan, dan kerja sama seluruh tim. Mulai dari 4-4-2, 4-3-3, 3-5-2 hingga 5-4-1, setiap formasi memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Dalam sepak bola modern, formasi juga dapat berubah mengikuti fase permainan sehingga anak perlu belajar memahami ruang dan mengambil keputusan, bukan sekadar menghafal posisi.

Jika Mom/Dad ingin mengenalkan berbagai jenis olahraga kepada anak dengan cara yang menyenangkan, multi sport anak di Spakrs Sports Academy dapat menjadi pilihan untuk membantu anak mengeksplorasi beragam aktivitas olahraga. Melalui pengalaman dari berbagai cabang olahraga, anak dapat mengembangkan koordinasi, kelincahan, kerja sama, kepercayaan diri, dan kemampuan motorik yang menjadi fondasi penting sebelum mereka menekuni olahraga tertentu secara lebih serius. Yuk, ajak Si Kecil aktif bergerak dan menemukan olahraga yang paling ia sukai bersama Spakrs Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%