Apa itu Voice Blending di Phonics

Apa itu Voice Blending di Phonics?

Table of Contents

Saat anak mulai belajar membaca, Mom/Dad mungkin pernah melihat anak mampu mengenali beberapa huruf, tetapi masih kesulitan ketika harus membaca sebuah kata secara utuh. Anak dapat menyebutkan bunyi setiap huruf, tetapi ketika bunyi tersebut harus digabungkan, anak justru berhenti, lupa, atau mengucapkan kata yang berbeda. Kondisi seperti ini cukup umum terjadi dalam proses belajar membaca, terutama ketika anak sedang membangun kemampuan mengenali hubungan antara huruf dan bunyi.

Ringkasan Artikel

  • Voice blending merupakan proses menggabungkan beberapa bunyi menjadi satu kata yang dapat dikenali.
  • Kemampuan ini berkaitan erat dengan phonics, terutama ketika anak mulai menghubungkan huruf dengan bunyi.
  • Latihan sebaiknya dimulai dari bunyi dan kata sederhana sebelum beralih ke pola yang lebih kompleks.
  • Pengucapan bunyi secara berkesinambungan dapat membantu anak lebih mudah melakukan proses penggabungan bunyi.
  • Mom/Dad dapat melatihnya melalui permainan sederhana agar aktivitas membaca terasa menarik dan sesuai tahap perkembangan anak.

Salah satu keterampilan yang berperan dalam proses tersebut adalah voice blending atau penggabungan bunyi. Dalam pembelajaran phonics, anak tidak hanya diajak menghafalkan bentuk huruf dan bunyinya, tetapi juga belajar menghubungkan beberapa bunyi menjadi satu kata. Karena itu, pemahaman mengenai voice belnding penting untuk diketahui Mom/Dad yang sedang mendampingi anak belajar membaca sejak dini.

Melalui artikel ini, Mom/Dad akan mengenal apa yang dimaksud dengan voice belnding, bagaimana penerapannya dalam phonics, mengapa kemampuan ini penting untuk membaca, contoh latihan yang dapat dilakukan bersama anak, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan agar proses belajar terasa menyenangkan. Dengan latihan yang sesuai usia dan dilakukan secara bertahap, anak dapat membangun dasar kemampuan membaca tanpa merasa bahwa kegiatan belajar selalu harus serius dan menegangkan.

Apa Itu Voice Blending di Phonics?

Menurut Twinkl, voice blending adalah kemampuan menggabungkan bunyi-bunyi yang terpisah sehingga anak dapat mengenali sebuah kata secara utuh. Dalam konteks phonics, anak belajar bahwa simbol atau huruf tertentu memiliki bunyi tertentu, kemudian beberapa bunyi tersebut dapat dirangkai menjadi kata.

Misalnya, anak sedang belajar kata sederhana dalam bahasa Inggris seperti “sun”. Anak terlebih dahulu mengenali bunyi dari huruf yang membentuk kata tersebut. Setelah itu, anak belajar mengalirkan atau menggabungkan bunyi tersebut sampai terdengar sebagai satu kesatuan kata.

Istilah yang lebih umum digunakan dalam literatur pembelajaran membaca adalah blending atau phoneme blending. Jadi, ketika Mom/Dad mencari informasi tentang voice belnding, konsep yang perlu dipahami pada dasarnya berkaitan dengan bagaimana anak menggabungkan bunyi-bunyi kecil atau phonemes menjadi sebuah kata.

Kemampuan tersebut berbeda dengan sekadar menghafalkan kata. Anak tidak hanya mengingat bahwa susunan huruf tertentu menghasilkan sebuah kata, tetapi belajar menggunakan hubungan antara huruf dan bunyi untuk membantu membaca kata yang mungkin belum pernah ditemuinya.

Inilah salah satu alasan mengapa blending menjadi bagian penting dalam pembelajaran phonics.

Hubungan Voice Blending dengan Phonics

Phonics merupakan pendekatan pembelajaran membaca yang mengajarkan hubungan antara huruf dan bunyi. Anak secara bertahap belajar bahwa simbol tertulis tertentu dapat merepresentasikan bunyi tertentu.

Sebagai contoh, ketika anak sudah mengetahui beberapa hubungan huruf dan bunyi, ia dapat menggunakan pengetahuan tersebut untuk mencoba membaca kata baru. Prosesnya bukan hanya mengenali satu huruf, melainkan menghubungkan beberapa bunyi hingga membentuk kata.

Dalam pembelajaran phonics yang sistematis, pengajaran hubungan huruf dan bunyi dilakukan secara terencana dan bertahap. National Reading Panel menemukan bahwa pembelajaran phonics yang sistematis memberikan manfaat yang signifikan terhadap kemampuan membaca dan mengeja anak.

Hal tersebut menunjukkan bahwa proses belajar membaca sebaiknya tidak hanya mengandalkan hafalan kata. Anak membutuhkan kesempatan untuk memahami bagaimana bunyi dan simbol tertulis saling berhubungan.

Di sinilah voice belnding menjadi relevan. Setelah anak mengenal beberapa bunyi, kemampuan menggabungkannya membantu anak menggunakan pengetahuan tersebut ketika mencoba membaca kata.

Mengapa Voice Blending Penting untuk Anak?

Kemampuan menggabungkan bunyi dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan anak belajar membaca. Ketika anak mampu mendengar dan menggabungkan bunyi, ia memiliki bekal untuk memahami bahwa sebuah kata terdiri dari bagian-bagian suara yang dapat dihubungkan dengan simbol tertulis.

Berikut beberapa alasan mengapa keterampilan ini penting.

1. Membantu Anak Membaca Kata Baru

Anak yang hanya mengandalkan hafalan mungkin akan kesulitan ketika menemukan kata yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

Sebaliknya, kemampuan blending memungkinkan anak mencoba menggunakan pengetahuan bunyi yang sudah dimiliki. Anak dapat melihat huruf, mengingat bunyinya, kemudian mencoba menggabungkannya.

Dengan demikian, anak tidak sepenuhnya bergantung pada hafalan.

2. Menguatkan Kesadaran Fonemik

Phonemic awareness merupakan kemampuan untuk menyadari dan memanipulasi bunyi terkecil dalam bahasa lisan. Kemampuan menggabungkan bunyi merupakan salah satu bagian dari keterampilan tersebut.

Penelitian dan rangkuman penelitian membaca menunjukkan bahwa kemampuan memanipulasi fonem berkaitan erat dengan perkembangan membaca dan mengeja.

Mom/Dad dapat menganggapnya seperti membangun sebuah jembatan. Di satu sisi terdapat bahasa lisan dan bunyi, sedangkan di sisi lainnya terdapat tulisan. Anak secara bertahap belajar menghubungkan keduanya.

3. Membantu Proses Decoding

Decoding adalah proses menggunakan pengetahuan mengenai hubungan huruf dan bunyi untuk membaca sebuah kata.

Misalnya, anak menemukan kata yang belum dikenalnya. Dengan kemampuan decoding, anak dapat mencoba membaca berdasarkan bunyi yang sudah dipelajari.

Kemampuan blending menjadi bagian penting dalam proses tersebut karena anak perlu menyatukan bunyi-bunyi yang diperoleh agar dapat mengenali kata secara keseluruhan.

4. Membantu Anak Menjadi Lebih Mandiri

Ketika anak mulai memahami cara kerja bunyi dan huruf, ia dapat memiliki strategi ketika berhadapan dengan kata baru.

Hal ini berbeda dengan kondisi ketika anak selalu menunggu orang dewasa menyebutkan jawaban. Anak mulai memiliki cara untuk mencoba sendiri.

Tentu saja, kemampuan setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda. Karena itu, Mom/Dad tidak perlu membandingkan kemampuan membaca anak dengan anak lain.

Bagaimana Cara Kerja Voice Blending?

Untuk memahami voice belnding, Mom/Dad dapat membayangkan proses membaca sebuah kata sederhana sebagai beberapa tahap.

  • Pertama, anak melihat huruf atau kelompok huruf.
  • Kedua, anak mengingat bunyi yang berkaitan dengan huruf tersebut.
  • Ketiga, anak mengucapkan bunyi secara berurutan.
  • Keempat, bunyi tersebut digabungkan sampai anak dapat mengenali kata yang terbentuk.

Pada tahap awal, anak mungkin masih mengucapkan bunyi secara terpisah. Misalnya, anak memberikan jeda cukup panjang antara satu bunyi dan bunyi berikutnya. Hal ini dapat membuat proses penggabungan terasa lebih sulit.

Karena itu, dalam pengajaran phonics, anak dapat dibantu untuk menghubungkan bunyi secara lebih lancar. Penelitian tentang connected phonation menemukan bahwa mengucapkan fonem secara terhubung dapat membantu anak dalam proses decoding dibandingkan pendekatan yang terlalu memisahkan setiap bunyi.

Contoh Sederhana Voice Blending

Latihan voice belnding sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan anak. Jangan langsung memberikan kata yang panjang dan rumit. Untuk anak yang baru mulai belajar, Mom/Dad dapat menggunakan kata sederhana yang tersusun dari bunyi yang sudah dikenalnya.

Contohnya, anak belajar beberapa bunyi secara bertahap. Setelah anak mengenal bunyi tersebut, Mom/Dad dapat memberikan kombinasi sederhana.

Tujuannya bukan membuat anak cepat menyelesaikan sebanyak mungkin kata, melainkan membantu anak memahami bahwa beberapa bunyi dapat disatukan menjadi satu kesatuan.

Mom/Dad dapat memberikan instruksi seperti:

“Dengarkan bunyinya. Sekarang coba gabungkan.”

Kemudian anak diberikan kesempatan untuk mengucapkannya.

Jika anak belum berhasil, Mom/Dad dapat memberikan contoh sekali lagi tanpa langsung menyalahkan atau mengatakan bahwa jawabannya salah.

Perbedaan Blending dan Segmenting

Dalam pembelajaran membaca, Mom/Dad mungkin juga menemukan istilah segmenting. Kemampuan ini berkaitan dengan proses yang berlawanan dengan blending.

Blending berarti menggabungkan bunyi menjadi kata.

Sementara itu, segmenting berarti memecah sebuah kata menjadi bunyi-bunyi penyusunnya.

Sebagai gambaran sederhana, ketika anak mendengar sebuah kata kemudian mencoba menemukan bunyi yang membentuknya, anak sedang melakukan segmenting. Ketika anak mendapatkan beberapa bunyi lalu menggabungkannya menjadi kata, anak melakukan blending.

Keduanya saling berkaitan.

Reading Rockets menjelaskan bahwa kegiatan blending dan segmenting dapat membantu mengembangkan kesadaran fonemik, dan keduanya merupakan keterampilan penting dalam proses belajar membaca dan mengeja.

Kapan Anak Mulai Bisa Belajar Voice Blending?

Tidak ada satu usia yang berlaku sama untuk semua anak. Kesiapan anak dapat berbeda-beda tergantung perkembangan bahasa, pengalaman dengan buku, kemampuan mengenali bunyi, dan pengalaman belajar sebelumnya.

Sebelum masuk ke latihan yang lebih kompleks, anak sebaiknya mendapatkan pengalaman bermain dengan bunyi bahasa.

Mom/Dad dapat mengajak anak memperhatikan bunyi awal sebuah kata, mengenali kata yang memiliki bunyi serupa, bermain rima, atau menirukan bunyi.

Setelah anak semakin terbiasa dengan bunyi bahasa, kegiatan dapat berkembang menjadi latihan menggabungkan bunyi sederhana.

Yang perlu diingat, belajar phonics tidak harus dilakukan dalam sesi panjang. Latihan singkat tetapi konsisten dapat lebih mudah diterima anak dibandingkan sesi yang terlalu lama hingga membuat anak kehilangan minat.

Baca juga: 10 Cara Mengajarkan Anak Membaca di Rumah secara Efektif

Cara Melatih Voice Blending di Rumah

Mom/Dad tidak membutuhkan peralatan yang mahal untuk mulai mengenalkan konsep voice belnding. Beberapa permainan sederhana dapat dilakukan di rumah.

1. Permainan Tebak Kata

Mom/Dad dapat mengucapkan beberapa bunyi dengan perlahan dan meminta anak menebak kata yang terbentuk. Mulailah dari kata yang familiar bagi anak. Setelah memberikan bunyi, beri anak waktu untuk berpikir. Jangan langsung memberikan jawabannya.

Permainan seperti ini membuat anak terbiasa mendengarkan bunyi sebelum mengucapkan kata.

2. Gunakan Kartu Huruf

Kartu huruf dapat digunakan untuk membuat aktivitas lebih visual. Letakkan beberapa kartu huruf secara berurutan. Kemudian, ajak anak menyebutkan bunyinya dan mencoba menggabungkannya. Mom/Dad dapat menggeser jari dari kiri ke kanan sebagai petunjuk bahwa bunyi perlu dibaca secara berurutan.

3. Gunakan Benda di Sekitar Rumah

Pembelajaran akan terasa lebih dekat ketika menggunakan benda yang dikenal anak.

Mom/Dad dapat memilih beberapa benda sederhana dan menghubungkannya dengan permainan bunyi. Misalnya, setelah anak mengenali sebuah kata, ajak anak mencari benda yang sesuai di sekitarnya.

Dengan begitu, anak tidak hanya mendengar bunyi, tetapi juga menghubungkan kata dengan makna.

4. Bermain dengan Boneka

Boneka dapat menjadi teman belajar yang menyenangkan.

Misalnya, Mom/Dad dapat berpura-pura bahwa boneka sedang belajar membaca dan meminta anak membantu boneka menggabungkan bunyi.

Anak dapat merasa sedang bermain, bukan sedang diuji. Pendekatan seperti ini dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih santai.

5. Gunakan Gerakan Tubuh

Belajar tidak selalu harus dilakukan sambil duduk. Mom/Dad dapat membuat satu gerakan sederhana untuk setiap bunyi, lalu meminta anak menggabungkan gerakan tersebut. Setelah itu, anak dapat menyebutkan kata secara utuh. Aktivitas yang melibatkan gerakan dapat menjadi variasi agar anak tidak cepat bosan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengajarkan Voice Blending

Meskipun terlihat sederhana, mengajarkan voice belnding membutuhkan kesabaran. Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Terlalu Cepat Memberikan Kata Sulit

Jika anak baru mengenal beberapa bunyi, jangan langsung memberikan kata panjang. Mulailah dari pola yang sederhana dan gunakan bunyi yang sudah dipelajari.

Memaksa Anak Menghafal

Tujuan phonics bukan sekadar membuat anak menghafalkan daftar kata. Anak perlu memahami hubungan antara huruf dan bunyi serta memiliki kesempatan menerapkannya.

Memberikan Jeda Terlalu Panjang

Jeda yang terlalu panjang antara satu bunyi dan bunyi berikutnya dapat membuat anak lebih sulit mengingat bunyi pertama ketika sampai pada bunyi terakhir. Karena itu, latihan dapat diarahkan pada pengucapan bunyi yang lebih terhubung, terutama ketika anak sudah mulai siap.

Terlalu Sering Mengoreksi

Koreksi memang diperlukan, tetapi suasana belajar tetap perlu dibuat positif. Jika setiap kesalahan langsung mendapat respons negatif, anak dapat merasa takut mencoba. Mom/Dad dapat memberikan bantuan dengan kalimat yang sederhana seperti, “Coba sekali lagi bersama-sama.”

Membandingkan Anak

Setiap anak memiliki proses perkembangan yang berbeda. Anak yang membutuhkan lebih banyak pengulangan bukan berarti tidak mampu belajar. Ia mungkin hanya membutuhkan waktu, pendekatan, atau bentuk latihan yang berbeda.

Tips Agar Anak Tidak Cepat Bosan Belajar Phonics

Belajar phonics dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan jika Mom/Dad memberikan variasi.

  • Pertama, buat sesi latihan singkat. Tidak perlu memaksakan anak belajar terlalu lama.
  • Kedua, kombinasikan aktivitas duduk dengan aktivitas bergerak.
  • Ketiga, gunakan benda atau permainan yang disukai anak.
  • Keempat, berikan pujian terhadap usaha, bukan hanya jawaban yang benar.
  • Kelima, ulangi materi lama sambil memperkenalkan materi baru secara bertahap.
  • Keenam, perhatikan tanda ketika anak mulai lelah atau kehilangan fokus. Jika anak sudah terlihat tidak nyaman, tidak ada salahnya menghentikan aktivitas dan melanjutkannya pada waktu lain.

Tujuan utama latihan bukan menyelesaikan sebanyak mungkin materi, tetapi membantu anak membangun pengalaman positif terhadap proses belajar membaca.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Kemampuan Phonics

Mom/Dad memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kemampuan bahasa dan literasi anak.

Kegiatan sederhana seperti membaca buku bersama, bercakap-cakap, bermain rima, menyanyikan lagu, atau mengajak anak memperhatikan bunyi kata dapat menjadi bagian dari stimulasi bahasa sehari-hari.

Ketika anak mulai mengenal phonics, Mom/Dad dapat memberikan kesempatan untuk menggunakan kemampuan tersebut secara alami.

Misalnya, ketika membaca buku bersama, Mom/Dad dapat menunjuk kata sederhana yang sesuai dengan kemampuan anak. Namun, jangan mengubah setiap waktu membaca menjadi sesi pengajaran formal.

Anak juga membutuhkan pengalaman menikmati cerita.

Keseimbangan antara bermain, membaca bersama, berbicara, dan latihan phonics dapat membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.

Voice Blending sebagai Bagian dari Pembelajaran yang Menyenangkan

Pada akhirnya, voice belnding bukan sekadar teknik untuk membuat anak dapat mengucapkan sebuah kata. Kemampuan ini merupakan bagian dari proses anak memahami hubungan antara bunyi, huruf, kata, dan bahasa.

Anak membutuhkan kesempatan untuk mendengar bunyi, mengucapkannya, menggabungkannya, dan menggunakannya dalam konteks yang bermakna.

Karena itu, Mom/Dad tidak perlu menjadikan proses belajar sebagai perlombaan. Fokuslah pada perkembangan keterampilan anak secara bertahap.

Jika hari ini anak baru mampu menggabungkan dua bunyi, berikan kesempatan untuk menguasai tahap tersebut sebelum bergerak ke tahap berikutnya. Ketika anak sudah lebih percaya diri, latihan dapat ditingkatkan secara perlahan.

Mengapa Aktivitas Sensori Dapat Mendukung Pengalaman Belajar Anak?

Pembelajaran anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademis. Anak juga belajar melalui gerakan, sentuhan, penglihatan, pendengaran, serta interaksi dengan lingkungan.

Aktivitas sensori dapat memberikan pengalaman yang melibatkan berbagai indera sekaligus. Dalam konteks pembelajaran bahasa dan kesiapan belajar, kegiatan dapat dikemas dalam bentuk permainan sehingga anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aktif.

Misalnya, aktivitas dapat menggabungkan kartu huruf dengan gerakan, benda konkret, permainan suara, atau kegiatan mencari objek. Pendekatan seperti ini membuat anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan materi yang dipelajari.

Namun, setiap aktivitas tetap perlu disesuaikan dengan usia, kemampuan, dan kebutuhan anak. Tujuan stimulasi bukan membuat anak menguasai semua keterampilan sekaligus, melainkan memberikan pengalaman yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Hal yang Perlu Diingat Mom/Dad

Ketika mendampingi anak belajar voice belnding, ada beberapa prinsip sederhana yang dapat dijadikan pegangan.

  • Pertama, mulai dari kemampuan yang sudah dimiliki anak.
  • Kedua, gunakan bunyi dan kata yang sederhana.
  • Ketiga, berikan contoh terlebih dahulu jika anak masih bingung.
  • Keempat, gunakan pengulangan tanpa membuat anak merasa sedang dihukum.
  • Kelima, jadikan permainan sebagai bagian dari proses belajar.
  • Keenam, berikan waktu bagi anak untuk menjawab.
  • Ketujuh, hargai usaha anak meskipun hasilnya belum sempurna.
  • Kedelapan, jika anak mengalami kesulitan yang menetap dalam kemampuan bahasa atau membaca, Mom/Dad dapat mendiskusikannya dengan guru atau tenaga profesional yang sesuai agar kebutuhan anak dapat dipahami secara lebih menyeluruh.

Mengembangkan Kemampuan Anak Melalui Kelas Sensori

Pembelajaran anak akan lebih bermakna ketika aktivitas disesuaikan dengan tahap perkembangan dan dikemas secara menyenangkan. Selain stimulasi yang dilakukan di rumah, Mom/Dad juga dapat mempertimbangkan aktivitas terstruktur yang memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman.

Kelas sensori dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas untuk mendukung pengalaman belajar anak melalui permainan, eksplorasi, gerakan, dan interaksi. Aktivitas yang menyenangkan dapat membantu anak membangun rasa ingin tahu sekaligus melatih berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang.

Baca juga: 10 Cara Belajar Membaca Anak SD yang Efektif dan Cepat Paham

Yuk, Dukung Perjalanan Belajar Anak Bersama Sparks Sports Academy

Pada dasarnya, voice belnding merupakan kemampuan menggabungkan bunyi yang menjadi salah satu bagian penting dalam proses belajar phonics. Anak perlu memahami bunyi, mengenali hubungan antara huruf dan suara, lalu berlatih menggabungkannya secara bertahap. Dengan pendekatan yang sesuai, latihan dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan dan tidak terasa seperti beban bagi anak. Mom/Dad juga dapat mengombinasikan latihan phonics dengan permainan bahasa, membaca buku, gerakan, serta aktivitas sehari-hari agar anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih beragam.

Jika Mom/Dad ingin memberikan pengalaman stimulasi yang lebih variatif, kelas sensori anak di Sparks Sports Academy dapat menjadi salah satu pilihan. Melalui aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman eksplorasi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak, kegiatan belajar dapat dikemas lebih aktif, menyenangkan, dan tidak monoton. Mom/Dad dapat mendampingi proses tumbuh kembang anak sambil memberikan ruang bagi mereka untuk bermain, bereksplorasi, dan belajar melalui pengalaman.

Mari berikan kesempatan kepada anak untuk menikmati proses belajarnya sejak dini. Tidak perlu terburu-buru mengejar hasil, karena setiap anak memiliki perjalanan perkembangan masing-masing. Dengan dukungan dari Mom/Dad dan lingkungan belajar yang positif, anak dapat membangun fondasi keterampilan secara bertahap. Yuk, pertimbangkan kelas sensori anak di Sparks Sports Academy sebagai bagian dari aktivitas stimulasi yang menyenangkan untuk mendukung perjalanan tumbuh kembang Si Kecil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu voice blending?

Voice blending adalah proses menggabungkan beberapa bunyi menjadi satu kata yang utuh. Kemampuan ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran phonics.

Mengapa voice blending penting untuk anak?

Kemampuan ini membantu anak menghubungkan bunyi dengan huruf sehingga mereka dapat belajar membaca kata baru secara bertahap.

Kapan anak bisa mulai belajar voice blending?

Anak dapat mulai dikenalkan secara bertahap ketika sudah memiliki pemahaman dasar mengenai bunyi huruf. Waktu kesiapan setiap anak dapat berbeda.

Apa perbedaan blending dan segmenting?

Blending berarti menggabungkan bunyi menjadi kata, sedangkan segmenting berarti memecah sebuah kata menjadi bunyi-bunyi penyusunnya.

Bagaimana cara melatih voice blending di rumah?

Mom/Dad dapat menggunakan kartu huruf, permainan tebak kata, buku cerita, atau permainan bunyi sederhana yang sesuai dengan kemampuan anak.

Bagaimana jika anak kesulitan melakukan voice blending?

Berikan contoh secara perlahan, gunakan kata sederhana, dan lakukan pengulangan tanpa memaksa. Setiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda.

Apakah aktivitas sensori dapat mendukung proses belajar anak?

Aktivitas sensori dapat memberikan pengalaman belajar melalui gerakan, sentuhan, suara, dan eksplorasi. Mom/Dad dapat mempertimbangkan kelas sensori anak di Sparks Sports Academy sebagai salah satu aktivitas pendukung tumbuh kembang anak.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%