Mendidik anak tidak hanya tentang memberikan makanan bergizi dan kasih sayang. Anda sebagai orang tua perlu mengenali karakter dan pola tumbuh kembang anaknya. Salah satu hal yang sering menjadi perhatian adalah ciri-ciri anak aktif.
Lalu, apakah anak yang sulit diam selalu dianggap hiperaktif? Atau justru hal itu menandakan perkembangan yang baik? Pertanyaan seperti ini wajar muncul, karena setiap anak memiliki energi dan cara mengekspresikan diri yang berbeda. Artikel ini akan mengulas ciri umum anak yang aktif serta perbedaannya dengan hiperaktif.
Key Takeaways
- Anak yang aktif biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, banyak bergerak, mudah beradaptasi, imajinasi tinggi, emosi yang terkontrol, dan cepat memahami informasi.
- Anak yang aktif tetap bisa berkonsentrasi pada satu kegiatan dan bisa diarahkan, sedangkan anak hiperaktif cenderung lebih sulit dikendalikan.
- Faktor penyebab anak terlalu aktif bisa berasal dari kondisi biologis anak, lingkungan sekitar, maupun pola makannya.
Ciri-ciri Anak Aktif
Banyak orang tua khawatir ketika anaknya sulit bersikap tenang, padahal menurut pakar perkembangan anak, sikap aktif bukanlah masalah. Justru, ada sisi positif yang bisa orang tua lihat dari anak yang aktif, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Anak yang aktif biasanya sering bertanya, menyentuh berbagai benda, atau mencoba pengalaman baru. Sikap ini menandakan otaknya mampu bekerja optimal dalam menyerap informasi. Rasa penasaran yang besar juga menjadi indikator perkembangan kognitif yang baik.
2. Suka Bergerak dan Penuh Energi
Sifat tidak bisa diam sebetulnya bukan hal buruk. Anak yang aktif biasanya memiliki energi berlebih, sehingga gemar berlari, melompat, atau melakukan berbagai kegiatan fisik. Aktivitas ini justru bermanfaat untuk mendukung perkembangan motorik kasarnya.
3. Mudah Beradaptasi dan Bersosialisasi
Anak yang aktif seringkali cepat akrab dengan teman sebaya. Mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan tidak ragu mengekspresikan diri. Ini bisa menjadi bekal penting untuk perkembangan sosial dan emosionalnya.
4. Cepat Menangkap Informasi
Ciri-ciri anak aktif selanjutnya juga bisa terlihat dari kemampuannya memahami instruksi sederhana dengan cepat dan mudah mengingat hal-hal baru. Ini menunjukkan perkembangan kognitif mereka berlangsung optimal.
5. Punya Imajinasi Tinggi
Tidak hanya aktif secara fisik, anak aktif juga biasanya lebih kreatif. Mereka gemar berimajinasi, bermain peran, atau membuat cerita sendiri. Kemampuan ini membantu menstimulasi otak kanan sekaligus mengasah pola pikir kritis.
6. Emosi yang Terkontrol
Setiap anak menyalurkan emosi dengan cara berbeda, tetapi anak aktif cenderung lebih mampu mengendalikan perasaannya. Mereka jarang menangis, kecuali saat benar-benar merasa sedih, marah, atau kesal pada kondisi tertentu.
Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif
Anda perlu memahami perbedaan ciri-ciri anak aktif dengan anak hiperaktif. Anak yang aktif biasanya masih bisa diarahkan, mampu berkonsentrasi dalam jangka waktu tertentu, serta cenderung tenang ketika merasa lelah.
Sementara itu, anak hiperaktif umumnya lebih sulit fokus, sering berbicara berlebihan, bersikap impulsif, dan kerap kesulitan mengendalikan emosi. Selain itu, anak bisa sangat aktif karena sejumlah faktor.
Misalnya, metabolisme tubuh yang cepat, konsumsi gula berlebih yang meningkatkan energi, hingga lingkungan yang penuh stimulasi. Anak dengan kecerdasan tinggi juga biasanya lebih gemar bereksplorasi sehingga terlihat lebih aktif.
Dukung Perkembangan Anak Aktif bersama Sparks Sports Academy

Dengan mengenali ciri-ciri anak aktif, Anda bisa memberikan stimulasi yang sesuai agar energi si kecil tersalurkan secara positif. Tidak perlu khawatir jika anak banyak bergerak, selama ia masih bisa diarahkan dan fokus, hal tersebut justru menandakan perkembangan yang sehat.
Jika Anda sedang mencari cara mengatasi anak aktif dengan menyalurkan energinya secara positif, Sparks Sports Academy bisa menjadi pilihan terbaik. Akademi ini menghadirkan berbagai program olahraga khusus untuk anak usia 2-7 tahun.
Ada banyak pilihan aktivitas untuk anak 2 tahun yang aktif, seperti kelas gymnastic, ballet, dance, taekwondo, futsal, basketball, dan multisport. Melalui aktivitas tersebut, anak bukan hanya terlatih secara fisik, tetapi juga belajar disiplin, kerja sama, dan kepercayaan diri. Dengan dukungan pelatih profesional, anak pun bisa tumbuh lebih sehat sekaligus bahagia.







