5 Tips dan Ciri Fase Growth Spurt pada Anak, Waspada!

5 Tips dan Ciri Fase Growth Spurt pada Anak, Waspada!

Table of Contents

Fase growth spurt umum terjadi pada bayi maupun anak yang sehat. Tahukah Anda bahwa fase ini bisa membuat si kecil terlihat berbeda dari biasanya?

Untuk meningkatkan kesadaran terhadap fase ini, Anda perlu mengetahui pengertian, ciri, dan tanda-tandanya. Dengan demikian, pertumbuhannya bisa dimaksimalkan. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya.

Mengenal Fase Growth Spurt

Jadi, growth spurt merupakan suatu fase yang membuat anak mengalami lonjakan pertumbuhan secara fisik. Hal ini menyebabkan tinggi dan berat badannya naik secara cepat dalam waktu relatif singkat.

Biasanya, fase ini terjadi pada bayi di tahun pertama kehidupannya beberapa kali. Lalu, periode tersebut terjadi lagi pada remaja berusia sekitar 13 hingga 18 tahun untuk laki-laki dan 11 sampai 16 tahun untuk perempuan.

Setiap anak bisa mengalami fase tersebut di waktu dengan hasil yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti genetik, nutrisi, aktivitas fisik, dan kesehatan.

Ciri-Ciri Grow Spurt yang Sering Dihadapi Orang Tua

Sejumlah ciri dan tantangan kerap dihadapi oleh orang tua saat si kecil mengalami fase growth spurt. Hal-hal tersebut perlu Anda pahami agar tidak kaget saat menanganinya. Inilah di antaranya:

1. Anak Lebih Sering Menyusu atau Makan

Fase ini membuat si kecil mudah lapar karena ia membutuhkan banyak nutrisi untuk mengoptimalkannya. Oleh sebab itu, dia akan lebih sering menyusu atau makan meskipun sudah merasa kenyang sebelumnya.

2. Pola Tidur Berubah

Pola tidur juga bisa berubah karena ia terus merasa lapar hingga membuatnya sering terbangun. Namun, ada juga bayi yang tidur lebih lama daripada biasanya saat mengalami fase ini.

3. Suasana Hati Anak Mudah Berubah

Anak akan lebih mudah rewel, menangis, marah, dan frustasi tanpa alasan yang jelas pada periode ini. Itulah mengapa ia menjadi lebih manja dan ingin selalu berdekatan dengan orang tua. Bahkan, si kecil juga sering ingin digendong dan dipeluk.

4. Menunjukkan Kemampuan Baru

Tidak hanya bertambah berat dan tinggi, bayi juga bisa menunjukkan aneka kemampuan baru dalam fase ini. Contohnya adalah berguling dan merangkak.

5. Pertambahan Berat dan Panjang Badan Cepat

Selama fase growth spurt, anak mengalami pertambahan berat dan panjang badan yang signifikan. Namun jangan khawatir, fase ini anak tidak akan merasa sakit.

Penyebab Terjadinya Growth Spurt

Bayi yang mengalami growth spurt terjadi karena faktor berikut ini:

  • Genetik: Tinggi badan dan struktur badan warisan dari orang tua.
  • Hormon pertumbuhan (GH): Hormon ini meningkat tajam pada usia-usia tertentu.
  • Kualitsa Nutrisi: Bayi diberi makan ASI atau MPASI.
  • Kualitas Tidur: Saat bayi tertidur dengan baik, hormon akan bekerja sangat aktif.

Tips Mengatasi Growth Spurt dengan Tenang

Growth spurt kerap membuat orang tua merasa khawatir hingga panik. Namun, Anda tak perlu mengalaminya karena ada berbagai tips yang bisa diterapkan saat menghadapi fase ini. Berikut tips-tips tersebut:

1. Jaga Pola Makan dan Waktu Istirahat Anak

Kebutuhan nutrisi anak perlu dipenuhi dengan memberinya ASI, susu, atau makanan sehat dengan lebih sering. Lalu, pastikan juga dia tidur dengan waktu yang cukup. Kenyamanan tambahan bisa diberikan untuk membuatnya beristirahat dengan tenang.

2. Tetap Tenang dan Berikan Perhatian Ekstra

Anda tak perlu merasa bingung saat menghadapinya karena hal ini wajar terjadi pada si kecil. Jangan lupa untuk memberinya perhatian ekstra agar anak tetap mendapatkan kasih sayang saat melewati fase ini.

3. Berikan Stimulasi Sensori Ringan untuk Bantu Keseimbangan

Stimulasi sensori ringan bisa diberikan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya selama periode ini. Selain itu, stimulasi ini juga bisa mendukungnya untuk berlatih beragam kemampuan baru yang penting bagi motoriknya kelak.

4. Berikan Nutrisi Seimbang (untuk Ibu dan Bayi)

Pastikan Ibu menyusui mencukupi asupan nutrisi seperti protein, zat besi, dan cairan agar kualitas ASI tetap optimal. Jika bayi sudah MPASI, berikan dia makananbergizi tinggi seperti labu kuning, daging ayam, dan telur untuk mendukung fase growth spurt.

5. Pantau Pertumbuhan dengan Rutin

Gunakan grafik pertumbuhan untuk mencatat berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala bayi setiap bulannya. Jika pertumbuhannya stagnan selama lebih dari 2 bulan, segera konsultasi ke dokter anak untuk dievaluasi.

CTA Banner Sparks Sports Academy - Kelas Olahraga

Fase growth spurt normal terjadi pada anak. Jika Anda ingin membantunya melewati fase ini dengan nyaman dan optimal, kelas sensori di Sparks Sports Academy, Jadi, si kecil bisa tumbuh menjadi anak yang sehat dengan tinggi dan berat badan ideal.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%