Lewati ke konten
Sparks Sports Academy Logo
5 Tips Agar Anak Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Wajib Coba!

5 Tips Agar Anak Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Wajib Coba!

Parenting

Orang tua pasti merasa sedih dan bingung jika berat badan anak tidak kunjung naik. Alasannya sendiri bisa karena GTM (Gerakan Tutup Mulut), sakit, tidak mau makan banyak, dan lain sebagainya. Lantas, apa ada tips agar anak cepat gemuk dalam 1 minggu? Yuk, simak cara-cara di bawah ini agar berat si kecil naik! Key takeaways:  Tips Agar Anak Cepat Gemuk dalam Waktu 1 Minggu Penyebab anak sulit gemuk umumnya sangat beragam, seperti trauma, memiliki kelainan genetik, terkena infeksi, atau kondisi medis tertentu lainnya. Namun, orang tua jangan buru-buru bingung, coba lakukan beberapa hal berikut ini untuk membantu anak bisa bertambah gemuk dalam waktu satu minggu! 1. Cek Apakah Cara Menyusui Sudah Benar  Bagi anak yang masih dalam masa pemberian ASI eksklusif (bayi baru lahir – 6 bulan) Bunda dapat mencoba cek apakah selama ini sudah menyusui bayi dengan benar atau belum. Perhatikan agar dagu bayi harus menempel pada payudara ibu dan pipinya menggembung, serta terdengar bunyi isapan teratur.  Selain itu, pastikan Anda selalu menyusui saat anak memang menginginkannya, serta tingkatkan jadwal menyusui menjadi 2 jam sekali. Lalu, pastikan ibu selalu memiliki suasana hati yang baik agar ASI tetap lancar dan nutrisi si kecil tetap tercukupi. 2. Berikan Asupan Makanan yang Bergizi  Menaikkan berat badan untuk anak tidak hanya cukup dengan memberinya banyak makan, tetapi juga perlu memberinya asupan makanan yang bergizi seimbang. Di mana yang paling utama adalah makanan dengan kandungan protein dan karbohidrat.  Sumber protein sendiri dapat diperoleh dari telur, daging merah, tempe atau tahu. Sedangkan karbohidrat dapat diperoleh dari makanan padat energi seperti kentang, jagung, dan nasi.  Melansir Alodokter, orang tua juga bisa menambahkan lemak sehat seperti minyak zaitun dan santan untuk meningkatkan asupan kalori. Lalu, berikan camilan sehat seperti yogurt, puding susu, dan buah sebagai tips agar anak cepat gemuk dalam 1 minggu dan pencernaan tetap lancar. 3. Pastikan Tidur Anak Cukup  Waktu tidur anak berbeda-beda tergantung pada usianya. Mengutip JCSM, bayi usia 4-12 bulan membutuhkan waktu 12-16 jam untuk tidur. Lalu, anak usia 1-2 tahun butuh 11-14 jam. Sedangkan anak usia 3-5 tahun butuh 10-13 jam. Apabila anak mendapat waktu tidur yang cukup, maka pertumbuhan anak akan menjadi lebih optimal. Tidur cukup juga dapat menjaga daya tahan dan kesehatan, sehingga tubuh dapat menyerap semua gizi dan nutrisi dengan maksimal.  Baca juga: Cara Hitung Kebutuhan Kalori Harian Anak Berdasarkan Usia 4. Ciptakan Kegiatan Makan yang Menarik  Anak-anak biasanya akan cenderung cepat bosan jika harus melakukan kegiatan rutin seperti makan, apalagi bagi si kecil yang GTM. Jadi, Anda dapat melakukan beberapa kegiatan menarik untuk menciptakan suasana makan yang membuat buah hati lebih semangat.  Cobalah untuk menawarkan menu favorit anak yang dikreasikan lebih menarik dan lebih ceria. Anda juga bisa mengajak anak makan ke lokasi baru. Ingat! Jangan sampai Anda memaksa, karena hal ini justru akan membuat anak trauma dan semakin sulit menaikkan berat. 5. Konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak  Jika ingin mendapatkan panduan dan pilihan terbaik untuk anak, Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak. Tujuan dari konsultasi ini adalah untuk memastikan anak tidak sedang menderita penyakit atau masalah medis yang mengganggu pertumbuhannya.  Orang tua juga dapat mencari tahu bagaimana cara menaikkan berat badan dan menggemukkan anak secara tepat. Jika si kecil memang sedang sakit atau mengonsumsi obat tertentu, Anda juga bisa menanyakan efek sampingnya pada berat badan dan pertumbuhan anak. Sudah Tahu Tips agar Anak Cepat Gemuk dalam 1 Minggu? Kini, Anda bisa mulai menerapkan berbagai tips agar anak cepat gemuk dalam 1 minggu di atas. Namun, Anda juga harus pastikan anak memiliki aktivitas fisik agar berat badanya tetap terkontrol, tidak kekurangan dan tidak berlebihan.  Jika orang tua tidak memiliki waktu untuk selalu menemani anak melakukan aktivitas atau olahraga, Sparks Sports Academy dapat menjadi pilihan. Sparks Sports Academy memiliki banyak pilihan kelas yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak. Mulai dari olahraga, dance, hingga sensori. Anak dapat melakukan berbagai kegiatan menarik secara menyenangkan dan bereksplorasi dengan cara seru. Tidak hanya baik untuk fisik, setiap aktivitas tersebut juga sangat baik untuk perkembangan kognitif dan sosial emosional anak. Ayo, book free trial class yang tersedia dan rasakan pengaruhkan pada si kecil! 

20/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 5 Tips Agar Anak Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Wajib Coba!
Baca Lebih Lanjut
10 Cara Melatih Mental Anak Agar Berani Sejak Dini

10 Cara Melatih Mental Anak Agar Berani Sejak Dini

Parenting

Rasa berani anak muncul melalui proses belajar dan dukungan lingkungan, bukan sejak lahir. Kebanyakan orang tua merasa khawatir ketika anak terlihat pemalu, takut mencoba hal baru, atau tidak mau berbicara di depan orang lain. Padahal, jika Mom/Dad menerapkan pola asuh yang tepat, anak bisa membentuk mental agar lebih percaya diri dan berani menghadapi tantangan. Jika Mom/Dad bingung bagaimana cara melatih mental anak agar berani sejak dini, bisa disimak artikel ini. Cara Melatih Mental Anak Agar Berani Sejak Dini Mom/Dad bisa melakukan cara berikut ini untuk membantu melatih mental anak: 1. Beri Dukungan Emosional Dilansir dari Caring for Kids, Mom/Dad bisa memberi dukungan tanpa harus menghakimi atau mengkritik dan jangan meremehkan perasaan anak, meski terdengar sepele. Mom/Dad harus bisa mengutarakan rasa cinta kepada anak, memberi pujian, dan perhatian pada saat anak berperilaku baik. 2. Ajarkan Cara Mengatasi Stres Mom/Dad bisa membantu anak untuk mengetahui sumber stres dan cara mengatasinya. Mom/Dad bisa mengajak anak untuk beraktivitas yang disukai oleh anak. Dengan melakukan hal ini, anak akan merasa percaya diri serta memiliki harga diri yang lebih tinggi. Mom/Dad juga bisa mengajari teknik bernapas untuk mengendalkan emosi dan stres pada anak. 3. Tingkatkan Kemandirian Ajarkan anak untuk bisa mengambil inisiatif dan membuat keputusan. Biarkan anak mencoba mengatasi masalahnya sendiri agar ia bisa belajar dari pengalaman dan membentuk mentalnya yang kuat. Mom/Dad tetap harus membimbingnya agar anak bisa mendapatkan pikiran yang baru. 4. Ajarkan Anak untuk Disiplin Jika anak sudah bisa disiplin, maka ia akan memiliki mental yang kuat dan sehat. Mom/Dad bisa mengajarkannya mulai dari memberi anak tanggung jawab supaya anak memahami bahwa setiap hal memiliki konsekuensi dan dampaknya masing-masing. 5. Ajari Anak untuk Menrima Kesalahan atau Kegagalan Mom/Dad bisa membantu anak untuk bisa melihat dan menerima kesalahan atau kegagalan. Jelaskan secara perlahan kalau anak berbuat salah dan bimbing ia untuk bisa memperbaikinya. Jika anak mengalami kegagalan, Mom/Dad harus meyakininya bahwa itu adalah hal yang wajar. Berikan semagat untuk anak agar ia bisa mencobanya lagi. Baca juga: 5 Cara Mengatasi Anak Pemalu dan Penakut, Jangan Dihakimi! 6. Ajak Anak Berinteraksi Di Lingkungan Sosial Ajak anak untuk bermain dan berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Cara ini akan menumbuhkan kemampuan sosial dan rasa empati di dalam dirinya yang bisa membentuk mental kuat. Hal ini juga memungkinkan anak belajar memahami dirinya sendiri, sehingga ia bisa mengetahui kelebihan dan kekurangannya. 7. Jadilah Contoh yang Baik Anak adalah peniru yang handal. Mom/Dad bisa memberinya contoh di kehidupan sehari-hari seperti berani menghadapi tantangan dan tidak mudah menyerah. Anak akan meniru sikap tersebut dan bisa menumbuhkan mental anak yang kuat. 8. Biarkan Anak Mencoba Hal Baru Mom/Dad bisa memberi anak kesempatan untuk mencoba hal baru. Meski terlihat sederhana, pengalaman baru membantu anak belajar menghadapi rasa takut dan membangun kepercayaan diri. 9. Jangan Membandingkan Anak Membandingkan anak dengan anak orang lain bisa membuat mentalnya jatuh. Mom/Dad bisa memfokuskan pada perkembangan anak agar ia merasa aman dan percaya diri. 10. Jangan Sering Menakuti Anak Orang tua yang sering menakuti anak jika ingin mencoba hal baru bisa membuatnya tumbuh dengan rasa takut yang berlebih. Mom/Dad bisa memberi arahan ke anak dengan penjelasan yang menenangkan dan agar ia tetap berani mencoba. Cara melatih mental anak agar berani membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi dari orang tua. Dengan memberinya ruang untuk mencoba hal baru, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

20/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 10 Cara Melatih Mental Anak Agar Berani Sejak Dini
Baca Lebih Lanjut
Flat Foot pada Anak: Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya Sejak Dini

Flat Foot pada Anak: Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya Sejak Dini

Gymnastic

Flat foot pada anak biasanya disadari orang tua ketika anak mengeluh pegal, cepat lelah, atau terlihat kurang seimbang saat baerjalan. Kondisi kaki datar ini memang wajar ditemukan pada anak saat balita. Namun, jika tidak diperhatikan, flat foot bisa memengaruhi kenyamanan anak sehari-hari. Mom/Dad harus memahami berbagai faktor mengenai flat foot agar anak bisa berjalan dengan bebas dan nyaman. Apa itu Flat Foot pada Anak? Berdasarkan penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, flat foot adalah kondisi ketika sebagian atau seluruh telapak kaki bersentuhan dengan tanah. Pada balita, kondisi ini sangat normal karena lengkungan kaki belum terbentuk sempurna. Namun, jika ini berlanjut ke tahap yang lebih buruk, maka dapat menimbulkan gejala dan berpengaruh pada fungsi kaki penderitanya. Faktor Penyebab Flat Foot pada anak Mom/Dad harus mengenali beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan flat foot pada anak seperti: Jenis Flat Foot pada Anak Flat foot pada anak dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Apa Saja Gejala Flat Foot Pada Anak? Anak dengan flat foot tidak selamanya mengalami gejala. Namun, beberapa yang harus diwaspadai adalah sebagai berikut: Dampak Flat Foot pada Anak Jika tidak ditangani dengan baik, flat foot bisa berdampak pada anak, seperti: Cara Mengatasi Flat Foot pada Anak Mom/Dad bisa melakukan cara berikut ini untuk membantu mengatasi flat foot pada anak. Aktivitas gymnastic anak sangat bermanfaat karena membantu memperkuat otot kaki, melatih keseimbangan, serta mendukung pembentukan lengkungan kaki secara alami. Latih Anak Olahraga Bersama Sparks Sports Academy Flat foot anak bukanlah kondisi yang harus ditakuti, tetapi perlu diperhatikan. Dengan stimulasi gerak yang tepat sejak dini, anak bisa tumbuh lebih kuat, aktif, dan percaya diri. Mom/Dad bisa mendaftarkan anak ke program gymnastic anak di Sparks Sports Academy. Di program ini, anak bisa melatih perkembangan motorik, kekuatan otot, dan keseimbangan tubuh dengan pelatih profesional yang aman dan menyenangkan.

20/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Flat Foot pada Anak: Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya Sejak Dini
Baca Lebih Lanjut
Kenali Sensory Overload pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kenali Sensory Overload pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Parenting

Beberapa orang tua pasti pernah mengalami situasi di mana anak tantrum di tempat ramai, menutup telinga, atau menangis tanpa sebab. Situasi ini bukan karena anak rewel, melainkan anak terlalu banyak menerima rangsangan sensori atau disebut sensory overload. Menurut Ellen Braaten, PHD, sensory overload pada anak adalah ketika anak terlalu banyak menerima input sensorik seperti sentuhan, suara, rasa, dan pengelihatan. Memahami fenomena sangat penting agar orang tua lebih peka atau membantu anak merasa aman dan nyaman. Penyebab Sensory Overload pada Anak Fenomena ini terjadi ketika anak menerima terlalu banyak rangsangan dari lingkungan dan tidak mampu memprosesnya dengan baik. Berikut adalah beberapa penyebabnya: Baca juga: 7 Cara Efektif Atasi Overstimulasi pada Anak agar Lebih Tenang Gejala Sensory Overload pada Anak Mom/Dad harus mengetahui gejala awal yang terjadi pada anak seperti: Cara Mengatasi Sensory Overload pada Anak Jika anak Mom/Dad mengalami sensory overload, Mom/Dad sebaiknya menenangkan anak dengan mengubah atau pindah ke lingkuangan yang tidak membuatnya stres. Mom/Dad bisa mengidentifikasi terlebih dahulu pemicunya. Dengan begitu, Mom/Dad bisa menghindari atau mempersiapkan situasi yang bisa memicu hal ini terjadi pada anak. Sensory overload pada anak bukanlah tanda anak manja atau sulit diatur. Fenomena ini adalah respon alami anak ketika otaknya kewalahan menerima terlalu banyak rangsangan. Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya, Mom/Dad bisa lebih peka terhadap kebutuhan anak.

19/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Kenali Sensory Overload pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Baca Lebih Lanjut
Gunakan Push Walker untuk Membantu Anak Belajar Berjalan

Pahami 5 Manfaat Push Walker dan Cara Memilihnya untuk Anak

Parenting

Ketika si kecil sudah terlihat ingin berjalan, Mom/Dad bisa memberi alat bantu seperti push walker. Push walker merupakan salah satu alat bantu berjalan yang mengharuskan bayi mendorong alat tersebut untuk bisa berjalan, sehingga melatih otot kaki dan keseimbangan tubuh secara alami. Push walker memiliki bentuk yang lucu, warna menarik, hingga fitur edukatif. Alat ini sering dianggap solusi praktis untuk mendukung tumbuh kembang motorik si kecil. Di artikel ini Mom/Dad akan memahami usia yang tepat untuk menggunakan push walker, sampai manfaatnya. Usia Anak yang Cocok Menggunakan Push Walker Sebelum membeli push walker, Mom/Dad harus mengetahui usia yang cocok untuk menggunakan alat tersebut. Berikut adalah panduannya: Baca juga: Kenapa Anak Belum Bisa Berdiri dan Kapan Masih Dibilang Normal Mengapa Push Walker Baik untuk Bayi? Push walker baik untuk bayi karena membantu perkembangan motorik bayi. Tak hanya itu, berikut adalah alasan mengapa alat bantu jalan ini baik untuk bayi: Cara Memilih Push Walker untuk Anak Mom/Dad harus memperhatikan spesifikasi push walker sebelum membelinya. Berikut adalah cara memilihnya: 1. Stabilitas Pastikan alat bantu berjalan ini memiliki kestabilan saat bayi berpegangan. Tak hanya itu, alat ini juga harus mudah ditarik dan didorong bayi, memiliki alas yang lebar, dan konstruksi yang kokoh. Selain itu, pastikan posisi pegangannya lebih rendah dari dada bayi. Pilih juga yang memiliki roda lebar untuk mengurangi risiko jatuh. 2. Fasilitas Mainan Tambahan Mainan tambahan yang ada di alat ini bisa memotivasi anak untuk belajar berjalan. 3. Keamanan Pastikan alat ini tidak memiliki bagian yang terlalu kecil atau gampang lepas, terutama di bagian roda dan gagangnya. Mom/Dad juga harus memperhatikan apakah terdapat bagian tajam atau menyulitkan anak saat mendorong. 4. Sesuaikan dengan Tinggi Anak Alat bantu berjalan ini harus disesuaikan dengan tinggi anak agar anak memegang pegangan tanpa membungkuk atau menjinjit. Dengan tinggi yang pas dapat membantu postur tubuh tetap alami saat berjalan. 5. Rem Mom/Dad bisa membeli alat bantu berjalan anak yang memiliki rem untk mencegah bayi berjalan terlalu cepat. Manfaat Push Walker untuk Anak Penggunaan alat bantu jalan untuk bayi memiliki beberapa manfaat seperti: Push walker bayi bisa menjadi alat yang bermanfaat dalam melatih keterampilan motorik dan meningkatkan kepercayaan diri bayi dalam belajar berjalan. Namun, Mom/Dad juga harus memahami dalam memilih alat yang sesuai dengan usia serta kemampuan bayi. Selalu awasi dan pastikan lingkungan sudah aman untuk bayi yang menggunakan alat ini.

19/01/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Pahami 5 Manfaat Push Walker dan Cara Memilihnya untuk Anak
Baca Lebih Lanjut

Paginasi pos

Sebelumnya 1 … 15 16 17 … 73 Berikutnya
Tema Royal Elementor Kit dibuat oleh WP Royal.