Lewati ke konten
Sparks Sports Academy Logo
Cara Mengurus KIA Anak yang Hilang dengan Mudan dan Cepat

Cara Mengurus KIA Anak yang Hilang dengan Mudan dan Cepat

Parenting

Cara mengurus KIA anak yang hilang biasanya dianggap hal merepotkan bagi kebanyakan orang tua. Padahal, KIA berguna untuk kebutuhan sekolah, layanan kesehatan, atau administrasi lainnya. Kehilangan dokumen ini memang bisa terjadi kapan saja, namin kabar baiknya, proses pengurusan KIA yang hilang tidak merepotkan dan cenderung mudah. Di artikel ini akan membahas panduan lengkap yang bisa dijadikan pegangan. Manfaat Kartu Identitas Anak Kartu Identitas Anak (KIA) adalah identitas resmi yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk anak usia 0-17 tahun kurang satu hari. KIA memiliki manfaat yang cukup banyak untuk anak seperti: Persyaratan Jika Kartu Identitas Anak Hilang Sebelum datang ke Disdukcapil terdekat, pastikan Mom/Dad sudah menyiapkan dokumen berikut ini: Baca juga: Cara Mengurus KIA Anak, Jangan Anggap Sepele! Cara Mengurus KIA Anak yang Hilang Berdasarkan Pasal 4 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016, Disdukcapil akan menerbitkan kembali KIA yang hilang setelah pemohon mengajukan permohonan penerbitan KIA dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Berikut cara mengurus KIA anak yang hilang: Berapa Lama Waktu Penerbitan Kembali? Waktu penyelesaian penerbitan kembali KIA baru ini hanya memakan waktu 10 menit saja, serta tidak dipungut biaya sama sekali. Kehilangan KIA memang bisa membuat khawatir, tetapi cara mengurus KIA anak yang hilang sebenarnya tidak rumit jika Mom/Dad mengetahui prosedurnya. Dengan menyiapkan dokumen yang diperlukan dan mengikuti langkah sesuai dengan Disdukcapil, KIA anak dapat diterbitkan kembali dalam waktu singkat. Simpan dokumen penting anak dengan baik agar kejadian serupa bisa dihindari di kemudian hari

09/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Cara Mengurus KIA Anak yang Hilang dengan Mudan dan Cepat
Baca Lebih Lanjut
9 Kecerdasan Majemuk Anak dan Cara Meningkatkannya Sejak Dini

9 Kecerdasan Majemuk Anak dan Cara Meningkatkannya Sejak Dini

Parenting

9 kecerdasan majemuk anak adalah konsep penting yang perlu diperhatikan oleh Mom/Dad dalam proses tumbuh kembang anak. Tidak terus menerus soal akademik, setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda dan unik. Oleh karena itu, penting untuk Mom/Dad untuk memahami dan mengenali kecerdasan majemuk anak untuk memaksimalkan potensi anak kedepannya. Apa itu Kecerdasan Majemuk Anak? Menurut seorang psikologis Howard Gardner, multiple intelligence atau kecerdasan majemuk adalah teori yang menyatakan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari kemampuan logika atau akademis saja, melainkan bisa diukur dari kemampuan non-akademis. Seperti contoh anak unggul di bidang musik, seni, bahasa, gerakan tubuh, dan kemampuan sosial. Dengan memahami konsep kecerdasan majemuk anak, Mom/dad bisa memberikan pola asuh dan stimulus yang tepat agar anak tumbuh percaya diri dan berkembang secara optimal. Jenis Kecerdasan Majemuk Anak dan Cara Mengembangkannya Setiap anak pasti memiliki kecerdasan yang mencolok. Berikut adalah 9 kecerdasan majemuk anak beserta cara sederhana yang bisa digunakan Mom/Dad di rumah untuk mengembangkannya. 1. Kecerdasan Verbal (Linguistik) Kecerdasan verbal (linguistik) adalah kemampuan berbahasa seperti membaca, mnulis, berbicara, memahami urutan dan makna kata, serta menggunakan bahasa dengan benar. Anak yang memiliki kemampuan ini biasanya unggul di bidang bahasa, mudah mengingat informasi verbal dan tertulis, suka menulis dan membaca, ahli dalam debat dan pidato, dan bisa menyampaikan informasi dengan baik. Mom/Dad bisa mengembangkan kecerdasan verbal anak dengan cara: 2. Kecerdasan Logis (Matematis) Anak dengan kecerdasan ini biasanya akan unggul dalam mengolah angka, matematika, dan logika. Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya bisa memecahkan masalah dengan menemukan dan memahami pola pikir, pola visual, pola jumlah, atau pola warna. Mom/Dad bisa memicu kecerdasan logis inidengan cara: 3. Kecerdasan Spasial (Visual) Anak yang memiliki kecerdasan ini akan mengandalkan imajinasi dan sendang dengan bentuk, gambar, pola, desain, serta tekstur. Kemampuan ini bisa di asah dengan cara: 4. Kecerdasan Kinestetik Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan anak mengekspresikan ide, emosi, atau menyelesaikan tugas dengan menggunakan tubuh. Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya sangat aktif bergerak, suka berolahraga, menari, atau membuat kerajinan tangan. Mom/Dad bisa mengajaknya beraktivitas di luar ruangan untuk mengembangkan potensinya seperti: Baca juga: Mengenal Kinestetik, Kunci Anak Aktif dan Cerdas Gerak 5. Kecerdasan Musikal Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya peka terhadap nada, irama, dan suara. Mereka mudah mengingat lagu dan senang bernyanyi. Mom/Dad bisa mengembangkan potensi musikal anak dengan cara: 6. Kecerdasan Interpersonal Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan anak untuk memahami perasaan, motivasi, dan karakter orang lain. Anak dengan kecerdasan ini akan mudah bergaul, suka bekerja sama, dan pandai berkomunikasi. Mom/Dad bisa melatih kecerdasan anak dengan cara: 7. Kecerdasan Intrapersonal Anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal mampu untuk mengenali emosi, pikiran, dan kecemasan diri sendiri. Hal itu menjadi faktor anak dalam mengambil keputusan terbaik di hidupnya. Mom/Dad bisa mengembangkan kecerdasan ini dengan cara: 8. Kecerdasan Naturalistik Kecerdasan naturalistik adalah kemampuan anak dalam mengidentifikasi, mengamati, mengkategorikan, memahami, dan memanipulasi unsur-unsur alam seperti tumbuhn, hewan, dan lingkungan. Jika Mom/Dad ingin mengembangkan kecerdasan ini, cara di bawah bisa dilakukan: 9. Kecerdasan Eksistensial Kecerdasan eksistensial berkaitan dengan kemampuan anak berpikir tentang makna hidup, nilai, dan pertanyaan mendalam. Mom/Dad bisa membimbingnya dengan cara: Dengan memahami 9 kecerdasan majemuk anak, Mom/Dad akan tersadarkan bahwa setiap anak istimewa dengan kelebihannya masing-masing. Tidak ada anak yang lebih pintar atau kurang pintar, yang ada hanyalah perbedaan cara belajar dan berkembang. Dengan stimulasi yang tepat, anak bisa tumbuh menjadi probadi yang percaya diri dan bahagia.

09/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada 9 Kecerdasan Majemuk Anak dan Cara Meningkatkannya Sejak Dini
Baca Lebih Lanjut
Kasus Stunting di Indonesia Turun! Ini Upaya Pencegahannya

Kasus Stunting di Indonesia Turun! Ini Upaya Pencegahannya

Parenting

Tengkes atau stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang menjadi masalah serius di Indonesia. Meski begitu, dalam perkembangannya, kasus stunting di Indonesia konsisten menurun sejak tahun 2013 hingga akhir tahun 2024. Ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah dalam melakukan percepatan penurunan stunting membuahkan hasil signifikan. Lantas, bagaimana perkembangan penurunan kasus stunting dari tahun ke tahun dan apa yang harus orang tua lakukan untuk mendukung masa depan anak? Key Takeaways Kasus Stunting di Indonesia dari Tahun ke Tahun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) secara resmi mengumumkan bahwa penurunan kasus stunting di Indonesia membuahkan hasil signifikan, yakni mencapai 19,8% di akhir tahun 2024. Keberhasilan ini menjadi kabar baik karena Indonesia pertama kali mampu memenuhi target dari World Health Organization (WHO) bahwa kasus stunting harus di bawah 20%. Namun, di sisi lain, pencapaian tersebut tetap menyisakan pekerjaan rumah besar bagi seluruh pihak untuk menurunkan stunting secara menyeluruh. Pasalnya, sekitar 1 dari 5 anak Indonesia masih mengalami kekurangan gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang serta kemampuan kognitifnya. Jika Anda melihat data 10 tahun ke belakang, kasus stunting pernah berada di angka 37,2% pada tahun 2013 lalu semakin menurun di tahun-tahun berikutnya, yakni 27,7% pada tahun 2019 dan 21,6% pada tahun 2022. Angka ini kembali menurun sebesar 21,5% pada tahun 2023 atau sekitar 4,8 juta anak Indonesia yang mengalami stunting. Pada tahun 2024, jumlah anak yang mengalami kondisi kekurangan gizi kronis ini menurun sebanyak 4,4 juta. Begitu pun capaian pencegahan kasus baru juga berhasil melebihi target nasional, yaitu sebesar 377.000 dari 325.000. Target ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang harus tercapai setiap tahun. Tahun 2025, pemerintah menargetkan penurunan kasus stunting hingga 18,8%. Upaya ini menjadi langkah penting untuk mencapai target jangka panjang di tahun 2045 sebesar 5% yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya masyarakat sekitar dan orang tua. Baca juga: Tabel Tinggi Badan Anak Stunting dan Normal Menurut WHO Cara Mencegah Stunting pada Anak Dukungan Anda sebagai orang tua sangat penting demi keberhasilan program percepatan penurunan kasus stunting di Indonesia. Berikut adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah stunting pada anak. 1. Penuhi Gizi Seimbang di Masa Kehamilan Stunting bukan terjadi setelah anak lahir, tetapi sejak masa kehamilan akibat kurangnya asupan gizi seimbang. Karena itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan dan minuman bergizi yang mengandung protein hewani dan nabati, lemak, dan karbohidrat.  Ibu hamil juga membutuhkan asupan vitamin dan mineral lengkap seperti zat besi, asam folat, yodium, kolin, magnesium, vitamin A, vitamin B, serta mengonsumsi air putih sebanyak 2-3 liter per hari. 2. Memberi ASI Eksklusif pada Anak Ibu perlu memberikan nutrisi terbaik bagi anak hingga berusia 2 tahun melalui ASI eksklusif. ASI sangatlah penting untuk mendukung perkembangan otak dan menjaga kesehatan karena mengandung kolostrum sebagai antibodi alami yang membuat anak tidak mudah sakit. 3. Rutin Periksa Kesehatan Ibu dan Bayi Sejak masa kehamilan, ibu sebaiknya rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan atau bidan terdekat minimal enam kali. Pemeriksaan rutin ini sangat penting untuk memantau perkembangan janin dan mendeteksi dini apabila ada gangguan kesehatan yang ibu maupun bayi alami dalam kandungan. Setelah bayi lahir, pemeriksaan rutin tetap dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan anak, terutama tinggi dan berat badannya. Hal ini karena indikator stunting dapat terlihat dari tinggi dan badan anak yang tidak sesuai usianya. 4. Memberi MPASI yang Kaya Nutrisi Menginjak usia 6 bulan, anak membutuhkan tambahan nutrisi dari Makanan Pendamping ASI (MPASI). Anda dapat memberi MPASI dengan tekstur sesuai tahap perkembangan anak yang mengandung lemak, vitamin, mineral, protein, zat besi, zinc, dan omega-3 untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. 5. Menjaga Kebersihan Lingkungan Stunting tidak hanya soal kekurangan nutrisi, tetapi tumbuh di lingkungan yang tidak sehat. Misalnya, lingkungan dengan sanitasi buruk, minim sinar matahari, dan kurang mendapat akses air bersih. Kondisi ini memicu munculnya penyakit seperti diare dan cacingan yang mana meningkatkan risiko stunting 2,2 kali lebih besar. Tekan Kasus Stunting di Indonesia dengan Pendidikan Berkualitas Menekan kasus stunting di Indonesia membutuhkan komitmen kuat dari berbagai pihak, mulai kebijakan pemerintah hingga orang tua dengan memberi pendidikan terbaik untuk anak. Sparks Sports Academy menghadirkan berbagai kelas eksklusif untuk mendukung perkembangan sensorik, motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak untuk mempersiapkan masa depannya. Bersama tenaga profesional yang berpengalaman, Sparks Sports Academy berkomitmen mendukung tumbuh kembang anak sesuai tahap perkembangannya menggunakan metode bermain menyenangkan. Segera daftar dan dapatkan free trial class sekarang juga!

09/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Kasus Stunting di Indonesia Turun! Ini Upaya Pencegahannya
Baca Lebih Lanjut
Rembuk Stunting: Arti, Tujuan dan Manfaatnya bagi Masyarakat

Rembuk Stunting: Arti, Tujuan dan Manfaatnya bagi Masyarakat

Parenting

Tingginya angka stunting di Indonesia menjadi masalah serius yang harus mendapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat. Rembuk stunting adalah satu langkah konkret untuk menindaklanjuti percepatan penurunan stunting sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021 hingga tingkat desa/kelurahan. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader Posyandu, Puskesmas, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta masyarakat umum. Lalu, apa tujuan utama dari forum musyawarah ini? Baca artikel ini sampai habis. Key Takeaways Rembuk Stunting di Desa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 5 tahun akibat malnutrisi akut yang menghambat pertumbuhan. Kondisi ini menjadi perhatian serius dan tercantum pada Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Mulai dari pemantauan, evaluasi, hingga pendanaan tingkat nasional maupun desa. Rembuk stunting adalah salah satu strategi meningkatkan komitmen pemerintah dalam menurunkan angka stunting di wilayah desa. Forum musyawarah ini dipimpin oleh Ketua BPD dengan menggunakan dana desa atau APBD. Selain di wilayah desa, rembuk stunting juga diselenggarakan di tingkat kabupaten/kota oleh OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintahan dan masyarakat.  Seperti yang dilakukan Kota Surabaya tahun 2025. Pemerintah Kota Surabaya melakukan penandatanganan komitmen bersama dengan menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur, BUMD, Baznas, Bappeda Jawa Timur, Bangga Surabaya Peduli (BAP), serta pihak lainnya untuk mewujudkan target Surabaya Zero Growth Stunting. Di wilayah desa, ada Kelurahan Candirejo, Kabupaten Gunungkidul yang menyelenggarakan rembuk stunting bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan masyarakat umum pada tahun 2025.  Selain itu, Desa Meteseh Kabupaten Kendal melakukan musyawarah penurunan stunting dengan melibatkan perangkat desa, kader posyandu, kader KB, PKK, Karang Taruna, dan sebagainya. Secara garis besar, agenda rembuk stunting adalah memetakan data kasus di suatu wilayah, melakukan diskusi penyebab stunting, dan merumuskan rencana intervensi gizi spesifik dan sensitif. Agenda ini juga membahas prioritas anggaran dan peningkatan kapasitas kader. Kemudian, pelaksana rembuk akan menandatangani berita acara sebagai komitmen bersama yang dipimpin oleh pimpinan daerah atau kepala desa. Baca juga: Cegah Stunting pada Anak Sejak Dini dengan Cara Ini Output Rembuk Stunting  Tim percepatan Penurunan Stunting Republik Indonesia merumuskan output, yaitu menguatnya komitmen menurunkan stunting yang ditandatangani oleh pimpinan daerah. Salah satunya adalah bupati/wali kota, kepala desa, perwakilan DPRD, pimpinan OPD, perwakilan sektor non-pemerintahan, dan perwakilan masyarakat. Kesepakatan ini mencakup beberapa hal, mulai dari program prioritas, rencana anggaran, hingga penguatan komitmen masyarakat terhadap stunting. Selain itu, seluruh pihak menyepakati rencana intervensi gizi terintegrasi yang termuat dalam Rencana Kerja (Renja) OPD tahun berikutnya. Intervensi gizi bisa mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sosialisasi gizi dan ASI eksklusif, pola asuh, dan memperhatikan kualitas lingkungan hidup seperti sanitasi dan ketersediaan air bersih. Dari sini, pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun dapat meningkat karena adanya pendampingan dan sosialisasi masif dari pemerintah. Manfaat Utama Rembuk Stunting bagi Masyarakat Salah satu manfaat rembuk stunting adalah menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan. Selain itu, manfaat utama dari forum diskusi ini bagi masyarakat setempat adalah sebagai berikut. 1. Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman Musyawarah menangani percepatan stunting berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Stunting adalah kondisi serius sehingga memerlukan pengetahuan memadai bagi calon orang tua, khususnya ibu hamil tentang pentingnya gizi seimbang dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 2. Penanganan Masalah Tepat Sasaran Musyawarah ini memudahkan kader kesehatan dan pemerintah setempat dalam mengidentifikasi masalah guna memberi solusi efektif yang tepat sasaran. Dengan begitu, pencegahan sekaligus penanganan stunting dapat segera terwujud dan target penurunan stunting tercapai. 3. Menguatkan Kerja Sama Lintas Sektor Kerja sama lintas sektor, baik dari pemerintahan, non-pemerintahan, hingga masyarakat setempat, memperkuat sinergi untuk mewujudkan generasi emas di masa mendatang. Semangat kolaborasi ini menjadi strategi efektif agar stunting dapat teratasi secara tepat dan terpadu. 4. Mengoptimalkan Kapasitas SDM Forum diskusi yang melibatkan tenaga profesional dan kader ini dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam melayani masyarakat. Pasalnya, mereka mendapat pengetahuan komprehensif tentang kesehatan masyarakat yang berguna demi kemajuan suatu daerah. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk pemberdayaan dana desa untuk mendukung peningkatan kualitas SDM secara menyeluruh. Rembuk Stunting adalah Cara Tepat Mewujudkan Generasi Unggulan  Rembuk stunting adalah forum strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai wadah pengambilan keputusan bersama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mencegah serta menurunkan angka stunting di suatu wilayah. Untuk mendukung tumbuh kembang anak, Anda perlu memberikan pendidikan berkualitas dari Sparks Sports Academy. Kamihadir menyediakan berbagai kelas eksklusif yang dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan kognitif, motorik, sosial, hingga emosional anak melalui permainan interaktif dan edukatif. Segera daftarkan si kecil dan ikuti free trial class dengan fasilitas lengkap untuk kecerdasan buah hati!

09/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Rembuk Stunting: Arti, Tujuan dan Manfaatnya bagi Masyarakat
Baca Lebih Lanjut
Bahaya Stunting pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Bahaya Stunting pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Parenting

Bahaya stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, seperti tinggi badan yang tidak optimal, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak dan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahaya stunting sejak dini agar dapat melakukan langkah pencegahan yang tepat. Artikel ini akan memberikan Anda informasi mengenai bahaya stunting serta berbagai tips dan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya. Key Takeaways Bahaya Stunting bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak terjadi pada anak-anak dan berdampak serius terhadap pertumbuhan serta perkembangannya. Berikut adalah beberapa bahaya stunting yang harus Anda ketahui sebagai bentuk kewaspadaan sejak dini. 1. Tubuh Pendek dan Kurus Stunting dapat menyebabkan tinggi dan berat badan anak berada di bawah rata-rata usia sebenarnya, sehingga tampak lebih pendek dan kurus. Tidak hanya itu, anak yang mengalami stunting juga sering menunjukkan ciri fisik lain, seperti kondisi kulit, kuku, dan rambut yang cenderung kering. 2. Tingkat Kecerdasan Rendah Stunting juga dapat menghambat perkembangan kemampuan intelektual anak secara optimal. Dampaknya, anak akan mengalami kesulitan menyerap pelajaran ketika di sekolah, sehingga prestasi akademiknya kurang maksimal.  3. Mudah Terserang Penyakit  Kekurangan nutrisi yang menjadi penyebab stunting dapat menghambat perkembangan serta fungsi sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, anak yang mengalami stunting menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit. 4. Peningkatan Risiko Malnutrisi Akut Anak-anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami gizi buruk. Salah satu bentuknya adalah malnutrisi akut yang ditandai dengan penurunan berat badan secara drastis, sehingga semakin mengancam kesehatan hingga kematian.  5. Gangguan Penglihatan Anak yang mengalami stunting umumnya mengalami kekurangan asupan vitamin dan mineral. Salah satu dampak serius dari kekurangan vitamin, khususnya vitamin A, adalah gangguan pada kesehatan mata. Anak stunting lebih berisiko mengalami rabun senja dan dalam jangka panjang bahkan dapat berujung pada kebutaan. Baca juga: Dampak Stunting pada Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Tips Mencegah Stunting Pada Anak Tentu saja, bahaya stunting dapat dicegah apabila orang tua secara aktif memantau dan memenuhi kebutuhan anak. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah terjadinya stunting pada anak. 1. Memenuhi Nutrisi Saat Masa Kehamilan Asupan nutrisi yang cukup selama masa kehamilan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, seperti buah dan sayuran, sumber protein, serta zat besi, asam folat, dan kalsium.  2. Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi Pelayanan kesehatan preventif, seperti pemeriksaan rutin, berperan penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta mendeteksi potensi masalah sejak dini. Selain itu, vaksinasi dan imunisasi membantu melindungi anak dari berbagai infeksi yang dapat berisiko menyebabkan stunting. 3. Perhatikan Asupan Gizi, Waktu Tidur, dan Aktivitas Menurut Kementerian Kesehatan, penanganan stunting dilakukan melalui tatalaksana yang ditangani oleh dokter spesialis anak dengan memerhatikan tiga aspek utama.  Aspek tersebut meliputi pemberian asupan makanan yang cukup dan bergizi, penerapan jadwal tidur yang teratur dengan waktu tidur dimulai sekitar pukul 9 malam, serta mendorong anak untuk melakukan olahraga atau aktivitas fisik selama 30 menit hingga 1 jam dengan frekuensi 3–5 hari dalam seminggu. 4. Memberi ASI Eksklusif Pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. ASI mengandung nutrisi lengkap serta antibodi yang dibutuhkan bayi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi diri dari berbagai penyakit. 5. Utamakan Kebersihan dan Sanitasi yang Baik Kebersihan dan sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar anak. Pastikan air yang digunakan untuk minum dan mencuci makanan benar-benar bersih dan aman. Anda juga harus mengajarkan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet untuk mencegah infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan. 6. Konsultasi dengan Ahli Orang tua perlu konsisten dan telaten dalam memberikan asupan makanan bergizi seimbang kepada anak setiap hari. Pemeriksaan kesehatan secara rutin di Posyandu atau Puskesmas terdekat juga sangat penting dilakukan. Melalui konsultasi ini, tenaga kesehatan atau dokter dapat memantau kondisi anak.  Cara Mendukung Tumbuh Kembang Anak Memberikan nutrisi yang cukup untuk mencegah bahaya stunting memang sangat penting, namun orang tua juga perlu bersikap proaktif dalam mendukung tumbuh kembang anak. Salah satu caranya adalah dengan mengikutsertakan anak dalam kegiatan non akademik, seperti olahraga, menari, balet atau taekwondo.  Aktivitas tersebut tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan fisik anak, tetapi juga membantu mengasah keterampilan motorik, membangun kedisiplinan, serta meningkatkan rasa percaya diri. Sparks Sports Academy hadir sebagai pilihan tepat bagi orang tua yang ingin mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Sparks Sports Academy menyediakan berbagai aktivitas fisik dan non akademik yang dirancang secara profesional dan menyenangkan, sehingga anak dapat berkembang secara optimal. Hubungi sekarang dan dapatkan kesempatan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak secara aktif dan menyenangkan.

09/02/2026 / Komentar Dinonaktifkan pada Bahaya Stunting pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua
Baca Lebih Lanjut

Paginasi pos

Sebelumnya 1 2 3 4 … 72 Berikutnya
Tema Royal Elementor Kit dibuat oleh WP Royal.