Baby walker merupakan alat yang kerap digunakan orang tua untuk melatih anak berusia di bawah 12 bulan untuk berjalan. Desain alat ini berupa kursi gantung dan penyangga yang terhubung langsung dengan roda, sehingga anak dapat duduk dengan posisi kaki yang menggantung dan jari-jari kaki menyentuh tanah.
Namun, apakah Anda tahu bahwa alat bantu jalan bayi dapat memengaruhi pola berjalan anak? Alat ini pun direkomendasikan untuk anak-anak gunakan. Apa alasannya? Berikut ulasan lengkapnya!
Key takeaways:
- Baby walker merupakan alat populer yang pada awalnya digunakan untuk melatih anak yang berusia di bawah 12 bulan dalam berjalanÂ
- Penggunaan alat bantu jalan bayi tidak lagi direkomendasikan dan hampir dilarang di seluruh dunia.Â
- Alat ini dapat memperlambat kemampuan motorik kasar dan meningkatkan insiden cedera pada anak.Â
7 Alasan Penggunaan Baby Walker Tidak DiperbolehkanÂ
Berikut rangkuman bahaya penggunaan alat bantu jalan bayi yang perlu orang tua sadari!
1. Anak Rentan Mengalami CederaÂ
Bahkan, menurut studi dari American Academy of Pediatrics, sejak tahun 1990 – 2014, terdapat 230.676 kasus anak berusia di bawah 15 bulan yang masuk UGD (Unit Gawat Darurat) karena kecelakaan akibat penggunaan baby walker.Â
Menurut laporan tersebut, rata-rata anak-anak terjatuh dari tangga saat menggunakan alat bantu jalan bayi. Di antaranya anak mengalami cedera pada leher atau kepala, atau bahkan cedera yang lebih serius. Melihat fakta tersebut, tentu penggunaan alat bantu jalan bayi dinilai tidak lagi layak dan dilarang.
2. Otot Kaki Anak Menjadi TegangÂ
Salah satu hal penting yang anak butuhkan ketika mulai berlatih berjalan ialah melatih kekuatan otot di seluruh tubuh. Namun, saat menggunakan alat bantu jalan, anak akan melewatkan latihan gerakan berulang yang mereka butuhkan. Contohnya seperti gerakan merayap di tembok atau mencoba berdiri dari posisi duduk.
Ketika anak menggunakan alat bantu jalan bayi, mereka akan menggunakan jari-jari kakinya saja. Tentu saja, ini akan mengganggu proses berjalan normal karena otot kaki menjadi tegang hingga memengaruhi bentuk kaki.
3. Anak Sulit Menyeimbangkan TubuhÂ
Mengutip Harvard Health Publishing, baby walker membuat anak tidak bisa berjalan secara mandiri. Karena, ketika anak belajar berjalan, mereka harus melewati proses menyeimbangkan tubuh dan mengambil langkah tanpa bantuan. Namun, apabila anak memakai alat, proses menyeimbangkan tubuh akan semakin lama mereka pelajari.Â
4. Memudahkan Anak dalam Mengambil Benda yang BerbahayaÂ
Benda-benda berbahaya yang biasa ada di atas meja, seperti pisau dapur, gunting, minuman panas, dan lain sebagainya akan semakin mudah anak jangkau jika mereka menggunakan alat bantu jalan.
Bahkan, jika orang tua tidak mengawasi dengan baik, anak dapat pergi ke area terlarang. Contohnya seperti tangga yang turun ke lantai bawah, dapur, kamar mandi, dan lain sebagainya.
5. Melakukan Gerakan yang Tidak TerkendaliÂ
Anak juga akan lebih mudah melakukan gerakan yang tidak terkendali jika menggunakan alat bantu jalan. Contohnya seperti berputar-putar atau mencoba menabrakkan diri ke tembok, furniture, dan benda bahaya lain. Baik itu, dalam pengawasan atau tidak, anak tetap bisa melakukan gerakan tersebut.
6. Risiko Jari Kaki TerjepitÂ
Diantara roda baby walker terdapat celah yang dapat menyebabkan jari kaki anak masuk dan terjepit ketika menggunakannya. Bahkan, tak jarang mereka justru secara sengaja memasukkan jari kakinya ke dalam sana. Anak juga dapat terjepit saat mereka menabrakkan diri ke benda keras seperti dinding.
7. Mengganggu Perkembangan Motorik AnakÂ
Mengutip penelitian Seputri dan Nikmatur (2024), alat bantu jalan bayi tidak hanya dapat meningkatkan insiden cedera, namun juga memperlambat motorik kasar anak.Â
Anak akan cenderung duduk dalam waktu yang lama, sehingga gerakan mereka menjadi terbatas. Mereka tidak bisa mengeksplorasi gerakan lain seperti merangkak, sehingga perkembangan kemampuan motorik anak tidak lancar.
Baca juga: Gunakan Push Walker untuk Membantu Anak Belajar Berjalan
Alternatif Melatih Anak Berjalan Tanpa Baby Walker
Meski memang sudah banyak merek alat bantu jalan yang menerapkan standar baru, bahaya yang mengancam si kecil akan tetap ada. Karena itu, untuk melatih anak berjalan, Anda dapat menuntun anak secara manual, yaitu dengan mengajak mereka berdiri dan memegang kedua tangannya.
Selain itu, biarkan mereka bermain di lantai dengan menyediakan ruangan atau tempat yang aman untuk anak agar dapat bereksplorasi secara bebas. Jadi, kemampuan motorik mereka dapat berkembangan secara normal. Lewat dorongan aktif ini, anak pasti bisa belajar dengan lebih aman.
Sudah Paham Bahaya Baby Walker bagi Perkembangan Anak?
Kesimpulannya, tanpa baby walker sekalipun, orang tua tetap dapat melatih kemampuan berjalan anak. Namun, jika Anda merupakan orang tua yang sibuk dan sulit meluangkan waktu untuk melatih kemampuan motorik anak, Anda dapat mendaftarkan anak ke Sparks Sports Academy.Â
Spark Sports Academy merupakan tempat untuk memberikan pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang si kecil menggunakan stimulasi sensorik dan aktivitas fisik menyenangkan. Sparks Sports Academy pun memiliki berbagai kelas yang dapat menyesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.Â
Mulai dari dance hingga olahraga, anak akan akan didukung agar dapat tumbuh cerdas dan aktif. Tidak hanya sekedar bermain, Sparks Sports Academy juga dapat menjadi tempat anak melatih kemampuan sosialisasi, mengasah pikiran, serta berpikir kreatif dan kritis. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan anak Anda!







