Orang Tua Wajib Tahu! Kenali Bahaya Asap Rokok bagi Anak Sejak Dini

Orang Tua Wajib Tahu! Kenali Bahaya Asap Rokok bagi Anak Sejak Dini

Table of Contents

Data menunjukkan 12,9% anak terpapar asap rokok, dengan 36,4% di antaranya mengalami gangguan seperti kecemasan dan masalah perilaku. Lingkungan harian pun perlu mendapat perhatian serius karena akan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Lantas, apa saja bahaya asap rokok bagi Anak? Simak artikel ini!

Key Takeaways

  • Asap rokok bagi anak paling cepat menyerang paru-paru, membuat anak lebih sering sakit, mudah sesak, dan kurang optimal saat bergerak aktif.
  • Bahaya asap rokok yang wajib Anda perhatikan yaitu meningkatkan risiko infeksi serius seperti pneumonia dan bronkiolitis.
  • Lingkungan bebas asap rokok membantu anak bernapas lebih lega, lebih aktif berolahraga, dan tumbuh dengan daya tahan tubuh yang lebih baik.

5 Bahaya Asap Rokok Bagi Anak

Berikut adalah beberapa bahaya dari asap rokok yang bisa saja menjangkit si kecil.

1. Risiko Infeksi Pernapasan: Pneumonia

Bahaya asap rokok pada anak terlihat dari meningkatnya frekuensi infeksi dada. Anak yang tinggal di lingkungan penuh asap rokok lebih sering mengalami bronkitis dan pneumonia, terutama pada usia di bawah dua tahun. 

Ini terjadi karena asap rokok mengiritasi saluran napas dan membuat lendir menumpuk, sehingga kuman lebih mudah berkembang. Pneumonia sendiri merupakan infeksi paru yang menghambat masuknya oksigen ke tubuh, dengan gejala batuk basah, demam, napas cepat, hingga anak yang tampak sangat lemas. 

Pada bayi, gejalanya bisa samar tetapi kondisinya akan cepat memburuk. Anak yang sering sakit dada otomatis juga akan lebih banyak absen sekolah dan kurang aktif bergerak.

2. Gangguan Telinga dan Pendengaran

Bahaya asap rokok bagi anak tidak berhenti di paru-paru. Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi telinga tengah atau otitis media. Asap membuat saluran eustachius yang menghubungkan telinga dan tenggorokan mudah bengkak dan tersumbat. 

Akibatnya, cairan menumpuk di telinga dan mudah terinfeksi bakteri. Mengutip laman Australian Government, pada sebagian anak, cairan ini dapat bertahan lama dan berubah menjadi glue ear. 

Kondisi ini dapat menurunkan pendengaran, memengaruhi perkembangan bicara, kemampuan belajar, serta interaksi sosial anak. Bahkan, tidak sedikit anak yang akhirnya memerlukan tindakan medis seperti pemasangan selang telinga.

3. Asma

Bahaya asap rokok lainnya adalah asma. Melansir CDC, asap rokok dapat memicu serangan asma yang lebih sering dan lebih berat pada anak. Anak bisa mengalami batuk berkepanjangan, napas berbunyi, dada terasa berat, dan sesak napas mendadak.

Data juga menunjukkan hampir dua kali lipat anak dengan asma yang terpapar asap rokok perlu dirawat di rumah sakit akibat serangan berat. Ketika napas terganggu, anak tentu juga akan sulit mengikuti pelajaran, olahraga, atau aktivitas yang menuntut gerak aktif. Kondisi ini pun menghambat perkembangan fisik dan kepercayaan diri anak.

4.  Bronkiolitis

Bahaya asap rokok bagi anak juga sangat berkaitan dengan bronkiolitis, terutama pada bayi dan balita di bawah 18 bulan. Bronkiolitis merupakan infeksi virus pada saluran napas kecil (bronkiolus) yang membuat saluran tersebut menyempit akibat peradangan dan lendir.

Paparan asap rokok dapat mengiritasi jaringan paru sejak awal, sehingga virus lebih mudah menyerang dan gejalanya terasa lebih berat. Awalnya, anak tampak seperti pilek biasa, dengan hidung berair dan batuk ringan. Lalu, dalam hitungan hari, napas menjadi cepat, berbunyi seperti siulan, dan terlihat berat.

Dada dan tulang rusuk juga bergerak lebih dalam saat bernapas, lubang hidung melebar, bahkan bibir bisa tampak kebiruan pada kondisi berat. Anak menjadi rewel, sulit minum, dan cepat lelah. Saat bronkiolitis menyerang, tubuh anak membutuhkan oksigen lebih banyak, sementara asap rokok justru memperparah hambatan napas. 

5.  Dampak pada Kesehatan dan Perilaku

Bahaya asap rokok dapat berlangsung dalam jangka panjang. Penelitian dalam jurnal Tobacco, E-Cigarettes and Child Health menjelaskan bahwa, anak dari orang tua perokok akan terpapar nikotin dan bahan kimia berbahaya sejak dalam kandungan hingga lingkungan sehari-hari.

Paparan dini ini memengaruhi perkembangan paru, jantung, dan otak, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari seperti gangguan perilaku, penyakit kardiovaskular, dan obesitas. Anak yang tumbuh di rumah dengan kebiasaan merokok juga memiliki peluang lebih besar untuk mulai merokok saat remaja.

Selain itu, paparan uap rokok elektrik tetap mengandung nikotin dan zat berbahaya lain, sehingga perlakuannya perlu disamakan dengan rokok konvensional.

Ayo, Hindari Bahaya Asap Rokok bagi Anak!

Kesimpulannya, lingkungan bebas asap akan memberi anak ruang bernapas yang lebih sehat, tubuh yang kuat, dan emosi yang lebih stabil. Orang tua pun memiliki peran besar dalam menciptakan keseharian yang aman dan penuh stimulasi positif bagi anak.

Tentu saja, selain menghindari merokok saat bersama anak, Anda dapat mengimbanginya anak dengan aktivitas fisik terarah di lingkungan yang sehat. Sparks Sports Academy pun menghadirkan kelas olahraga anak usia 1-7 tahun di Jabodetabek dan Surabaya. 

Setiap programnya bertujuan untuk menstimulasi motorik, sensorik, serta sosial-emosional anak melalui permainan aktif dan menyenangkan. Anak pun dapat bergerak, berinteraksi, dan belajar percaya diri di lingkungan suportif. Ayo, book free trial class agar anak bisa rasakan bermain dan belajar bersama Sparks Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%