Bahaya Stunting pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Bahaya Stunting pada Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Table of Contents

Bahaya stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, seperti tinggi badan yang tidak optimal, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak dan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahaya stunting sejak dini agar dapat melakukan langkah pencegahan yang tepat.

Artikel ini akan memberikan Anda informasi mengenai bahaya stunting serta berbagai tips dan langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasinya.

Key Takeaways

  • Stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan otak, daya tahan tubuh hingga produktivitas di masa depan.
  • Pemenuhan gizi seimbang, ASI eksklusif, kebersihan lingkungan, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin sangat penting.
  • Orang tua perlu proaktif dalam memantau kebutuhan anak, memberikan nutrisi yang cukup, dan mendukung perkembangan anak. 

Bahaya Stunting bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak terjadi pada anak-anak dan berdampak serius terhadap pertumbuhan serta perkembangannya. Berikut adalah beberapa bahaya stunting yang harus Anda ketahui sebagai bentuk kewaspadaan sejak dini.

1. Tubuh Pendek dan Kurus

Stunting dapat menyebabkan tinggi dan berat badan anak berada di bawah rata-rata usia sebenarnya, sehingga tampak lebih pendek dan kurus. Tidak hanya itu, anak yang mengalami stunting juga sering menunjukkan ciri fisik lain, seperti kondisi kulit, kuku, dan rambut yang cenderung kering.

2. Tingkat Kecerdasan Rendah

Stunting juga dapat menghambat perkembangan kemampuan intelektual anak secara optimal. Dampaknya, anak akan mengalami kesulitan menyerap pelajaran ketika di sekolah, sehingga prestasi akademiknya kurang maksimal. 

3. Mudah Terserang Penyakit 

Kekurangan nutrisi yang menjadi penyebab stunting dapat menghambat perkembangan serta fungsi sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, anak yang mengalami stunting menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit.

4. Peningkatan Risiko Malnutrisi Akut

Anak-anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami gizi buruk. Salah satu bentuknya adalah malnutrisi akut yang ditandai dengan penurunan berat badan secara drastis, sehingga semakin mengancam kesehatan hingga kematian. 

5. Gangguan Penglihatan

Anak yang mengalami stunting umumnya mengalami kekurangan asupan vitamin dan mineral. Salah satu dampak serius dari kekurangan vitamin, khususnya vitamin A, adalah gangguan pada kesehatan mata. Anak stunting lebih berisiko mengalami rabun senja dan dalam jangka panjang bahkan dapat berujung pada kebutaan.

Baca juga: Dampak Stunting pada Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak

Tips Mencegah Stunting Pada Anak

Tentu saja, bahaya stunting dapat dicegah apabila orang tua secara aktif memantau dan memenuhi kebutuhan anak. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah terjadinya stunting pada anak.

1. Memenuhi Nutrisi Saat Masa Kehamilan

Asupan nutrisi yang cukup selama masa kehamilan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi, seperti buah dan sayuran, sumber protein, serta zat besi, asam folat, dan kalsium. 

2. Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

Pelayanan kesehatan preventif, seperti pemeriksaan rutin, berperan penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta mendeteksi potensi masalah sejak dini. Selain itu, vaksinasi dan imunisasi membantu melindungi anak dari berbagai infeksi yang dapat berisiko menyebabkan stunting.

3. Perhatikan Asupan Gizi, Waktu Tidur, dan Aktivitas

Menurut Kementerian Kesehatan, penanganan stunting dilakukan melalui tatalaksana yang ditangani oleh dokter spesialis anak dengan memerhatikan tiga aspek utama. 

Aspek tersebut meliputi pemberian asupan makanan yang cukup dan bergizi, penerapan jadwal tidur yang teratur dengan waktu tidur dimulai sekitar pukul 9 malam, serta mendorong anak untuk melakukan olahraga atau aktivitas fisik selama 30 menit hingga 1 jam dengan frekuensi 3–5 hari dalam seminggu.

4. Memberi ASI Eksklusif

Pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. ASI mengandung nutrisi lengkap serta antibodi yang dibutuhkan bayi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan melindungi diri dari berbagai penyakit.

5. Utamakan Kebersihan dan Sanitasi yang Baik

Kebersihan dan sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar anak. Pastikan air yang digunakan untuk minum dan mencuci makanan benar-benar bersih dan aman.

Anda juga harus mengajarkan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet untuk mencegah infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan.

6. Konsultasi dengan Ahli

Orang tua perlu konsisten dan telaten dalam memberikan asupan makanan bergizi seimbang kepada anak setiap hari. Pemeriksaan kesehatan secara rutin di Posyandu atau Puskesmas terdekat juga sangat penting dilakukan. Melalui konsultasi ini, tenaga kesehatan atau dokter dapat memantau kondisi anak. 

Cara Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Memberikan nutrisi yang cukup untuk mencegah bahaya stunting memang sangat penting, namun orang tua juga perlu bersikap proaktif dalam mendukung tumbuh kembang anak. Salah satu caranya adalah dengan mengikutsertakan anak dalam kegiatan non akademik, seperti olahraga, menari, balet atau taekwondo. 

Aktivitas tersebut tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan fisik anak, tetapi juga membantu mengasah keterampilan motorik, membangun kedisiplinan, serta meningkatkan rasa percaya diri. Sparks Sports Academy hadir sebagai pilihan tepat bagi orang tua yang ingin mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Sparks Sports Academy menyediakan berbagai aktivitas fisik dan non akademik yang dirancang secara profesional dan menyenangkan, sehingga anak dapat berkembang secara optimal. Hubungi sekarang dan dapatkan kesempatan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak secara aktif dan menyenangkan.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%