Bruxism: Faktor Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Bruxism: Faktor Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents

Bruksisme (bruxism) adalah salah satu kondisi parafungsi gigi yang sering dilakukan oleh anak dan dewasa saat sadar atau tidak sadar, seperti saat sedang tidur. Meskipun terdengar sepele, namun kebiasaan ini bisa menuntun pada beberapa masalah kesehatan seperti nyeri rahang, kerusakan gigi, hingga sakit kepala.

Key Takeaways

  • Bruxism adalah kondisi parafungsi gigi saat seseorang menggesekkan atau menekan giginya tanpa sadar, baik saat kondisi bangun (sadar) atau tidak (tidur).
  • Kondisi bruksisme bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari stres, gangguan tidur, faktor genetik, hingga konsumsi obat-obatan.
  • Beberapa cara untuk menangani bruksisme adalah menggunakan night guard, melakukan teknik relaksasi, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, hingga koreksi struktur gigi.

Apa Itu Bruxism?

Secara teori, bruxism adalah kondisi medis ketika seseorang menggesekkan (grinding) atau menekan gigi (clenching) tanpa disadari atau tidak terkontrol. Tidak hanya terjadi pada dewasa, kondisi ini juga sering terjadi pada anak. Selain itu, kondisi ini bisa terjadi pada saat sadar atau saat tertidur.

Pada bidang medis, kondisi parafungsi gigi terbagi atas dua jenis, yaitu:

  • Awake Bruxism: Kondisi parafungsi gigi berupa menekan atau menggesekkan gigi saat sedang stres, mencoba fokus, tegang, atau melakukan aktivitas rutin.
  • Sleep Bruxism: Kondisi parafungsi gigi berupa menekan atau menggesekan gigi selama tidur.

Meskipun berbeda, keduanya memiliki risiko gangguan kesehatan mulut yang sama, mulai dari kerusakan gigi, nyeri rahang, hingga sakit kepala.

Penyebab Bruxism

Bruksisme pada dasarnya bukan kondisi medis yang bisa muncul secara acak. Ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya kondisi ini pada seseorang. Beberapa faktor yang paling umum adalah sebagai berikut.

  • Stres dan kecemasan: Saat seseorang berada dalam kondisi stres atau cemas, tubuh bisa memberikan reaksi tertentu seperti menegangkan otot, termasuk otot rahang. Kondisi ini bisa memicu seseorang menekan atau menggesekkan gigi tanpa sadar.
  • Gangguan tidur: Penelitian dari National Library of Medicine menegaskan korelasi antara gangguan tidur dengan kondisi bruksisme. Otak yang sedang dalam kondisi terganggu bisa memicu kondisi parafungsi tertentu, termasuk menggesekkan atau menekan gigi.
  • Kondisi gigi atau rahang yang tidak sejajar: Ketidakseimbangan struktur gigi dan rahang juga bisa menyebabkan bruksisme. Pasalnya, otak akan memberi respon pada tubuh untuk mencari posisi ternyaman saat menutup mulut, termasuk melakukan grinding dan clenching.
  • Faktor genetik: Kondisi bruksisme juga bisa terjadi karena faktor genetik. Jadi, Anda akan berisiko mengalaminya jika memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
  • Konsumsi kafein dan alkohol berlebih: Konsumsi kafein dan alkohol yang tinggi bisa meningkatkan aktivitas saraf serta merangsang otot, sehingga meningkatkan risiko bruksisme saat tidur.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu: Beberapa jenis obat, terutama antidepresan, memiliki efek samping yang bisa memicu kondisi bruksisme.

Gejala Bruxism

Seperti yang disebutkan sebelumnya, seseorang yang memiliki kondisi bruxism biasanya memiliki kebiasaan menekan, menggertakan, atau menggesekan giginya tanpa disadari. Hal tersebut akan memunculkan berbagai keluhan atau gejala medis lain seperti:

  • Permukaan gigi bagian atas menjadi tidak bergerigi (rata);
  • Gigi menjadi lebih sensitif;
  • Otot rahang yang tegang; dan
  • Sakit kepala yang merambat hingga ke telinga.

Bahkan, seseorang dengan kondisi ini berisiko mengalami gangguan tidur, seperti tiba-tiba terbangun, henti nafas sejenak, hingga mendengkur.

Cara Mengatasi Bruxism

Pada banyak kasus, termasuk pada anak-anak, bruksisme tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, jika kondisi sudah masuk tahap mengkhawatirkan atau memicu gejala kesehatan lain, berikut adalah opsi pengobatan yang bisa dilakukan.

  • Menggunakan mouth guard/night guard: Ini adalah alat pelindung gigi khusus yang berfungsi mencegah kerusakan gigi akibat gesekan saat tidur serta mengurangi tekanan pada rahang.
  • Teknik relaksasi: Jika indikasi penyebab bruksisme adalah stres, maka teknik relaksasi seperti yoga atau journaling bisa membantu meredakan gejala.
  • Mengurangi kafein dan alkohol: Pantau konsumsi kopi, teh, coklat dan alkohol, khususnya menjelang tidur.
  • Koreksi struktur gigi: Jika bruksisme disebabkan oleh struktur gigi yang tidak sejajar, maka diperlukan dental adjustment atau perawatan ortodonti tertentu.

Cegah Risiko Bruksisme pada Anak Lewat Aktivitas Fisik Positif

Aktivitas fisik pada dasarnya memberi dampak besar terhadap kestabilan emosi, kesehatan mental, dan kualitas tidur. Seperti yang diketahui, ketiga aspek tersebut sangat berkaitan dengan kondisi bruxism.

Hal tersebutlah yang mendasari mengapa aktivitas fisik bisa berperan signifikan dalam mengurangi risiko bruksisme, khususnya pada anak. Ketika anak beraktivitas fisik, maka tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang akan menurunkan stres. Dengan penurunan tingkat stres, kualitas tidur pun menjadi lebih baik.

Di sini, Spark Sports Academy hadir sebagai lembaga yang memfasilitasi aktivitas fisik positif untuk anak. Kami menyediakan berbagai kelas latihan fisik yang dirancang khusus untuk membangun kemampuan motorik, disiplin, dan kepercayaan diri.

Mulai dari kelas gymnastic, taekwondo, basket, hingga multisport, semua tersedia di Spark Sport Academy. Lingkungan positif yang kami hadirkan juga bisa membantu anak menyalurkan energi dengan cara sehat serta mengurangi kecemasan dan stres. Dukung perkembangan si kecil dengan stimulasi sensorik dan aktivitas fisik positif dari Spark Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%