Author: Tim Sparks Sports Academy
Momen memandikan bayi baru lahir sering kali menjadi salah satu tantangan terbesar bagi orang tua baru. Wajar jika Mom/Dad merasa gugup, sebab tubuh bayi yang mungil dan licin membuat banyak orang tua khawatir salah pegang atau salah langkah. Padahal, jika Mom/Dad memahami cara memandikan bayi baru lahir dengan benar, kegiatan ini bisa menjadi momen bonding yang menyenangkan antara orang tua dan buah hati.
Sebagai penulis yang sudah lama bergelut di dunia parenting, saya memahami betul kekhawatiran yang dirasakan Mom/Dad, terutama di minggu-minggu pertama kehidupan bayi. Artikel ini akan membahas sepuluh cara memandikan bayi baru lahir dengan aman, lengkap dengan tips praktis yang bisa langsung Mom/Dad terapkan di rumah.
Cara Memandikan Bayi Baru Lahir
Berikut ini 10 cara memandikan bayi baru lahir yang bisa Mom/Dad lakukan di rumah.
1. Siapkan Semua Perlengkapan Sebelum Memulai
Sebelum mulai memandikan bayi, pastikan semua perlengkapan sudah tersedia dalam jangkauan tangan. Siapkan handuk lembut, waslap, sabun bayi yang fragrance-free, sampo khusus bayi, popok bersih, dan baju ganti. Kesalahan yang sering dilakukan orang tua baru adalah meninggalkan bayi sendirian di bak mandi hanya untuk mengambil handuk yang tertinggal. Dengan menyiapkan semuanya terlebih dahulu, Mom/Dad tidak perlu meninggalkan bayi meski hanya sedetik.
2. Perhatikan Suhu Ruangan dan Air
Bayi baru lahir belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri dengan baik, sehingga ruangan tempat memandikan harus cukup hangat, sekitar 24-26 derajat Celcius. Untuk suhu air, gunakan air hangat kuku, bukan air panas. Cara mengeceknya cukup mudah, celupkan bagian dalam pergelangan tangan atau siku Mom/Dad ke air tersebut. Jika terasa nyaman dan tidak panas, air sudah siap digunakan. Hindari mengecek suhu air hanya dengan jari karena kulit di area tersebut kurang sensitif terhadap panas.
3. Tunggu Tali Pusat Puput Sebelum Mandi Berendam
Selama tali pusat bayi belum lepas atau puput, sebaiknya Mom/Dad melakukan sponge bath atau mandi lap terlebih dahulu, bukan mandi berendam penuh. Cukup basahi waslap dengan air hangat, lalu usap tubuh bayi secara perlahan tanpa merendam area pusar. Setelah tali pusat lepas dengan sendirinya, biasanya dalam satu hingga tiga minggu, barulah bayi bisa dimandikan dengan cara direndam di bak mandi bayi.
4. Gunakan Bak Mandi Bayi yang Aman
Pilih bak mandi bayi yang memiliki permukaan tidak licin dan ukuran yang sesuai dengan tubuh bayi. Hindari penggunaan kursi mandi yang mudah terbalik karena berisiko membuat bayi tenggelam. Isi bak dengan air setinggi 5-7 cm saja, cukup untuk membasahi tubuh bayi hingga area perut.
Orang tua disarankan menggunakan lengan yang tidak dominan untuk menopang kepala dan leher bayi, sementara tangan yang lain digunakan untuk memandu tubuh bayi masuk ke air secara perlahan mulai dari bagian kaki.
5. Pegang Bayi dengan Teknik yang Benar
Cara memegang bayi saat mandi sangat menentukan rasa aman dan nyaman si kecil. Gunakan satu tangan untuk menopang kepala dan leher bayi, sementara tangan lainnya digunakan untuk membersihkan tubuhnya. Jangan pernah melepaskan pegangan meski hanya sesaat, sebab bayi yang basah akan menjadi sangat licin. Jika perlu meraih sesuatu, pastikan Mom/Dad tetap menjaga kontak fisik dengan bayi menggunakan satu tangan.
Baca juga: Ketahui 10 Manfaat Baby Spa Beserta Prosedur, dan Tips Aman untuk Si Kecil
6. Mulai dari Wajah, Akhiri di Area Popok
Urutan membersihkan tubuh bayi juga penting diperhatikan. Mulailah dari wajah menggunakan waslap basah tanpa sabun, hindari area mata dan mulut. Selanjutnya bersihkan leher, lipatan tangan, badan, dan terakhir area popok. Urutan ini bertujuan agar area yang lebih bersih tidak terkontaminasi oleh area yang lebih kotor. Jangan lupa membersihkan lipatan-lipatan kulit seperti leher, ketiak, dan selangkangan karena area ini rentan iritasi jika lembap terlalu lama.
7. Cuci Rambut Bayi di Bagian Akhir
Jika bayi Mom/Dad sudah memiliki rambut, cucilah rambutnya di bagian paling akhir agar kepala tidak kedinginan terlalu lama. Gunakan sedikit sampo khusus bayi, pijat lembut kulit kepala, lalu bilas menggunakan waslap basah atau cangkir kecil berisi air. Tutupi dahi bayi dengan telapak tangan saat membilas untuk mencegah air dan busa masuk ke mata.
8. Batasi Durasi dan Frekuensi Mandi
Bayi baru lahir tidak perlu dimandikan setiap hari. Menurut sejumlah rekomendasi kesehatan anak, memandikan bayi cukup dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu pada bulan-bulan pertama. Terlalu sering memandikan bayi justru dapat membuat kulitnya kering dan mudah iritasi karena lapisan minyak alami kulitnya terangkat. Durasi mandi juga sebaiknya singkat, sekitar 5-10 menit saja, agar bayi tidak kedinginan.
9. Segera Keringkan dan Selimuti Bayi
Setelah selesai mandi, segera angkat bayi dan bungkus dengan handuk lembut, idealnya yang memiliki hood atau penutup kepala. Keringkan tubuh bayi dengan cara menepuk-nepuk lembut, bukan menggosok, terutama pada bagian lipatan kulit. Segera kenakan popok dan pakaian hangat agar suhu tubuh bayi cepat stabil kembali. Jangan menunda proses ini karena bayi sangat rentan kehilangan panas tubuh dalam kondisi basah.
10. Jaga Pengawasan Penuh Selama Mandi
Poin terakhir yang paling penting dari cara memandikan bayi baru lahir adalah pengawasan penuh atau touch supervision. Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di air, sekalipun hanya beberapa detik untuk menjawab telepon atau membuka pintu. Risiko tenggelam pada bayi bisa terjadi bahkan dalam air yang sangat dangkal. Jika Mom/Dad harus meninggalkan ruangan, lebih baik membungkus bayi dengan handuk dan membawanya serta daripada meninggalkannya di bak mandi.
Tips Tambahan agar Mandi Bayi Lebih Menyenangkan
Selain sepuluh cara di atas, Mom/Dad juga bisa menciptakan suasana yang tenang saat memandikan bayi, misalnya dengan mengajak bicara pelan atau bersenandung. Hal ini membantu bayi merasa lebih rileks dan membangun ikatan emosional sejak dini. Stimulasi sensorik sederhana seperti ini juga bermanfaat untuk perkembangan saraf dan motorik bayi di masa-masa awal kehidupannya.
Baca juga: Ketahui 10 Penyebab Bayi Muntah setelah Minum Susu
Yuk, Kenalkan Si Kecil pada Dunia Sensorik Sejak Dini
Memandikan bayi dengan aman adalah langkah awal yang baik, namun tumbuh kembang si kecil tidak berhenti sampai di situ. Untuk mendukung perkembangan sensorik, motorik, dan sosial buah hati secara lebih optimal, Mom/Dad bisa mengikutsertakan si kecil dalam kelas sensori anak di Sparks Sports Academy. Melalui aktivitas yang dirancang khusus oleh instruktur berpengalaman, si kecil akan diajak bereksplorasi menggunakan berbagai tekstur, warna, suara, dan gerakan yang merangsang panca indra secara menyenangkan dan aman.
Tidak perlu menunggu hingga si kecil lebih besar, semakin dini stimulasi sensorik diberikan, semakin optimal pula perkembangan otak dan motoriknya. Yuk, daftarkan si kecil ke kelas sensori anak di Sparks Sports Academy sekarang juga, dan jadikan setiap momen tumbuh kembangnya lebih bermakna bersama instruktur profesional yang siap mendampingi buah hati Mom/Dad!







