-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Setiap orang tua pasti ingin memberikan kasih sayang terbaik untuk buah hati. Namun, terkadang, tanpa disadari, pola asuh yang terlalu melindungi atau selalu menuruti keinginan anak justru bisa membentuk sikap manja. Ciri ciri anak manja pun bisa Anda perhatikan pada usia balita hingga sekolah dasar.
Pada dasarnya, sifat manja cukup umum muncul karena anak sedang belajar mengenal emosi, batasan, dan lingkungan sosial. Namun, Anda tetap perlu memahaminya agar bisa membentuk pola asuh yang anak butuhkan agar bisa mandiri dan percaya diri. Ingin tahu selengkapnya? Simak 10 ciri anak manja di sini!
Key Takeaways:
- Memahami ciri anak manja akan membantu Anda bisa membentuk pola asuh yang dibutuhkan anak agar bisa mandiri dan percaya diri di rumah.
- Aktivitas olahraga terstruktur terbukti membantu anak belajar disiplin sebab anak terbiasa berada dalam lingkungan yang memiliki aturan dan interaksi sosial positif.
- Membentuk karakter memang tidak instan, tetapi dengan pola asuh yang konsisten Anda bisa membantu anak tumbuh menjadi sosok mandiri.
10 Ciri Ciri Anak Manja
Melansir Parents, salah satu penyebab utama anak memiliki sikap manja adalah karena sikap orang tua yang terlalu lunak atau pola pengasuhan permisif. Padahal, sifat manja anak bisa menghalanginya mencapai berbagai potensi. Mari simak 10 ciri anak manja agar Anda bisa mencari cara untuk mengatasinya!
1. Sulit Mandiri dalam Hal Sederhana
Anak manja biasanya enggan melakukan hal-hal dasar sendiri, seperti memakai sepatu atau merapikan mainan, meskipun sebenarnya ia sudah mampu melakukannya. Dalam kondisi seperti ini, penting bagi Anda untuk memberi kesempatan mereka mencoba sendiri, walau hasilnya belum sempurna.
2. Mudah Tantrum Saat Keinginan Tidak Dituruti
Dilansir dari Haibunda, salah satu tanda paling terlihat adalah reaksi berlebihan ketika keinginannya tidak dipenuhi. Ciri ciri anak manja dapat meliputi menangis dengan keras, marah, bahkan berguling di lantai meskipun sedang berada di keramaian.
Mengutip CNBC, tantrum yang anak lakukan bukan sebuah manipulasi, namun bentuk permintaan pertolongan karena mereka belum bisa memproses emosi yang besar. Di momen seperti ini, ketenangan dan konsistensi Anda akan sangat berperan.
Usahakan agar Anda tetap tegas namun lembut. Biarkan anak tahu bahwa Anda memahami perasaanya. Anak pun akan belajar bahwa tidak semua hal bisa mereka dapatkan dengan cara menangis.
3. Tidak Sabar dan Ingin Segalanya Instan
Salah satu ciri anak biasa dimanja adalah kesulitan menunggu giliran atau proses. Mereka ingin hasil cepat tanpa memahami tahapan.
Melatih kesabaran melalui permainan bergiliran, aktivitas kelompok, atau olahraga tim pun dapat membantu anak memahami bahwa ada proses yang perlu mereka jalin sebelum mencapai sesuatu.
4. Terlalu Bergantung pada Orang Tua
Anak merasa tidak percaya diri jika harus berpisah sementara dari Anda atau berada di lingkungan baru. Ia pun cenderung terus menempel dan enggan bersosialisasi. Padahal, kemampuan beradaptasi sangat penting untuk perkembangan karakternya.
Dengan membiasakan anak mengikuti kegiatan di luar rumah secara bertahap, seperti kelas olahraga atau aktivitas edukatif, rasa percaya dirinya akan tumbuh perlahan dengan sendirinya.
5. Tidak Mau Berbagi dengan Teman
Ciri ciri anak manja lainnya, yaitu ingin semua mainan atau perhatian hanya untuk dirinya. Ini terjadi karena ia terbiasa menjadi pusat perhatian di rumah. Melalui interaksi sosial yang sehat dan contoh nyata dari Anda, anak dapat belajar bahwa berbagi bukan berarti kehilangan, melainkan cara membangun hubungan yang baik.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Velcro Baby dan Karakteristiknya
6. Ingin Selalu Menjadi Pusat Perhatian
Anak merasa tidak nyaman jika perhatian Anda atau orang lain beralih. Ia bisa tiba-tiba bertingkah atau mencari cara agar kembali mendapat perhatian. Memberikan waktu khusus berkualitas bersama anak pun penting, tetapi Anda juga perlu mengajarkan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk diperhatikan.
7. Mudah Mengeluh dan Cepat Menyerah
Ketika menghadapi tantangan kecil, anak langsung berkata “tidak bisa” tanpa mencoba lebih dulu. Sikap ini menunjukkan mental yang belum terlatih menghadapi kesulitan. Orang tua perlu memberi dorongan positif dan kesempatan mencoba berulang kali agar anak belajar bahwa kegagalan adalah bagian dari proses.
8. Kurang Bertanggung Jawab atas Kesalahan
Ciri ciri anak manja berikutnya adalah cenderung menyalahkan orang lain saat melakukan kesalahan dan belum terbiasa memahami konsekuensi dari tindakannya.
Sebagai orang tua, Anda bisa mengajaknya berdiskusi secara tenang tentang sebab dan akibat dari perilakunya. Pendekatan dengan diskusi akan membantu anak belajar tanggung jawab tanpa merasa disalahkan.
9. Terbiasa Mendapatkan Semuanya
Jika setiap permintaan selalu Anda turuti, anak akan sulit memahami batasan. Ia menganggap semua keinginannya harus terpenuhi. Padahal, mengenalkan konsep “tidak” secara sehat penting agar anak belajar mengelola ekspektasi dan emosi. Menetapkan aturan yang konsisten akan membantu anak memahami batas jelas.
10. Sulit Mengelola Emosi
Anak manja biasanya biasanya bereaksi berlebihan karena ia belum terbiasa menghadapi penolakan atau kegagalan. Anda pun bisa membantu anak mengenali dan menyebutkan emosinya. Lalu, berikan aktivitas fisik, seperti olahraga atau permainan lapangan, untuk membangun regulasi emosi yang baik.
Sudah Tahu Apa Saja Ciri Ciri Anak Manja?
Mengatasi ciri ciri anak manja tidak cukup hanya dengan nasihat. Anak usia balita hingga sekolah dasar membutuhkan stimulasi nyata yang membantu perkembangan kemandirian, rasa percaya diri, dan karakter baik lainnya.
Jika ingin mendukung tumbuh kembangnya secara menyeluruh, program olahraga di Sparks Sports Academy bisa jadi jawaban. Program-programnya dirancang khusus untuk anak dengan pendekatan menyenangkan yang membangun.
Di lingkungan suportif, anak tidak hanya bergerak aktif, tetapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama tim, serta regulasi emosi. Ayo, berikan aktivitas yang terarah dan bantu si kecil meningkatkan kemandirian secara alami!







