Anak yang susah diatur dan bersikap semaunya di rumah, sekolah, maupun ruang publik kerap membuat orang tua khawatir karena dinilai sulit mengikuti aturan. Untuk membentuk ciri-ciri anak yang disiplin, orang tua perlu mengarahkan dan mendampingi anak secara konsisten.
Oleh karena itu, artikel ini akan membahas macam-macam perilaku disiplin pada anak agar orang tua dapat mengenali sekaligus mendidik anak dengan cara yang tepat. Baca artikel ini sampai tuntas.
Key Takeaways
- Disiplin adalah sikap yang harus anak miliki agar bisa menjalani hidup dengan teratur dan mampu mengendalikan diri. Sikap ini lahir dari metode pengasuhan yang tepat, bukan semata-mata muncul dengan sendirinya.
- Ciri-ciri anak yang disiplin adalah mampu mengendalikan diri dan berkomitmen tinggi terhadap apapun yang mereka jalani. Anak juga patuh terhadap aturan dan waktu, bertanggung jawab, serta penuh tekad.
- Anda bisa melatih kedisiplinan anak dengan beberapa cara, mulai dari memberi arahan yang tepat, menjadi role model, mengenalkan konsekuensi, hingga memberi perhatian penuh pada anak.
Ciri-Ciri Anak yang Disiplin
Kedisiplinan tidak hadir dengan sendirinya, melainkan lahir dari proses panjang yang membutuhkan arah dan aturan jelas. Adapun ciri-ciri anak yang disiplin adalah sebagai berikut.
1. Mampu Mengendalikan Diri
Kedisiplinan bukan hanya tentang patuh terhadap aturan. Melainkan kemampuan mengendalikan diri (self control) yang menjadi bagian penting dari proses perkembangan.
Anak mulai mengetahui cara menunda kepuasan sebagai bentuk kematangan emosional. Mereka mampu berkomitmen pada hal yang benar, meskipun hal tersebut tidak selalu menyenangkan atau sesuai dengan keinginannya.
Anak juga tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif dari luar. Mereka mampu mengendalikan diri untuk menaati aturan sederhana sebagai pedoman dan memahami konsekuensi logis dari setiap tindakannya.
2. Berkomitmen Kuat
Anak dengan kemampuan pengendalian diri yang baik umumnya memiliki komitmen kuat dalam mencapai sesuatu. Ia tidak mudah goyah atau teralihkan dari tujuan utamanya.
Sebagai contoh, ketika anak berkomitmen untuk membeli barang impiannya dengan uangnya sendiri, ia akan disiplin menabung secara rutin. Saat muncul keinginan untuk menggunakan uang tabungannya demi kesenangan sesaat, anak mampu menahan diri dan tetap berpegang pada tujuan awal yang telah ia tetapkan.
3. Menghormati Aturan
Ciri-ciri anak yang disiplin paling menonjol adalah kemampuannya dalam menghormati aturan. Anak sudah memahami bahwa keberadaan aturan bukan untuk membatasi, melainkan menciptakan keteraturan dan rasa aman bersama.
Misalnya, anak berusaha datang tepat waktu ke sekolah karena menyadari pentingnya tanggung jawab dan dampak dari keterlambatan tersebut. Atau, ketika berada di kasir toko mainan, anak tidak langsung menerobos antrean, tetapi menunggu giliran dengan tertib. Sikap ini menunjukkan bahwa anak mampu menghargai hak orang lain dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari lingkungan sosial.
4. Bertanggung Jawab
Sikap disiplin berkaitan erat dengan rasa tanggung jawab dalam melakukan sesuatu. Anak yang disiplin memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, sehingga ia terdorong untuk menyelesaikan kewajibannya dengan baik. Bahkan, ketika melakukan kesalahan, anak berani mengakui dan bertanggung jawab atas perbuatannya tanpa mencari alasan atau menyalahkan orang lain.
Sebagai contoh, anak memahami bahwa setelah bermain ia perlu membereskan mainan sendiri dan mengembalikannya ke tempat semula. Jika hal tersebut tidak dilakukan, kamar akan terlihat berantakan dan membuat tidak nyaman.
5. Tekun dan Penuh Tekad
Kedisiplinan juga dapat membentuk anak menjadi pribadi yang penuh tekad kuat dalam meraih sesuatu. Anak akan mampu mengetahui apa yang ia inginkan dan berusaha mencapainya dengan konsisten tanpa mudah menyerah. Sikap tekun dan penuh tekad ini menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi berbagai tuntutan kehidupan di masa depan.
Baca juga: Cara Melatih Fokus Anak Supaya Disiplin dalam Belajar
Strategi Ampuh Mendisiplinkan Anak
Psikolog Klinis sekaligus penulis buku “Loving Yourself: The Mastery of Being Your Own Person”, Sherrie Campbell, mengatakan bahwa anak yang tidak disiplin seringkali berasal dari orang tua yang juga kesulitan mendisiplinkan dirinya sendiri.
Dengan kata lain, pola pengasuhan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap terbentuknya sikap disiplin pada anak. Keteladanan menjadi kunci utama, sebab anak merupakan peniru ulung yang menyerap sikap dan perilaku dari lingkungan terdekatnya, terutama orang tua.
Selain memberi contoh, orang tua perlu mengajarkan batasan melalui aturan yang jelas, bukan malah mewajarkan tindakan yang kurang tepat. Misalnya, jika batas bermain sepulang sekolah adalah pukul 17.00, orang tua perlu mengajak anak untuk masuk rumah tepat waktu dan menjalankan aturan tersebut secara konsisten.
Semua aturan tersebut perlu dilakukan dengan penuh kasih sayang dan komunikasi secara terbuka. Orang tua harus menghindari larangan sepihak tanpa penjelasan serta memberikan pemahaman mengenai alasan dan konsekuensi dari setiap aturan yang ditetapkan.
Kenali Ciri-Ciri Anak yang Disiplin dan Berikan Pendidikan Terbaik
Ciri-ciri anak yang disiplin dapat terlihat dari sikap mereka dalam mematuhi aturan, bertanggung jawab atas tindakannya, serta mampu mengelola waktu dan emosi dengan baik. Sebagai orang tua, Anda bisa melatih kedisiplinan anak dengan pola pengasuhan dan pendidikan terbaik dari Sparks Sports Academy.
Sparks Sports Academy menghadirkan beragam kelas yang dirancang untuk melatih kemampuan kognitif, emosional, dan sosial anak, sehingga membantu mereka belajar disiplin sejak dini. Yuk, segera daftar dan biarkan anak mengeksplorasi dunianya dengan aman!






