Contoh Gentle Parenting agar Tumbuh Kembang Anak Optimal

Contoh Gentle Parenting agar Tumbuh Kembang Anak Optimal

Table of Contents

Apakah Anda merasa pola asuh menjadi sangat menantang saat anak mulai tantrum, membantah, atau sulit diajak bekerja sama? Jika ya, maka Anda bisa mencoba contoh gentle parenting. Sebab, berdasarkan ZipDo Education Report 2026, gentle parenting justru bisa meningkatkan kualitas komunikasi dengan anak. 

Pada tahap awal, Anda mungkin akan merasa bingung bagaimana cara menerapkan pola asuh ini secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, tenang saja karena artikel ini akan menguraikan beberapa contoh gentle parenting terbaik yang bisa Anda terapkan di rumah untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Key takeaways

  • Gentle parenting menekankan empati, komunikasi hangat, dan validasi perasaan, sehingga anak merasa dihargai dan aman secara emosional.
  • Jika Anda berhasil memahami dan merespons emosi anak secara tepat, maka anak bisa belajar mengenali, mengekspresikan, dan mengatur perasaannya dengan baik.
  • Alih-alih memberikan hukuman atau hadiah, gentle parenting membantu anak belajar dari kesalahan dan membuat pilihan dalam batasan yang jelas.

Contoh Gentle Parenting dalam Berbagai Kondisi Anak

Secara umum, gentle parenting adalah pola asuh yang mengedepankan koneksi, empati, rasa hormat, validasi emosi, dan disiplin positif untuk membangun hubungan orang tua dan anak yang lebih baik. Berikut ini beberapa contoh gentle parenting dalam kehidupan sehari-hari pada berbagai situasi. 

1. Saat Anak Tantrum

Ketika anak tantrum, misalnya di supermarket, contoh gentle parenting menekankan respons yang tenang, penuh empati, dan tanpa hukuman dari orang tua. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan menurunkan emosi, lalu mendekat secara fisik hingga sejajar dengan mata anak.

Dengarkan dan validasi perasaan anak, misalnya dengan mengatakan bahwa “Ibu/Ayah tahu kamu sedang sangat kesal, karena kamu benar-benar menginginkan mainan itu. Mainannya memang terlihat sangat bagus”. Dengan validasi ini, anak akan merasa dimengerti dan lebih aman secara emosional.

Setelah anak mulai lebih tenang, Anda dapat menjelaskan situasi dengan bahasa sederhana dan sesuai usianya, tanpa menyalahkan atau mengancam. Misalnya “Ibu/Ayah mengerti kamu tertarik dengan mainan itu, tapi hari ini kita tidak membelinya karena mainan serupa sudah ada di rumah. Sekarang, kamu boleh memilih, mau bermain dengan mainan kesukaanmu nanti atau membantu Ibu/Ayah memilih camilan sehat.”

Dengan cara ini, anak akan belajar mengenali emosinya, memahami batasan, dan mengembangkan kemampuan mengendalikan diri, yang mana akan sangat membantu tumbuh kembangnya.

2. Saat Anak Tidak Mau Tidur

Dalam kondisi ini, gentle parenting bisa Anda terapkan dengan memahami dan memvalidasi perasaan anak terlebih dahulu. Contohnya dengan menyampaikan bahwa “Ibu/Ayah paham kamu masih ingin bermain, karena hari ini pasti sangat menyenangkan”.

Setelah anak mulai lebih tenang, Anda bisa menjelaskan situasinya dengan bahasa sederhana dan sesuai usianya, tanpa menyalahkan. Misalnya, “Tapi tubuhmu perlu istirahat hari ini supaya besok kamu bisa bangun dengan segar.”

Selanjutnya, berikan pilihan dalam batasan yang jelas. Misalnya, Anda menyampaikan “Kamu mau membaca satu buku cerita atau dua buku cerita dulu sebelum tidur?”.

Selain itu, validasi juga kebutuhan mereka. Misalnya “Ibu/Ayah tahu kamu mungkin takut gelap. Dulu Ibu/Ayah juga pernah merasakan hal yang sama saat seusiamu. Tenang, Ibu/Ayah ada di sini ketika kamu perlu.”

Contoh gentle parenting ini tidak hanya akan membantu anak merasa aman dan dihargai, tetapi juga belajar bahwa waktu tidur tetap memiliki aturan yang konsisten.

Baca juga: Gentle Parenting: Pengertian, Penerapan, dan Manfaatnya

3. Saat Anak Melakukan Kesalahan

Saat anak melakukan kesalahan, misalnya menumpahkan susu di meja makan, Anda sebaiknya tetap tenang dan mengikuti perasaan anak. Anda bisa mengucapkan “Kamu pasti kaget dan sedih ya karena susunya tumpah? Ibu/Ayah juga pernah merasa kesal kalau hal seperti ini terjadi.”

Selanjutnya, jelaskan kesalahannya secara sederhana dan dampaknya, misalnya, “Susu tumpah bisa membuat lantai licin dan kita bisa terpeleset. Jadi, kita harus membersihkannya agar meja tetap bersih.”

Kemudian, ajak anak mencari solusi bersama, misalnya, “Mari kita bersihkan tumpahan susu bersama. Kamu mau mengambil lap atau ibu/Ayah yang ambil duluan?”

Setelah anak ikut memperbaiki situasi, berikan pujian untuk usaha dan tindakannya, dengan mengatakan “Terima kasih sudah membantu Ibu/Ayah membersihkan tumpahan susu ini. Ibu/Ayah bangga sama kamu, karena mau ikut memperbaikinya.”

Dengan pendekatan ini, anak akan belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, memahami konsekuensi, dan bertanggung jawab, tanpa merasa takut atau malu.

Sparks Sports Academy: Solusi Cerdas untuk Tumbuh Kembang Anak

Dengan menerapkan berbagai contoh gentle parenting di atas, Anda tidak hanya akan membimbing anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan penuh empati. Tetapi juga membantu anak belajar mengenali serta mengelola emosinya dengan lebih baik.

Namun, agar tumbuh kembang anak semakin optimal, stimulasi fisik, kognitif, dan sosial-emosional juga perlu Anda berikan secara seimbang. Dalam hal ini, Sparks Sports Academy hadir sebagai solusi dengan menawarkan berbagai kelas olahraga yang dirancang khusus untuk menstimulasi perkembangan anak.

Melalui aktivitas seru sesuai usia, mulai dari dance, basket, taekwondo, futsal, balet, hingga gymnastics, anak tidak hanya akan aktif bergerak dan bermain. Tetapi juga mengasah kreativitas, kepercayaan diri, serta kemampuan bersosialisasi mereka dalam lingkungan yang menyenangkan.

Apalagi, dengan dukungan fasilitas modern seperti lapangan indoor multi sport, studio tari, dan peralatan olahraga terkini, Sparks Sports Academy akan menemani proses tumbuh kembang anak Anda secara optimal. Yuk, jadwalkan kelas favorit anak sekarang dengan mengunjungi website resmi Sparks Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%