Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, dan salah satunya adalah kinestetik. Anak dengan gaya belajar kinestetik cenderung lebih mudah memahami informasi melalui gerakan, sentuhan, dan pengalaman langsung dibandingkan hanya duduk diam mendengarkan penjelasan.
Ikuti artikel ini untuk mengetahui penjelasan lengkap mengenai gaya kinestetik pada anak serta berbagai cara efektif untuk mengoptimalkan proses belajarnya.
Key Takeaways:
- Setiap anak memiliki cara belajar yang unik dan tidak selalu cocok dengan metode duduk diam serta mendengarkan.
- Anak dengan gaya kinestetik cenderung lebih mudah memahami materi ketika terlibat langsung melalui gerakan, sentuhan, dan pengalaman nyata.
- Aktivitas fisik, visualisasi, serta praktik langsung dapat membantu meningkatkan fokus dan daya ingat anak.
- Lingkungan belajar yang mendukung kebutuhan bergerak membuat proses belajar terasa lebih efektif dan menyenangkan.
Pengertian Gaya Belajar Kinestetik
Menurut Alodokter, gaya belajar kinestetik merupakan cara belajar yang menekankan pengalaman fisik dan keterlibatan langsung dalam proses memahami informasi. Individu dengan gaya belajar ini lebih mudah menyerap pengetahuan melalui aktivitas seperti bergerak, menyentuh, dan merasakan.
Contohnya meliputi eksperimen sains sederhana, bermain halang rintang di playground, kegiatan role play, aktivitas bongkar pasang, serta berbagai bentuk sensory play yang mengharuskan anak terlibat dan berlatih secara langsung.
Ciri-Ciri Gaya Belajar Kinestetik
Agar pembelajaran dapat berjalan secara tepat guna, penting bagi Anda untuk mengenali anak dengan gaya belajar kinestetik. Berikut beberapa ciri yang umum dijumpai:
- Sering menggunakan gerakan tubuh atau isyarat tangan saat berbicara.
- Lebih mudah memahami pelajaran ketika dapat langsung mencoba, seperti melalui praktik, eksperimen atau simulasi sederhana.
- Cenderung aktif dan mengalami ketidaknyamanan saat harus duduk tenang dalam durasi panjang. Anak dengan gaya belajar ini sering terlihat ingin bergerak atau menggunakan tangan saat belajar.
- Mudah merasa jenuh saat belajar di dalam kelas yang mengharuskan banyak mendengar dan menulis.
- Senang menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru.
- Menunjukkan antusiasme lebih tinggi ketika belajar melalui bermain peran, menari atau melakukan aktivitas fisik ringan.
Baca juga: Memahami Gaya Belajar Anak dalam Proses Tumbuh Kembang
Tips Mengoptimalkan Pembelajaran untuk Kecerdasan Kinestetik
Supaya gaya belajar kinestetik dapat berjalan secara optimal, ada beberapa pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan, antara lain:
1. Sisipkan Waktu Istirahat
Anak dengan gaya belajar ini umumnya mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dalam waktu lama. Oleh karena itu, memberikan jeda belajar seperti berdiri, meregangkan tubuh atau berjalan sejenak dalam menyegarkan tubuh dan pikiran, dapat membuat mereka kembali fokus dan siap melanjutkan proses belajar.
2. Ajak Belajar di Luar Ruangan
Agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif, ajak si kecil untuk lebih sering belajar di luar ruangan. Pada waktu senggang atau akhir pekan, orang tua dapat mengajak anak bermain di taman maupun berkunjung ke museum agar anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dan menyenangkan.
3. Sediakan Stress Ball atau Fidget Tools
Berikan stress ball atau fidget tools kepada anak untuk dibawa ke sekolah. Saat proses belajar berlangsung, anak dapat menggunakan alat tersebut dengan memencet atau memainkannya secara ringan agar tetap fokus.
Sampaikan pula kepada guru bahwa alat ini bukan sekadar mainan, melainkan salah satu cara untuk membantu anak mengelola kebutuhan gerak dan mendukung proses belajarnya.
4. Libatkan Gerakan Tubuh Saat Belajar
Orang dengan gaya belajar kinestetik akan lebih mudah berkonsentrasi apabila tidak harus duduk diam dalam waktu lama. Kegiatan belajar dapat dilakukan sambil berdiri, berjalan perlahan atau menulis di papan untuk membantu penyerapan informasi.
Gerakan sederhana ini menjaga tubuh tetap aktif tanpa mengganggu proses pembelajaran. Selain itu, suasana belajar pun terasa lebih hidup dan tidak mudah membosankan.
5. Visualisasi Pelajaran
Beberapa anak dapat terbantu melalui penggunaan visualisasi dalam proses belajar. Orang tua atau guru dapat memandu anak untuk membayangkan dan memvisualisasikan materi yang sedang dipelajari.
Sebagai contoh, saat anak belajar operasi penjumlahan dan pengurangan dalam matematika, ajarkan anak untuk memvisualisasikan angka menggunakan benda-benda di sekitarnya. Cara ini dapat membantu anak memahami konsep dengan lebih baik serta memudahkan proses mengingat.
6. Buat Catatan dengan Gambar dan Warna
Mencatat sambil menggambar atau memberi warna dapat mendukung gaya belajar kinestetik karena melibatkan gerakan tangan secara aktif. Catatan yang dibuat tidak harus rapi atau sempurna. Hal terpenting adalah proses belajar terasa nyaman, menyenangkan, dan materi lebih mudah diingat.
Dukungan Lain untuk Anak dengan Gaya Belajar Kinestetik
Sebagai dukungan bagi anak dengan gaya belajar kinestetik yang membutuhkan ruang untuk bergerak, bereksplorasi, dan belajar melalui pengalaman langsung, Sparks Sports Academy hadir sebagai pilihan yang relevan.Â
Akademi ini menyediakan program olahraga dan aktivitas fisik terstruktur yang membantu anak belajar melalui gerakan, koordinasi tubuh, dan praktik langsung dalam lingkungan yang aman serta menyenangkan. Hubungi kami sekarang dan dapatkan tawaran menarik untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak Anda!






