Pola asuh anak terus berkembang seiring dengan meningkatnya pemahaman pentingnya kesehatan mental dan emosional anak. Memasuki tahun 2026, gentle parenting vs VOC parenting masih menjadi dua gaya pengasuhan yang sering dibandingkan.
Keduanya memiliki kelebihan serta tantangan masing-masing dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, sebenarnya mana pola asuh yang paling efektif dan relevan di era modern? Artikel ini akan menguraikan perbandingan dan tips menentukan pola asuh terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Key takeaways
- Gentle parenting menekankan empati, komunikasi, dan kesehatan mental anak, sehingga relevan dengan tantangan emosional di era modern.
- Sementara itu, VOC parenting menawarkan ketegasan dan struktur yang penting, terutama untuk membangun disiplin dan batasan yang jelas.
- Memadukan empati a la gentle parenting dengan ketegasan VOC parenting membantu anak untuk tumbuh mandiri, percaya diri, dan stabil secara emosional.
Perbedaan Gentle Parenting vs VOC Parenting
Pola asuh gentle parenting vs VOC parenting memiliki perbedaan yang cukup mencolok di berbagai aspek. Berikut adalah perbedaannya berdasarkan beberapa aspek yang dapat Anda jadikan acuan untuk memilih pola asuh terbaik untuk anak.
1. Pengertian
Secara deskriptif, gentle parenting adalah pola asuh yang menekankan empati, komunikasi dua arah, serta penghargaan terhadap emosi anak, dengan tetap memberi batasan tanpa kekerasan. Sedangkan VOC parenting adalah istilah non-psikologis yang menyindir pola asuh lama, karena identik dengan keras, tegas, dan menuntut kepatuhan tanpa kompromi.
2. Peran Orang Tua
Dalam gentle parenting, Anda selaku orang tua berperan sebagai pendamping dan pembimbing yang membantu anak memahami aturan dan emosi. Sementara pada VOC parenting, orang tua berperan sebagai pemimpin dan otoritas tertinggi yang harus anak hormati dan taati.
3. Posisi Anak
Perbedaan gentle parenting vs VOC parenting juga terlihat pada posisi anak. Anak yang mendapat pola asuh gentle parenting dipandang sebagai individu yang perasaannya valid dan pendapatnya perlu didengar. Sedangkan anak yang mendapat VOC parenting dituntut patuh, disiplin, dan tunduk pada aturan keluarga.
4. Gaya Komunikasi
Umumnya, gaya komunikasi antara orang tua dan anak yang menerapkan gentle parenting adalah dua arah, di mana dialog dan validasi emosi menjadi kunci. Sementara itu, orang tua yang melakukan VOC parenting memiliki gaya komunikasi satu arah, karena menganggap bahwa pendapat anak bukan prioritas.
5. Aturan dan Batasan
Pada pola asuh gentle parenting, anak tetap memiliki batasan. Namun, orang tua umumnya akan menyampaikan hal tersebut secara humanis dan penuh pengertian. Sedangkan pada VOC parenting, orang tua menerapkan aturan yang sangat tegas sehingga anak tidak mudah menegosiasikannya.
Baca juga: Parenting VOC: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya terhadap Anak
6. Disiplin dan Hukuman
Selain aturan dan batasan, gentle parenting vs VOC parenting juga berbeda dari tingkat kedisiplinan dan hukuman. Orang tua dengan gentle parenting mengedepankan konsep disiplin positif tanpa kekerasan, yang mana fokus pada pemahaman dan konsekuensi logis.
Berbeda dengan VOC parenting, di mana orang tua umumnya akan menggunakan sanksi atau hukuman jika anak melanggar aturan. Sehingga, anak mudah takut untuk salah.
7. Fokus Pengasuhan
Secara umum, gentle parenting berfokus pada cara pengasuhan yang mengutamakan kebutuhan emosi anak, kecerdasan emosional, dan hubungan antara orang tua dan anak. Sedangkan VOC parenting mengutamakan kebutuhan prestasi, kemandirian, ketahanan mental, dan kepatuhan anak terhadap orang tua.
8. Kelebihan
Dari penjelasan di atas, kelebihan gentle parenting adalah dapat membangun hubungan keluarga yang erat. Pola asuh ini juga membuat anak lebih percaya diri, memiliki empati tinggi, kemampuan sosial baik, dan bebas mengekspresikan perasaannya.
Sementara itu, kelebihan VOC parenting adalah membentuk anak yang disiplin, mandiri, patuh aturan, dan tangguh menghadapi tekanan. Sehingga, anak menjadi terbiasa melakukan aktivitas sendiri sejak dini.
9. Kekurangan
Selain kelebihan, perbandingan gentle parenting vs VOC parenting juga terklasifikasi berdasarkan kekurangannya. Pada gentle parenting, anak berisiko menjadi permisif dan mudah kebingungan dalam membedakan benar dan salah. Kemudian, dengan VOC parenting, anak berisiko memiliki luka batin, emosi terpendam, kepercayaan diri yang kurang baik, kurang empati, dan sulit berpikir kritis.
10. Contoh Perilaku
Contoh perilaku orang tua dengan gaya asuh gentle parenting adalah mengajak anak berdialog, menjelaskan alasan aturan, dan memvalidasi emosi mereka. Sedangkan orang tua dengan gaya asuh VOC mengharuskan anak untuk patuh tanpa banyak bertanya dan memberi hukuman saat anak melanggar aturan.
Baca juga: Gentle Parenting: Pengertian, Penerapan, dan Manfaatnya
Dukung Tumbuh Kembang Anak Bersama Sparks Sports Academy
Pada intinya, gentle parenting vs VOC parenting memiliki kelebihan dan tantangannya tersendiri dalam mendukung tumbuh kembang anak. Memadukan empati dari gentle parenting dengan ketegasan VOC parenting dapat menjadi pendekatan yang paling seimbang dan relevan di era modern saat ini.
Namun, selain pola asuh di rumah, anak juga membutuhkan stimulasi yang tepat melalui aktivitas fisik dan lingkungan positif agar dapat berkembang secara optimal. Untuk itu, Sparks Sports Academy hadir dengan program olahraga yang terstruktur, aman, dan menyenangkan, guna mendukung perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak.
Menariknya, kelas terbagi ke dalam empat kelompok usia sesuai tahap perkembangan, yaitu Baby (12–23 bulan), Tiny (24–35 bulan), Little (3–4 tahun), dan Kids (5–7 tahun). Pilihan kelasnya juga beragam, mulai dari gymnastics, sensory and phonics, ballet, taekwondo, basket, dance, hingga futsal.
Dengan begitu, Anda bisa mengembangkan minat dan kebutuhan anak dengan lebih baik. Booking kelas sekarang dengan mengunjungi website Sparks Sport Academy!







