Mengenal Impulsivity, Contoh Perilaku, dan Cara Menanganinya

Mengenal Impulsivity, Contoh Perilaku, dan Cara Menanganinya

Table of Contents

Anak Anda tiba-tiba melempar mainan saat marah, berlari tanpa arah di tempat umum, atau menjawab sebelum pertanyaan selesai? Kemungkinan besar, mereka sedang menunjukkan perilaku impulsivity, yaitu tindakan spontan tanpa berpikir panjang.

Mengutip WebMD, perilaku impulsif pada anak-anak dan remaja sebenarnya cukup umum dan normal, terutama karena otak masih berkembang. Namun, jika muncul terlalu sering, hal ini dapat memengaruhi hubungan sosial dan emosi, serta bisa menjadi tanda adanya kondisi tertentu. Agar tidak salah paham, mari simak ulasannya!

Key Takeways:

  • Impulsivity pada anak merupakan kecenderungan bertindak dengan cepat tanpa mempertimbangkan akibat atau risiko yang akan terjadi setelahnya.
  • Beberapa contoh perilaku impulsif pada anak adalah sulit menunggu giliran, bertindak tanpa memikirkan risiko, hingga sulit mengontrol gerakan.
  • Penangannya dapat dilakukan dengan mengajarkan jeda, tumbuhkan kesadaran diri, berikan pujian, hingga mendorong anak melakukan aktivitas fisik. 

Apa Itu Impulsivity?

Perilaku impulsif atau impulsivity pada anak adalah kecenderungan bertindak dengan cepat tanpa mempertimbangkan akibatnya. Banyak orang pun melabeli anak impulsif sebagai ‘nakal’. Namun, melansir Parents, ini adalah bagian dari fase tumbuh kembang karena area otak yang mengatur kontrol diri (prefrontal cortex) belum matang.

Anak yang impulsif sendiri sering bertindak berdasarkan dorongan sesaat. Misalnya ketika mereka merasa senang, mereka akan berlari atau berteriak spontan. Lalu, ketika merasa frustasi, mereka akan melempar barang.

Impulsivitas pada anak juga sangat umum, terutama pada usia 2-7 tahun. Namun, pada sebagian anak, perilaku ini bisa lebih kuat, terutama pada mereka yang memiliki sensitivitas sensorik tinggi, kesulitan fokus, atau indikasi gangguan perkembangan seperti ADHD.

Contoh Anak yang Impulsif

Mengenali tanda-tanda impulsivity dapat membantu Anda memahami pola perilaku anak. Berikut beberapa contoh perilaku impulsif yang mungkin sering anak lakukan di rumah maupun sekolah.

1. Sulit Menunggu Giliran

Anak cepat merasa tidak sabar ketika harus menunggu, misalnya saat bermain atau mengantre. Mereka pun cenderung berisik untuk memaksa mempercepat antrian atau membuat kerusuhan. Mengutip laman Understood, anak impulsif juga akan melakukan tindakan konyol untuk mendapat perhatian dan bersikap agresif pada anak lain. 

2. Bertindak Tanpa Memikirkan Resiko

Anak akan melakukan hal-hal dapat membahayakan diri mereka sendiri tanpa berpikir panjang. Misalnya berlari tiba-tiba ke jalan, memanjat tinggi tanpa takut jatuh, atau meraih benda panas. Mereka melakukannya dengan spontan karena keinginan, tapi tidak memperhatikan atau memahami konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan.

3. Meledak-ledak secara Emosional

Tindakan impulsivity pada anak juga dapat terlihat saat mereka marah. Di mana mereka akan menangis dengan kencang, memukul barang atau orang disekitarnya, hingga melempar benda-benda.

4. Menyela Pembicaraan

Anak-anak dengan tingkat impulsivitas yang tinggi kerap kali memotong atau menyela pembicaraan orang lain. Bukan karena tidak menghargai lawan bicaranya, hanya saja mereka didorong keinginan untuk segera menyampaikan apa yang ada di pikiran. Mereka juga tidak memahami apakah tindakan mereka akan memengaruhi orang lain.

5. Kesulitan Mengontrol Gerakan

Anak dengan impulsivitas tinggi, tampak memiliki energi yang berlimpah. Akhirnya, mereka cenderung sulit diam, enggan mendengarkan, selalu tergesa-gesa, dan ingin cepat-cepat pindah pada aktivitas lain.

Cara Menangani Impulsivity

Melansir Early Childhood Research Quarterly, anak dengan tingkat impulsivitas tingga cenderung mengalami penolakan dari teman sebayanya, di mana ini akan berdampak buruk di masa remaja dan dewasanya. Lantas, cara apa yang efektif dan realistis untuk membantu anak mengembangkan kontrol diri? Berikut penjabarannya.

1. Ajarkan Jeda

Anda bisa mengajarkan anak waiting game untuk mengontrol perilaku impulsif mereka dan mengajarkan kesabaran. Misalnya, saat Anda menanyakan sesuatu, ajarkan anak untuk menunggu setidaknya 5 detik sebelum menjawab. 

2. Tumbuhkan Kesadaran Diri

Pada umumnya, anak tidak sadar bahwa mereka telah bertindak impulsif. Karena itu, Anda bisa memberitahu anak ketika mereka melakukan tindakan impulsif atau terburu-buru dengan tenang dan sabar.

3. Berikan Perhatian dan Apresiasi

Impulsivity pada anak juga dapat Anda kendalikan lewat pujian atau apresiasi. Misalnya memberikan pujian dan pengakuan saat anak berhasil melakukan hal yang Anda dorong, seperti menunggu beberapa detik sebelum menjawab. Anda juga dapat menunjukkan bagaimana dampak perilaku tersebut terhadap perasaan orang lain.

4. Dukung Anak Melakukan Aktivitas Fisik

Dorong anak Anda melakukan aktivitas fisik atau bermain di luar rumah. Tujuannya agar mereka dapat menggerakkan badan dengan berlari, melompat, dan lainnya. Hal tersebut akan mengarahkan energi anak pada hal yang lebih positif daripada tindakan impulsif yang tidak sesuai atau berbahaya.

Sudah Memahami Apa Itu Impulsivity pada Anak?

Mengontrol impulsivity memang tidak selalu mudah, namun setiap langkah kecil yang Anda lakukan dapat membawa perubahan besar. Selain itu, Anda juga dapat mendukung anak beraktivitas fisik yang dapat meningkatkan kontrol diri. Anda pun bisa mengandalkan Spark Sports Academy 

Sebab, lingkungan belajar di Sparks Sports Academy dirancang khusus bagi anak agar tumbuh lebih percaya diri dan aktif. Terlebih terdapat kelas gymnastics, multisport, hingga sensory program dengan sesi yang dibuat interaktif dan penuh stimulasi agar anak dapat mengelola energi serta emosinya dengan lebih baik. Tertarik mendaftarkan si kecil?

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%