Kegiatan fisik motorik anak TK menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang anak di usia golden age. Di masa taman kanak-kanak, anak cenderung lebih aktif dalam bereksplorasi dan belajar. Sayangnya, banyak dari Mom/Dad menganggap aktivitas fisik hanya sekedar “main”, padahal di balik itu ada proses perkembangan otot, koordinasi, hingga kepercayaan diri anak.
Anak yang melakukan kegiatan fisik tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga lebih fokus, mandiri, dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Manfaat Kegiatan Motorik Anak
Mom/Dad perlu memahami manfaat dari kegiatan fisik motorik anak TK, yaitu seperti:
- Meningkatkan fokus dan daya ingat.
- Membangun otot dan meningkatkan daya tahan tubuh.
- Mendukung kemampuan sosial dan emosi anak saat bermain.
- Membangun rasa percaya diri.
- Melatih kemandirian.
- Melatih koordinasi tubuh.
- Menurunkan risiko depresi.
Kegiatan Fisik Motorik Anak TK
Ada banyak kegiatan fisik motorik anak TK yang bisa dilakukan di rumah maupun di sekolah. Berikut beberapa aktivitasnya:
1. Bermain Bola
Bermain bola memiliki banyak manfaat untuk mengasah kemampuan motorik kasar anak seperti melempar, menangkap, menendang, atau memantulkan bola. Saat anak sedang main bola, otot besar yang ada ditubuhnya akan dituntut untuk mampu melakukan banyak gerakan.
Tah hanya itu, bermain bola juga membantu meningkatkan koordinasi mata dan tangan anak.
2. Melompat di Atas Trampolin
Trampolin adalah aktivitas favorit anak yang bermanfaat untuk meningkatkan koordinasi serta keseimbangan tubuh. Saat bermain trampolin, anak menggunakan kedua sisi tubuh dan merangsang aktivitas otak secara bersamaan. Kegiatan ini membantu anak dalam meningkatkan kontrol otot dan kesadran tubuh (kinestetik) anak.
3. Menyusun Balok
Menyusun balokmerupakan aktivitas sederhana tapi memiliki banyak manfaat dalam meningkatkan motorik anak. Saat sedang menyusun balok, anak akan melatih otot-otot jari tangannya agar bisa menggemgam dan meraih suatu benda dengan baik. Tak hanya itu, menyusun balok juga bisa merangsang kemampuan koordinasi gerakan tubuh.
Kegiatan ini biasanya dimulai saat anak berumur 6-8 bulan.
4. Bermain Lilin
Mom/Dad bisa melatih motorik anak dengan bermain lilin lalu membentuknya. Dengan membentuk lilin, anak akan terlatih untuk menyentuh, mencubit, menekan, dan membentuk lilin sesuka hatinya. Permainan ini bisa membantu anak mengenali tekstur benda-benda sekitarnya.
5. Bermain Air
Mom/Dad bisa sediakan gelas berisi air, gelas kosong,dan pipet. Setelah siap, minta anak untuk memindahkan air dengan pipet ke gelas kosong. Agar tidak mudah bosan, Mom/Dad bisa menambahkan pewarna makanan ke dalam air. Permainan ini melatih kemampuan motorik halus anak dengan memencet atau mencubit pipet dengan tangan.
Baca juga: 10 Ide Kegiatan Anak TK yang Mendukung Tumbuh Kembang
6. Menari
Menari sangat disukai oleh anak-anak dan bisa melatih motorik. Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota anak. Mom/Dad bisa mengajak anak untuk menari dan mengekspresikan emosinya dengan gerakan bebas yang ia tunjukan. Selain itu, ajak anak untuk menari sambil mengikuti lagu dengan gerakan.
7. Merobek dan Melipat Kertas
Merobek dan melipat kertas merupakan salah satu kegiatan fisik motorik anak. Pada saat merobek kertas, anak akan melatih kekuatan jari-jarinya. Sedangkan saat melipat kertas, anak belajar mengontrol gerakan jari dan tangan.
8. Berenang
Berenang adalah olahraga yang melatih motorik kasar anak karena seluruh otot tubuh terlibat. Berenang melibatkan berbagai gerakan seperti mengayuh kaki dan tangan, menggerakkan lengan dan bahu, serta menggunakan otot perut untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas di dalam air.
9. Berkebun
Menurut Amanda Morin, seorang Educational an Neurodiversity Consultant, kegitan berkebun seperti menggali dan menanam tanaman dapat melatih motorik kasar dan halus anak. Seperti contoh, anak memasukan bibit ke dalam tanah yang memerlukan koordinasi mata dengan tangan.
Saat berkebun, anak akan terlatih untuk menggenggam benda, seperti sekop untuk menggali tanah dan penjepit untuk mengambil bibit tanaman.
10. Bermain Hopscotch
Hopscotch atau dalam bahasa Indonesia nya cingkling, engklek dan jungkat adalah permainan yang cocok untuk mengasah kemampuan motorik kasar anak. Anak perlu melompat dengan 1 kaki untuk masuk ke kotak dan menghindari garis pinggirnya.
Permainan ini akan melatih keseimbangan si kecil. Bila perlu, ajarkan anak menggambar kotak-kotaknya dengan kapur agar motorik halusnya juga terasah.
Kegiatan fisik motorik anak bukan sekedar aktivitas bermain biasa, melainkan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Jika melakukan kegiatan ini dengan rutin, anak akan memiliki kekuatan otot, koordinasi, dan kepercayaan diri sehingga anak siap untuk melanjutkan langkah akademiknya.
Mom/Dad harus melakukan kegiatan ini dengan menyenangkan tanpa tekanan. Perlu diingat, usia TK adalah waktu terbaik untuk bermain. Oleh karena itu, ajak anaj bermain dan aktif sejak dini.






