Manfaat Bermain Mandi Bola untuk Anak Di Usia yang Tepat

Manfaat Bermain Mandi Bola untuk Anak Di Usia yang Tepat

Table of Contents

Anak-anak mudah antusias dengan suatu aktivitas, salah satunya berendam di kolam bola alias mandi bola. Ada kolam warna-warni, di mana anak bisa loncat, menenggelamkan diri, lalu muncul lagi sambil tertawa. Sehingga, dari sisi tumbuh kembang anak, aktivitas ini bisa menjadi pengalaman sensorik dan sosial.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa aktivitas hiburan tersebut bisa anak lakukan pada jenjang usia yang tepat dan dengan standar keamanan jelas. Penasaran berapa batas usia anak yang boleh bermain mandi bola? Simak penjelasannya di artikel ini.

untuk permainan ini minimal saat anak sudah mulai berjalan lancar, sekitar usia 3 tahun ke atas.

Key Takeaways

  • Mandi bola membantu anak berlatih gerak kombinasi yang baik untuk perkembangan motorik, kognitif, dan sosial-emosionalnya.
  • Aktivitas ini lebih disarankan untuk anak yang telah berusia 3 tahun atau lebih, karena imunitas dan kemampuan identifikasi anak sudah terbentuk dengan baik.
  • Kelas sensory phonics bisa menjadi alternatif latihan tumbuh kembang anak selain bermain di kolam bola.

Kenapa Mandi Bola Lebih Bermanfaat untuk Anak Berusia 3 Tahun ke Atas?

Mengutip laporan American Academy of Pediatrics (AAP), bermain aktif adalah salah satu metode yang efektif untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Di kolam bola, anak akan bermain sambil melakukan gerakan kombinasi melangkah, menahan badan, meraih bola, melempar, dan mencari ruang untuk bergerak.

Aktivitas seperti ini bisa melatih beberapa aspek sekaligus pada anak, yaitu:

  • Motorik kasar dan koordinasi melalui keseimbangan dan perencanaan gerak.
  • Motorik halus dengan menggenggam, memindah, dan memilah bola.
  • Sosial-emosional dari bergiliran dan bernegosiasi dengan teman sebaya.
  • Kognitif dari memecahkan masalah sederhana tentang mencari warna bola dan cara keluar dari kolam.

Namun, serangkaian manfaat di atas baru bisa ampuh saat anak sudah cukup matang secara fisik untuk menjaga keselamatan diri sendiri. Pada poin itu, usia anak menjadi salah satu faktor penentu utama. Ada dua risiko besar dari bermain di kolam bola yang acap dianggap remeh, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Risiko penumpukan kuman akibat SOP pembersihan yang tidak ketat. Penelitian Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) menemukan bahwa kolam bola seringkali memiliki kolonisasi mikroba yang lebih mudah menyerang anak berusia kurang dari 2 tahun.
  • Terselipnya benda kecil runcing yang dapat melukai anak-anak, terutama pada anak berusia di bawah 3 tahun yang belum mampu mengidentifikasi benda berbahaya dengan baik.

Mengapa Bayi di Bawah 3 Tahun Tidak Disarankan Bermain Mandi Bola?

Pada bayi yang berusia di bawah 3 tahun, terutama saat masih di rentang usia 0-3 bulan, bermain di kolam bola bahkan milik pribadi sebaiknya benar-benar dilarang. Berikut ini beberapa pertimbangan yang mendasarinya.

  • Sistem imun bayi belum sempurna, sehingga paparan lingkungan ramai dapat lebih berisiko.
  • Kontrol kepala dan kemampuan gerak pada bayi masih terbatas, sehingga jika mereka tertekan tumpukan bola maka keselamatannya akan terancam.
  • Risiko jalan napas tertutup (suffocation) karena bola. Meskipun lunak, bola dapat menutupi wajah bayi dan bayi belum mampu menyingkirkannya.

Banyak pula orang tua yang mengira bahwa saat anak sudah mencapai usia 1 tahun, artinya aman mengajak mereka mandi bola. Faktanya, Healthy Children menyebut bahwa anak berusia sekitar 12 bulan masih dalam fase transisi. Anak mulai berdiri dan melangkah, tapi stabilitasnya belum konsisten.

Memasukkan anak ke kolam bola berpotensi membuat mereka tergelincir, tertindih anak yang lebih besar, dan panik ketika tertimbun bola-bola. Oleh sebab itu, ketika anak sudah lancar berjalan atau berusia 3 tahun ke atas, bermain di kolam bola baru disarankan.

Pada usia sekitar 3 tahun, anak umumnya sudah berlari, bahkan naik tangga dengan stabil dan memiliki kemampuan koordinasi tubuh serta emosional yang lebih matang. Sehingga, pada rentang usia tersebut, anak lebih siap menghadapi permainan fisik dinamis, termasuk bermain di kolam bola.

Tips Memilih Arena Kolam Bola yang Tepat untuk Anak

Ketika anak sudah memasuki usia yang cukup untuk bermain mandi bola, bukan berarti Anda bisa memilih sembarang tempat. Pastikan Anda menerapkan beberapa tips pemilihan arena kolam bola yang tepat untuk buah hati di bawah ini.

  • Pilih kolam bola dengan pembagian usia dan ukuran tubuh yang sesuai dengan anak Anda untuk mencegah mereka tertimpa oleh anak yang lebih besar.
  • Pastikan kolam bola memiliki SOP kebersihan yang ketat, terutama jadwal desinfeksi kolam dan pencucian bola.
  • Pastikan kedalaman kolam minimal 70 mm, yang mana ideal untuk anak berusia 3 tahun.

Selain itu, supaya aktivitas bermain di kolam bola lebih menyenangkan dan bermanfaat, coba selipkan permainan-permainan kecil berikut ini.

  • Misi mencari beberapa bola dengan warna yang sama untuk melatih fokus dan kemampuan klasifikasi.
  • Ajak anak untuk menghitung jumlah bola dengan warna yang sama untuk melatih kemampuan numerasi dasar.
  • Bangun kerja sama anak dengan mencari jalan keluar dari kolam guna melatih kemampuan pemecahan masalah dan interaksi sosial anak.
  • Ajarkan anak teknik “tarik napas-embuskan” secara berkala untuk melatih pengendalian diri (self regulation).

Mandi Bola Bisa Bermanfaat di Usia yang Tepat

Secara teknis, mandi bola merupakan salah satu aktivitas gerak yang mudah membangkitkan antusiasme anak dan bermanfaat untuk tumbuh kembangnya. Namun, manfaat itu hanya bisa anak dapatkan ketika ia sudah berusia 3 tahun, yang mana sudah lebih matang dari berbagai aspek.

Jika Anda suka konsep bermain di kolam bola yang membuat anak bergerak aktif, berani bereksplorasi dan belajar sosial, maka ada solusi lain yang tak kalah efektif. Anda bisa mendaftarkan anak ke akademi olahraga Sparks Sports Academy sesuai minat aktivitas fisik mereka.

Ada kelas sensory phonics yang dapat melatih perkembangan motorik si kecil dengan hasil yang serupa dengan permainan kolam bola. Ada pula kelas gymnastic, futsal, basket, tari, dan lainnya dengan kurikulum seimbang untuk tumbuh kembang fisik, kognitif, dan emosional-sosial si kecil.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%