Menjadi orang tua memang bukan perkara mudah. Kadang, di tengah padatnya rutinitas dan tekanan hidup, Anda bisa tanpa sadar terbawa emosi ketika menghadapi tingkah laku anak. Namun, tahukah Anda bahwa ada pendekatan bernama mindful parenting yang dapat membantu merespon perilaku anak dengan cara tenang?
Pendekatan ini pun semakin populer, terutama untuk membangun hubungan yang hangat serta sehat antara orang tua dan anak. Lantas, apa saja manfaatnya? Bagaimana cara menerapkannya? Simak selengkapnya di bawah ini!
Key Takeways:
- Pola pengasuhan ini dilakukan dengan kesadaran penuh, di mana orang tua hadir, bertindak dengan bijaksana, serta fokus pada kebutuhan anak.
- Jika orang tua mampu tetap tenang meskipun anak sedang marah, anak akan belajar bagaimana cara mengelola emosinya.
- Kemampuan untuk menyadari apa yang sedang dirasakan dan dialami anak tanpa menghakimi adalah bentuk dari mindful parenting.
Apa Itu Mindful Parenting?
Melansir dari Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (2022), praktik pengasuhan ini dilakukan dengan menghadirkan perhatian sepenuhnya pada momen yang sedang berlangsung. Artinya, Anda tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional.Â
Mindful parenting pun mengajarkan orang tua untuk tidak bereaksi secara impulsif terhadap perilaku anak, melainkan memahami emosi yang muncul, baik itu dari diri sendiri maupun dari anak sebelum mengambil tindakan.
Konsep ini sendiri berasal dari prinsip mindfulness, yaitu kemampuan untuk menyadari apa yang sedang dirasakan dan dialami tanpa menghakimi. Ketika diterapkan dalam pola asuh, mindfulness akan membantu orang tua lebih sabar, empatik, dan peka terhadap kebutuhan emosional anak.
Baca: Mengenal Snowplow Parenting dan Dampaknya ke Anak!
Manfaat Mindful Parenting
Berikut ini adalah berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan jika menerapkan pola pengasuhan dengan kesadaran penuh
1. Hubungan Emosional yang Lebih Kuat
Lewat kehadiran penuh, secara mental dan emosional, Anda bisa benar-benar memahami perasaan anak, bukan hanya menilai dari perilaku luarnya. Hal tersebut pun dapat menciptakan rasa kedekatan emosional yang mendalam.
2. Mengurangi Stres dan Kelelahan Pengasuhan
Pola pengasuhan ini akan membantu Anda menerima bahwa tidak ada orang tua yang sempurna. Kesadaran ini membuat Anda lebih mudah memaafkan diri sendiri dan tidak terjebak pada rasa bersalah.
Jurnal UNJ pun menyatakan bahwa mindful parenting dapat mengurangi tingkat stres orang tua secara signifikan, serta membantu mereka mengatur emosi dan meningkatkan kesejahteraan.
3. Meningkatkan Kemampuan Anak dalam Mengatur Emosi
Tak hanya mengatur emosi orang tua, anak yang tumbuh dengan pola asuh ini pun cenderung lebih tenang. Mereka juga mampu mengekspresikan perasaan tanpa ledakan emosi berlebihan. Ini karena orang tua akan fokus pada masa ini dan tidak menghakimi, sehingga akan tercipta kedamaian.
4. Menciptakan Lingkungan Keluarga yang Harmonis
Ketika komunikasi antara orang tua dan anak berjalan dengan penuh empati, suasana rumah pasti menjadi lebih positif dan nyaman bagi semua anggota keluarga. Ini karena Anda mampu menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, sehingga anak merasa aman ketika dirumah.
Baca: 3 Ciri Anak Cepat Tinggi dan Cara Mendukungnya
Cara Menerapkan Mindful Parenting
Penerapan pola asuh ini tentu tidak bisa instan. Mengutip Psychological Research on Urban Society, tantangan parenting dapat datang dari berbagai faktor, seperti waktu yang terbatas, ketidakseimbangan pekerjaan dan personal life, hingga kurangnya koneksi emosional. Lantas, bagaimana cara menerapkan pola asuh mindful?
1. Luangkan Waktu
Ketika bersama anak, letakkan ponsel dan tinggalkanlah kegiatan apapun yang sedang Anda lakukan untuk fokus mendengarkan mereka. Tunjukkan bahwa kehadiran Anda benar-benar hanya untuk mereka.
2. Sadari Emosi Sebelum Bereaksi
Melansir Child Mind Institute, mencoba untuk menarik napas dalam dan bersikap tenang ketika anak sedang menguji emosi Anda dapat memberikan perubahan positif pada otak. Jadi, jika anak melakukan hal yang membuat Anda kesal, cobalah untuk berhenti, tenang, dan kenali keadaan. Jangan langsung bereaksi dengan kemarahan.Â
3. Berlatih Empati Setiap Hari
Empati merupakan hal yang krusial dalam mindful parenting untuk membangun hubungan dengan anak. Cobalah melihat dari sudut pandang anak, pahami bahwa setiap tindakan anak merupakan refleksi dari keadaan emosional mereka. Ini akan membantu Anda memahami apa yang mereka rasakan dan butuhkan.
4. Bangun Rutinitas Positif
Mengagendakan berbagai rutinitas positif terbukti bisa menjalin ikatan yang kuat dengan anak. Misalnya seperti menyediakan waktu makan bersama, bermain, atau membaca buku sebelum tidur. Aktivitas kecil tersebut bisa menjadi momen berharga untuk memperkuat hubungan orang tua dan buah hati.
5. Terima Ketidaksempurnaan
Pahamilah bahwa tidak semua hari akan berjalan mulus dan sempurna. Ketika Anda merasa gagal akan sesuatu, ingatlah bahwa kesalahan juga bagian dari proses belajar bagi diri Anda maupun anak untuk perubahan yang lebih baik. Penerimaan terhadap ketidaksempunaan juga dapat menjaf]di contoh yang baik untuk anak.
Baca: Aspek Perkembangan Anak Usia Dini yang Harus Diperhatikan
Asah Emosi, Fisik, dan Sosial Anak Secara Seimbang
Lewat pola pengasuhan ini, Anda dapat belajar memahami emosi anak dan tidak bereaksi secara impulsif saat menghadapinya. Menerapkan mindful parenting berarti mendukung anak agar tumbuh aktif dan percaya diri dalam berbagai aspek kehidupannya.
Selain itu, bagi Anda yang ingin mendampingi tumbuh kembang anak tak hanya dari sisi emosional, tetapi juga fisik dan sosial, Sparks Sports Academy bisa menjadi langkah nyata untuk mewujudkan hal tersebut. Sparks sports sendiri merupakan tempat pelatihan olahraga anak yang menggabungkan pendekatan edukatif dan fun learning.
Anak pun tidak hanya belajar keterampilan olahraga seperti renang, futsal, atau basket, tetapi juga dibimbing untuk memahami nilai sportivitas, kerja sama, dan disiplin diri. Dengan bantuan pelatih profesional dan lingkungan supportive, sparks sports akan membantu anak tumbuh sehat, tangguh, dan percaya diri. Yuk, daftarkan anak sekarang!







