5 Penyebab Anak Tidak Memiliki Sopan Santun, Apa Saja?

5 Penyebab Anak Tidak Memiliki Sopan Santun, Apa Saja?

Table of Contents

Perilaku adalah bentuk komunikasi, terutama ketika anak belum mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Inilah alasan mengapa penyebab anak tidak memiliki sopan santun sering berakar dari emosi, kebiasaan, dan lingkungan terdekat.

Ketika orang tua mengenali alasan di balik perilaku anak, respons yang tepat akan jauh lebih mudah dibangun. Maka dari itu, Anda perlu menyimak artikel di bawah ini untuk mengenali alasan kenapa anak tidak sopan!

Key Takeaways

  • Sikap kurang santun pada anak sering muncul karena pola asuh dan respons orang dewasa yang tanpa sadar membiarkan perilaku negatif terus berulang.
  • Kebutuhan emosional yang tidak tersalurkan, seperti perhatian, rasa aman, dan pengelolaan emosi, kerap mendorong anak mengekspresikan diri lewat perilaku yang keliru.
  • Lingkungan pergaulan dan paparan media digital memberi pengaruh kuat terhadap cara anak berbicara dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

5 Penyebab Anak Tidak Memiliki Sopan Santun

Di bawah ini adalah beberapa penyebab mengapa seorang anak kurang peka pada sopan santun.

1. Keinginan yang Selalu Dituruti

Pada usia dini, anak sering belajar dari pola sebab-akibat yang ia rasakan sendiri. Ketika tangisan, rengekan, atau sikap kasar membuat keinginannya terkabul, anak menyimpan pola itu sebagai jalan pintas. 

Akibatnya, anak melihat perilaku tidak pantas sebagai alat yang “berhasil”. Karena itu, biasanya anak selalu berhenti menangis setelah diajak ke arena bermain. 

Kebiasaan yang terbentuk dari rumah ini sering terbawa ke ruang publik dan sekolah, lalu berkembang menjadi kenapa anak tidak sopan di mata orang lain. Namun, ketika orang tua dapat mengubah respons dan tidak lagi menuruti pola tersebut, anak pun perlahan berhenti mengulang sikap yang sama.

2. Haus Perhatian dari Orang Terdekat

Kesibukan orang tua sering menciptakan jarak emosional tanpa disadari. Anak yang merasa “tidak terlihat” cenderung melakukan hal ekstrem agar dilirik, termasuk perilaku kasar atau tidak pantas. Ini pun menjadi penyebab anak tidak memiliki sopan santun.

Misalnya, pengalaman anak yang memecahkan barang saat orang tua sibuk di dapur menggambarkan bagaimana perhatian menjadi kebutuhan dasar. Selain itu, faktor internal anak juga berperan besar, terutama ketika kebiasaan negatif terus berulang dan berubah menjadi pola. 

Perilaku tersebut sering melekat hingga anak berada di sekolah dasar dan terlihat sebagai anak bermasalah tata krama dan sopan santun.

3. Belum Mengerti Makna Sopan Santun

Tidak semua perilaku kasar muncul dari niat buruk. Banyak anak memang belum mengerti batas sosial yang berlaku. Mereka berbicara apa adanya, bertindak spontan, dan belum mampu menilai dampak ucapannya. Kondisi ini menjadi penyebab anak tidak sopan yang sering orang salahartikan sebagai pembangkangan.

Penelitian kualitatif dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya pada siswa kelas V SDN Sindanggalih menemukan masih ada siswa berbicara dengan nada tinggi dan menggunakan kata kasar. Alasannya pun karena pengaruh lingkungan serta karakter yang belum terbentuk. 

Oleh karena itu, anak perlu Anda kenalkan pada makna sopan santun lewat contoh nyata, bukan sekadar teguran. Tujuannya agar mereka tahu mana perilaku yang masyarakat terima dan mana yang menyinggung perasaan orang lain.

Baca juga: 8 Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun di Setiap Aktivitasnya

4. Lingkungan Sosial dan Media Digital

Pergaulan dan layar gawai memberi pengaruh besar pada sikap anak. Konten yang menampilkan perilaku agresif atau ejekan sering anak tiru tanpa mereka pikir panjang. Ini menjadi penyebab anak tidak memiliki sopan santun yang semakin sering muncul di era digital. 

Laporan Common Sense Media di lama HaiBunda menyebutkan bahwa, anak menghabiskan lebih dari empat jam per hari di depan layar, sementara remaja bisa melampaui enam jam. Psikolog Catherine Steiner-Adair pun menjelaskan bahwa paparan ini membuat anak mudah frustrasi dan terbiasa dengan kepuasan instan.

Jurnal Cendekia Ilmiah juga mencatat lingkungan sosial yang keliru, termasuk teman sebaya dan media sosial, sebagai pemicu degradasi moral di sekolah dasar. Apalagi, anak akan meniru apa yang terlihat lucu atau populer, meski bertentangan dengan nilai kesantunan.

5. Meniru Perilaku dari Orang Dewasa

Penyebab ini sering luput Anda sadari. Ucapan orang tua sering kalah kuat dibanding perilaku sehari-hari. Anak akan meniru cara bicara, cara menyela, hingga kebiasaan memegang ponsel saat orang lain berbicara. Ini karena anak mengikuti contoh nyata, bukan nasihat panjang.

Selain itu, kebiasaan orang dewasa yang terus mengecek gawai saat berdiskusi akan anak tiru. Penelitian dari Making Caring Common Harvard pun menunjukkan adanya jarak antara pesan lisan dan pesan yang tertangkap anak lewat perilaku orang tua sehari-hari. Kesalahan pesan yang tak konsisten inilah yang anak salahpahami.

Sudah Tahu Penyebab Anak Tidak Memiliki Sopan Santun?

Kesimpulannya, penyebab anak tidak memiliki sopan santun tidak berdiri sendiri, melainkan terbentuk dari kebiasaan, emosi, paparan lingkungan, serta kurangnya ruang belajar sosial yang tepat. Ketika anak mendapatkan stimulasi fisik dan sosial yang sehat, perilaku pun bergerak ke arah yang lebih positif.

Di sinilah Sparks Sports Academy akan membantu anak tumbuh optimal melalui aktivitas yang menstimulasi tujuh indra, membangun kemampuan sosial-emosional, kognitif, dan fisik secara seimbang. Anak pun akan belajar bersikap, berinteraksi, dan mengekspresikan diri lewat kegiatan yang menyenangkan, terstruktur, dan sesuai usia.

Lewat kelas Gymnastics, Sensory & Phonics, hingga Dance, Sparks Sports Academy menghadirkan wadah yang aman bagi anak untuk belajar tata krama secara alami. Orang tua pun dapat melihat perubahan positif, mulai dari langkah kecil yang konsisten. Daftarkan anak sekarang untuk membantu membentuk sikap positif mereka!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%