Perbedaan push walker dan baby walker sering kali membuat Mom/Dad bingung saat memilih alat bantu berjalan untuk si kecil. Di pasaran, keduanya memiliki fungsi untuk membantu bayi belajar berjalan. Namun, dari segi cara pakai, manfaat, hingga risiko, push walker dan baby walker memiliki perbedaan yang signifikan.
Sebelum membeli, Mom/Dad harus memahami fungsi dan rekomendasi medis terkait kedua produk ini agar tumbuh kembang anak tetap optimal dan aman.
Perbedaan Push Walker dan Baby Walker
Meski memiliki fungsi yang sama, yaitu membantu bayi belajar berjalan, push walker dan baby walker sebenarnya memiliki konsep penggunaan yang berbeda. Berikut perbandingan lengkapnya.
| Aspek | Push Walker | Baby Walker |
| Usia | Umumnya push walker digunakan pada usia 9-18 bulan (saat bayi mulai bisa berdiri dan belajar berjalan) | Baby walker digunakan pada usia 6-12 bulan(saat bayi sudah bisa duduk tegak) |
| Cara Pakai | Bayi berdiri di belakang push walker lalu mendorongnya sambil berjalan. | Bayi duduk di dalam kursi beroda dan bergerak dengan dorongan kaki. |
| Fungsi | Melatih keseimbangan dan koordinasi berjalan. | Memberi mobilitas pada bayi sebelum bisa berjalan mandiri. |
| Manfaat | Menstimulasi pola berjalan yang alami, melatih otot kaki, keseimbangan, koordinasi, motorik kasar, serta rasa percaya diri. | Membuat bayi lebih aktif bergerak dan mengeksplorasi sekitar. |
| Risiko | Memiliki risiko lebih rendah daripada baby walker. Tetapi perlu pengawasan sata bayi menggunakannya. | Berpotensi untuk mencederai bayi. |
| Rekomendasi dokter | Push walker lebih disarankan karena mendukung perkembangan alami berjalan | Banyak yg tdk menyarankan karena menghambat keterampilan jalan pada bayi dan faktor keselamatan. |
Baca juga: Gunakan Push Walker untuk Membantu Anak Belajar Berjalan
Singkatnya, push walker bekerja seperti troli kecil yang didorong bayi. Anak akan menggunakan kekuatan kakinya sendiri untuk berdiri dan melangkah, sehingga proses belajar berjalan sangat natural.
Sedangkan baby walker, membuat bayi “digendong” oleh alat. Menurut jurnal Evaluation of the effects of using a baby walker on trunk control and motor development, bayi yang menggunakan baby walker memang bisa bergerak lebih cepat, tetapi otot dan keseimbangan tidak terlatih. Di beberapa negara, penggunaan baby walker sudah dibatasi karena berisiko cedera pada bayi.
Melihat perbedaan push walker dan baby walker, push walker lebih disarankan karena lebih aman dan lebih mendukung perkembangan motorik secara alami. Sementara baby walker memang terlihat praktis, tapi memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi dan kurang direkomendasikan dokter anak.
Setiap anak memiliki alur tumbuh kembang yang berbeda. Mom/Dad jangan terlalu terburu-buru, yang terpenting adalah aman dan sesuai tahap perkembangan si kecil.






