Author: Tim Sparks Sports Academy
Mom/Dad yang sedang mendampingi si kecil belajar ballet, atau mungkin Mom/Dad sendiri yang baru memulai kelas ballet dewasa, pasti pernah mendengar istilah releve. Gerakan ini terlihat sederhana, hanya berdiri berjinjit, namun sebenarnya menyimpan teknik yang cukup kompleks dan menjadi fondasi penting dalam dunia ballet. Artikel ini akan membahas tuntas apa itu releve ballet, mengapa gerakan ini begitu penting, hingga cara melatihnya dengan benar agar anak atau Mom/Dad sendiri terhindar dari cedera.
Sebagai penulis yang telah lama mengulas dunia tari klasik, saya memahami bahwa banyak orang tua bingung membedakan istilah-istilah teknis ballet. Padahal, memahami dasar seperti releve akan sangat membantu Mom/Dad dalam mendampingi proses belajar anak, sekaligus mengetahui apakah teknik yang diajarkan instruktur sudah tepat.
Apa Itu Releve Ballet?
Secara harfiah, kata releve berasal dari bahasa Prancis yang berarti “mengangkat” atau “meninggikan”. Dalam konteks ballet, releve adalah gerakan mengangkat tubuh dari posisi telapak kaki penuh (flat) menuju posisi berjinjit, baik ke posisi demi-pointe (setengah jinjit) maupun full pointe (jinjit penuh menggunakan sepatu pointe).
Gerakan ini bukan sekadar berdiri di ujung jari kaki. Ada keterlibatan otot betis, paha, inti tubuh (core), hingga kaki yang harus bekerja sama secara harmonis agar tubuh tetap stabil, sejajar, dan tidak goyah. Bagi pemula, releve biasanya menjadi salah satu gerakan pertama yang diajarkan setelah penguasaan posisi kaki dasar dan plie.
Sejarah Singkat dan Peran Releve dalam Ballet
Releve telah menjadi bagian dari teknik ballet klasik sejak abad ke-19, seiring berkembangnya gaya menari di atas ujung kaki (en pointe) yang dipopulerkan oleh penari-penari Rusia dan Prancis. Teknik ini terus disempurnakan dan menjadi standar dalam kurikulum ballet di seluruh dunia, termasuk yang diajarkan oleh lembaga ternama seperti American Ballet Theatre dalam kurikulum pelatihan nasional mereka.
Peran releve sangat sentral karena hampir semua gerakan ballet tingkat lanjut, seperti pirouette (putaran) dan jete (lompatan), membutuhkan kekuatan dan stabilitas yang dibangun dari latihan releve yang konsisten. Tanpa penguasaan releve yang baik, penari akan kesulitan menjaga keseimbangan saat melakukan gerakan yang lebih rumit.
Jenis-Jenis Releve Ballet yang Perlu Diketahui Pemula
Ada beberapa variasi releve yang biasa diajarkan dalam kelas ballet dasar. Mengetahui jenis-jenisnya akan membantu Mom/Dad memahami tahapan latihan yang dijalani anak.
- Releve di Tempat (Sur les Pointes/Demi-Pointe) Gerakan ini dilakukan dengan mengangkat tumit dari lantai sambil tetap berdiri di posisi yang sama, baik dalam posisi kaki pertama, kedua, maupun kelima.
- Releve dengan Plie Kombinasi antara menekuk lutut (plie) kemudian mengangkat tubuh ke posisi berjinjit. Variasi ini melatih kekuatan otot kaki secara lebih menyeluruh.
- Releve Berpindah Tempat Biasanya dilakukan sambil melangkah atau berpindah posisi, cocok untuk penari yang sudah lebih mahir dalam menjaga keseimbangan.
- Grand Releve Gerakan mengangkat tubuh langsung ke posisi jinjit penuh tanpa melalui tahap demi-plie terlebih dahulu, membutuhkan kekuatan otot yang lebih besar.
Manfaat Latihan Releve Ballet untuk Tubuh dan Teknik Menari
Selain menjadi dasar teknik ballet, releve juga memberikan berbagai manfaat fisik yang baik untuk tumbuh kembang anak maupun kebugaran orang dewasa.
Latihan ini memperkuat otot betis, pergelangan kaki, dan telapak kaki secara signifikan. Selain itu, releve juga melatih keseimbangan tubuh (balance) dan kesadaran postur (postural awareness), dua hal yang sangat penting tidak hanya dalam ballet, tetapi juga dalam aktivitas fisik lainnya.
Bagi anak-anak, latihan releve yang konsisten dapat membantu memperkuat struktur kaki yang masih dalam masa pertumbuhan, asalkan dilakukan dengan pengawasan instruktur yang tepat dan tidak dipaksakan sebelum kekuatan ototnya cukup matang.
Baca juga: 5 Gerakan Dasar Balet yang Aman untuk Anak Usia 1-7 Tahun
Cara Melakukan Releve Ballet dengan Benar
Agar Mom/Dad bisa memahami dan membantu mengoreksi gerakan anak di rumah, berikut adalah tahapan dasar melakukan releve yang benar:
- Mulai dari posisi kaki yang stabil. Biasanya posisi kaki pertama atau kelima, dengan berat badan terdistribusi merata di kedua kaki.
- Jaga postur tubuh tetap tegak. Tulang belakang lurus, bahu rileks, dan pandangan ke depan.
- Angkat tumit secara perlahan. Dorong dari telapak kaki bagian depan, bukan dengan menyentak.
- Pertahankan garis lutut sejajar jari kaki. Hindari lutut yang jatuh ke dalam (rolling in).
- Turunkan kembali dengan terkontrol. Jangan langsung menghentak tumit ke lantai, turunkan secara perlahan melalui demi-pointe terlebih dahulu.
Latihan ini sebaiknya dilakukan berulang dengan repetisi yang bertahap, dimulai dari jumlah kecil lalu ditingkatkan seiring bertambahnya kekuatan otot.
Kesalahan Umum saat Melakukan Releve Ballet
Sebagai pemula, wajar jika anak atau Mom/Dad sendiri melakukan beberapa kesalahan teknis. Berikut beberapa yang paling sering ditemukan di kelas ballet dasar:
- Mengangkat tumit terlalu cepat sehingga kehilangan keseimbangan.
- Menekuk jari kaki alih-alih mendorong dari telapak kaki bagian depan.
- Lutut yang tidak sejajar dengan arah jari kaki, sering disebut sickling.
- Bahu yang naik atau tegang saat mencoba menjaga keseimbangan.
- Tidak melibatkan otot inti tubuh (core), sehingga tubuh mudah goyah.
Mengoreksi kesalahan ini sejak dini akan sangat membantu perkembangan teknik anak ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus mencegah risiko cedera pada pergelangan kaki.
Tips Melatih Releve Ballet untuk Pemula
Beberapa tips berikut bisa Mom/Dad terapkan untuk mendukung latihan anak di rumah maupun sebelum kelas dimulai:
- Lakukan pemanasan yang cukup sebelum berlatih, terutama peregangan pada betis dan pergelangan kaki.
- Gunakan cermin atau rekam video saat berlatih agar anak bisa melihat dan memperbaiki posisinya sendiri.
- Latih di depan barre (palang kayu) terlebih dahulu sebelum mencoba tanpa pegangan, agar keseimbangan lebih terjaga.
- Yang tidak kalah penting, pastikan latihan dilakukan secara rutin namun tidak berlebihan, karena otot dan sendi anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk berkembang secara sehat.
Baca juga: Apa itu Plie Ballet? Kenali Jenis, Teknik, dan Cara Melakukannya untuk Pemula
Yuk, Mulai Kelas Ballet Bersama Instruktur Berpengalaman!
Memahami teori tentang releve ballet adalah langkah awal yang baik, namun teknik yang benar hanya bisa dikuasai dengan bimbingan langsung dari instruktur profesional. Kesalahan kecil yang tidak terkoreksi sejak awal bisa berdampak pada postur dan risiko cedera di kemudian hari.
Jika Mom/Dad ingin si kecil atau diri sendiri belajar ballet dengan teknik yang tepat sejak dasar, saatnya mencari les balet terdekat yang memiliki instruktur berpengalaman dan kurikulum yang terstruktur. Sparks Sports Academy siap menjadi tempat belajar ballet terpercaya, dengan pendampingan yang aman dan menyenangkan untuk setiap tahap perkembangan si penari kecil maupun Mom/Dad sendiri. Yuk, daftarkan diri Anda atau si kecil sekarang dan mulai perjalanan menjadi penari ballet yang percaya diri!







