Kenali 10 Tanda Dehidrasi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kenali 10 Tanda Dehidrasi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Table of Contents

Dehidrasi pada anak merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Tubuh anak memiliki cadangan cairan yang lebih sedikit dibanding orang dewasa, sehingga kehilangan cairan dalam jumlah kecil saja dapat memengaruhi kondisi kesehatannya. Ketika anak mengalami muntah, diare, demam, atau terlalu aktif bermain tanpa cukup minum, risiko dehidrasi bisa meningkat dengan cepat.

Sebagai orang tua, penting bagi Mom/Dad untuk memahami tanda-tanda dehidrasi sejak dini agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat. Semakin cepat dikenali, semakin kecil risiko komplikasi yang mungkin terjadi pada si kecil.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai tanda dehidrasi pada anak, penyebabnya, serta cara mengatasinya agar kesehatan anak tetap terjaga.

Apa Itu Dehidrasi pada Anak?

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibanding jumlah cairan yang masuk. Cairan tubuh sangat penting untuk membantu organ bekerja dengan baik, menjaga suhu tubuh, hingga membantu proses metabolisme.

Anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi karena tubuh mereka memiliki persentase air lebih tinggi dibanding orang dewasa. Selain itu, anak sering kali belum mampu menyampaikan rasa haus dengan jelas.

Menurut World Health Organization (WHO), dehidrasi pada anak dapat menjadi kondisi serius jika tidak segera ditangani, terutama ketika disebabkan oleh diare dan muntah berkepanjangan.

Penyebab Dehidrasi pada Anak

Sebelum mengenali tandanya, Mom/Dad juga perlu memahami beberapa penyebab umum dehidrasi pada anak berikut ini:

  • Diare dan Muntah: Kondisi ini menjadi penyebab paling umum dehidrasi pada anak karena cairan tubuh keluar dalam jumlah besar.
  • Demam Tinggi: Saat demam, tubuh anak kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat.
  • Kurang Minum: Anak yang terlalu asyik bermain terkadang lupa minum sehingga kebutuhan cairannya tidak terpenuhi.
  • Cuaca Panas: Aktivitas di bawah terik matahari membuat tubuh anak lebih mudah kehilangan cairan.
  • Aktivitas Fisik Berlebihan: Olahraga atau aktivitas fisik yang intens tanpa asupan cairan cukup dapat menyebabkan dehidrasi.

10 Tanda Dehidrasi pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Berikut beberapa tanda dehidrasi pada anak yang penting dikenali sejak awal.

1. Mulut dan Bibir Terlihat Kering

Salah satu tanda paling umum adalah mulut, lidah, dan bibir anak terlihat kering. Anak juga mungkin mengeluh tenggorokan terasa tidak nyaman. Jika kondisi ini muncul, segera berikan air putih atau cairan elektrolit sesuai kebutuhan anak.

2. Jarang Buang Air Kecil

Anak yang mengalami dehidrasi biasanya lebih jarang buang air kecil. Popok bayi pun menjadi lebih jarang basah. Warna urine juga cenderung lebih pekat dan berbau tajam.

3. Mata Terlihat Cekung

Mata anak yang tampak cekung bisa menjadi pertanda tubuh kekurangan cairan. Pada bayi, bagian ubun-ubun juga bisa terlihat lebih cekung dari biasanya.

4. Anak Terlihat Lemas

Ketika tubuh kekurangan cairan, energi anak akan menurun drastis. Anak menjadi mudah lelah, kurang aktif, dan lebih sering berbaring. Bahkan anak yang biasanya ceria bisa tampak tidak bersemangat.

5. Menangis Tanpa Air Mata

Saat cairan tubuh berkurang, produksi air mata ikut menurun. Ini menyebabkan anak menangis tanpa mengeluarkan air mata. Kondisi ini cukup sering terjadi pada bayi dan balita.

6. Kulit Menjadi Kurang Elastis

Cobalah mencubit lembut kulit anak pada bagian perut atau tangan. Jika kulit kembali ke posisi semula dengan lambat, bisa jadi anak mengalami dehidrasi. Kulit yang kehilangan elastisitas menandakan tubuh kekurangan cairan.

7. Demam Disertai Haus Berlebihan

Anak yang mengalami dehidrasi biasanya akan merasa sangat haus. Kondisi ini sering disertai demam dan tubuh terasa panas. Pastikan anak mendapatkan cairan sedikit demi sedikit namun sering.

8. Detak Jantung Lebih Cepat

Dehidrasi dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, denyut jantung anak menjadi lebih cepat dibanding biasanya.

9. Tangan dan Kaki Terasa Dingin

Pada kondisi dehidrasi yang cukup berat, sirkulasi darah bisa terganggu sehingga tangan dan kaki anak terasa dingin. Ini menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan penanganan segera.

10. Anak Menjadi Rewel atau Mengantuk

Bayi dan balita yang mengalami dehidrasi sering kali menjadi lebih rewel, sulit ditenangkan, atau justru tampak mengantuk terus-menerus. Jika anak sulit dibangunkan atau tampak sangat lemah, segera konsultasikan ke dokter.

Baca juga: 5 Tanda Bayi Kurang ASI dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Dehidrasi pada Anak

Setelah mengenali tanda-tandanya, Mom/Dad juga perlu mengetahui langkah penanganan yang tepat.

Berikan Cairan Secara Bertahap

Jangan langsung memberikan banyak minum sekaligus karena bisa memicu muntah. Berikan sedikit demi sedikit tetapi sering. Air putih menjadi pilihan utama untuk anak yang mengalami dehidrasi ringan.

Gunakan Cairan Elektrolit

Jika anak mengalami diare atau muntah, cairan elektrolit dapat membantu menggantikan mineral tubuh yang hilang. Pilih cairan elektrolit khusus anak sesuai anjuran dokter.

Lanjutkan ASI pada Bayi

Untuk bayi yang masih menyusu, tetap lanjutkan pemberian ASI sesering mungkin agar kebutuhan cairannya terpenuhi. ASI membantu menggantikan cairan sekaligus memberikan nutrisi penting.

Hindari Minuman Tinggi Gula

Minuman bersoda atau terlalu manis justru dapat memperparah dehidrasi. Sebaiknya fokus pada air putih, ASI, atau cairan elektrolit.

Istirahat yang Cukup

Saat dehidrasi, tubuh anak membutuhkan waktu pemulihan. Pastikan anak beristirahat dengan cukup agar kondisinya cepat membaik.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Segera periksakan anak ke dokter apabila mengalami kondisi berikut:

  • Tidak mau minum sama sekali.
  • Muntah terus-menerus.
  • Diare berat lebih dari 24 jam.
  • Demam tinggi.
  • Sangat lemas.
  • Sulit dibangunkan.
  • Kejang.
  • Tidak buang air kecil selama berjam-jam.

Penanganan medis diperlukan agar anak tidak mengalami komplikasi serius akibat kekurangan cairan.

Cara Mencegah Dehidrasi pada Anak

Mencegah tentu lebih baik dibanding mengobati. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  • Biasakan Anak Minum Air Putih: Ajarkan anak untuk rutin minum meskipun tidak merasa haus.
  • Sediakan Botol Minum Favorit: Botol minum dengan karakter favorit bisa membuat anak lebih semangat minum.
  • Berikan Buah Kaya Air: Semangka, jeruk, melon, dan timun dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
  • Perhatikan Aktivitas Anak: Saat anak aktif bermain atau olahraga, pastikan ia mendapatkan cairan yang cukup.
  • Hindari Paparan Panas Berlebihan: Jika cuaca sangat panas, batasi aktivitas luar ruangan agar anak tidak kehilangan terlalu banyak cairan.

Pentingnya Menjaga Anak Tetap Aktif dan Sehat

Selain menjaga asupan cairan, kesehatan anak juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan stimulasi sensorik yang tepat. Anak yang aktif bergerak cenderung memiliki koordinasi tubuh, keseimbangan, dan kemampuan motorik yang lebih baik.

Aktivitas fisik yang menyenangkan juga membantu meningkatkan suasana hati serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Baca juga: 20 Mainan Anak 1 Tahun yang Seru dan Edukatif

Yuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Bersama Sparks Sports Academy

Mom/Dad, menjaga kesehatan anak tidak hanya tentang asupan nutrisi dan cairan, tetapi juga memberikan stimulasi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya. Salah satu cara terbaik adalah melalui aktivitas sensorik dan olahraga yang menyenangkan.

Sparks Sports Academy menghadirkan program kelas sensori anak yang dirancang untuk membantu perkembangan motorik, keseimbangan, koordinasi, serta kemampuan sosial si kecil melalui aktivitas yang interaktif dan edukatif.

Dengan pendamping profesional dan suasana belajar yang menyenangkan, anak dapat belajar sambil bermain secara optimal. Yuk, bantu si kecil tumbuh lebih aktif, sehat, dan percaya diri bersama kelas sensori anak di Sparks Sports Academy!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%