Author: Tim Sparks Sports Academy
Bagi anak yang baru mulai belajar Taekwondo, mendapatkan sabuk baru sering menjadi salah satu momen yang paling membanggakan. Namun, bagi Mom dan Dad yang belum familiar dengan olahraga ini, urutan sabuk Taekwondo mungkin terlihat cukup membingungkan.
Apa arti setiap warna sabuk? Setelah sabuk merah naik ke sabuk apa? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan sabuk hitam? Apa pula perbedaan Geup, Poom, dan Dan dalam Taekwondo?
Secara umum, urutan sabuk Taekwondo dimulai dari sabuk putih sebagai tingkat pemula dan berkembang menuju sabuk hitam sebagai tingkat lanjutan. Di antara keduanya terdapat beberapa sabuk berwarna yang menunjukkan perkembangan kemampuan teknik, kedisiplinan, fokus, serta pengalaman seorang praktisi Taekwondo.
Namun, perlu diketahui bahwa urutan warna dan sistem kenaikan sabuk dapat sedikit berbeda antara satu dojang dengan dojang lainnya. Karena itu, Mom dan Dad sebaiknya melihat sabuk bukan hanya sebagai target, tetapi sebagai bagian dari proses perkembangan anak selama berlatih.
Urutan Sabuk Taekwondo dari Tingkat Terendah hingga Tertinggi
Secara umum, salah satu urutan sabuk Taekwondo yang banyak digunakan adalah:
Putih → Kuning → Kuning-Hijau → Hijau → Hijau-Biru → Biru → Biru-Merah → Merah → Merah-Hitam → Hitam
Berikut gambaran sederhananya:
| Urutan | Warna Sabuk | Tahap Perkembangan |
| 1 | Putih | Pemula |
| 2 | Kuning | Dasar |
| 3 | Kuning-Hijau | Transisi |
| 4 | Hijau | Pengembangan |
| 5 | Hijau-Biru | Transisi |
| 6 | Biru | Menengah |
| 7 | Biru-Merah | Transisi |
| 8 | Merah | Menengah lanjut |
| 9 | Merah-Hitam | Persiapan menuju tingkat lanjutan |
| 10 | Hitam | Tingkat lanjutan |
Urutan tersebut dapat berbeda tergantung kurikulum, organisasi, dan sistem grading yang digunakan oleh masing-masing dojang.
Karena itu, apabila anak mengikuti kelas Taekwondo, Mom dan Dad sebaiknya mengikuti sistem kenaikan tingkat yang digunakan oleh tempat latihan anak.
Apa Itu Tingkatan Sabuk dalam Taekwondo?
Sabuk dalam Taekwondo bukan sekadar aksesori atau penanda seberapa lama seseorang telah berlatih.
Setiap tingkatan menunjukkan tahap pembelajaran dan perkembangan kemampuan seorang Taekwondoin, mulai dari teknik dasar, koordinasi tubuh, keseimbangan, tendangan, pertahanan, poomsae, hingga pemahaman terhadap disiplin dan etika dalam latihan.
Pada tingkat pemula, anak biasanya lebih banyak mempelajari dasar-dasar seperti:
- posisi berdiri;
- keseimbangan tubuh;
- teknik pukulan dasar;
- blocking atau teknik tangkisan;
- tendangan dasar;
- koordinasi gerakan;
- kedisiplinan mengikuti instruksi.
Semakin tinggi sabuknya, latihan biasanya menjadi lebih kompleks dan membutuhkan kontrol tubuh, ketepatan teknik, fokus, serta konsistensi yang lebih baik.
Dengan demikian, kenaikan sabuk sebaiknya dipahami sebagai hasil dari perkembangan kemampuan, bukan sekadar mengejar warna sabuk berikutnya.
Apa Perbedaan Geup, Poom, dan Dan dalam Taekwondo?
Saat mengikuti Taekwondo, Mom dan Dad mungkin akan mendengar istilah Geup, Poom, dan Dan.
Ketiganya berhubungan dengan tingkatan seorang praktisi Taekwondo, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
Geup
Geup digunakan untuk menunjukkan tingkatan sebelum mencapai tingkat black belt atau sabuk hitam.
Seorang pemula umumnya memulai dari Geup yang lebih tinggi kemudian secara bertahap bergerak menuju Geup 1, sebelum memasuki jenjang black belt.
Namun, pembagian warna sabuk untuk setiap Geup dapat berbeda antara satu dojang dengan dojang lainnya.
Karena itu, tidak selalu tepat mengatakan bahwa satu warna tertentu pasti memiliki nomor Geup yang sama di semua tempat latihan.
Poom
Poom merupakan tingkatan black belt yang digunakan dalam sistem Taekwondo tertentu untuk praktisi muda sesuai dengan ketentuan usia dan sistem promosi yang berlaku.
Istilah ini penting diketahui terutama bagi orang tua yang anaknya mulai berlatih Taekwondo sejak usia dini.
Dan
Dan adalah tingkatan lanjutan setelah seseorang mencapai level sabuk hitam sesuai dengan ketentuan organisasi Taekwondo yang diikuti.
Dalam sistem Kukkiwon, tingkatan black belt mencakup beberapa jenjang Dan dan proses promosi dilakukan secara bertahap.
Semakin tinggi tingkatannya, semakin besar pula tuntutan terhadap kemampuan teknik, pemahaman Taekwondo, pengalaman, serta kedewasaan praktisinya.
Baca juga: Berapa Ukuran Matras Taekwondo Sesuai Standar Dunia?
Arti Warna Sabuk Taekwondo
Setiap warna sabuk sering diasosiasikan dengan tahapan perkembangan seorang Taekwondoin.
Makna simbolis warna dapat berbeda berdasarkan tradisi atau tempat latihan, tetapi secara umum warna-warna tersebut menggambarkan perjalanan dari seorang pemula hingga praktisi yang lebih matang.
1. Sabuk Putih Taekwondo
Sabuk putih merupakan tingkatan awal bagi seseorang yang baru mulai belajar Taekwondo.
Putih sering dikaitkan dengan awal perjalanan dan proses belajar dari dasar.
Pada tahap ini anak biasanya diperkenalkan pada aturan latihan, cara menghormati pelatih dan teman, posisi dasar, serta teknik sederhana.
Beberapa materi yang dapat mulai dipelajari antara lain:
- sikap dasar;
- teknik pukulan sederhana;
- teknik tangkisan;
- tendangan dasar;
- keseimbangan;
- koordinasi tubuh.
Untuk anak-anak, tahap sabuk putih juga sangat penting dalam membangun kebiasaan mengikuti instruksi dan berlatih secara teratur.
2. Sabuk Kuning Taekwondo
Setelah memahami dasar-dasar latihan, anak dapat berkembang menuju sabuk kuning sesuai dengan hasil evaluasi dan sistem kenaikan tingkat dojang.
Warna kuning sering diasosiasikan dengan fondasi atau dasar yang mulai terbentuk.
Pada tahap ini, teknik dasar yang sebelumnya diperkenalkan mulai dilatih dengan lebih konsisten.
Anak juga mulai belajar menghubungkan beberapa gerakan menjadi rangkaian teknik yang lebih terstruktur.
Fokus latihan dapat mencakup:
- peningkatan keseimbangan;
- kontrol gerakan;
- tendangan dasar;
- tangkisan;
- koordinasi tangan dan kaki;
- pengenalan pola gerakan atau poomsae sesuai level.
3. Sabuk Kuning-Hijau Taekwondo
Sabuk kuning-hijau biasanya digunakan sebagai tingkat transisi antara sabuk kuning dan hijau pada dojang yang menggunakan sistem warna tersebut.
Pada tahap ini, anak mulai diarahkan untuk melakukan teknik dengan lebih stabil dan percaya diri.
Selain mengingat gerakan, anak mulai belajar memperhatikan:
- posisi tubuh;
- ketepatan teknik;
- arah gerakan;
- keseimbangan;
- kontrol tenaga.
Tingkat transisi seperti ini membantu anak berkembang secara bertahap sebelum menerima materi latihan yang lebih kompleks.
4. Sabuk Hijau Taekwondo
Sabuk hijau sering diasosiasikan dengan perkembangan.
Seperti tanaman yang mulai tumbuh setelah memiliki akar yang kuat, seorang Taekwondoin pada tahap ini mulai mengembangkan kemampuan yang telah dipelajari sejak tingkat pemula.
Materi latihan biasanya menjadi lebih beragam.
Anak dapat mulai mengembangkan:
- variasi tendangan;
- kombinasi teknik;
- kecepatan gerakan;
- keseimbangan;
- koordinasi;
- poomsae sesuai tingkatannya;
- kemampuan mempertahankan fokus selama latihan.
Pada tahap ini, konsistensi mulai menjadi semakin penting.
5. Sabuk Hijau-Biru Taekwondo
Sabuk hijau-biru merupakan tingkat transisi berikutnya pada beberapa sistem grading.
Anak tidak lagi hanya berlatih agar bisa melakukan gerakan, tetapi mulai diarahkan agar mampu melakukannya dengan lebih tepat, terkontrol, dan konsisten.
Pelatih dapat mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap detail teknik, seperti posisi kaki, arah tubuh, timing, hingga keseimbangan ketika melakukan tendangan.
6. Sabuk Biru Taekwondo
Sabuk biru menunjukkan bahwa kemampuan praktisi mulai berkembang menuju tahap yang lebih tinggi.
Pada tingkat ini, teknik yang dipelajari biasanya semakin kompleks.
Anak dapat mulai meningkatkan kemampuan dalam:
- kombinasi tendangan;
- kecepatan;
- fleksibilitas;
- kontrol tubuh;
- akurasi;
- poomsae;
- latihan dengan pasangan sesuai kurikulum dan usia.
Selain kemampuan fisik, anak juga dituntut semakin mampu menjaga disiplin dan mengikuti aturan latihan.
7. Sabuk Biru-Merah Taekwondo
Sabuk biru-merah merupakan tingkatan transisi sebelum memasuki tahap sabuk merah dalam sistem yang menggunakan kombinasi warna tersebut.
Pada level ini, anak mulai menghadapi latihan yang menuntut konsistensi lebih tinggi.
Kesalahan kecil dalam posisi, keseimbangan, atau timing mulai perlu diperbaiki agar teknik yang dilakukan semakin efektif dan aman.
8. Sabuk Merah Taekwondo
Sabuk merah sering dikaitkan dengan tahapan ketika seorang praktisi telah memiliki kemampuan yang cukup berkembang.
Namun, semakin tinggi kemampuan seseorang, semakin penting pula kemampuan untuk mengendalikan diri.
Karena itu, latihan pada tingkat sabuk merah tidak hanya berfokus pada kekuatan atau kecepatan.
Praktisi juga perlu menunjukkan:
- kontrol teknik;
- disiplin;
- tanggung jawab;
- fokus;
- konsistensi;
- sikap yang baik saat berlatih.
Bagi anak, aspek pengendalian diri ini menjadi salah satu nilai penting dari proses belajar bela diri.
9. Sabuk Merah-Hitam Taekwondo
Sabuk merah-hitam biasanya menjadi salah satu tahapan persiapan sebelum memasuki level sabuk hitam pada sistem grading tertentu.
Pada tahap ini, standar teknik dan kedisiplinan umumnya menjadi lebih tinggi.
Anak tidak cukup hanya mengetahui teknik, tetapi perlu mampu menampilkannya dengan lebih konsisten.
Pelatih juga dapat mengevaluasi kesiapan dari berbagai aspek seperti teknik, poomsae, fokus, sikap, dan kemampuan mengikuti instruksi.
10. Sabuk Hitam Taekwondo
Banyak orang menganggap sabuk hitam sebagai akhir perjalanan dalam Taekwondo.
Padahal, mendapatkan sabuk hitam justru menjadi awal dari tahap pembelajaran yang lebih dalam.
Pada level ini, praktisi telah memiliki fondasi yang cukup kuat untuk memahami Taekwondo pada tingkat yang lebih kompleks.
Setelah mencapai black belt, perkembangan dapat dilanjutkan melalui sistem Poom atau Dan sesuai dengan usia, organisasi, serta ketentuan promosi yang berlaku.
Karena itu, sabuk hitam bukan berarti seseorang sudah menguasai seluruh Taekwondo.
Sebaliknya, terdapat proses pembelajaran yang masih sangat panjang setelahnya.
Apakah Urutan Sabuk Taekwondo di Semua Tempat Sama?
Tidak selalu.
Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami Mom dan Dad.
Urutan warna sabuk Taekwondo dapat berbeda antara satu dojang, organisasi, atau kurikulum dengan yang lainnya.
Beberapa tempat menggunakan kombinasi warna seperti:
- kuning-hijau;
- hijau-biru;
- biru-merah;
- merah-hitam.
Sementara tempat lain dapat menggunakan strip pada sabuk atau sistem warna yang sedikit berbeda.
Perbedaan tersebut tidak otomatis berarti salah satu sistem lebih baik daripada yang lainnya.
Yang lebih penting adalah adanya:
- kurikulum yang jelas;
- evaluasi yang terstruktur;
- pelatih yang kompeten;
- latihan yang sesuai usia;
- perkembangan teknik yang bertahap;
- perhatian terhadap keselamatan anak.
Karena itu, ketika membandingkan tingkatan sabuk, sebaiknya Mom dan Dad tidak hanya melihat warnanya, tetapi juga memahami sistem grading yang digunakan oleh dojang tempat anak berlatih.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Naik Sabuk Taekwondo?
Tidak ada satu durasi yang berlaku sama untuk seluruh praktisi Taekwondo.
Waktu kenaikan sabuk dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
- frekuensi latihan;
- konsistensi kehadiran;
- kemampuan memahami teknik;
- perkembangan fisik;
- usia;
- kesiapan mengikuti ujian;
- kurikulum dojang;
- jadwal ujian kenaikan tingkat.
Karena itu, dua anak yang mulai berlatih pada waktu yang sama belum tentu naik sabuk pada waktu yang sama.
Hal tersebut normal.
Dalam proses belajar bela diri, perkembangan setiap anak dapat berbeda.
Orang tua sebaiknya tidak terlalu berfokus pada pertanyaan, “Kapan anak saya naik sabuk?”
Pertanyaan yang lebih bermanfaat adalah:
“Apakah kemampuan, disiplin, dan kepercayaan dirinya mengalami perkembangan?”
Sabuk sebaiknya menjadi hasil dari proses tersebut, bukan satu-satunya tujuan latihan.
Apa Saja yang Dinilai Saat Ujian Kenaikan Sabuk Taekwondo?
Materi ujian dapat berbeda tergantung dojang dan tingkatan anak.
Namun, evaluasi kenaikan tingkat biasanya tidak hanya melihat satu kemampuan.
Beberapa aspek yang dapat dinilai antara lain:
1. Teknik Dasar
Anak perlu menunjukkan pemahaman terhadap teknik dasar sesuai dengan levelnya, seperti posisi, pukulan, tangkisan, dan tendangan.
2. Keseimbangan dan Koordinasi
Gerakan Taekwondo membutuhkan koordinasi antara tangan, kaki, tubuh, serta pandangan.
Karena itu, keseimbangan menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan teknik.
3. Poomsae
Poomsae adalah rangkaian gerakan Taekwondo yang dilakukan dengan pola tertentu.
Tingkat poomsae yang dipelajari akan menyesuaikan dengan kurikulum dan tingkat praktisi.
4. Tendangan
Taekwondo dikenal dengan berbagai teknik tendangannya.
Seiring meningkatnya tingkatan, anak dapat mempelajari variasi tendangan yang membutuhkan keseimbangan, fleksibilitas, timing, dan kontrol yang lebih baik.
5. Fokus dan Kedisiplinan
Kemampuan mendengarkan instruksi, menunggu giliran, mengikuti aturan, dan menjaga fokus juga merupakan bagian penting dalam latihan.
6. Sikap
Taekwondo bukan hanya mengenai kemampuan bertarung.
Sikap menghormati pelatih, teman latihan, dan aturan merupakan bagian penting dari pendidikan bela diri.
Karena itu, perkembangan karakter sebaiknya berjalan bersama perkembangan kemampuan fisik.
Bagaimana Mengetahui Anak Sudah Siap Naik Sabuk?
Orang tua tidak harus menilai kemampuan teknis anak sendiri karena keputusan kenaikan tingkat berada pada pelatih dan sistem evaluasi dojang.
Namun, Mom dan Dad dapat melihat beberapa tanda perkembangan, misalnya:
- anak semakin percaya diri saat melakukan teknik;
- lebih mudah mengikuti instruksi;
- keseimbangan semakin baik;
- dapat mengingat rangkaian gerakan;
- lebih konsisten hadir latihan;
- mampu menyelesaikan latihan dengan fokus;
- menunjukkan kedisiplinan yang lebih baik;
- tidak mudah menyerah ketika menghadapi teknik yang sulit.
Hal yang perlu diingat adalah perkembangan anak tidak selalu linear.
Ada periode ketika anak berkembang dengan cepat dan ada pula saat anak membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai suatu teknik.
Proses tersebut merupakan bagian normal dalam belajar.
Baca juga: Nama-Nama Jurus Taekwondo Dasar yang Cocok untuk Pemula
Apa Manfaat Sistem Sabuk Taekwondo untuk Anak?
Bagi anak, sistem sabuk dapat memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar mendapatkan warna sabuk baru.
Memberikan Target yang Jelas
Setiap level memberikan target kecil yang dapat dicapai secara bertahap.
Anak tidak harus langsung memikirkan sabuk hitam.
Mereka cukup fokus pada keterampilan yang sedang dipelajari pada tingkatnya saat ini.
Membantu Anak Memahami Proses
Kenaikan sabuk mengajarkan bahwa perkembangan membutuhkan latihan, waktu, dan konsistensi.
Anak dapat belajar bahwa hasil tidak selalu diperoleh secara instan.
Meningkatkan Kepercayaan Diri
Ketika berhasil menguasai teknik atau melewati evaluasi, anak dapat merasakan pencapaian nyata dari usahanya.
Pengalaman tersebut dapat membantu membangun rasa percaya diri.
Melatih Disiplin
Latihan rutin, mengikuti instruksi, serta mempersiapkan diri menghadapi ujian merupakan kesempatan bagi anak untuk belajar disiplin.
Membantu Anak Belajar Menghadapi Tantangan
Tidak setiap teknik akan langsung mudah dikuasai.
Melalui latihan, anak belajar mencoba kembali, menerima koreksi, dan meningkatkan kemampuannya sedikit demi sedikit.
Tips untuk Orang Tua Saat Anak Belajar Taekwondo
Dukungan orang tua dapat memengaruhi pengalaman anak selama berlatih.
Berikut beberapa hal yang dapat Mom dan Dad lakukan.
Hindari Membandingkan dengan Anak Lain
Setiap anak mempunyai kemampuan fisik, koordinasi, kepercayaan diri, dan kecepatan belajar yang berbeda.
Membandingkan anak dengan teman latihan justru dapat membuat proses latihan terasa seperti tekanan.
Apresiasi Prosesnya
Daripada hanya mengatakan:
“Sudah naik sabuk belum?”
Mom dan Dad dapat bertanya:
“Gerakan apa yang kamu pelajari hari ini?”
atau:
“Latihan hari ini paling suka bagian apa?”
Pertanyaan seperti ini membantu anak menikmati proses belajar.
Bangun Konsistensi
Kehadiran rutin membantu anak memahami teknik secara bertahap.
Konsistensi biasanya lebih penting daripada memaksakan latihan dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Berkomunikasi dengan Pelatih
Apabila Mom dan Dad ingin mengetahui perkembangan anak, pelatih merupakan orang yang paling tepat untuk memberikan evaluasi teknis.
Pelatih dapat menjelaskan kemampuan yang sudah berkembang serta bagian yang masih perlu dilatih.
Apakah Taekwondo Cocok untuk Anak?
Taekwondo dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas olahraga untuk anak karena menggabungkan latihan fisik dengan struktur pembelajaran yang bertahap.
Dalam latihan yang disesuaikan dengan usia, anak dapat mengembangkan berbagai kemampuan seperti:
- koordinasi tubuh;
- keseimbangan;
- fleksibilitas;
- fokus;
- kedisiplinan;
- kepercayaan diri;
- kemampuan mengikuti instruksi;
- interaksi dengan teman sebaya.
Yang paling penting adalah memilih program dengan pelatih yang memahami bagaimana mengajar anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
Belajar Taekwondo untuk Anak Bersama Sparks Sports Academy
Belajar Taekwondo bukan sekadar tentang seberapa cepat anak mendapatkan sabuk berikutnya.
Proses latihan dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk membangun kemampuan fisik, disiplin, fokus, serta kepercayaan diri secara bertahap.
Di Sparks Sports Academy, latihan Taekwondo untuk anak dirancang agar proses belajar tetap terarah, menyenangkan, dan sesuai dengan kemampuan anak.
Anak dapat belajar mulai dari teknik dasar hingga mengembangkan keterampilan yang lebih kompleks bersama pelatih dan lingkungan latihan yang mendukung.
Jika Mom dan Dad sedang mencari aktivitas yang dapat membantu anak lebih aktif sekaligus belajar disiplin dan percaya diri, kelas Taekwondo anak dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik.
Yuk, kenalkan anak pada Taekwondo dan biarkan mereka menikmati setiap tahap perkembangannya bersama Sparks Sports Academy.
FAQ Seputar Urutan Sabuk Taekwondo
1. Apa urutan sabuk Taekwondo dari yang paling rendah?
Secara umum salah satu urutannya adalah putih, kuning, kuning-hijau, hijau, hijau-biru, biru, biru-merah, merah, merah-hitam, lalu hitam. Namun, sistem warna dapat berbeda antar dojang.
2. Apa sabuk Taekwondo yang paling rendah?
Sabuk putih umumnya digunakan sebagai tingkat awal bagi praktisi yang baru mulai belajar Taekwondo.
3. Apa sabuk tertinggi dalam Taekwondo?
Sabuk hitam merupakan tingkatan lanjutan, tetapi bukan akhir proses pembelajaran. Setelah mencapai black belt, praktisi masih dapat berkembang melalui jenjang Poom atau Dan sesuai sistem yang berlaku.
4. Setelah sabuk merah, naik ke sabuk apa?
Tergantung sistem grading dojang. Pada beberapa sistem terdapat tingkat merah-hitam sebelum sabuk hitam.
5. Apa arti Geup dalam Taekwondo?
Geup merupakan sistem tingkatan bagi praktisi sebelum memasuki tingkat black belt. Nomor Geup biasanya bergerak menuju Geup 1 seiring meningkatnya kemampuan.
6. Apa perbedaan Geup dan Dan?
Geup digunakan untuk tingkat sebelum black belt, sedangkan Dan digunakan untuk menunjukkan tingkatan lanjutan pada black belt sesuai ketentuan organisasi yang berlaku.
7. Apa itu Poom dalam Taekwondo?
Poom merupakan tingkatan black belt yang digunakan dalam sistem Taekwondo tertentu untuk praktisi muda sesuai aturan usia dan promosi yang berlaku.
8. Berapa lama naik sabuk Taekwondo?
Tidak ada waktu yang sama untuk semua orang. Durasi dapat bergantung pada frekuensi latihan, kemampuan, kehadiran, kurikulum, serta jadwal ujian masing-masing dojang.
9. Apakah semua dojang menggunakan urutan sabuk yang sama?
Tidak. Kombinasi warna, strip, dan pembagian tingkatan dapat berbeda berdasarkan sistem yang digunakan oleh masing-masing dojang atau organisasi.
10. Apa yang diuji saat kenaikan sabuk Taekwondo?
Materi dapat meliputi teknik dasar, tendangan, tangkisan, poomsae, koordinasi, keseimbangan, fokus, disiplin, dan materi lain sesuai tingkat serta kurikulum dojang.
11. Apakah anak harus cepat naik sabuk?
Tidak. Fokus utama sebaiknya bukan seberapa cepat anak berganti sabuk, tetapi seberapa baik kemampuan, kedisiplinan, fokus, dan rasa percaya dirinya berkembang selama latihan.
12. Apakah sabuk hitam berarti sudah menguasai Taekwondo?
Tidak. Sabuk hitam justru merupakan awal dari tahap pembelajaran yang lebih mendalam. Praktisi masih memiliki berbagai jenjang dan kemampuan yang dapat terus dikembangkan.








