Author: Tim Sparks Sports Academy
Memilih ukuran sepatu anak yang pas kerap menjadi tantangan tersendiri untuk orang tua. Pasalnya, salah memilih ukuran sepatu bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan saat pemakaian, tetapi juga bisa menghambat pertumbuhan kaki anak.
Mengutip dari National Library of Medicine, faktanya, ada banyak penelitian yang mengungkap bahwa ada korelasi kuat antara kesesuaian ukuran sepatu dan perkembangan kaki anak secara langsung. Lalu, sebenarnya bagaimana cara memilih ukuran sepatu anak yang benar? Ketahui selengkapnya di bawah ini!
Key Takeaways
- Ada korelasi kuat antara pemilihan ukuran sepatu anak dengan perkembangan kaki anak.
- Memilih sepatu secara langsung sebaiknya dilakukan pada sore hari, karena ukuran kaki manusia; termasuk anak-anak; biasanya melebar maksimal pada sore hari.
- Cara mudah untuk menentukan ukuran sepatu anak dengan akurat adalah dengan menjejakkan kaki anak di atas kertas dan menggambarnya, lalu tambahkan sekitar 0,8-1,2 cm ke hasil ukur panjang tumit hingga ujung jari terpanjang.
Cara Mengukur Ukuran Sepatu Anak dengan Tepat
Dalam menentukan ukuran sepatu anak yang pas, ada beberapa hack sederhana yang bisa Anda gunakan. Tidak perlu harus ke toko sepatu langsung, berikut adalah beberapa cara mengukur ukuran sepatu.
- Pertama, siapkan pensil, kertas, dan penggaris.
- Selanjutnya, minta anak untuk berdiri di atas kertas dan jiplak bentuk telapak kaki anak secara manual menggunakan pensil. Lakukan metode pengukuran ini pada kedua kaki anak.
- Setelah cetakan telapak kaki anak berhasil dibuat, gunakan penggaris untuk mengukur panjang tumit hingga ujung jari terpanjang pada gambar telapak kaki.
- Tambahkan ukuran sekitar 0,8-1,2 cm pada hasil ukur panjang tumit hingga ujung jari terpanjang sebagai ruang gerak jari.
- Terakhir, Anda bisa memilih ukuran yang paling sesuai dengan membandingkan hasil ukuran kaki dengan chart ukuran dari sepatu yang ingin dibeli.
Baca juga: 10 Manfaat Nyeker atau Barefoot untuk Anak
Tanda Sepatu Tidak Pas pada Anak
Memilih ukuran sepatu anak yang tepat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan dan pertumbuhan kaki. Sepatu yang tidak pas—baik terlalu sempit maupun terlalu longgar—dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari lecet hingga gangguan berjalan. Berikut beberapa tanda sepatu anak tidak pas yang perlu orang tua perhatikan:
1. Anak Mengeluh Kaki Sakit
Jika anak sering mengeluh sakit di bagian jari, tumit, atau telapak kaki setelah memakai sepatu, ini bisa menjadi indikasi kuat bahwa ukurannya tidak sesuai. Rasa sakit biasanya muncul karena tekanan berlebih atau kurangnya ruang di dalam sepatu.
2. Muncul Lecet atau Kemerahan
Lecet, kulit kemerahan, atau bahkan luka kecil pada kaki anak adalah tanda umum sepatu terlalu sempit atau tidak sesuai bentuk kaki. Gesekan berulang saat berjalan dapat memperparah kondisi ini jika tidak segera ditangani.
3. Jari Kaki Terasa Sempit atau Menyentuh Ujung Sepatu
Sepatu yang baik harus memberikan ruang sekitar 1–1,5 cm di bagian depan agar jari kaki bisa bergerak bebas. Jika jari anak terasa mentok atau tertekuk, artinya sepatu sudah kekecilan dan perlu diganti.
4. Sepatu Terasa Longgar dan Mudah Lepas
Selain terlalu kecil, sepatu yang kebesaran juga tidak ideal. Ciri-cirinya adalah sepatu mudah lepas saat dipakai berjalan, tumit sering terangkat, atau anak terlihat kesulitan menjaga keseimbangan.
5. Anak Sering Tersandung saat Berjalan
Sepatu yang tidak pas dapat mengganggu cara berjalan anak. Jika anak lebih sering tersandung atau berjalan tidak stabil, bisa jadi sepatu yang digunakan terlalu besar atau tidak menopang kaki dengan baik.
6. Kaki Berkeringat Berlebihan atau Melepuh
Sepatu yang terlalu sempit dapat menghambat sirkulasi udara, sehingga kaki anak menjadi lebih panas dan mudah berkeringat. Kondisi ini juga meningkatkan risiko munculnya lepuhan akibat gesekan terus-menerus.
7. Anak Enggan Memakai Sepatu Tertentu
Jika anak tiba-tiba tidak mau memakai sepatu favoritnya tanpa alasan jelas, bisa jadi sepatu tersebut sudah tidak nyaman digunakan. Anak biasanya akan menunjukkan ketidaknyamanan dengan cara menolak memakainya.
Memahami tanda-tanda sepatu anak tidak pas sangat penting agar orang tua dapat segera mengambil tindakan. Periksa ukuran sepatu secara berkala karena kaki anak tumbuh dengan cepat. Dengan ukuran yang tepat, anak bisa bergerak lebih leluasa, nyaman, dan terhindar dari masalah kesehatan kaki.
Baca juga: Flat Foot pada Anak: Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya Sejak Dini
Chart Ukuran Sepatu Anak Umur 1-10 Tahun
Setiap brand sepatu umumnya memiliki standar ukuran sepatu yang berbeda-beda. Jika Anda berencana membeli sepatu anak secara online, maka chart ukuran sepatu standar ukuran sepatu EU, UK, hingga US berikut bisa Anda jadikan acuan.
| Usia | EU/UK/US | Ukuran panjang kaki (cm) |
| 1-3 tahun | 21/4,5/5,5 | 12,7 cm |
| 22/5-5,55/6-6,5 | 13-13,3 cm | |
| 23/6-6,5/7-7,5 | 14-14,3 cm | |
| 24/7/8 | 14,6 cm | |
| 25/7,5-8 /8,5-9 | 15,2-15,6 cm | |
| 26/8,5/9,5 | 15,9 cm | |
| 27/9-9,5/10-10,5 | 16,5-16,8 cm | |
| 3-6 tahun | 28/10/11 | 17 cm |
| 29/10,5/11,5 | 17,8 cm | |
| 30/11/12 | 18,1 cm | |
| 30/11,5/12,5 | 18,4 cm | |
| 31/12-12,5/13,13,5 | 19,1-19,4 cm | |
| 7-10 tahun | 32/13-13,5/1-1,5 | 19,7 cm |
| 33/13,5-14/2-2,5 | 20,3-20,6 cm | |
| 34/14/3-3,5 | 21-21,6 cm | |
| 35/14,5-15/3,5 | 21,9 cm | |
| 36/2,5-3/4-4,5 | 22,2-22,9 cm | |
| 37/3,5-4/5-5,5 | 23,2-23,5 cm | |
| 38/4,5-5/6-6,5 | 24,1-24,4 cm | |
| 39/5,5/7 | 24,8 cm |
Tips Memilih Sepatu yang Tepat untuk Anak
Selain panduan menentukan ukuran sepatu, kami juga beri sedikit tips tambahan yang bisa Anda aplikasikan untuk mendapatkan pilihan sepatu yang cocok untuk anak adalah sebagai berikut.
- Belanja sepatu di sore hari: Jika Anda berbelanja sepatu di toko offline, pertimbangkan untuk melakukannya pada sore hari. Sebab, sore hari adalah rentang waktu di mana ukuran kaki mengembang maksimal akibat aktivitas atau cuaca panas.
- Bawa kaos kaki: Sebelum mencoba sepatu, pastikan anak memakai kaos kaki terlebih dahulu. Hal ini karena ketebalan kaos kaki juga menjadi faktor membuat ruang gerak kaki bertambah.
- Coba berjalan atau melompat: Ketika mencoba sepatu, minta anak untuk melakukan gerakan kecil seperti melompat atau berjalan. Gerakan tersebut akan memberikan tekanan pada telapak kaki, sehingga ukuran kaki di dalam sepatu bisa sedikit bertambah. Di sini, Anda bisa memastikan ke anak apakah mereka merasa nyaman atau tidak.
- Periksa bahan sepatu: Pastikan bahan sepatu berkualitas. Untuk sepatu anak, sebaiknya mempertimbangkan pilihan dengan bahan lembut dan fleksibel, seperti bahan kanvas atau kulit sintetis, agar sepatu tidak menghambat gerakan alami kaki.
- Periksa sol sepatu: Terakhir, pastikan bagian sol sepatu lentur dan anti slip namun cukup kuat. Hal ini bertujuan untuk memastikan sepatu benar-benar nyaman dan bisa memberikan perlindungan pada bagian bawah kaki anak.
- Pilih model pengikat yang praktis: Untuk anak kecil, model sepatu dengan perekat velcro atau rip-tape lebih praktis dan aman daripada tali.
- Perhatikan fungsi sepatu: Sesuaikan sepatu dengan jenis aktivitas anak. Sepatu sekolah bisa berbeda dari sepatu olahraga. Untuk olahraga, pertimbangkan sepatu dengan dukungan dan sirkulasi yang baik agar kaki tidak mudah cedera.
Seberapa Cepat Kaki Anak Tumbuh?
Pertumbuhan kaki anak terjadi sangat cepat, terutama pada masa balita hingga usia sekolah. Karena itu, ukuran sepatu yang pas hari ini bisa jadi sudah terasa sempit hanya dalam beberapa bulan ke depan. Memahami seberapa cepat kaki anak tumbuh akan membantu orang tua menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengganti sepatu.
1. Pertumbuhan Paling Cepat Terjadi di Usia Dini
Pada usia 1–3 tahun, kaki anak bisa bertambah panjang sekitar 1,5–2 cm per tahun. Ini adalah fase pertumbuhan paling pesat, sehingga sepatu anak biasanya perlu diganti setiap 2–3 bulan.
2. Usia 4–6 Tahun Masih Mengalami Pertumbuhan Signifikan
Memasuki usia prasekolah, pertumbuhan kaki memang sedikit melambat, tetapi tetap cukup cepat. Rata-rata kaki anak bertambah sekitar 1 cm per tahun, sehingga penggantian sepatu umumnya diperlukan setiap 4–6 bulan.
3. Usia Sekolah Pertumbuhan Mulai Stabil
Pada usia 7–12 tahun, pertumbuhan kaki anak menjadi lebih stabil. Meski begitu, kaki tetap bisa bertambah sekitar 0,5–1 cm per tahun. Orang tua tetap perlu rutin mengecek ukuran sepatu setiap 6 bulan.
4. Tanda Sepatu Perlu Diganti Lebih Cepat
Selain mengikuti perkiraan usia, perhatikan juga kondisi sepatu. Jika anak mulai mengeluh tidak nyaman, jari terasa sempit, atau sepatu sulit dipakai, kemungkinan besar ukurannya sudah tidak sesuai meskipun belum lama dibeli.
5. Pentingnya Rutin Mengukur Kaki Anak
Karena laju pertumbuhan setiap anak bisa berbeda, sebaiknya ukur kaki anak secara berkala, minimal setiap 2–3 bulan. Hal ini membantu memastikan sepatu yang digunakan selalu sesuai ukuran dan tetap nyaman.
Dengan memahami pola pertumbuhan kaki anak, orang tua bisa lebih bijak dalam memilih dan mengganti sepatu. Sepatu yang tepat tidak hanya membuat anak nyaman, tetapi juga mendukung perkembangan kaki yang sehat.
Perbedaan Sepatu Anak Laki-Laki vs Perempuan
Memilih sepatu anak tidak hanya soal ukuran, tetapi juga menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik anak. Banyak orang tua bertanya, apakah ada perbedaan antara sepatu anak laki-laki dan perempuan? Secara umum, perbedaannya tidak terlalu signifikan dari segi fungsi, namun ada beberapa aspek yang membedakan, terutama dari sisi desain hingga kenyamanan.
1. Desain dan Warna
Perbedaan paling terlihat ada pada desain dan pilihan warna. Sepatu anak laki-laki umumnya hadir dengan warna netral atau gelap seperti hitam, biru, dan abu-abu, dengan motif yang lebih sederhana atau bertema kendaraan dan olahraga. Sementara itu, sepatu anak perempuan cenderung memiliki warna cerah seperti pink, ungu, atau pastel, serta tambahan aksen seperti pita, bunga, atau karakter lucu.
2. Bentuk dan Detail Sepatu
Beberapa model sepatu anak perempuan biasanya memiliki desain yang lebih ramping dengan detail tambahan, seperti strap atau hiasan. Sedangkan sepatu anak laki-laki cenderung dibuat lebih simpel dan kokoh untuk mendukung aktivitas fisik yang lebih aktif.
3. Fleksibilitas Penggunaan
Sepatu anak laki-laki umumnya dirancang untuk aktivitas yang lebih aktif seperti berlari dan bermain di luar, sehingga materialnya sering lebih kuat dan tahan lama. Di sisi lain, sepatu anak perempuan sering dibuat dengan variasi model yang lebih beragam, mulai dari kasual hingga semi-formal.
4. Sistem Pengikat
Sepatu anak laki-laki lebih sering menggunakan velcro atau tali yang praktis untuk memudahkan pemakaian. Sepatu anak perempuan juga menggunakan sistem yang sama, tetapi sering ditambahkan elemen dekoratif agar terlihat lebih menarik.
5. Faktor Kenyamanan Tetap yang Utama
Meskipun ada perbedaan tampilan, pada dasarnya tidak ada perbedaan signifikan dalam struktur dasar sepatu anak laki-laki dan perempuan. Yang paling penting adalah memastikan sepatu memiliki ukuran yang pas, sol yang fleksibel, serta bahan yang nyaman dan aman untuk kaki anak.
Pada akhirnya, pemilihan sepatu sebaiknya tidak hanya berdasarkan gender, tetapi juga kenyamanan dan kebutuhan anak. Orang tua bisa lebih fleksibel dalam memilih, selama sepatu tersebut mendukung aktivitas dan kesehatan kaki anak.
Dukung Tumbuh Kembang Anak agar Lebih Optimal
Selain memilih ukuran sepatu anak yang tepat, aktivitas fisik yang positif adalah salah satu hal yang bisa memaksimalkan tumbuh kembang anak. Sparks Sports Academy adalah salah satu tempat yang bisa memfasilitasi kebutuhan tersebut.
Kami hadir dengan berbagai kelas aktivitas fisik yang bisa membantu menstimulasi sensorik dan menyalurkan energi anak secara positif. Mulai dari kelas taekwondo anak, kelas gymnastic anak, kelas multisport anak, dan masih banyak yang lainnya.
Selain itu, program aktivitas dari Spark Sports Academy juga dirancang untuk membangun kedisiplinan, kemampuan bersosial, dan kepercayaan diri pada anak. Jadi, pastikan perkembangan fisik dan psikologis si kecil optimal bersama kelas akademi Spark Sports Academy. Daftarkan si kecil sekarang!
FAQ Seputar Ukuran Sepatu Anak
1. Berapa ukuran sepatu anak usia 2 tahun?
Umumnya, anak usia 2 tahun memakai sepatu ukuran EU 23–24, yang setara dengan panjang kaki sekitar 14–14,6 cm. Namun, setiap anak tumbuh berbeda, jadi sebaiknya tetap ukur kaki anak secara langsung sebelum membeli.
2. Seberapa sering harus ganti sepatu anak?
Kaki anak di bawah 3 tahun bisa tumbuh sangat cepat, bahkan hingga satu ukuran setiap 2–3 bulan. Untuk anak usia 3–6 tahun, penggantian sepatu idealnya dilakukan setiap 4–6 bulan sekali. Cek secara rutin dengan memastikan masih ada ruang sekitar 1 cm antara ujung jari dan bagian depan sepatu.
3. Apakah sepatu kebesaran berbahaya untuk anak?
Ya, sepatu yang terlalu besar bisa mengganggu keseimbangan dan cara berjalan anak. Anak jadi lebih mudah tersandung, dan otot kaki bekerja lebih keras untuk menahan sepatu yang longgar. Ruang ideal di bagian depan sepatu adalah sekitar 0,8–1,2 cm, tidak lebih.
4. Bagaimana cara mengukur ukuran sepatu anak untuk beli online?
Jejakkan kaki anak di atas kertas, gambar kontur telapak kaki, lalu ukur jarak dari tumit hingga ujung jari terpanjang menggunakan penggaris. Tambahkan 0,8–1,2 cm dari hasil ukur tersebut, kemudian cocokkan dengan size chart dari brand yang ingin dibeli.
5. Apakah ukuran sepatu anak laki-laki dan perempuan berbeda?
Secara panjang, ukurannya umumnya sama. Namun, kaki anak laki-laki cenderung lebih lebar dibanding perempuan. Beberapa brand internasional menyediakan pilihan lebar (width) seperti “W” (wide) atau “N” (narrow). Jika anak susah menemukan sepatu yang nyaman meski ukuran panjangnya pas, pertimbangkan untuk memperhatikan faktor lebar ini.








