Faktor-Faktor yang Memengaruhi Stunting pada Anak, Wajib Tahu

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Stunting pada Anak, Wajib Tahu

Table of Contents

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk dan infeksi berulang sejak masa kehamilan. Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting saling berkaitan erat, mulai dari kondisi kesehatan ibu selama masa kehamilan, bayi memiliki riwayat penyakit tertentu, hingga lingkungan rumah yang kurang sehat.

Selain itu, stunting bisa terjadi akibat maraknya pernikahan dini yang membuat orang tua belum memiliki pengetahuan cukup dan kesiapan memadai dalam mengasuh anak. Faktor ekonomi turut mengambil peran karena ibu tidak mendapat nutrisi cukup selama kehamilan.

Key Takeaways

  • Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kurangnya gizi yang membuat pertumbuhan anak terhambat dan menurunkan kemampuan intelektualnya dalam jangka panjang.
  • Faktor-faktor yang memengaruhi stunting berkaitan erat dengan kesejahteraan ibu selama masa kehamilan.
  • Kondisi lingkungan rumah yang kurang sehat juga memicu stunting pada anak, seperti sanitasi buruk dan rendahnya akses air bersih. Sehingga memicu terjadinya berbagai penyakit serius seperti diare, cacingan, dan gangguan pencernaan.
  • Stunting juga dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua dalam mengasuh anak akibat pendidikan rendah dan pernikahan dini yang berpengaruh pada kondisi ekonomi keluarga.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Stunting pada Anak

Orang tua wajib mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stunting agar tumbuh kembang anak berjalan optimal sesuai usianya. Berikut adalah penyebab stunting yang umum terjadi di Indonesia.

1. Gangguan Kesehatan pada Ibu

Riwayat gizi buruk pada ibu, baik sebelum maupun selama kehamilan dan menyusui, sangat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Ibu dengan tinggi badan di bawah rata-rata (kurang dari 145 cm) juga memiliki risiko lebih tinggi melahirkan anak stunting daripada ibu dengan tinggi badan 155 cm ke atas.

Selama kehamilan, ibu membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan janin. Nutrisi penting yang ibu butuhkan adalah protein, karbohidrat, asam folat, zat besi, serta vitamin dan mineral esensial lainnya.

Selain faktor gizi, stres berkepanjangan selama kehamilan meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan memiliki berat badan lahir rendah. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan sistem saraf otonom dan peningkatan hormon kortisol yang dapat mengganggu suplai darah serta nutrisi ke janin.

Oleh karena itu, dukungan emosional dari suami dan keluarga sangat penting. Serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang dapat merusak plasenta dan menghambat pertumbuhan janin.

2. Masalah Kesehatan Anak

Anak dengan masalah kesehatan serius berisiko tinggi mengalami stunting. Salah satunya infeksi berulang seperti TBC, anemia, penyakit jantung bawaan, serta thalasemia karena anak mengalami gangguan asupan dan penyerapan nutrisi sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat.

Penelitian Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa ada keterkaitan erat antara penyakit gagal jantung bawaan asianotik Ross derajat III dengan stunting. Dengan kata lain, anak yang mengalami gagal jantung cukup parah memiliki risiko mengalami stunting 4,2 kali lebih tinggi daripada anak tanpa gangguan jantung.

Sama halnya dengan anak yang menderita TBC. Tuberculosis dan stunting saling memengaruhi satu sama lain karena sama-sama menyebabkan masalah gizi yang dapat melemahkan sistem imun tubuh.

3. Lingkungan Tidak Sehat dan Sanitasi Buruk

Faktor-faktor yang memengaruhi stunting pada anak juga berasal dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Lingkungan rumah yang tidak sehat, lembab, banyak sampah, dan minimnya sinar matahari dapat meningkatkan risiko stunting hingga 2,2 kali lipat pada anak.

Apalagi jika di sekitar tempat tinggal anak memiliki akses sanitasi dan air bersih buruk yang semakin memperbesar risiko terkena stunting serta masalah kesehatan lainnya. Sanitasi buruk menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diare dan cacingan yang menghambat penyerapan nutrisi oleh tubuh.

Anak yang sering terpapar asap rokok lebih dari tiga jam sehari juga memiliki risiko mengalami stunting. Dari sini, Anda harus menjaga kebersihan lingkungan dan menjauhkan anak dari bahaya asap rokok yang mengganggu pertumbuhannya.

Baca juga: Cara Mencegah Stunting Sejak Masa Kehamilan hingga Balita

4. Pernikahan Anak dan Kondisi Ekonomi

Stunting pun bisa terjadi pada anak yang lahir dari orang tua muda, sehingga menjalani kehamilan sebelum usia matang. Anak-anak yang menikah di bawah umur tidak memiliki kesiapan finansial dan mental layaknya orang dewasa, sehingga berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi jangka panjang.

Keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas pun membuat ibu tidak mendapat gizi yang cukup dan seimbang selama masa kehamilan. Akibatnya, anak yang dilahirkan rentan mengalami berbagai macam penyakit, termasuk stunting, dan membahayakan keselamatan ibu.

Terlebih, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa stunting juga terjadi karena faktor kurangnya pengetahuan dan rendahnya pendidikan orang tua, sehingga membuat anak tidak mendapatkan pengasuhan optimal.

5. Terbatasnya Layanan Kesehatan

Terakhir, layanan kesehatan terbatas, terutama di daerah terpencil, juga membuat masalah stunting pada anak semakin besar. Pemeriksaan kesehatan selama kehamilan hingga anak berusia balita yang tidak berjalan dengan baik membuat pemantauan dini terhadap stunting terhambat.

Menyediakan pelayanan kesehatan memadai dan didukung tenaga kesehatan profesional adalah solusi efektif untuk mencegah masalah kesehatan berbahaya pada masyarakat.

Pahami Faktor-Faktor yang Memengaruhi Stunting Demi Masa Depan Anak

Pada akhirnya, stunting adalah permasalahan serius yang harus menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kebijakan. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi stunting adalah langkah preventif untuk menyelamatkan masa depan anak, didukung dengan pendidikan berkualitas dari Sparks Sports Academy.

Bersama tenaga profesional berpengalaman, kami menyediakan berbagai kelas yang dapat meningkatkan kemampuan sensorik, kognitif, fisik, hingga emosional anak melalui permainan edukatif sesuai tahap perkembangannya. Yuk, segera daftar dan nikmati layanan pendidikan terbaik demi mempersiapkan masa depan buah hati Anda!

Bagikan artikel ini lewat:

© 2024 | Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%