-
Author: Tim Sparks Sports Academy
Langkah pertama anak merupakan momen yang paling ditunggu oleh orang tua. Namun, jika usia Si Kecil telah melewati 18 bulan dan belum juga mampu berjalan, penting bagi Anda untuk memahami penyebabnya serta mencari solusi anak lambat berjalan agar proses tumbuh kembangnya tetap optimal.
Key Takeaways
- Pada umumnya, anak mulai berdiri dan belajar berjalan di rentang usia 8–18 bulan. Jika setelah melewati usia tersebut anak belum menunjukkan kemampuan berjalan, orang tua sebaiknya segera mencari tahu penyebabnya dan menentukan solusi yang sesuai.
- Kesulitan berjalan bisa anak alami karena beberapa faktor, seperti gangguan motorik atau neurologis, minimnya stimulasi, hingga faktor genetik.
- Sebagai solusi anak lambat berjalan, orang tua bisa memberi stimulasi rutin dengan menuntun anak secara konsisten, mengurangi kebiasaan menggendong, dan membiasakan anak berjalan tanpa alas kaki agar keseimbangannya lebih terlatih.
Penyebab Anak Lambat Berjalan
Setiap anak mengalami perkembangan dengan kecepatan yang berbeda, termasuk dalam kemampuan berjalan. Meski demikian, ada beberapa faktor yang memengaruhi keterlambatan berjalan pada anak. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Gangguan Otot dan Motorik
Studi dalam jurnal “Current Problems in Pediatric and Adolescent Health Care” menerangkan bahwa kondisi seperti hipertonia dapat menyebabkan anak sulit berjalan. Kondisi ini dipengaruhi oleh peningkatan tonus otot yang tidak normal karena adanya kerusakan pada sel saraf (neuron) motorik atas.
Hipertonia dapat memicu pola gerak yang tidak normal, seperti berjalan jinjit atau kaki menyilang. Sehingga, perkembangan motorik kasar anak menjadi terhambat.
2. Gangguan Neurologis
Masalah pada sistem saraf pusat atau otot juga dapat memicu keterlambatan berjalan. Contohnya pada cerebral palsy, hipotonia (tonus otot rendah), distrofi otot, maupun kelainan kromosom seperti down syndrome. Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan kelemahan atau kekakuan otot serta gangguan koordinasi gerak yang membuat anak kesulitan berjalan.
3. Kurang Stimulasi
Orang tua yang terlalu sering menggendong anak hingga usia 12 bulan atau penggunaan baby walker yang berlebihan dapat membuat otot dan keseimbangan tubuh anak kurang terlatih. Oleh karena itu, Anda perlu memberi stimulasi yang tepat melalui aktivitas fisik, permainan di lantai, dan mendorong anak untuk aktif bergerak.
4. Faktor Genetik
Dalam beberapa kasus, keterlambatan berjalan pada anak juga dipengaruhi faktor keturunan. Jika orang tua memiliki riwayat serupa saat kecil, kemungkinan kondisi tersebut dapat terjadi pada anak.
Meski demikian, hal ini bukan berarti anak mengalami gangguan serius. Kemampuan motorik anak sejatinya tetap berkembang, hanya saja sedikit lebih lambat daripada teman sebayanya dan umumnya tidak berbahaya.
Baca juga: Anak Bisa Jalan Umur Berapa? Inilah Usia Normal dan Fase Pentingnya!
Solusi Anak Lambat Berjalan dengan Tepat
Setelah memahami berbagai penyebabnya, berikut adalah beberapa solusi anak lambat berjalan yang bisa membantu Anda memberikan penanganan dan stimulasi terbaik.
1. Optimalkan Stimulasi
Salah satu cara agar anak cepat jalan adalah dengan memberikan stimulasi rutin melalui permainan dan aktivitas fisik. Misalnya, memegang kedua tangan anak sambil menuntunnya berjalan perlahan. Cara ini efektif untuk melatih kekuatan otot dan keseimbangan tubuh Si Kecil.
Saat memberi stimulasi anak berjalan ini, sebaiknya hindari penggunaan baby walker karena berpotensi menghambat perkembangan motorik anak. Baby walker juga membuat anak rentan cedera, seperti kaki terjepit atau bahkan terguling karena membentur perabot dalam rumah akibat kurangnya pengawasan.
Jika Anda ingin menggunakan alat bantu sebagai solusi anak lambat berjalan, push walker adalah pilihan tepat. Alat ini dinilai lebih aman ketimbang baby walker karena mendorong anak untuk aktif menggunakan otot kakinya tanpa terjebak dalam rangka alat.
2. Jangan Terlalu Sering Menggendong
Menggendong memang menjadi cara ampuh untuk menenangkan dan membuat anak merasa nyaman. Namun, jika Anda terlalu sering menggendong anak, perkembangan otot dan keseimbangan yang anak butuhkan untuk belajar berdiri dan berjalan akan terhambat.
Sebaiknya, beri anak waktu untuk bergerak bebas di lantai, merangkak, dan mencoba berdiri dengan bimbingan agar keterampilan motoriknya berkembangn lebih optimal.
3. Gunakan Mainan sebagai Pancingan
Untuk mendorong anak berjalan, Anda bisa memancing dengan mainan favoritnya. Letakkan mainan sedikit jauh dari jangkauan anak, sehingga ia terdorong untuk merangkak, berdiri, atau melangkah mendekatinya.
Cara ini akan melatih otot, keseimbangan, sekaligus kemampuan koordinasi anak dengan cara alami dan menyenangkan. Pastikan area sekitar anak aman dan bebas dari benda tajam atau objek yang berpotensi membahayakan anak saat bergerak.
4. Biasakan Anak Bertelanjang Kaki di Rumah
Memberikan sepatu tentu saja bermaksud baik, tetapi alangkah baiknya biarkan anak bertelanjang kaki di rumah. Membiasakan anak merasakan permukaan lantai secara langsung bermanfaat untuk mengoptimalkan perkembangan kakinya.
Apalagi, di telapak kaki dan ujung jari anak terdapat banyak serabut saraf yang sensitif terhadap rangsangan sentuhan. Stimulasi ini penting untuk membangun memori sensorik pada anak, sehingga ia nantinya mampu membedakan mana tekstur permukaan licin, kasar, berpasir, berbatu, basah, dan kering.
Optimalkan Stimulasi dengan Memahami Solusi Anak Lambat Berjalan
Masalah anak yang lambat berjalan bisa orang tua atasi dengan memaksimalkan stimulasi, baik secara manual maupun menggunakan alat bantu. Solusi anak lambat berjalan juga bisa orang tua dapatkan dari pendidikan terbaik yang membantu mengembangkan kemampuan motorik anak secara optimal.
Sparks Sports Academy adalah pilihan tepat bagi orang tua karena menyediakan berbagai kelas eksklusif untuk melatih kemampuan motorik dan kognitif anak. Si Kecil dapat belajar sekaligus melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan bersama tutor berpengalaman. Segera daftarkan Si Kecil dan dapatkan keuntungan lainnya!






