Author: Tim Sparks Sports Academy
Amandel atau tonsil adalah dua kelenjar kecil yang terletak di bagian belakang tenggorokan, berfungsi sebagai benteng pertahanan tubuh terhadap kuman yang masuk melalui mulut dan hidung. Sayangnya, pada anak-anak, amandel justru sering menjadi bagian tubuh yang paling mudah bermasalah. Radang amandel atau tonsillitis adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami anak usia sekolah.
Bagi Mom/Dad, mengenali gejala amandel pada anak sejak dini sangatlah penting. Semakin cepat gejala dikenali, semakin cepat pula penanganan yang bisa diberikan sehingga anak tidak mengalami komplikasi yang lebih serius. Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab, gejala, tips penanganan di rumah, hingga kapan waktu yang tepat untuk membawa anak ke dokter.
Apa Penyebab Amandel pada Anak?
Sebelum membahas gejalanya, penting bagi Mom/Dad untuk memahami apa saja yang bisa memicu masalah amandel pada anak. Berikut beberapa penyebab paling umum:
- Pertama, infeksi virus. Sebagian besar kasus radang amandel pada anak disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus flu biasa atau adenovirus.
- Kedua, infeksi bakteri, terutama bakteri Streptococcus yang menyebabkan kondisi yang dikenal dengan istilah strep throat. Infeksi bakteri ini biasanya membutuhkan penanganan medis dengan antibiotik.
- Ketiga, faktor lingkungan juga berperan besar. Anak yang sering terpapar asap rokok, polusi udara, atau ruangan ber-AC yang terlalu dingin cenderung lebih rentan mengalami peradangan amandel.
- Keempat, daya tahan tubuh yang belum optimal. Anak-anak, terutama balita, memiliki sistem imun yang masih dalam tahap berkembang sehingga lebih mudah terserang infeksi dibandingkan orang dewasa.
- Terakhir, faktor kebersihan juga tidak bisa diabaikan. Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah beraktivitas di luar rumah bisa meningkatkan risiko anak tertular kuman penyebab radang amandel.
Baca juga: Kenali 10 Tanda Dehidrasi pada Anak dan Cara Mengatasinya
Gejala Amandel pada Anak
Setelah memahami penyebabnya, kini saatnya Mom/Dad mengenali gejala amandel pada anak yang paling sering muncul. Berikut sepuluh gejala yang perlu diwaspadai.
1. Sakit Tenggorokan
Keluhan yang paling umum dan sering menjadi tanda awal adalah sakit tenggorokan atau sore throat. Anak biasanya akan mengeluh nyeri saat menelan makanan atau minuman, bahkan air liur sekalipun.
2. Amandel Membengkak dan Kemerahan
Jika Mom/Dad memeriksa bagian belakang tenggorokan anak, amandel yang bermasalah biasanya terlihat membesar, berwarna merah, dan terkadang disertai bercak putih atau kuning di permukaannya.
3. Demam
Demam menjadi respons alami tubuh saat melawan infeksi. Suhu tubuh anak bisa naik hingga di atas 38°C, terutama pada kasus radang amandel akibat infeksi bakteri.
4. Sulit Menelan
Menurut National Library of Medicine, pembengkakan pada amandel membuat proses menelan menjadi tidak nyaman, bahkan menyakitkan. Akibatnya, anak sering menolak makan atau hanya mau makan makanan lunak.
5. Bau Mulut
Bau mulut atau bad breath yang tidak biasa juga bisa menjadi tanda adanya infeksi pada amandel, terutama jika disertai dengan penumpukan bakteri di area tenggorokan.
6. Suara Serak
Peradangan pada amandel dapat memengaruhi area sekitar pita suara, sehingga suara anak terdengar serak atau berubah dari biasanya.
7. Pembesaran Kelenjar Getah Bening di Leher
Mom/Dad bisa memeriksa area leher anak. Jika teraba benjolan kecil yang terasa nyeri saat ditekan, ini bisa menjadi tanda kelenjar getah bening membesar akibat infeksi amandel.
8. Mendengkur Saat Tidur
Amandel yang membesar bisa menyumbat sebagian saluran napas, sehingga anak menjadi lebih sering mendengkur atau snoring saat tidur, bahkan pada kasus yang lebih berat bisa menyebabkan gangguan napas saat tidur.
9. Nafsu Makan Menurun
Rasa sakit saat menelan membuat anak enggan makan sehingga nafsu makannya menurun drastis. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bisa memengaruhi asupan gizi anak.
10. Sering Merasa Lelah dan Lemas
Tubuh yang sedang melawan infeksi membutuhkan energi ekstra, sehingga anak akan terlihat lebih lesu, kurang bersemangat, dan mudah rewel dibandingkan biasanya.
Tips Menangani Amandel pada Anak di Rumah
Jika gejala amandel yang dialami anak masih tergolong ringan, Mom/Dad bisa melakukan beberapa langkah penanganan awal di rumah berikut ini.
- Pertama, pastikan anak cukup istirahat. Bed rest yang cukup akan membantu tubuh anak fokus melawan infeksi.
- Kedua, perbanyak asupan cairan, seperti air putih hangat atau air kelapa, untuk menjaga tenggorokan tetap lembap dan tidak mudah teriritasi.
- Ketiga, berikan makanan yang lembut dan mudah ditelan, seperti bubur, sup hangat, atau puree buah, agar anak tetap mendapatkan asupan nutrisi tanpa harus memaksakan diri menelan makanan keras.
- Keempat, ajak anak berkumur dengan air garam hangat jika usianya sudah cukup untuk melakukannya tanpa risiko tertelan.
- Kelima, jaga kelembapan udara di kamar anak menggunakan humidifier agar tenggorokan tidak semakin kering.
- Keenam, hindari memberikan makanan atau minuman yang terlalu dingin, pedas, atau bertekstur keras selama masa pemulihan.
- Terakhir, pastikan anak tetap mendapatkan vitamin C yang cukup dari buah-buahan seperti jeruk atau jambu biji untuk mendukung sistem imun tubuhnya.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun banyak kasus radang amandel bisa membaik dengan perawatan di rumah, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Mom/Dad segera membawa anak ke dokter. Di antaranya jika demam tidak kunjung turun setelah tiga hari, anak mengalami kesulitan bernapas, air liur berlebihan yang sulit ditelan, atau amandel membengkak hingga menyumbat saluran napas.
Selain itu, jika radang amandel terjadi berulang kali dalam setahun, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah diperlukan tindakan medis tertentu. Radang amandel yang berulang atau berlangsung kronis pada anak memang perlu mendapat evaluasi dokter spesialis THT agar penanganannya lebih tepat.
Jangan menunda pemeriksaan jika gejala yang muncul semakin parah, karena penanganan yang tepat waktu akan mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti abses di sekitar amandel atau gangguan pernapasan saat tidur.
Baca juga: Akibat Radiasi HP pada Mata Anak yang Wajib Diwaspadai Orang Tua
Saatnya Mom/Dad Ambil Langkah Tepat untuk Kesehatan Si Kecil!
Menjaga kesehatan amandel anak bukan hanya soal mengenali gejala dan memberikan penanganan saat sakit, tetapi juga tentang membangun daya tahan tubuh yang kuat sejak dini. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan imunitas dan kebugaran anak adalah dengan rutin beraktivitas fisik.
Program multi sport anak di Sparks Sports Academy hadir sebagai solusi tepat bagi Mom/Dad yang ingin si kecil tumbuh sehat, aktif, dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik. Melalui berbagai jenis olahraga yang dirancang khusus untuk anak, program ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan sosial anak.
Yuk, Mom/Dad, daftarkan si kecil ke program multi sport anak di Sparks Sports Academy sekarang juga, dan jadikan gaya hidup aktif sebagai bagian dari kebiasaan sehat keluarga sejak dini!








